Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
bangun dong


__ADS_3

🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵


Lolita yang tertidur dengan lelapnya, entah karena pengaruh obat yang dia minum atau karena memang tubuh nya yang memang butuh waktu istirahat yang lebih karena lelah,


tertidur tanpa peduli dengan keadaan di sekitar nya, yang pasti terakhir kali hal yang dia pikirkan adalah biaya rumah sakit yang harus dia bayar,


Lolita tidur sangat lelap bahkan mendengar suara gaduh sangat keras pun, Lolita tidak terbangun jika dia sedang tertidur, meskipun tanpa harus merasakan sakit dan meminum obat, namun sentuhan yang sudah Lolita rasakan membuat Lolita membuka matanya, ini apa gumamnya sesaat sebelum Lolita terbangun


Bobby yang sudah mandi dan wangi, menidurkan tubuh nya disamping Lolita, aroma shampoo menyeruak di indera penciuman Lolita


" kenapa kamu bangun ? "


" Hm " ucap Bobby


" Hm "


" ternyata kamu, bang "


" kapan kamu sampai kesini ? " ucap Lolita tanpa membuka mata nya


" baru saja "


" lumayan lama , habisnya kamu tidur, seperti koala " ucap Bobby menatap wajah Lolita


cup....kecupan mendarat di pipi Lolita


" ih " gumam Lolita, sambil mengerucutkan bibirnya


Cup.....kecupan mendarat di bibir Lolita


" bang " ucap Lolita merengek, dengan suara sedikit terlonjak kaget


........Shuuuuuuuttttt....


" apaan sih, bang "


" sono ,Ah "


" syuh...syuh..syuh ..." usir Lolita, setelah telapak tangan Bobby turun ke bawah


" memangnya abang ini seekor kucing "


" kamu usir - usir, kayak begitu " ucap Bobby sedikit merajuk


" abang bukan seekor kucing "


" tapi seekor soang "


" asal comot aja " ucap Lolita sambil mencibir bibirnya


" hah "


" kamu semakin berani yah "


" Hm " ucap Bobby, sambil menggelitik tubuh Lolita, membuat Lolita tidak mampu menahan rasa geli yang menghinggapi nya, bahkan Lolita tidak bisa menahan suara tawanya yang membuat Boy terbangun,


" Daddy ! "


" hentikan ,Dad ! "


" Mommy harus bobok "


" kata uncle James, Mommy tidak boleh bergadang " ucap Boy berbicara dengan menaikkan beberapa oktaf nada suaranya, bahkan bersikap posesif yang membuat Bobby terkejut karena baru kali ini anaknya bersikap seperti ini


" iya "


" iya, nak " ucap Bobby dengan suara pelan, dan menghentikan kejahilannya. Boy segera terbangun, hendak menuju kamar mandi


'' Mommy, mau pipis, atau tidak ? " ucap Boy


Lolita segera mengambil ancang-ancang untuk turun dari ranjang pasien,


" biar, abang saja yang membantu kamu yah "


" ayang beibs " ucap Bobby dengan lembut, dan menatap wajah cantik Lolita dengan tatapan sayang


" biar Boy saja, Dad "


" bahkan Boy sudah bisa kok, hanya sekedar menggendong Mommy " ucap Boy masih mode on posesif nya


........Glek....Glek.............


membuat Bobby kesulitan menelan saliva nya,


sedangkan Lolita menertawakan ekspresi wajah Bobby yang tampak imut di matanya, Boy segera mengendong tubuh Lolita ala bridal style dengan Lolita mendorong tiang infus, setelah Lolita mengatakan jika dirinya sudah selesai, Boy mengulangi kembali seperti sebelumnya membawa Lolita kembali ke kasur pasien, kemudian Boy kembali lagi ke kamar mandi menuntaskan hajat kecil nya.


Lolita tertawa melihat ekspresi Bobby yang masih sama seperti sebelumnya,


" maka nya , abang jangan suka jahil "


" Lolly kan sudah ada satpamnya "


" satpam yang berjaga di dalam ruangan ini lebih garang daripada yang ada diluar ruangan " ucap Lolita dengan semburat tawa,


" Mom "


" bobok lah "


" ingat semua pesan uncle James "


" Boy yang akan menjaga mommy " ucap Boy setelah keluar dari kamar mandi, sambil mencium pipi Lolita, dan mengelus- elus puncak kepala Lolita dengan sayang, agar sang mommy terlelap kembali


" iya, sayang " ucap Lolita dengan tersenyum, bahagia mendapatkan perhatian khusus dari anaknya, Lolita langsung mencium dahi Boy dan mengelus- elus puncak kepala Boy. Lolita memejamkan kedua bola matanya, agar anaknya yang posesif ini kembali tidur di kasur yang dia tempati sebelumnya, setelah melihat Lolita memejamkan matanya, Boy kembali ke ranjang yang dia tempati tadi sesuai dengan prediksi Lolita


" galak benar, satpam nya ibu " ucap Bobby dengan suara sangat minimalis mungkin agar Boy tidak mendengar suara nya


membuat Lolita berusaha menahan suara tertawa, agar Boy tidak kembali terbangun dan menghampiri mereka lagi


" nanti kalau satpam Lolly mendengarkan Lolly belum tidur "


" dia pasti akan kemari lagi "


" sudah "


" tidurlah, sayang "


" love you " ucap Lolita dengan suara sangat minimalis mungkin agar Boy tidak mendengar suara nya, sambil mengelus puncak kepala Bobby


" mau bobok, di sini "


" boleh " ucap Bobby dengan manja


" tidak boleh " ucap Lolita dengan suara yang sangat pelan


" ibu jangan galak - galak "


" kasihan dong " ucap Bobby seperti seorang anak mendapatkan hukuman dari sang mommy


" kasihan ? "


" kasihan dengan siapa ? " ucap Lolita


" kasihan dengan pacarnya lah , ibu "


" nanti mengidap sakit jantung, kalau kena marah melulu " ucap Bobby dengan puppie eyes


" idih "


" gemas deh, yah sudah bobok yuk "


" Lolly sudah mengantuk "


" tetapi jangan macam-macam sama Lolly "


" dan bobok nya yang benar, tidak pakai nafsu "


ucap Lolita yang sudah mulai menguap lagi


" sekarang tidak masalah "


" nanti, kalau di rumah , abang sudah tidak bisa kayak begini lagi "


" selain satpam nya ada dua "


" ini jelas- jelas tidak diperbolehkan " ucap Lolita dengan suara sangat minimalis mungkin agar Boy tidak mendengar suara nya, sedangkan Bobby sudah tidak mampu menanggapi ucapan Lolita, karena dia pun sudah sangat mengantuk dan kelelahan, mereka semua terbuai dalam lautan mimpi.




" bang "

__ADS_1


" abang "


" bangun dong, bang " ucap Lolita membangunkan Bobby dari tidurnya, dengan menggoyangkan tubuh Bobby, karena saat ini sudah memasuki waktu subuh


" Hm " ucap Bobby hanya berdehem saja , itu pun dilakukan Bobby dengan malas, membuat Lolita melakukan gerakan menekan hidung Bobby


hmmpph ...


Bobby mengerjap- ngerjapkan kedua mata nya,


Bobby bukannya bangun, malah memeluk tubuh Lolita


" bang "


" abang bangun dong "


" Lolly mau pipis nih " ucap Lolita dengan malu. Bobby berusaha mengumpulkan energi nya, mencharge otaknya, kemudian Bobby mengendong tubuh Lolita dengan ala bridal style. Cukup lama Lolita di kamar mandi, karena dia segera mandi, dan lainnya,


setelah Bobby keluar dari kamar mandi, Bobby memanggil perawat jaga yang ada di nurse station untuk membantu kegiatan Lolita di kamar mandi. Bobby juga sudah meminta bantuan perawat jaga untuk memakaikan pakaian ganti baru di tubuh Lolita, karena Lolita masih belum mampu mengerjakan nya sendiri.


Setelah Lolita selesai dengan kegiatan di kamar mandi, sekarang gantian dengan Bobby yang sudah beraktivitas di kamar mandi, setelah itu diikuti oleh Boy yang sudah terbangun dari tidurnya, mereka melaksanakan subuh berjamaah.


" kamu mau sarapan pagi apa nak ? " ucap Bobby


" terserah "


" apa saja, Dad " ucap Boy dengan sopan


" Mommy, mau sarapan pagi apa, sayang ? " ucap Bobby


" samain saja, bang " ucap Lolita dengan lembut


" yah sudah, Daddy beli dulu yah " ucap Bobby


" kamu bantuin Daddy saja ,nak " ucap Lolita


" Mommy bagaimana ? "


" sendirian di sini ? " ucap Boy mengernyitkan dahinya


" tidak lah, nak "


" kan masih ada perawat, bisalah Mommy minta bantuan mereka jika mommy perlu apa gitu "


" kamu temani daddy ,gih " ucap Lolita dengan memberikan Boy seutas senyuman di wajah cantiknya, membuat Boy segera menuruti kehendak mommy nya, Boy segera mengambil topi kesayangannya. Bobby melajukan mobilnya ke jalan setelah di lahan parkir rumah sakit , untuk mencari tempat kuliner subuh yang sudah membuka gerai nya, dan mulai berjualan, melakukan transaksi jual-beli.


" Dad " ucap Boy


" Hm " ucap Bobby


" Daddy tuh, cinta atau tidak sama Mommy ? " tanya Boy


" Loh, menurut kamu ? " tanya Bobby balik kepada anaknya


" entah lah " ucap Boy sambil menatap ke kaca mobil di samping nya


" tentu saja cinta pake banget dong , nak "


" memangnya kenapa, Hm " tanya Bobby yang masih fokus dengan kemudi nya


" Daddy Rio juga cinta sama Mommy " ucap Boy


" kamu tahu dari mana ? " ucap Bobby dengan penasaran, sambil melirik kearah Boy


" iya, tahu lah "


" dari tatapan mata Daddy Rio "


" apalagi saat Mommy berbicara dengan seorang pria, kecuali opa "


". tatapan mata Daddy Rio terlihat tidak suka, seperti tatapan seorang predator " ucap Boy lagi, membuat Bobby tertawa terbahak-bahak


" apanya yang lucu, Daddy ? " ucap Boy dengan kesal dan tidak suka , terlihat dari raut wajahnya yang sudah menahan kesal


" kamu itu " ucap Bobby sambil mengacak- acak rambut Boy


" Lah memang itu kenyataannya begitu..."


" semalam Mommy sampai bilang takut sama Daddy Evan " ucap Boy


Akhirnya Boy menceritakan tentang kejadian sebelum magrib, kepada Bobby, wajar saja Bobby tidak tahu apa yang diceritakan oleh Boy, karena Bobby sedang tidak berada di sana


" Daddy mendengarkan cerita Boy, tidak sih ? " ucap Boy sedikit sewot


" dengar "


" Daddy mendengarkan cerita kamu koq, nak " ucap Bobby yang masih fokus dengan kemudinya


" dan kamu pilih siapa "


" jika harus memilih diantara Daddy Evan dengan Daddy ? " ucap Bobby dengan penasaran


" entahlah " ucap Boy dengan asal, sesaat kemudian, Boy melirik ke arah Bobby


" Daddy, dong "


" maka nya, Daddy cepetan segera lamar Mommy "


" cepat-cepat ijab Kabul "


" supaya mommy tidak diserobot pria lain lagi "


"Daddy sih, gerakannya lelet kayak siput " ucap Boy tanpa tedeng aling lagi


sampai membuat Bobby menggelengkan kepalanya, anak zaman now, kalau tidak suka, cepat sekali mengutarakan pendapat nya, tanpa filter


" mommy nya, Daddy belum merestui daddy sama Mommy, Boy " ucap Bobby


" yang penting kan opa Harun sudah memberikan restu nya kan kepada Daddy "


" iya kan, Dad " ucap Boy lagi dengan serius


" iya sih "


" akan tetapi Daddy dan Mommy masih menunggu restu dari oma melani dan Rio terlebih dahulu ,nak " ucap Bobby dengan lembut agar Boy tidak terluka, Bobby tahu saat ini Boy yang terkesan memaksa Bobby untuk menyegerakan menikahi Lolita karena sudah ada pesaing tangguh yang akan mengancam posisi Bobby. Suasana kembali hening tanpa ada yang membuka kembali obrolan, mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing,


" kalau begitu, Daddy harus siap dengan segala resiko "


" jika Mommy dipersunting oleh orang lain " ucap Boy,dengan nada suara yang sudah bergetar


" Daddy harus tahu "


" bukan hanya Daddy yang terluka ,jika Daddy tidak jadi menikah dengan Mommy..."


" Boy pasti akan sangat terluka, Dad " ucap Boy dengan nada suara yang semakin bergetar, sejenak Bobby terdiam akan ucapan anak angkatnya,


" Daddy pasti mengusahakan semampu daddy "


" berusaha dan berdoa "


" selanjutnya, Daddy serahkan kepada Allah "


" Daddy yakin, Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita "


" tugas kamu "


" belajar yang rajin dan giat ,menjadi anak yang soleh, kebanggaan mommy dan daddy "


" Daddy dan Mommy akan selalu menyayangi kamu "


" oke, anakku " ucap Bobby dengan jelas dan dengan nada suara yang lembut, sambil berusaha memarkirkan kendaraannya. Boy, pada saat itu hanya terdiam, tanpa memberikan reaksi apapun, dan Boy juga hanya mengikuti jejak langkah kaki Bobby ke arah penjual kuliner subuh. Setelah sampai di rumah sakit, Bobby mengajak bodyguard yang semalam berjaga di depan kamar rawat inap Lolita untuk bergabung ke dalam ruangan rawat inap Lolita, menikmati sarapan pagi bersama


mereka semua makan dengan lahap, kecuali Boy yang masih nampak murung , Boy berusaha untuk bersikap seperti biasa agar tidak diketahui oleh orang lain jika saat ini dia sedang tidak baik-baik saja


Bobby memasangkan overbed table ke arah Lolita


" sini, aku yang akan menyuapi kamu , sayang..." ucap Bobby


" tidak usah lah, bang "


" abang makan saja sendiri "


" nanti abang telat kerjanya "


" kerja nya yang benar, cari uang yang banyak " ucap Lolita, sambil memberikan seutas senyuman di wajah cantiknya


" serius nih, sudah bisa sendiri " tanya Bobby, membuat Lolita menganggukkan kepalanya,


" bang "


" abang tolong panggilkan tukang pijat dong, bang "

__ADS_1


" tubuh Lolly terasa pegal semua "


" padahal kerja Lolly hanya tidur melulu nih "


" apa mungkin karena itulah tubuh Lolita pegal semua " ucap Lolita


" iya, sayang " ucap Bobby


" kalau abang yang menjadi tukang pijatnya "


" abang bisa kok kasih kamu pijatan enak "


" bagaimana neng ? " ucap Bobby menggoda Lolita dengan menaikkan dan menurunkan alisnya


" widih "


" mau nya "


" ogah " ucap Lolita dengan mencibir kearah Bobby, membuat Bobby sedikit agak tertawa,


" gemes deh " ucap Bobby ,sambil mencubit pipi Lolita dengan lembut


" bang "


" abang pulang jam berapa ? " tanya Lolita


" jam.5 an lah kalau tidak ada lembur "


" memang nya kenapa ? "


" Hm " ucap Bobby yang sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur Lolita lagi


" Boy nanti , sudah mulai masuk sekolah "


" karena Boy sudah diperbolehkan dokter untuk pulang "


" sedangkan Lolly masih harus disini


" Lolly takut, bang "


" kalau Lolly sendirian tanpa Boy atau tanpa abang " ucap Lolita dengan khawatir, Bobby yang sudah tahu arah pembicaraan Lolita, namun Bobby harus memberikan kepada Evan kesempatan untuk dapat mengutarakan maksud nya


" sekarang begini "


" kamu sayang abang " ucap Bobby menatap manik mata Lolita dengan intens, Lolita pun melakukan hal yang sama, menatap manik mata Bobby


" suka " ucap Lolita sambil mengelus-elus pipi Bobby, dan Bobby mengecup telapak tangan Lolita


" sweet heart "


" coba kamu bicarakan baik-baik dengan mantan suami kamu "


" dia tidak akan pernah menyakiti kamu, lagi "


" percayalah " ucap Bobby meyakinkan Lolita


" tapi " ucap Lolita terputus oleh ucapan Bobby lainnya


" tapi ,apa ? "


" Hm "


" coba kamu memberi dia kesempatan untuk berbicara "


" kalaupun kamu memilih abang "


" kalian bicarakan dengan baik-baik, demi Rio "


" Rio butuh kamu, dan butuh ayah kandungnya "


" abang akan selalu menunggu saatnya tiba, ketika Rio sudah berdamai dengan keadaan dan kondisi sesungguhnya " ucap Bobby


" apakah abang yakin "


" dengan ucapan abang " tanya Lolita dengan serius, Bobby mengangguk- anggukkan kepala nya


" kita sama-sama berjuang, meyakinkan orang yang kita sayangi, baik Rio maupun Mommy nya abang "


" cinta kita, tekad kita tidak akan pupus meskipun terhalang restu mereka "


" dan kita pasti akan mendapatkan restu dari mereka " ucap Bobby


" asal kamu "


" dan aku "


" saling cinta " tambah Bobby


" Oh "


" so sweet " ucap Lolita sambil mengelus-elus pipi Bobby, dan Bobby mengecup punggung telapak tangan Lolita berkali- kali


" sudah "


" sudah mesra - mesraannya "


" Nooh "


" ada perawat mau periksa kondisi mommy "


" perawatnya sampai malu-malu melihat Mommy dan Daddy bermesraan melulu " ucap Boy tanpa tedeng aling- aling, Bobby segera turun dari kasur pasien, dengan nyengir kuda


" silakan, suster " ucap Bobby mempersilahkan perawat jaga untuk melakukan tugas nya


" permisi ,pak "


" saya akan melakukan pemeriksaan rutin "


" selama pasien dalam perawatan di rumah sakit " ucap perawat dengan sopan, sambil sedikit menundukkan kepalanya setelah memeriksa kondisi pasien


" permisi ibu "


" permisi bapak " ucap perawat sebelum menghilang di balik pintu kamar rawat inap Lolita


" bang "


" nanti tolong abang carikan Lolly perawat untuk Lolly "


" apabila Lolly sudah diperbolehkan pulang "


" sekalian tanyakan di bagian administrasi, biaya Lolly sudah berapa nih "


" mana abang pilihkan kamar kayak begini "


" habislah uang Lolly, bang " ucap Lolita dengan wajah cemasnya, membuat Bobby tidak mampu untuk menahan diri untuk tidak tertawa, dia kemudian tertawa terbahak-bahak, mendengar penuturan dari Lolita ,kekasih hatinya


" sudah, Ah "


" yang penting kamu makan, tidur, makan " ucap Bobby


" wah "


" gawat nih, kalau pekerjaan Lolly cuma begitu doang "


" bakal ada penyembelihan kurban " ucap Lolita bercanda dengan Bobby


" sapi kali, di kurban " ucap Bobby dengan tertawa


" iya nih "


" kalau kerjaannya hanya makan , tidur, dan makan "


" dalam tiga hari Lolly bakal gendut seperti seekor sapi "


" Moooo......." ucap Lolita masih mode on bercanda ria dengan kekasih hatinya


*


*


*


*


*


*


*


🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2