
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Selama dalam perjalanan pulang menuju ke ruko, Rio yang mungkin memang sudah merasa kelelahan , sehingga membuat Rio tertidur di kursi depan, Lolita menepikan mobilnya terlebih dahulu sebentar ke sisi bahu jalan ,untuk merebahkan kursi penumpang,agar Rio merasa nyaman tidurnya, lalu Lolita kembali melanjutkan perjalanannya. Lolita men dial nomor telepon milik anak angkatnya,setelah berbicara cukup lama, akhirnya Lolita segera mematikan sambung telefon saat mendengar jika Boy baik-baik saja di ruko
Ketika sambungan telepon seluler antara Lolita,dan Boy berakhir, handphone Lolita kembali berdering
" halo " ucap Lolita pertama kali menyapa lawan bicaranya, suara seorang pria yang dikenal Lolita menyapa balik sapaan Lolita
Mereka masih terus berbicara dalam sambungan telepon seluler,selama Lolita dalam perjalanan menuju ke ruko, Lolita mengaktifkan mode on speaker aktif sehingga tidak menyakiti gendang telinga Lolita, karena pembicaraan mereka cukup lama,
Bobby menjelaskan ,jika kartu keluarga yang di pinta oleh Lolita sudah selesai,dan sudah dikirim ke alamat ruko. Lolita mengucapkan kalimat terima kasih dengan tulus,tapi tidak disambut dengan baik oleh Bobby
" tidak semudah itu, nona ? "
" setiap perjuangan itu ada harga nya ? " ucap Bobby di seberang telepon
" baik "
" berapa harga yang pantas, untuk bisa saya tawar ,tuan ? " ucap Lolita dengan sedikit tertawa
mereka seperti melakukan transaksi jual beli
" bagaimana "
" jika dengan dua kali dinner, dan dua kali kencan,nona ? " ucap Bobby dengan penuh maksud
" Hm " ucap Lolita hanya berdehem saja
" Hm "
" apa nona ? " tanya Bobby
" Hm "
" saya akan mempertimbangkannya, tuan "
" mengingat,ada dua anak aku yang harus aku ikut sertakan "
" bisakah tuan mempertimbangkannya ? " ucap Lolita ,dengan nada penasaran menanti jawaban dari Bobby
" waah "
" ini keputusan yang cukup sulit, nona ? " ucap bobby nampak sedikit berfikir
" kalau begitu,tawarkan saya yang lain tuan,..." pinta Lolita
" oh, "
" tentu tidak, nona "
" tawaran saya akan tetap sama "
" baiklah karena nona membawa serta anak - anak nona "
" maka nona akan dikenakan dengan biaya tambahan "
" maka dari itu,dinner dan kencan berlaku kelipatannya " ucap Bobby, yang membuat Lolita tidak bisa menahan gelak tawa nya
" baiklah,tuan, "
" dimengerti " ucap Lolita dengan singkat
" baik nona "
" semoga nona selamat sampai di tujuan "
" waktu dan tempat akan saya kirim "
" dan jangan telat nona,atau akan terkena pinalti janji " ucap Bobby
" masyaallah "
" jadi..."
" siapa yang telat akan dapat pinalti niih ? "
" berlaku juga untuk anda, tuan " ucap Lolita
" iya dong ,nona "
" supaya adil, tidak ada dusta antara kita "
" dalam proses penjemputan ke tempat dinner "
__ADS_1
" tidak boleh telat memasuki mobil penjemputan "
" jika telat pinalti berlaku di mulai dari dinner pertama kita "
" deal or no deal ? " ucap Bobby
" baik lah tuan "
" deal " ucap Lolita dengan singkat
" hati - hati dijalan yach,nyonya Bobby " ucap Bobby
" idih "
" mau nya " ucap Lolita menggoda Bobby
" ya iyalah, mau banget " ucap bobby yang sudah mengembangkan senyuman di wajah tampannya
" gombal "
" sudah, Ah "
" bye " ucap Lolita, setelah mengucapkan kalimat salam dengan benar
.
..
..
..
..
..
..
3 tahun kemudian,
Hari - hari lolita seperti biasa di isi dengan kebahagian ,apalagi dengan hadir nya Rio dan Boy, membuat suasana ruko miliknya semakin bewarna,Rio menerima kehadiran Boy,bahkan setiap Rio tidak melihat Boy,dia selalu menanyakan nya kepada sang mommy, sedangkan Boy tidak lagi seperti sebelumnya,banyak kegiatan yang dia ikuti ,
Namun setiap malam mereka selalu berada di ruko, untuk makan malam,dan menceritakan keseharian yang mereka jalani, selama saru hari penuh. Meskipun Lolita kelelahan, Lolita masih berusaha menjadi pendengar yang baik untuk kedua anaknya, hadirnya Bobby di tengah-tengah mereka pun sudah biasa bagi anak- anak Lolita, termasuk Rio. Tidak ada penolakan dari Rio,karena Rio pikir Bobby sama seperti Theo,dan Rio tidak tahu ,jika pria itu berusaha menjadi sosok ayah sambung bagi nya,dan Rio masih belum mengerti,yang ia sadari jika mommy dan daddy nya terpisah jarak saja seperti selama ini
Sampai di suatu waktu ibu nya Bobby datang ke ruko milik Lolita,dengan angkuhnya, memerintah kan para bodyguard nya mengobrak abrik ,isi ruko di lantai satu ,dan menghina sang mommy di hadapan Rio dan Boy, mereka berdua hendak melindungi sang mommy, Akan tetapi Lolita meminta ke-lima pegawainya untuk membawa Rio dan Boy secara paksa ke lantai atas
" janda seperti kamu "
" mau coba-coba "
" memikat anak laki- laki aku " ucap mommy nya Bobby dengan nada mengejek dan naik beberapa oktaf
Cuh ( meludahi wajah Lolita "
" mommy " teriak dan tangis Rio,yang dikungkung oleh tubuh pegawai lolita laki - laki,begitu pun juga dengan Boy,
Wajah Boy semakin memerah, melihat perlakuan orang terhadap sang ibunya, membuat tenaga Boy semakin besar, sehingga Boy berhasil melepaskan diri dari dua pegawai Lolita. Boy berlari menuruni anak tangga dengan cepat menuju ke lantai satu dengan gerak cepatpegawai lolita sedikit kewalahan karena boy tubuh nya cukup besar,dan pintar beladiri,
" tto...tolong..."
" cepat kalian bawa anak-anak ke atas " teriak Lolita sambil menangis dan menjerit kepada pegawainya, dengan menahan sakit di seluruh tubuh nya
Rio segera di ungsikan ke kamar lantai tiga oleh semua pegawai Lolita,sedangkan Boy yang berlari cepat menuruni tiap anak tangga, tidak dapat dicegah oleh karyawan Lolita, Siska masih menemani Boy agar beberapa bodyguard Boy tidak bisa menyakiti Boy. Namun Boy yang sudah marah secara kasar menyerang pelayan nyonya Melani yang menyakiti Lolita, namun para bodyguardnya nyonya Melani cukup tangguh menjadi lawan Boy, sehingga Boy cukup banyak terluka meskipun telah mendapatkan perlindungan dari Siska
" hentikan "
" hentikan "
" to..tolong..."
" jangan sakiti anakku " ucap Lolita dengan suara parau beserta rintihan, bahkan deraian airmata Lolita mengalir deras , Lolita mengemis di bawah kaki Melani, berada di depan tubuh Boy, melindungi anaknya dari pukulan bodyguard Melani
namun Boy masih saja menerima beberapa bogem mentah dari pelayan nyonya Melani
" wanita culas "
" dasar Pela*****r " ucap nyonya Melani dengan teriakan,terdengar hingga lantai atas, bahkan tidak sungkan - sungkan Melani menginjak wajah Lolita dengan sepatu nya
Bobby tidak menduga,sang Mommy akan tega menyakiti sang pujaan hati. tanpa diketahui Melani jika Bobby saat ini dalam perjalanan menuju ke ruko,namun kedatangan Bobby sudah cukup terlambat, sang kekasih hatinya dan anak angkatnya sudah lusuh dan luruh di lantai dengan kondisi sangat mengenaskan,
" mommy ! " ucap Bobby dengan keras , menaikkan nada suaranya beberapa oktaf. Kemudian Bobby memerintahkan beberapa bodyguard nya untuk membawa Lolita, Boy , dan Siska langsung ke rumah sakit,untuk segera dilakukan perawatan
Akan tetapi Lolita menolak permintaan Bobby ,dari raut wajah Lolita yang sudah sembab dan penuh lebam,terlukis kekecewaan pada Bobby. Setelah memeriksa tubuh Boy, Lolita mencoba berdiri,dan mengajak Boy untuk berdiri,namun apa daya,tubuh kecil nya cukup lelah,akan beban yang baru saja dia terima,
__ADS_1
Boy yang baru hendak berdiri, berusaha menggapai tubuh lunglai mommy, belum sempat Boy menggapainya, Lolita sudah terjatuh ke lantai
" mommy " teriak Boy dengan histeris...
Melihat keadaan Lolita, Bobby dengan gerakan cepat menggotong tubuh Lolita yang lemah masuk ke dalam mobil
" cepat bawa anakku dan calon isteri ku ke rumah sakit , "
" sekarang ! " perintah bobby kepada sopir dan tiga bodyguard nya,dengan wajah panik,
dan yang lain masih setia berada di tempat
" mommy, ! "
" keterlaluan, mommy, "
" Lolita calon isteri aku " teriak Bobby penuh amarah , sehingga dari nada bicaranya penuh dengan penekanan . Bobby memaksa Melani untuk masuk kedalam mobilnya, dengan mencengkeram lengan sang mommy,
sebelum masuk kedalam mobil, Bobby memerintahkan bodyguard nya untuk membereskan kekacauan yang telah diperbuat sang mommy
" Bobby "
" kurang ajar kamu dengan mommy "
" sejak kenal perempuan itu ? "
" memang pela***r, "
" jand**** gatal " ucap Melani dengan teriakan di dalam mobil
" mommy ! "
" hentikan mommy ! " teriak bobby sampai wajahnya memerah,pertanda dia sangat marah, sehingga membuat Melani menghentikan aksi nya,karena Melani sangat tahu betul,jika anaknya seperti ini,akan berdampak buruk untuknya
Perjalanan sampai ke mansion orang tua Bobby masih cukup lama, membutuhkan waktu hingga kurang lebih dua jam,
daddy nya Bobby mendapatkan kabar dari orang kepercayaan nya, apa yang terjadi diantara isteri dan anaknya, membuat tuan Ubaidillah Affandy segera langsung menuju mansion. Tidak berselang lama,mobil tuan Ubaidillah Affandy tiba, secara beriringan dengan kedatangan Bobby. Tuan Ubaidillah Affandy melihat sang isteri yang terseok-seok,dipaksa sang anak masuk ke dalam mansion,
" Bobby, "
" jangan perlakukan mommy kamu seperti itu "
" hormati orang tua " ucap Ubaidillah Affandy dengan penuh penekanan kepada sang putera
" jangan mommy, sentuh lagi calon isteri aku ! "
ucap Bobby penuh penekanan kepada Melani
" Obby ! " ucap Ubaidillah Affandy masih dengan penuh penekanan
" tenangkan diri kamu,nak " ucap Ubaidillah Affandy mencoba calm down, agar sang anak tidak lagi bersikap seperti ini
Bobby mengalihkan pandangannya ke arah lain, Bobby juga segera keluar mansion hendak menuju kearah garasi,
" Obby "
" tolong ,dengarkan daddy "
" biar Joko mengantar kamu " ucap Ubaidillah Affandy kepada Bobby , kemudian memberikan Joko kode segera melakukan apa yang dia perintahkan, Joko yang mengerti segera bergegas mengeluarkan mobil untuk mengantarkan Bobby menuju tempat tujuan nya
Bobby menyerah dengan perintah Ubaidillah Affandy, karena perintah sang daddy mutlak tidak terbantahkan,kecuali sang daddy berlaku sama dengan sang mommy,mungkin dia berfikir untuk pergi dari mansion. Berita yang terjadi di ruko jelas terdengar oleh Theodore,tentu saja dia berang akan kelakuan dari ibu nya Bobby, akan tetapi dia juga tidak bisa menghukum sahabatnya,dan tidak mungkin memberi tahu isterinya,Asha...
bisa jadi ,Theo juga akan kena dampaknya,pasalnya mereka juga yang ikut menjodohkan Bobby dan Lolita,
ruang Super VVIP,
wajah cantik Lolita,nampak begitu pucat,di puncak kepala nya,beberapa rambut terlepas,menyisakan luka,bahkan kulit kepala nya nyaris terlepas, hingga,harus sedikit di botak'i di bagian yang terluka ,untuk dilakukan tindakan medis,jika tidak takutnya akan infeksi, dan disposisi pada bahu nya harus segera ditangani,akibat benturan,yang tidak tahu bagaimana bisa menyebabkan disposisi itu terjadi hingga bahu Lolita harus di pasang shoulder support...
Lolita juga harus diberi infus,bukan tanpa alasan,ternyata, Lolita sering melewatkan jam makannya ,hingga dia menderita lambung yang cukup parah,dan sedari pagi dia belum makan,ditambah siang tadi terjadi insiden,tentu menguras tenaga nya. Theo dan Bobby yang mendengar penjelasan dokter,langsung meremas wajah mereka masing - masing
Theo merasa bersalah,dia menjanjikan kebahagiaan bagi Lolita saat perjuangannya merintis di kota ini,malah dia membuat luka baru bagi sahabat isterinya,dengan mengenalkan Bobby kepada nya, sedangkan Bobby yang menjanjikan hidup lebih baik bersamanya,seperti menguap begitu saja hari ini,..
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
🍒🍒