
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Di Ruangan keluarga tempat Asha dan Lolita bercengkerama berbagi cerita, selama Lolita dalam fase sulit nya, dan yang menjadi fokus perhatian Asha cerita bagaimana Lolita mampu mendapatkan kata restu dari berbagai pihak, termasuk Evan yang sudah di pastikan menolak permintaan Lolita
Asha ... ucap Lolita dalam batinnya
Lolita melihat wajah Asha, yang nampak mendengarkan cerita sahabat nya dengan khusyuk, Lolita saja binggung,kenapa Asha begitu khusyuk. Apa karena Lolita seperti memberikan dongeng padanya atau Lolita lebih cocok sebagai pembaca novel...
" Sha " ucap Lolita kepada Asha
" Hm " sahut Asha hanya berdehem ria
" kenapa kamu, "
" sampai diam saja siih, Sha "
" kamu mendengarkan cerita aku, tidak siih ? " tanya Lolita pada Asha
" iya "
" aku mendengarkan nya laah " ucap Asha dengan malas, Asha malah menghempaskan nafasnya secara perlahan, seakan-akan sesak di bagian dada nya
padahal seharusnya Asha merasakan lega akan cerita Lolita kepada dirinya
.
.
Asha malah sibuk menyuapi mulut nya dengan buah yang sudah mereka kupas dan mereka potong kecil - kecil....
" ini lah kisah hidup yaach, beibs "
" terlukis masing - masing "
" seperti kisah kamu,di beberapa waktu lalu, "
" mengalami kesulitan,menghadapi mantan kamu ,"
" tapi syukurnya di beri mertua yang sekarang menjadi mantan mertua yang baik...."
" aku pun juga berharap, suatu saat kelak "
" bisa berbaikan dengan ayah mertua aku dan kakak ipar " ucap Asha dengan lirih ,yang masih bisa terdengar oleh Lolita
" aamiin, " ucap Lolita
" yaah "
" kadang memang seperti itu, "
" terkadang masalah yang pelik bisa dalam waktu cepat terselesaikan , "
" bisa juga waktu yang cepat, "
" kembali lagi kita serahkan pada sang khalik, "
" agar mempermudahkannya " ucap Lolita kepada Asha
" bertahun- tahun bertahan dengan mas Evan, "
" pada akhirnya aku harus memutuskan hal yang selalu aku pertahankan "
" melepaskannya "
" dan itu sulit,Sha "
" sangat sulit ," ucap Lolita
" setelah melepaskan, "
" aku juga tidak tahu apakah ini benar? atau salah "
" apakah ini sulit atau mudah ? "
" apakah aku mampu atau tidak ? "
" masih beribu-ribu pertanyaan di batin aku, Sha " ucap Lolita , yang masih menceritakan apa yang dia pikirkan saat ini kepada Asha
" kamu benar, beibs, "
" kita hanya lah menjalani saja ketentuan tuhan " ucap Asha dengan getir
aku tahu, Asha pun yang nampak tenang,sesungguhnya memendam duka yang masih dia rasakan hingga kini, ucap Lolita di dalam batinnya,
Lolita menatap Asha dengan sangat sendu saat ini, mereka sama, hanya beda konflik, dan beda cerita,
Lolita memeluk tubuh sahabat nya, begitu juga dengan Asha mendekap erat pelukan Lolita, mereka ,menyalurkan energi positif,setidaknya mereka tidak sendiri menghadapi tantangan hidup...
" Mom "
" ikut " ucap Rio, membuat Lolita dan Asha melepas pelukan diantara mereka ,dan tersenyum ke arah anakku ,Rio...
" kami juga Mom " ucap twins R, Rava dan Ravi
akhirnya kami menertawakan tingkah lucu anak- anak, dan memeluk mereka satu persatu
nama nya juga anak- anak,mereka mulai kembali ke dunia nya mereka...
" So "
" apa planning kamu selanjutnya, beibs,? " tanya Asha kepada sahabatnya
" mencari rumah,sekolah Rio,dan mencari pekerjaan " ucap Lolita dengan gamblang
" iya, "
" bagaimana ,rumah kamu sudah laku? " tanya Asha lagi kepada sahabatnya
" belum " ucap Lolita dengan singkat
" yah sudah "
" surat- surat rumah berikan saja sama abang "
" ntar abang yang urus ,"
" begitu pun rumah di sini, nanti abang yang mencarikannya untuk kamu, "
" di sekitar sini,rasa nya masih ada deh rumah yang belum di huni "
Gleeg....tiba-tiba Lolita merasa tersedak, dan sulit menelan Saliva nya
" kamu yaah, Sha "
" bukan mencarikan aku solusi, "
__ADS_1
" tapi kamu mencarikan aku tempat untuk gantung diri "
" mana sanggup lah aku hidup di kawasan beginian, Sha "
" tidak mau, "
" aku tidak mau "
" sesuai dengan budget yang aku punya lah,"
" mampus deh aku, kalau menurut kemampuan kamu"
" pulang- pulang ke kampung, menjadi gelandangan beneran aku " ucap Lolita sangat kesal atas penuturan Asha
tapi dasar sahabat sableng, dia malah menertawakan celoteh sahabat nya,
" iya deh, "
" iya "
" sorry "
" jangan marah "
" iiih makin gemes deh " ucap Asha menggoda Lolita yang lagi merajuk padanya
" serius niih " ucap Lolita masih mode on kesal
" iya, "
" ntar "
" kita menunggu suami aku pulang "
" akan kita bahas lagi " ucap Asha
"beibs , kamu mau kerja dimana? "
" bagian apa ? "
" nanti kamu kerja di perusahaan abang saja, bagaimana? " ucap Asha menawarkan kepada sahabatnya
" aku sih mau nya membuka usaha sendiri saja deh,Sha "
" kalau kerja di perusahaan "
" bagaimana dengan , Rio "
" kalau aku buka usaha sendiri,selain dapat penghasilan "
" aku masih bisa selalu bersama Rio "
" mengurus kebutuhan Rio "
" memberikan kasih sayang aku ,setidaknya tidak terlalu banyak terbagi dengan pekerjaan " ucap Lolita dengan mantap, Asha mengangguk-anggukan kepala nya
" memangnya kamu ,mau usaha apa ? " tanya Asha lagi
" entahlah, "
" belum jelas siih, "
" fashion aku kearah mana "
" tapi aku pernah bergelut di bidang kuliner,dan EO ,gitu "
" ,di sini aku belum ada koneksi,dan segala sesuatunya pasti harus aku mulai dari awal "
" jadi,tantangannya pasti lebih besar "
" pikiran aku masih menerawang "
" mencari yang terbaik dari langkah aku " ucap Lolita lagi
" kamu di rumah aku saja terlebih dahulu deh , "
" sebagai tempat tinggal, yah " ucap Asha meminta kepada Lolita dengan hati-hati
" sesuai dengan pembicaraan kita sebelumnya,Sha "
" mungkin hanya satu bulan saja paling lama."
" gue bukan tidak betah,tapi aku mau mandiri " ucap Lolita kepada Asha
" baiklah "
" sementara nikmati fasilitas yang ditawarkan oleh aku kepada kamu dahulu yah, "
" sembari menapak langkah kedepan dengan perlahan "
" dan jangan sungkan kepada aku yach, beibs " ucap Asha dengan menatap sayang kepada sahabatnya
aku mengerti,ada ketulusan tergambar di wajahnya,Asha tidak ingin aku kesusahan,tapi sampai kapan,kalau aku selalu menerima bantuannya,aku akan terlena,kapan aku survive, dari yaach dari kehidupanku yang kini, aku tidak dapat menolak, akan tetapi aku juga tidak mau terlena, ucap Lolita bermonolog dengan dirinya sendiri
" Sha "
" besok, aku izin ke rumah buya Yahya, abangnya daddy nya mas Evan " ucap Lolita kepada sahabatnya
" kenapa kamu mau kesana,beibs ? " tanya Asha kepada Lolita dengan menilik raut wajah Lolita
" selain untuk silaturahmi "
" itu pun termasuk syarat yang diajukan daddy nya mas Evan kepadaku, Sha "
" jika aku menetap disini, maka aku wajib mempertemukan Rio dengan opa ,oma,keluarga daddy lah, "
" dan juga Daddy nya Rio di rumah buya Yahya "
" karena bila di rumahku nanti, "
" aku takut pada mas Evan "
" kamu tahu sendiri, bagaimana mas Evan "
" sifat keras kepala nya yang nauzubillah kerennya anak daddy Hamid satu itu " ucap Lolita kepada Asha
disambut Asha dengan suara tertawa terbahak-bahak yang nyaring di telinga Lolita,....
" puas kamu "
" puas, "
" seperti abang Theo, tidak begitu juga " ucap Lolita dengan kesal kepada Asha
" iya "
__ADS_1
" iya juga sih "
" suami aku itu,juga sosok suami posesif "
" tapi tidak kebangetan seperti bang Evan " ucap Asha sambil tertawa lagi dengan puasnya, lebih kencang dari sebelumnya
" maka nya, "
" aku belum berani memberitahu alamat tinggal aku disini dengan mas Evan, "
" takutnya dia melampaui batas "
" dan disini aku sendirian "
" tidak ada yang bisa menjinakkan harimau satu itu " ucap Lolita lagi
" baiklah "
" nanti biar pak Amir yang mengantar kamu dan Rio ke rumah keluarga bang Evan " ucap Asha
" terima kasih,cantik " ucap Lolita sambil menowel dagu Asha
.
..
..
Mereka berdua asyik bercerita, berbagi informasi mengenai diri mereka masing-masing, bercerita tentang A, tentang B, dan lain sebagainya, bahkan sudah tidak jelas lagi kemana arahnya,sambil sesekali mereka mendengarkan siaran televisi,yang lama kelamaan siaran televisi mendengarkan dengkuran mereka di sofa
yang tanpa mereka sadari,saat mereka terlelap,begitu pun anak- anak yang tertidur di ambal berbulu tebal di ruang keluarga,...
Asha di gendong ala bridal oleh sang suami,anak- anak di gendong,dipindahkan ke kamar mereka masing - masing,...
dan aku, yaach aku, siapa yang memindahkan aku,ke dalam kamar ?
pertanyaan,yang tidak bisa aku jawab,karena aku tertidur dengan lelap , ucap Lolita ketika dia terbangun saat tiba waktu subuh
ini yang membuat aku merasa tidak nyaman berada di rumah Asha, meski disuguhi fasilitas yang elite,yaach kepuasan batin tetap masih kurang, banyak tidak enaknya jika bertandang atau bertamu di rumah orang lain, ucap Lolita lagi di dalam batin nya
.
..
..
..
..
..
..
Hari berganti,
sang surya mulai bergerak,sebagaimana mestinya..
~ Ala bisa karena biasa ~
terbiasa melakukan rutinitas di rumah, Lolita pun turut serta mempersiapkan sarapan bagi tuan rumah,
bukan seorang maid membantu Lolita , akan tetapi Lolita meminta maid memberikannya pekerjaan,
yaah namanya di rumah orang, Lolita tidak tahu ,apa saja yang di sukai penghuni mansion Theo, apa saja yang di konsumsi mereka saat sarapan pagi karena Lolita yang sedati kecil hidup dan tinggal di negeri tercintanya , yang mayoritas beras sebagai pangan utama,pasti nasi pilihan favorit. Entah di bikin bubur,entah di goreng,yang jelas berbahan beras...
Sesekali siih roti, Lolita membiasakan putera nya, jika sedang menginap di rumah orang lain,seperti sekarang, saat ini mereka harus menumpang di mansion Asha dan Theo. Apalagi suami Asha ,yang jelas- jelas kewarganegaraan belanda,..sarapan dengan karbohidrat berat seperti nasi ,mungkin pilihan terakhir bagi mereka...
"beibs "
" kamu bantuin aku dong "
" tolong bantu bangunkan Rava dan Ravi " ucap Asha
"Ehem, "
" baik lah "
" tetapi aku mau bantuin kamu , menyiapkan sarapan pagi " ucap Lolita
" sudah deh "
" kamu mengurus bocah- bocah saja "
" sarapan pagi, biar aku saja yang mengurusnya "
" sekalian suruh mereka mandi, "
" bareng Rio pasti mereka mau ,"
" kamu tahu sendiri, "
" punya anak laki- laki kalau sudah besar "
" mana mau di mandikan " ucap Asha lagi
" baiklah, setelah aku membangunkan mereka, "
" aku pasti meminta mereka untuk mandi "
" aku menyiapkan pakaian mereka saja dulu, kalau begitu " ucap Lolita, yang di balas Asha sebuah anggukan kepala,mengerti maksudnya Lolita
kebiasaan kami,bila di meja makan,sambil membincangkan masalah,yach masalah ringan,atau sekedar menjelaskan agenda hari ini,..
tapi tidak di rumah Asha,..
sarapan,makan siang,dan makan malam,apapun itu saat di meja makan hening tanpa suara,bahkan dentingan sendok tidak terdengar...
aku siih terbiasa di segala kondisi,termasuk anakku,...
tapi yaah lagi - lagi aku merasa nyaman hidup dengan ala ku,ala orang- orang desa,yang terasa kekeluargaannya di saat - saat sedang bersama,menyantap makanan ringan,kue- kue di selingi cerita berbagai topik,tawa dan canda...atau makan yang beralas tikar,atau ambal,mengunakan tangan,...waah...mungkin akan ku rindukan satu bulan kedepan selama berada di kediaman Asha,...aku bermonolog sendiri
memikirkannya,membuat Lolita semakin ingin segera mendapatkan rumah,dan merasakan sensasi single parent di kota asing,dan sendiri tanpa sanak saudara,pasti nya akan membuat Lolita semakin mandiri,
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
π