
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Suara khas dari patient monitor, yang lebih tepatnya bedside monitor yang pastinya berguna untuk mengukur tanda - tanda vital pasien, seperti suhu tubuh, tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi pernafasan,
dan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah pun terhubung dengan alat bedside monitor ini, karena dalam ruangan rawat ini, semua alat kesehatan yang ada memiliki berkualitas terbaik, sesuai dengan permintaan pemilik mansion, bahkan dokter, perawat yang berada di dalam ruangan ini semua dengan memiliki kualifikasi pendidikan terbaik di bidangnya
wanita ini sudah mulai membuka matanya, namun masih terlalu lemah, tubuhnya masih belum mampu bergerak leluasa, dokter dan perawat masih intens memeriksa kondisi tubuh pasien, setidaknya dalam tiga hari ini pasien sudah ada perbaikan kondisi dari sebelumnya, walaupun belum mampu berinteraksi dengan dokter dan perawat,
hari ke empat dan kelima masih dengan kondisi yang sama, hingga hari ke tujuh, semua alat kesehatan yang menempel di tubuh wanita ini perlahan mulai di lepaskan satu persatu,
bahkan pasien sudah mampu bernafas tanpa bantuan selang oksigen, dokter mulai mencoba berinteraksi dengan pasien, memeriksa kembali tanda- tanda vital pasien
" nona..."
" siapa nama anda..." tanya dokter dengan santun, namun wanita ini tetap terdiam cukup lama, kemudian mengelengkan kepalanya,
" siapa orang yang anda kenali...?..."
" sebut satu nama yang anda ingat, nona..." tanya dokter kembali,namun wanita ini tetap terdiam cukup lama, kemudian mengelengkan kepalanya, mengulangi kembali tingkah sebelumnya
" Hm..."
" kira - kira ada yang anda ingat..."
" sebuah nama, atau tempat, atau seseorang yang anda sayangi....." ucap dokter kembali dengan nada yang sama,
lagi-lagi wanita itu mengelengkan kepalanya
" aku...."
" aku siapa..."
" aku dimana...." tanya wanita itu dengan cemas dan takut
" tenang, nona...."
" anda di tempat yang aman...."
" silahkan anda beristirahat terlebih dahulu, ..."
" kami tinggal dulu, nona...." ucap dokter, dan wanita itu mengangguk-anggukan kepalanya
setelah pria dan wanita yang mengenakan jas putih keluar dari ruangan, wanita itu menatap ke arah jendela yang cukup besar, pandangannya nelangsa menatap hamparan perbukitan, banyak pohon terbentang luas disana, burung- burung terbang tinggi menari- nari di langit yang nampak cerah pagi hari itu,
aku.....siapa aku.....ucapnya pada diri sendiri
suara ketukan terdengar, dan tanpa suara decitan pintu terbuka,
" Mom...." ucap pemuda tampan itu, sontak membuat wanita itu tersenyum manis kearah pemuda tampan, wanita itu membentangkan kedua tangannya seluas mungkin,
pemuda tampan itu segera mendekati wanita yang masih terduduk lemah diatas ranjang nya
" Mom..." ucap pemuda tampan itu dengan manja
" Hm...." ucap wanita itu, sambil mengelus-elus puncak kepala pemuda tampan itu
" kamu....." tanya wanita itu dengan lembut
" Darren..."
" Mommy....."
" putra tampannya, mommy...." ucap Darren yang langsung men cap kepemilikan atas diri wanita itu
" maaf, ..."
" mommy melupakan kamu ..." ucap wanita itu dengan lembut
" ucapan maaf dari mommy, Darren terima..."
" tapi...."
" mommy harus janji kepada Darren...."
" sampai kapanpun Mommy tidak akan melupakan Darren...."
" sampai kapanpun Mommy adalah mommy Darren....." ucap Darren dengan antusias
" iya,..."
" mommy berjanji...." ucap wanita itu dengan sungguh- sungguh dan serius
" sepertinya mommy tertidur cukup lama, membuat mommy tidak mengingat kamu,nak..." ucap wanita itu dengan lembut, dan mulai mengelus-elus pipi dan rahang pemuda tampan itu,
dan Darren sangat menikmati pelukan dari sang mommy
__ADS_1
" tapi kenapa dokter menanyakan siapa kah mommy..."
" mommy tidak bisa mengingat apapun..."
" apa yang terjadi kepada mommy...." tanya wanita itu dengan cemas dan mulai terserang rasa takut
" si..siapa aku..." tanya nya dengan gemetaran
Darren segera memeluk tubuh kecil wanita itu dengan begitu erat
" Alice...."
" itu nama mommy...." ucap Darren
" Mom..." ucap Darren lagi, dengan begitu manja
" Hm..." sahut wanita itu
" Darren mau bobok..."
" temani Darren, Mom...." ucap Darren dengan penuh permohonan
" sini..." ucap wanita itu dengan menepuk-nepuk bantal untuk Darren rebahkan kepalanya
wanita yang diberi nama Alice oleh Darren, mengelus-elus puncak kepala Darren dengan cinta kasih, layaknya seorang ibu kepada anak, hingga Darren terlelap....
sore kala itu, Daddy dari Darren pulang ke mansionnya, untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah bekerja seharian
dokter menghampiri pria tampan itu,
" tuan....." ucap dokter spesialis yang di sewa pria tampan itu untuk mengurus wanita yang sudah diberi nama Alice oleh Darren
" bagaimana, kondisi wanita itu..." tanya pria tampan itu dengan gaya cool nya
" nona mengalami amnesia..."
" untuk lebih jelasnya saya belum berani menilai jenis amnesia apa yang dialami oleh nona...."
" apakah amnesia psikogenik, parsial, atau permanen, atau jenis lainnya..."
" yang bisa saya pastikan saat ini, nona mengalami amnesia akibat benturan sangat keras di bagian kepala, ..."
" cidera pada kepala nona, bahkan menyebabkan nona mengalami gegar otak, dan yah sempat anfal..."
" hasil Rontgen terakhir...."
" menundukkan bahwa wanita ini sebelumnya pernah mengalami hal serupa, meskipun tidak separah kejadian kemarin..."
" dan ini memperburuk keadaan nya..."
" untuk itu, pasien masih harus dan perlu di observasi jangka panjang, tuan..."
" namun untuk saat ini. sudah aman, ...."
" namun ditakutkan terjadi secara tiba-tiba, maka wanita itu harus segera membutuhkan penanganan medis...."
" untuk itu saya sarankan ada seorang perawat yang memantau perkembangan kesehatan nya untuk dilaporkan kepada dokter...." ucap dokter menjelaskan secara rinci akan diagnosis nya sesuai dengan ilmu yang dia pelajari
" sering- sering pantau kondisinya jika kamu sudah mau mulai kembali bertugas di rumah sakit...."
" rekomendasi perawat khusus untuk wanita itu,..."
" dan kau tahu harus apa .." ucap pria tampan itu dengan gaya yang sama
" terimakasih...." ucap dokter pria itu dengan sumringah, karena dia akan bertugas kembali di tempat kerjanya sebelumnya, dan akan bisa bertemu kembali bersama isterinya
pria tampan itu masuk ke dalam kamarnya, langsung menuju walk in closet,
setelah kegiatannya, pria tampan itu segera bergegas menuruni anak tangga menuju ke lantai dasar,
" dimana Darren...." tanya pria tampan itu kepada kepala pelayan
" tuan muda, ada di kamar nyonya Alice..."
" tuan...." ucap kepala pelayan
" apa?..."
" nyonya..?..."
" Alice....." ucap pria tampan itu dengan mengernyitkan dahinya
" i.iya, tuan...."
" tuan muda meminta kami semua menyapa nona..."
__ADS_1
" dengan nyonya Alice..."
" ka....kata tuan muda, nyonya Alice adalah mommy nya tuan muda....."
" yang artinya istri tuan...."ucap kepala pelayan itu dengan gemetaran
pria tampan itu menekan pelipis nya yang tiba-tiba saja berdenyut
" panggil Darren,...."
" untuk segera menemui saya di ruangan kerja, sekarang...." perintah pria tampan itu dengan mutlak
" baik , Tuan...." ucap kepala pelayan itu dengan membungkukkan tubuhnya sebentar lalu segera menuju ke kamar Alice
Darren segera mengikuti langkah kaki sang kepala pelayan, setelah dia dia di bangunkan oleh Alice yang tertidur pulas di ranjang Alice
" Dad....." ucap Darren setelah mendaratkan tubuhnya di kursi di hadapan sang ayah
" kamu memberikan wanita itu sebuah nama...." ucap ayah dari pemuda tampan itu
" iya...."
" Alice, nama yang indah untuk mommy...." ucap Darren dengan tegas, membuat sang ayah menghentikan pekerjaannya dan menatap manik mata sang anak
" kamu mengenalnya....." tanya sang ayah, membuat pemuda tampan menundukkan wajahnya,
dan *******-***** kedua tangannya
" aku tidak mengenalnya dengan baik,...."
" tapi aku pernah bertemu dengan nya beberapa kali.." ucap Darren tanpa mengangkat wajahnya
" kamu pasti mengenal nya ..." ucap ayah pemuda tampan itu dengan serius
" tolong menikah lah dengannya, Dad....."
" aku begitu menginginkan nya untuk menjadi mommy......"
" dia baik, sangat baik, dia layak bersanding dengan Daddy, dan dia juga single parent, satu keyakinan dengan Daddy....." pinta pemuda tampan itu dengan lembut,masih enggan mengangkat wajahnya
" artinya kamu mengenalnya...." ucap ayah pemuda tampan itu, yang mendapatkan anggukan kepala,
ayah pemuda tampan itu menekan pelipis nya
" Daddy tidak ingin menjanjikan apa-apa..."
" kita lihat nanti..."
" namun kita harus mengembalikan nya kepada keluarga nya terlebih dahulu..,." ucap sang ayah membuat pemuda tampan itu tiba-tiba berdiri
" ti... tidak....."
" ti...tidak...."
" jangan lakukan itu , Dad...." ucap Darren dengan wajah yang kian memerah
" jangan....."
" aku akan menyembunyikan nya..."
" aku akan hidup bersamanya, ada atau tidak Daddy bersama kami...." ucap Darren dengan nafas yang kian memburu
" Darren.....!!!!!......" ucap sang ayah dengan keras, namun pemuda tampan itu keluar dari ruangan kerja sang ayah dengan tergesa-gesa, bahkan membanting pintu dengan sangat keras, membuat pria tampan yang masih berdiri disana terlonjak kaget, karena anaknya selama ini tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya, tidak pernah sekeras ini menginginkan sesuatu
" menikah....." ucap pria tampan itu, sambil mendaratkan tubuhnya di kursi, pikiran nya nelangsa beberapa tahun yang lalu, saat Darren meminta nya menikah dengan seorang wanita yang Darren sukai untuk menjadi isterinya dan mommy untuk anak nya Darren
" apakah dia, wanita itu..." gumam pria tampan itu dengan menghelakan nafasnya yang berat,
*
*
*
*
*
*
*
*
ππ
__ADS_1