Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
modalnya hanyalah rencana tuhan


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Perbincangan di dalam ruangan kerja Thomas cukup serius, banyak hal yang di bahas , mengenai kondisi perusahaan dan bisnis keluarga, bagaimana dengan para musuh dan apa yang akan mereka rencanakan untuk menghadapi berbagai serangan musuh, serta rencana - rencana lainnya, membuat Darren harus mencerna lebih keras bahasan yang dibicarakan saat ini.


Dimana tanpa terasa waktu bergulir cukup larut, sehingga membuat mereka merasa lelah, dan mengakhiri perbincangan dengan kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah meminta untuk haknya.


Edwards menghujami wajah cantik Alice dengan kecupan - kecupan kecil, namun intens di setiap bagian wajah Alice. Hal itu tentu saja membuat Alice merasa terusik akan perbuatan suaminya, dan suara lenguhan yang menandakan Alice terjaga terdengar. Bukannya menghentikan aksi nakal nya, Edwards bahkan semakin menggoda isterinya


" sayang " ucap Alice dengan suara serak khas bangun tidur


" hm " hanya ini sahutan dari Edwards yang masih mengendus di tubuh Alice mencari kenyamanan


" tidur lagi, sayang "


" aku masih lelah " ucap Alice dengan nada malas,


" tetapi karena kamu membangunkan aku, bawa aku ke kamar mandi "


" aku mau buang air kecil " ucap Alice tanpa membuka matanya, dan melingkarkan tubuhnya ke dalam tubuh sang suami


Edwards menuruti permintaan sang isteri, mereka segera ke kamar mandi untuk kegiatan itu, setelah itu mereka kembali ke dalam empuknya kasur yang akan memanjakan tubuh mereka yang telah lelah


" ada masalah ? " tanya Alice menatap manik mata Edwards, karena Edwards terlihat risau, dan Edwards mengangguk kepalanya


" kita tidur terlebih dahulu "


" besok pagi kita bahas setelah subuh "


" semoga Allah memberikan kita jalan yang baik akan kegundahan di hatimu, sayang " ucap Alice mencoba menenangkan hati dan perasaan Edwards.


Edwards pun terbuai dalam sentuhan Alice sehingga tak lama dari itu suara dengkuran halus yang teratur terdengar oleh Alice, Alice pun ikut hanyut dalam dinginnya malam .


Edwards yang terjaga cukup larut, membuat matanya enggan terbuka ketika Alice berusaha untuk mengajak Edwards melaksanakan ibadah wajib nya. Namun Alice masih terus memaksa Edwards untuk terbangun dari tidurnya, bersyukur nya usaha Alice tidak sia-sia meskipun mengalami drama, apalagi Edwards mengajak Alice untuk kembali menemani nya tidur kembali setelah melaksanakan ibadah wajib nya.


Mau tidak mau Alice harus menuruti permintaan sang suami, daripada akan terjadi hal yang akan merusak keharmonisan mereka, hanya saja Alice mulai menscroll menjelajahi informasi dunia melalui jaringan internet, membaca informasi dunia yang mengalami isu global di seluruh dunia, dan berita - berita lainnya yang membuat Alice merasa sedih akan nasib banyak orang yang semakin lama semakin sulit baik di dalam perekonomian maupun dalam bidang lain akibat masalah kesehatan dari wabah yang cukup membuat seluruh negara waspada akan virus ini.


Banyak hal yang Alice pikirkan, dan banyak juga gagasan - gagasan yang akan Alice sampaikan kepada sang suami ketika suaminya nanti telah bangun dari tidurnya.


Cukup siang Edwards terbangun, sampai melewatkan sarapan pagi nya, namun hal itu lebih baik daripada Alice membangunkan suaminya yang sepertinya sangat kelelahan. lagipula hari ini weekend tidak masalah bagi mereka.


" morning, darling " ucap Edwards menekan wajahnya di puncak kepala Alice.


Alice tertawa mendengar sapaan sang suami


" sudah siang, sayang " ucap Alice masih dengan sisa tawanya,


" ayo "


" perut kamu sudah pasti minta diisi, bangunlah, sayang " ucap Alice lagi sambil mengelus rahang tegas Edwards yang di tumbuhi bulu halus yang menambah kesan maskulin sang suami


Edwards masih menyesuaikan diri, kemudian segera bangun menuju ke kamar mandi, sambil mengendong tubuh isteri, hal biasa yang dilakukan oleh Edwards untuk mengajak Alice membersihkan tubuh mereka. Tanpa drama seperti bermain di kamar mandi, Alice tidak menyukai untuk berhubungan di kamar mandi, jika untuk sekedar membersihkan tubuh, berendam it's okay saja lah, tidak neko - neko. Alice menyiapkan menu makan pagi atau sarapan pagi yang sudah kesiangan itu kepada sang suami, yang ternyata Darren malah belum juga turun dari kamarnya untuk makan. Saat Alice hendak memanggil anaknya hal itu di cegah oleh Edwards, dimana Edwards hanya mengatakan jika nanti Darren akan bangun sendiri jika dia merasakan lapar, yang penting Darren sudah membaik ibadah nya, tidak lagi ada yang tertinggal meskipun tidak diingatkan oleh Alice lagi.

__ADS_1


Selesai dari mengisi perut, Edwards mengajak sang isteri untuk duduk santai di area halaman belakang yang ada gazebo menghadap ke arah kolam ikan ukuran besar, lengkap dengan pepohonan rindang yang menambah kesan asri, ikan ukuran besar berwarna oranye, hitam, dan putih,dan beberapa dari jenis ikan yang memiliki corak cantik, ketika Alice menaburkan pakan, semua ikan mahal itu berbondong-bondong mendekat kearah tangan Alice yang sedang memberikan pakan untuk para ikan, tentu saja hal ini kesenangan tersendiri bagi Alice, senyuman melengkung indah, bahkan dimples di dua sisi pipi Alice terlihat semakin menawan, menambah kesan manis


" ya Allah, nikmat Mu mana lagi yang bisa aku dustakan " ucap Edwards memeluk pinggang Alice dan meletakkan kepalanya di ceruk leher Alice


" bersyukur, dan selalu ucapkan Alhamdulillah " ucap Alice dengan lembut


" ya...iya, isteri aku yang luar biasa " ucap Edwards masih setia di ceruk leher Alice


Aah.... teriak Alice, kala Edwards membopong tubuh Alice dengan bridal style, menuju sofa empuk yang panjang, dan mampu menampung tubuh mereka berdua.


" katakan, apa yang membuat kamu risau seperti ini, sayang " ucap Alice sambil mengelus lengan suaminya yang sudah setia melingkar di tubuh Alice


" bolehkah program nya di percepat ? " ucap Edwards dengan ragu-ragu. dan benar saja ucapan Edwards membuat Alice mengernyitkan dahinya


" kenapa ? " ucap Alice mencoba mencari tahu mengapa Edwards mempercepat sesuatu yang sudah pasti mereka sepakati, namun mengapa saat ini terkesan terburu-buru


" aku menginginkan memiliki baby secepatnya "


" mommy dan Daddy merindukan suara anak-anak, dan Darren pun sangat menantikan kehadiran adik-adik nya "


ucap Edwards dengan penuh permohonan


" sayang "


" bukankah kita bisa melakukannya dengan proses alami, tidak perlu melakukan itu " ucap Alice masih sungkan dengan permintaan sang suami


" aku ingin langsung memiliki dua anak sekaligus, kemudian kita akan menutup pabrik bayi nya, karena aku takut dengan kondisi tubuh kamu "


" itu saja "


" agar kamu tidak kerepotan lagi harus mengandung dan melahirkan berkali-kali " Edwards masih berusaha meyakinkan Alice jika keputusan nya ini adalah hal yang terbaik untuk mereka. Setelah menimbang , Alice butuh waktu untuk memikirkan jawaban apa yang akan diberikan Alice kepada sang suami.


" baiklah aku akan menuruti permintaan kamu, sayang "


" namun kamu juga harus memenuhi permintaan aku "


" kalau kamu mau, maka setelah permohonan aku terlaksana ,kita akan langsung melakukan program itu, bagaimana ? " ucap Alice dengan serius


" baik, "


" apa permintaan kamu ? , sayang " ucap Edwards meneliti wajah cantik Alice


" pertemukan aku dengan musuh - musuh kamu dan Daddy " ucap Alice dengan serius. Edwards terdiam, masih mencoba menerka apa yang dimaksud Alice


" ayolah sayang "


" ini terbaik untuk kita "


" aku mohon, kabulkan permohonan aku, dan kita akan merasa tenang dan damai setelah ini. Demi anak -anak kita " ucap Alice yang semakin serius namun dengan nada yang masih sama sangat lembut namun tegas, jika pernyataannya ini tidak main-main.


" apa yang sedang kamu rencanakan, sayang ? " ucap Edwards lagi dengan serius

__ADS_1


" sesuatu yang besar, dan indah untuk kita semua "


" pertemukan aku dengan mereka, jika perlu undang para isteri dan anak-anak mereka "


" seperti kita mengadakan pesta "


" demi Allah, aku sangat yakin melakukan hal ini, dan ini sudah aku pinta kepada Allah untuk kebaikan semua orang " ucap Alice lagi


" ini berat, sayang "


" aku tidak yakin mereka mau meskipun aku sendiri atau Daddy yang akan mengundang mereka "


" nyawa yang akan menjadi taruhannya "


" dan aku tidak ingin mengambil resiko itu, apalagi kamu hadir di pertemuan ini " ucap Edwards


" maka perketat pengamanan, hanya mereka yang penting saja yang berada di dalam perundingan, kita buat kesepakatan dengan tertulis dan jelas "


" ajak para isteri dan anak mereka, agar dendam ini segera berakhir "


" jangan berharap orang lain yang akan menghentikan nya "


" jika kita bisa, mengapa menunggu orang lain yang melakukannya "


" aku sangat yakin kita bisa , dan dendam ini akan berakhir berganti silaturahmi yang baik, dan itu indah, sayang "


" bawa Allah di setiap usaha, maka aku yakin Allah akan memberikan terbaik dari setiap jalan kebaikan " ucap Alice lumayan panjang untuk mengunggah perasaan suaminya


Bagaikan tersihir, Edwards menganggukkan kepalanya, mengiyakan permintaan dari sang isteri. Edwards membutuhkan Thomas untuk melaksanakan permintaan Alice, dan tentu saja hal ini sangat di tentang oleh Thomas, karena belum pernah ada sejarah hal ini dilakukan, pasti pihak musuh merasa ini adalah taktik, strategi dari pihak Thomas, oleh karena itu pasti ada drama yang tidak mengenakkan, apalagi nyawa Alice , Edwards, dan Darren akan ikut dalam pertaruhan ini. Bisa jadi pihak lawan melakukan kelicikan . Namun jangan sebut nama Alice jika dia tidak bisa menyihir Thomas dengan kalimat - kalimat indahnya, dengan kata-kata mutiara membuat semua orang merasa disucikan, merasa harus berfikir baik, dan bahkan dengan membayangkan nya saja begitu indah apalagi jika itu terealisasi. Oleh karena itu, meskipun sulit Thomas dan Edwards berusaha mewujudkan permintaan dari Alice, dan Alice akan menyetujui permintaan Edwards.


Hingga hari-hari sesuai dengan undangan yang telah di sebarkan ke seluruh para musuh Thomas di masa lalu, hingga kini, yang bahkan menyisakan tanda tanya di hati mereka apa ini strategi terbaru dari Thomas, oleh karena itu mereka menyetujui untuk memenuhi undangan Edwards, dan melihat apa yang di di rencanakan dan di targetkan oleh Thomas, setelah itu mereka akan memikirkan strategi dari maksud Thomas.


Sedangkan Alice bahkan tersenyum, yakin akan rencananya akan berhasil, yang tanpa diketahui oleh mertua dan suami jika dia memiliki rencana yang sangat matang, dan bermodalkan asma Allah setiap usahanya. Alice sangat yakin, sebaik-baiknya pembuat rencana hanyalah Allah, dan sebaik-baik meminta hanya kepada Allah, dan Allah akan selalu memberikan jalan terbaik untuk perbuatan baik. modal yang murah namun cukup berisiko jika Thomas dan Edwards menyadari kepolosan sang isteri. karena mereka berfikir jika Alice pasti sudah memiliki strategi jitu, dan itu salah besar, nol besar, namun layak untuk di coba, menurut perhitungan Alice yang bermodalkan rencana tuhan.


Hingga hari yang ditunggu mencapai puncak nya malam ini.


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2