Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
Mommy kamu terlalu cantik


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Setelah. kepergian Theodore, sebenarnya Lolita merasa sangat khawatir karena di dalam kamar rawat inap Lolita masih ada Bobby dan Evan yang masih tertidur. Insiden semalam meninggalkan trauma mendalam bagi Lolita apalagi Lolita merasakan bagaimana dinginnya meja operasi, di alam bawah sadar nya, walaupun sudah ada Boy disisi Lolita saat ini. Namun tepukan lembut Boy di bagian bahu Lolita membuat Lolita sedikit lebih lega, setidaknya Boy memberikan dukungan kepada Lolita bahwa Boy bisa menjaga Lolita


Melihat kondisi Lolita saat ini menjadi tanda tanya besar di benak Boy. Apa yang sebenarnya terjadi semalam, berjuta-juta pertanyaan, namun Boy pandai menyimpan gelisah dan pertanyaan itu di dalam benaknya saja. Pesan penting dari Theo terpatri lekat di ingatannya, mengapa peringatan itu ditujukan kepada kedua pria tampan di hadapannya yang saat ini perang dingin,


" morning, Sweet heart " ucap Bobby sambil menghujami wajah Lolita dengan kecupan. Sedangkan Evan yang terbangun juga,melihat kemesraan Bobby dan Lolita melalui kaca wastafel mencoba menahan amarahnya agar tidak terlihat, dengan cepat Evan menyelesaikan kegiatannya,dan mendekati Lolita agar Bobby tidak terlalu dekat dengan mantan isteri nya


" morning, my Queen " ucap Evan sambil menghujami wajah Lolita dengan kecupan.


................ ****Glek.....Glek****................


suara air ludah tertelan di tenggorokan Boy dan Lolita secara bersamaan.


Saat ini Bobby berada di sisi kanan bibir kasur pasien, dengan Boy disampingnya, sedangkan disisi satunya lagi ada Evan yang berdiri dengan menatap wajah Bobby memancarkan aura permusuhan melalui tatapan mata mereka,


Lolita menghelakan nafasnya dengan berat saat melihat Bobby dan Evan yang tenggelam dalam permusuhan melalui tatapan mata mereka, bahkan seorang Boy saja dapat melihat jelas apa yang saat ini tengah terjadi


" Astagfirullah Allazim " ucap Lolita sambil memejamkan kedua matanya, membuat kedua pria prosesif tersebut menoleh ke arah Lolita


" ayang beibs, ada apa dengan kamu ? " ucap Bobby dengan khawatir


" Love "


" apakah kamu masih merasakan sakit ? "


" bagian mana yang sakit ? " ucap Evan dengan khawatir.


Melihat tingkah laku Bobby dan Evan saat ini, jangankan Lolita ,bahkan Boy ikut merasa jengah dengan sikap kedua pria dewasa dihadapan Boy dan Lolita


" bang "


" please "


" lebih baik abang mandi terlebih dahulu yah, di kamar rawat inap Boy saja " ucap Lolita dengan nada memohon kepada Bobby


" mas "


" kamu juga segera lah mandi, bersihkan diri kamu "


" setelah ini kita semua sarapan pagi " ucap Lolita dengan nada memohon kepada Evan, namun mereka berdua masih bertahan berdiri kokoh di posisi masing-masing ,tanpa satu pun yang mau mengalah


Ya Rahman Ya Rohim, ucap Lolita di dalam batinnya


............................... ****Tut****...............................


suara suling sakti kembali berbunyi,bersamaan dengan bunyi perut Lolita


Kriuk....Kriuk.......yuk...yuk......


wajah Lolita bersemu merah, menahan malu, tapi aku mah bisa apa


kentut mah ,tidak bisa di tahan, lagipula rasakan bom atom dari Lolita siapa tahu bisa menghancurkan tembok ego Bobby dan Evan , ucap Lolita di dalam batinnya, sedangkan Boy yang mendengarkan suara flatus segera menjauh, melarikan diri dari aroma tidak sedap setelah bunyi seruling sakti


" Mommy " ucap Boy dengan diselingi suara tawa


" Dad "


" mengapa kalian berdua masih berada di sana ? " ucap Boy menatap Evan dan Bobby secara bergantian


" hanya kentut "


" biasa saja kok "


" kami bahkan berbagi kehangatan dan berbagi saliva,selama sepuluh tahun " ucap Evan dengan jumawa, membuat Bobby menahan amarahnya, mendengarkan ucapan Evan yang dengan sengaja memprovokasi emosi Bobby


" Oh yah "


" 10 tahun "


" itu dulu " ucap Bobby dengan tersenyum kecut


" kami akan berbagi kehangatan dan berbagi saliva, dari sekarang sampai maut memisahkan kami " ucap Bobby tidak kalah jumawa, membuat Evan tersulut emosi


" Oh O "


" tidak semudah itu "


" nih, kamu harus melangkahi mayat aku terlebih dahulu "


" Ba.n.g****s.t ! " ucap Evan dengan penekanan


" Oh "


" itu mah kecil, Bro "


" dengan senang hati " ucap Bobby dengan angkuhnya


" Astagfirullah Allazim " ucap Lolita dengan lantang, dengan nada suara yang sudah naik beberapa oktaf ,di sisa-sisa tenaganya


" Boy , tolong bawa mommy pergi dari sini "


" mommy capek , nak " ucap Lolita dengan nada bergetar


" No " ucap Bobby dan Evan secara bersamaan


" bang , please " ucap Lolita dengan nada suara yang kian rendah


" akan tetapi dia mandi di sini, Beibs ? " ucap Bobby dengan suara lembut, membuat Evan merasa jijik mendengarkan percakapan antara Lolita dengan pria saingannya


" nanti jika abang sudah selesai mandi dan berbenah "


" abang nanti langsung segera kesini yah "


" kita akan sarapan pagi bersama tanpa keributan "


" Oke " ucap Lolita dengan serius namun dengan nada suara yang lembut, mau tidak mau Bobby menurut keinginan Lolita, Bobby memutuskan untuk segera meninggalkan kamar rawat inap Lolita setelah memberi kecupan di dahi ,dan pipi Lolita, dan mencuri kecupan ringan di bibir Lolita yang tentu saja terlihat oleh Evan, membuat Evan sampai melebarkan kedua pupil mata nya.


Evan tidak bisa menerima pria lain mencium bibir mantan isteri nya, membuat Evan langsung ******* bibir mantan isteri nya dengan rakus, tanpa memperdulikan keadaan di sekitarnya, begitu panggutan nya terlepas,


dengan emosi Bobby pun,langsung ******* bibir kekasih nya lagi dengan rakus, bahkan cukup lama dari waktu Evan melakukan nya tadi. Secara refleks Boy menghentikan kedua orang dewasa di hadapannya


" Daddy "


" please "


" kalian menyakiti mommy "


" Mommy saat ini masih sakit " ucap Boy dengan nada suara Boy yang terdengar parau dan terisak melihat perlakuan kejam Bobby dan Evan terhadap ibunya tersayang, sedangkan


Lolita menyembunyikan wajahnya dibalik punggung anak angkatnya dengan terisak-isak , Lolita merasa dirinya tidak ubah seperti wanita ja.l.a.ng

__ADS_1


" maaf " ucap Bobby dan Evan yang langsung merasa bersalah atas perbuatan mereka, kemudian mereka menuruti kehendak Lolita yang sempat terlupakan


" are you okay, Mom ? " ucap Boy dengan khawatir , saat Evan dan Bobby keluar dari kamar rawat inap Lolita


"what happened, Mom ? " ucap Boy dengan penasaran


" sudah lah ,nak "


" mommy tidak ada apa - apa kok "


" asal Boy mau menemani Mommy disini "


" Mommy hanya merasa takut , sangat takut ,nak " ucap Lolita dengan tubuh yang sudah bergetar karena ketakutan, memeluk tubuh Boy yang semakin tinggi dan besar


" yes, Mom "


" i do its " ucap Boy dengan tegas dan serius, memeluk tubuh Lolita dengan sayang


Dengan telaten Boy menyuapi Lolita menikmati sarapan pagi nya yang saat ini hanya semangkuk bubur yang tidak enak, tidak ada rasa sama sekali di indera pengecap Lolita . Sarapan pagi Lolita disuapi oleh Boy tentu saja untuk menghindari pertengkaran antara Bobby dan Evan yang akan berlomba siapa yang menyuapi Lolita, hal remeh dan receh , akan tetapi bisa menjadi bumerang bagi Lolita, maka dari itu lebih baik Boy saja yang melakukan hal ini , mungkin ini langkah jitu menghalau dua pria dewasa yang bersikap kekanak-kanakan


" hai, Darling " sapa James


siapa lagi ini Mom, tanya Boy di dalam batinnya


" Oh "


" abang Jamie " ucap Lolita dengan wajah sumringah, sedangkan James memeluk dan menghujami puncak kepala Lolita dengan kecupan


" Eh, ngomong- ngomong "


" dari mana abang mengetahui jika Lolly di sini ? " ucap Lolita dengan memicingkan matanya


" Martin "


" kemarin abang rencananya mau datang kesini untuk membesuk kamu "


" pagi hari ini "


" akan tetapi siapa yang bakal menyangka semalam abang harus menyelamatkan dirimu, dik " ucap James sambil menunjuk tubuh Lolita


" apakah kamu tidak mendengarkan ucapan abang saat memanggil nama kamu di saat kamu diambang kematian " ucap James menggoda Lolita


" Lolly kira, suara malaikat pencabut nyawa, yang panggil Lolly dengan keras kemarin malam " ucap Lolita dengan tertawa, sedangkan James mengacak rambut Lolita pada bagian yang tidak sakit


" kondisi kamu semalam lebih buruk dari dua hari lalu " ucap James dengan nada kesal


" sudahlah bang " ucap Lolita dengan lembut , berusaha menenangkan James


" sekarang dimana mereka ? " ucap James dengan kesal


" mereka saat ini sedang mandi, bang " ucap Lolita dengan tersenyum simpul


" Lolly "


" untuk sementara makanan yang kamu konsumsi banyak di pantang yah, dik "


" supaya masa penyembuhan kamu semakin baik dan cepat "


" sekarang bagaimana kondisi kamu, dik ? " ucap James dengan serius


" entah kenapa Lolly merasa sangat capek dan lelah "


" terus seluruh tubuh Lolly sakit semua "


" Ok "


" nanti abang resepkan obat untuk keluhan kamu "


" dan jika kondisi kamu membaik "


" sore nanti atau besok pagi kita cek di bagian radiologi " ucap James


" terserah abang saja "


" abang pasti melakukan terbaik untuk Lolly "


" khan abang ahli nya " ucap Lolita dengan senyuman manisnya lagi


" tolong ketik contact kamu, nih " ucap James menyodorkan handphone nya, tanpa menunggu lama Lolita segera mengetik nomor ponsel nya, kemudian James langsung menyimpan phone number nya Lolita ke dalam contact handphone nya...


" kamu sudah flatus, dik ? " ucap James, membuat Lolita wajahnya sudah bersemu merah menahan malu, sedangkan James tertawa melihat rona merah di wajah adik ketemu gede nya


" kamu sudah makan ,dik ? " ucap James menatap Lolita dengan tatapan cinta, Lolita mengangguk-anggukan kepalanya


" Loh, Rio "


" kamu cepat banget gede " ucap James, menelisik tubuh Boy


" Oh "


" kenalkan ini Boy, "


" dia putera adopsi kesayangan Lolly, bang " ucap Lolita, lagi-lagi dengan senyuman manis di wajah cantiknya, kemudian Lolita memberikan kode kepada Boy untuk bersikap ramah, Boy mengerti segera mendekat ke arah James,dan menciumi punggung tangan James dengan takzim


" ini "


" uncle James ,nak "


" masih saudara uncle Theo " ucap Lolita memperkenalkan James pada Boy, sedangkan ucapan Lolita menjawab pertanyaan Boy di dalam batinnya


" kamu semester berapa ? " ucap James dengan penasaran


" baru selesai kelas XII " ucap Boy dengan singkat


" waah "


" kirain nak kuliah gitu "


" mau kuliah jurusan apa ? " ucap James dengan penasaran


" mau ambil mata kuliah ilmu manajemen bisnis , akuntansi, gitu deh , uncle " ucap Boy dengan mantap


" Oh "


" sudah pasti mempunyai tujuan nih " ucap James membuka sesi obrolan


" iya, uncle "


" mau mengembangkan usaha Mommy biar nambah gede, dan buat start up sendiri seperti Mommy "


" alasannya biar bisa jaga Mommy dan adik , gitu "

__ADS_1


" kalau terikat kerja dengan orang lain, nanti tidak bisa jagain Mommy, apalagi ikatan dinas dengan negara, tidak banget deh "


" kalau usaha sendiri, mau maju atau tidak tergantung motivasi dan strategi sih , uncle " ucap Boy dengan santai


" Bravo "


" anak muda berfikiran maju " puji James


" Oke "


" kamu ketik niih contact "


" siapa tahu nanti uncle akan menjadi mentor in kamu, di perusahaan uncle "


" yah buat nambah - nambahin ilmu "


" yang pasti akan kamu butuhkan di saat nanti "


" dan uncle dengan senang hati mengajarkan kamu ilmunya, untuk anak-anak yang mempunyai spirit untuk maju " ucap James dengan yakin, sedangkan Boy yang mendengarkan penawaran dari James membuat Boy semakin semangat meraih mimpinya, ini adalah kesempatan emas bagi Boy, tentu saja Boy tidak mau menyia-nyiakan kesempatan terbaik ini, bahkan sang Daddy Bobby belum pernah mengucapkan nya, apalagi Theo, untuk Evan apalagi.


" kamu sudah mempunyai pujaan hati belum nih ? " ucap James


" sudah,dong, uncle "


" akan tetapi kata Mommy, tidak boleh dekat- dekat ,hanya boleh saling tatap saja "


" takut bablas, kata Mommy " ucap Boy dengan sopan, sontak membuat Lolita dan James tertawa


" tapi Mommy kamu pacaran "


" bagaimana nih " ucap James menggoda Lolita


" iya, uncle "


" sungguh tidak adil kan uncle "


" anaknya di larang ,eh mommy nya pacaran " ucap Boy dengan jujur


" karena Mommy kamu terlalu cantik "


" siapa pun pria , pasti mau menjadi suami mommy kamu "


" uncle sangat yakin jika pacar Lolly sudah pasti sering mengajak Mommy kamu untuk marriage "


" Mommy kamu saja yang menunda - nunda nya "


" iya kan " ucap James dengan santai


" nikah yuk ,dik " ucap James, sambil menggenggam tangan Lolita


" idih, mau nya " ucap Lolita dengan mencibir


, padahal dari tatapan James tersirat cinta begitu dalam, Boy dapat melihat jelas itu.


Aduh,


Mommy, resiko wanita cantik,soleha, begini niih, di dekati para kumbang , ampun deh...


kalau begitu,nanti Boy akan mencari isteri yang kecantikannya seperti kucing persia, pesek dan imut, biar tidak diserobot pria manapun, dalam batin Boy melihat arti tatapan James


" Oh iya "


" ini ,dik " ucap James sambil menyerahkan bucket bunga mawar merah


" waah "


" subhanallah "


" cantik banget, bang " ucap Lolita sambil menciumi wangi bucket bunga mawar yang di bawa oleh James, James masih menatap Lolita penuh kasih,


" terima kasih "


" Love you, bang " ucap Lolita dengan santainya


" kamu menyukai nya ? " ucap James


" banget " ucap Lolita tanpa mereka sadari interaksi antara Lolita dan James terdengar oleh Evan dan Bobby, bahkan ketika Lolita mengucapkan kata LOVE, pintu kamar mandi,dan pintu kamar terbuka bersamaan.


" damn *** "


" s.hi**** " ucap Evan dan Bobby bersamaan,


baik Evan dan Bobby menahan emosi nya kembali pagi itu.


Evan segera menghubungi Jhon, namun hanya suara sang operator yang aktif, membuat Evan berfikir keras siapa lagi yang harus dihubungi oleh nya, sedangkan Bobby dengan langkah pasti masuk kedalam kamar, setelah berhasil menghubungi tujuh florist terkenal di kota J.


Bermodal mbah go**l.e, Evan menghubungi beberapa florist terkenal,hasilnya beberapa dari florist mengatakan bunga nya sudah sold out, kalah start dari Bobby, akan tetapi Evan tidak patah arang, dia segera menghubungi agen langsung di kota B , untuk segera membawakan pesanannya,


" Oh "


" ternyata kamu kedatangan tamu, Beibs ? " ucap Bobby dengan santai menyembunyikan perasaan nya yang sesungguhnya, berpura-pura untuk tidak tahu kedatangan James, dan pura - pura baru saja masuk.


Tanpa memperdulikan keadaan di sekitarnya Bobby segera memeluk tubuh Lolita dengan posesifnya, memberikan kecupan pada Lolita dari puncak kepala, dahi ,pipi, terakhir ******* bibir Lolita di depan James dan Boy, yang terlihat juga oleh Evan yang baru saja keluar lagi dari kamar mandi. Ketiga pria dewasa di hadapan Boy mengekpresikan raut wajah yang terlihat menyeramkan, membuat Boy bergidik ngeri


" Love " ucap Evan mendekati Lolita menggeser posisi Bobby segera memeluk tubuh Lolita dengan posesifnya, memberikan kecupan pada Lolita dari puncak kepala, dahi ,pipi, dan terakhir ******* bibir Lolita lebih lama dari Bobby di depan James, Boby,dan Boy.


Dalam keadaan genting seperti ini membuat Boy harus berfikir cepat mencari solusi terbaik, seketika Boy teringat pesan dari Theo. Tubuh Boy yang kalah tinggi dari Bobby,dan Daddy membuat Boy dengan mudah menerobos tubuh mereka berdua, agar bisa melindungi sang Mommy


" Dad "


" uncle Theo sebelum pergi tadi sempat menitipkan pesan kepada Boy untuk disampaikan kepada Daddy Bobby dan Daddy Evan "


" uncle Theo berkata : Boy jikalau Daddy Bobby dan Daddy Evan kembali berulah "


" katakan kepada mereka berdua aku akan memindahkan Lolita ke negara lain yang tidak akan pernah diketahui oleh kalian berdua "


" begitu pesan uncle Theo " ucap Boy dengan tegas dan serius, seakan-akan dia adalah seorang bodyguard khusus yang melindungi Lolita dari para musuhnya


suara ketukan pintu kamar menghentikan suasana awkward.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🍒🍒


__ADS_2