Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
ampun bang jago


__ADS_3

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Bobby masih berkutat diatas meja kerja nya, banyak yang harus dia kerjakan, beberapa dokumen penting harus di cek nya kembali walau sudah di periksa oleh asistennya,


bukan berarti Bobby tidak mempercayai hasil kerja asisten pribadinya


Bobby termasuk dalam karakter eksekutif yang memilih risk taker dalam karakter kepemimpinan nya, karena akan membuat perusahaan tumbuh lebih pesat, dan cepat hanya dalam waktu singkat, tentu saja dengan resiko yang besar pula, jaringan atau koneksi dengan para kolega sangat besar peranannya, melakukan meeting sana, sini, pertemuan sana sini, menjalin kerjasama yang sama-sama take and give ,tentu di lakoni oleh Bobby demi mencapai puncak kesuksesan di bidang bisnis yang dia jalani, oleh karena itu, butuh ketelitian dalam mengurus setiap dokumen - dokumen, kontrak kerjasama agar dia tidak dirugikan saat sudah terjalin kerjasama dengan pihak lain


Lolita sering kali mengingatkan Bobby sekedar makan dan istirahat, juga melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim


mesti mereka satu kota, seperti saat ini mereka jarang bertemu, hanya saat weekend saja, mereka menyempatkan untuk bertemu,


cukup dengan aplikasi video call, atau Skype mereka lakoni, bagai pasangan LDR- an....tapi itu tidak menyurutkan perasaan diantara mereka


Bobby sudah mengutarakan isi hati nya, agar Lolita datang ke mansion ayahnya, untuk memperkenalkan Lolita secara resmi pada sang ayah dan sang ibu, perkara direstui atau tidak yang penting usaha dulu, apa salahnya dicoba, menurut Bobby, dan. Lolita menyetujui permintaan dari sang kekasih hatinya, tapi Lolita enggan mengajak Rio, entah kenapa dia merasa takut saja, rencananya weekend ini Rio menginap di kediaman Buya Yahya, kebetulan yang tidak di sangka, mereka akan melakukan rencana mereka,


Lolita akan di temani Boy, bukan karena takut, namun Bobby akan memperkenalkan Boy kepada kedua orang tuanya sebagai anak nya dan Lolita, sebagai anak adopsi mereka, dan akan tetap seperti itu, ada atau tidak izin dari kedua orangtuanya


namun untuk restu, harus Bobby kantongi, karena itu salah satu syarat yang diajukan oleh Lolita, karena dia tidak ingin ada duri dalam pernikahannya yang kedua ,


perjalanan pulang ke apartemen sangat melelahkan bagi Bobby, dia bahkan tertidur di dalam mobil, sangking lelahnya


" pak..."


" sudah sampai..." ucap pak sopir,mencoba membangunkan Bobby


" Eh.."


" sorry..."


" terimakasih, pak..." ucap Bobby sambil keluar dari pintu mobil mewahnya


" besok saya jemput jam berapa, pak..." tanya pak sopir


" jam 8 sudah harus di kantor, ..."


" saya ada meeting pagi ..." sahut Bobby


pak sopir yang mengerti , langsung pulang menuju mansion Ubaidillah Affandy, dan Bobby pun sudah berlalu menuju lift yang akan mengantarkan nya ke dalam unit miliknya


" sayang..." ucap Olivia memeluk tubuh Bobby bagian punggung, sedikit men.gera***ng.i bagian dada kekar Bobby


Bobby menghempaskan tangan gemulai itu dengan kasar,dan dia segera berbalik,


" pergi...!!!...." ucap Bobby dengan penuh penekanan pada kata nya


" aku tidak akan pergi.."


" Mommy meminta aku untuk menemui kamu, sayang...." ucap Olivia dengan nada manja, berusaha kembali membelai bagian dada Bobby


dengan sigap Bobby kembali menepis tangan yang tidak tahu malu itu, dari tubuh nya,


" sayang..."


" bukan kah kita pernah bersama..."


" aku kangen dengan sentuhan kamu..." ucap Olivia dengan nada yang masih sama


" halo...."


" itu dulu, Oliv..."


" pria itu bukan aku saja, jal****..."


" aku sudah tidak peduli kepada kamu,..."


" hidup aku kini hanya bersama Lolita,..."


" hanya dia yang boleh menyentuh aku,..."


" mengerti kamu...!!!...." ucap Bobby dengan sarkasme


" wow .."

__ADS_1


" ayolah.."


" aku tahu, kamu pasti belum mencicipi tu**h nya bukan..."


" kamu pasti haus,..."


" tidak apa-apa jika aku yang akan menghilangkan dahaga kamu, sayang..."


" just it's..." ucap Olivia masih dengan nada manja nan menggoda


sebagai pria dewasa, dan pernah merasakan nikmat nya uhah- uhah , di sajikan tampilan wanita menggoda di depan mata, hasrat kelelakiannya pasti timbul, akan tetapi dengan semakin mempertebal kadar keimanannya, membuat Bobby sedari tadi kian merapalkan kalimat menghalau godaan, Alhamdulillah nya berhasil semua yang dirapalkan nya sukses membuat dia membangun benteng pertahanan yang kokoh


Bobby berhasil mengusir Olivia, dan masuk kedalam unit apartemennya dengan damai


" Ck..."


" uluh - uluh...."


" sudah ganteng pacar aku...." ucap Lolita, menggoda Bobby di balik sambungan video call yang mereka lakukan


" kamu merindukan aku, sayang...." ucap Bobby,dengan bermanja-manja


" Oh..."


" tentu saja...."


" tidak....." ucap Lolita masih menggoda kekasih hatinya


" awas kamu yah..."


" nanti abang kasih hukuman..."


" Hm...." ucap Bobby sedikit memicingkan mata, pura- pura marah


" ampun..."


" ampun bang jago...." ucap Lolita


Bobby tertawa terbahak-bahak mendengar guyonan kekasih hatinya, mereka berbicara panjang lebar kali keliling, menceritakan keseharian mereka masing-masing, termasuk tadi saat di pintu apartemen , dia bertemu dengan Olivia


Lolita juga memberitahu jika sang ayah memintanya untuk pulang ke kota S*** minggu depan, dengan alasan sudah sangat merindukan dirinya dan Rio, Lolita juga sudah lama tidak berkunjung ke kota S***


kesibukan Bobby, pada beberapa bulan ini, membuat nya tidak bisa mengikuti langkah sang kekasih, mau tidak mau, dia harus merelakan sang kekasih pergi ke kota S*** tanpa dia


hari semakin larut, mereka pun sudah sama-sama lelah, sambungan video terputus, oleh salah satu dari mereka berdua


weekend,


Bobby telah menyampaikan kepada kedua orangtuanya, dia akan membawa calon isteri yang akan segera dipersunting olehnya, kalau respon dari sang ayah tidak ada masalah, tapi respon dari sang ibu lah, yang ingin diketahui oleh Bobby, namun dengan wajah pura-pura nya, Melani mampu membuat Bobby yakin, jika sang ibu mau membuka hati dengan pilihannya


Bobby terkejut, kenapa mansion Ubaidillah Affandy, sang Daddy kandung Bobby berdatangan para tamu dari kalangan mereka, padahal hari ini dia hanya akan memperkenalkan Lolita kepada orang tua nya secara pribadi,


apa yang tidak diketahui nya, Lolita bahkan telah membawa buah tangan, yang Lolita membuat nya dengan sepenuh hati, dengan hasil kreativitas yang Lolita kuasai


Bobby masuk dengan membawa buah tangan, sedangkan Lolita di apit oleh Boy yang tinggi tubuhnya saat ini melebihi tinggi tubuh Lolita,


" Bobby..."


" masuk, ..."


" kamu perkenalkan diri dulu, dengan para tamu undangan, Mommy..." ucap Melani sambil menggeser posisi Bobby dari posisi sebelumnya


seorang pelayan, mengambil bungkusan buah tangan yang bawa oleh Bobby, Bobby sebenarnya binggung apa yang terjadi, tapi dia hanya mengikuti apa kehendak dari sang ibu, sesaat Bobby menoleh pada Lolita, Lolita memberikan Bobby seutas senyuman manis di wajah cantiknya, agar Bobby tidak mengkhawatirkan dirinya, karena ada Boy yang akan selalu mendampingi nya selama berada di mansion


setelah berkeliling, berkenalan dengan para tamu, MC membuka acara, dan memanggil para orang tua untuk maju kedepan, dan juga pasangan yang akan melangsungkan pertunangan,


Deg...


Deg....


Deg....


perasaan Lolita hancur, sebegitu dia tidak disukai Melani, calon mertuanya, sebegitu hina status janda yang dia sandang, Lolita mengeratkan genggaman tangan nya di lengan sang anak,

__ADS_1


" Mom..."


" mommy...." ucap Boy dengan nada bergetar,. Boy ikut merasakan terluka dengan penghinaan yang dilakukan Melani kepada sang mommy yang sangat Boy sayangi


Bobby memindai setiap sudut mansion Ubaidillah Affandy ,mencari keberadaan sang kekasih hatinya, siluet tubuh Lolita dan Boy berjalan ke luar mansion membuat Bobby secara refleks hendak mengejar anak dan kekasih hatinya


Bobby baru saja hendak beranjak pergi mengejar Lolita dan Boy, namun dengan gerak cepat Melani menahan Bobby untuk tidak melakukan hal itu,


Melani telah merencanakan ini dengan matang, para bodyguard telah siap pada posisi mereka untuk menghalangi Bobby


" Mommy....!!!!...." ucap Bobby dengan penuh penekanan, wajahnya mulai memerah


" kamu kejar wanita sunda* l itu, maka seluruh aset kamu akan hilang..."


" bagaimana..." ucap Melani dengan tersenyum smirk


" keterlaluan...!!!!..." ucap Bobby dengan penuh penekanan


Bobby masih berusaha menerobos barisan barikade bodyguard


" Bobby..." teriak sang ayah,


" kamu jangan membuat malu keluarga..."


" penuhi keinginan Mommy kamu,..." ucap Ubaidillah Affandy mendukung keputusan sang isteri


" Oh..."


" bahkan Daddy merencanakan ini...."


" baik..."


" aku memilih Lolly..."


" aku tidak butuh aset, dan belas kasihan kalian..." ucap Bobby menghadap ke arah kedua orang tua nya


" tapi perusahaan milik kamu..."


" kamu akan membiarkan nya kolaps.." ucap Ubaidillah Affandy dengan serius, yang sudah mulai memprovokasi anak laki-laki nya


Bobby mengernyitkan dahi nya, mencurigai tindakan Ubaidillah Affandy


" apa yang Daddy lakukan .." tanya Bobby dengan wajah serius


Bobby menatap asisten pribadi nya,


" apa yang kamu lakukan, Finn...." ucap Bobby dengan menatap lekat manik mata sahabatnya


" jangan bilang kamu mengkhianati aku, Finn...." ucap Bobby dengan cemas, akan kekhawatiran nya selama ini


" maafkan aku , By..." ucap Finn sambil menundukkan kepalanya


" Aargh......" teriak Bobby dengan frustasi


" lakukan sekarang, pertunangan kalian..." ucap Melani tegas


setelah lama di dalam ruangan, Bobby melangkah gontai ke ruang yang di sulap menjadi tempat acara pertunangan antara Bobby dan Olivia


riuh suara tepuk tangan, mewarnai acara pertunangan , ....


Melani tersenyum puas, setiap langkah dari rencana nya satu persatu sukses terealisasi, begitu pun wajah Olivia yang pasti sangat bahagia, dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🍒🍒


__ADS_2