Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
ada apa


__ADS_3

🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Evan tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran di wajahnya, dan itu terlihat dengan sangat jelas , raut wajah Evan berubah pias, air keringat meluncur di tubuhnya secara tiba-tiba, reaksi tubuh Evan terhadap suatu kesalahan yang dia perbuat, belum lagi tingkah Evan yang meremas ballpoint yang dia gunakan untuk mengecek dokumen yang dia periksa


" apa yang Lolly sampaikan kepada kamu ? " tanya Evan dengan suara yang terdengar cemas dan khawatir , merasa ketakutan jika apa yang dikatakan Bobby ternyata benar. Jika sampai Lolita mengetahui perbuatan Evan malam itu, ucapan Bobby bukan hanya isapan jempol, pasti Lolita akan mengusir Evan, dan image Evan akan semakin buruk di mata Lolita, Evan tidak menginginkan itu. Bobby memalingkan wajahnya kearah lain, mengatur ritme nafas nya


" tidak "


" saya hanya menyadarkan kamu, bagaimana reaksi Lolly ,jika dia tahu perbuatan kamu kepada dirinya "


" maka nya saya memilih untuk menginap, agar kamu tidak melakukan perbuatan itu lagi kepada dirinya " ucap Bobby


Untuk sesaat Evan terdiam, saat ini Evan merasa malu, akan dirinya sendiri, dengan mudahnya, dia di hasut setan melakukan perbuatan keji kepada Lolita. Entahlah dia harus berterima kasih atau membenci saingan cintanya, yang sudah mengingatkan dirinya yang telah berjalan melampaui batas


Setelah selesai berbenah , Bobby tanpa menyapa Evan segera naik ke lantai paling atas, sedangkan Evan masih berkutat dengan pekerjaannya, hingga pukul 23.23 wib, rasa kantuk mendera nya, Evan segera membereskan pekerjaannya, mematikan laptop miliknya, dan segera beranjak menuju kamar utama yang terletak dilantai paling atas. Begitu membuka pintu, mata Evan di suguhi pemandangan,yang paling tidak dia sukai, Lolita bersama pria lain, tapi apa mau di kata, suka tidak suka dia harus mengikhlaskan nya, Bobby pun sudah menghentikan pekerjaannya, bahkan bersiap-siap hendak tidur


" kamu akan tidur dimana ? " tanya Evan sedikit mengernyitkan dahinya


" aku akan tidur di sisi sebelah sini " ucap Bobby seraya merebahkannya tubuh nya di kasur sebelah kiri, mendengarkan ucapan Bobby yang sudah terlebih dahulu memilih lapak tempat tidur nya, Evan segera mengunci pintu, dan menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajat kecil nya. Untung saja kasur Lolita berukuran ekstra jumbo sehingga bisa muat tiga tubuh orang dewasa. Setelah keluar dari kamar mandi Evan segera merebahkan tubuhnya di sisi sebelah kanan Lolita, dan mematikan lampu sentral, hingga hanya menyisakan lampu tidur yang masih menyala, jika Bobby dapat memeluk pinggang Lolita, hari ini Evan hanya dapat menatap wajah Lolita, akan tetapi itu jauh lebih dari cukup daripada Lolita tahu yang sesungguhnya, mungkin saat ini Lolita sudah mengusir Evan saat ini juga, mereka pun tertidur dengan nyenyak nya berlabuh ke alam mimpi masing-masing


.


.


.


.


.


suara alarm azan di handphone milik Lolita bergema, menandakan masuk waktu subuh.


Lolita mencoba untuk menggerakkan tubuh nya, akan tetapi sangat sulit , dan berat


hmph... hmmpph....


Lolita lagi-lagi mencoba menggeliatkan tubuhnya yang masih sulit untuk bergerak, kemudian Lolita menggerjap- ngerjapkan kedua matanya, mencoba memulihkan ingatan nya, dan mencharger otaknya


" sayang " ucap Lolita dengan lembut


" Hm " sahut Bobby


"Hm " sahut Evan yang hampir bersamaan, membuat Lolita kesulitan menelan saliva nya


.........Glek.......


apa aku sedang bermimpi kali yah ... ucap Lolita dalan batinnya


Lolita menoleh ke sebelah kanan, wajah mantan suami nya yang masih terlihat karena ada sinar lampu yang temaram , Lolita pun segera mendongakkan kepalanya ke atas sebelah kiri, karena terasa hembusan nafas menerpa rambutnya, ternyata ada wajah kekasihnya


masyaallah, ampuni dosa aku ya Allah,..


apa yang aku lakukan ini, aku berasa memiliki dua suami, seperti melakukan poliandri, ck......naas bener nasib aku .....ucap Lolita kembali dalam benaknya, miris dengan keadaannya sendiri


" mas "


" mas "


" ayo, bangun lah , mas " ucap Lolita, sambil menggoyangkan lengan Evan


.........Cup.........


Evan malah memberikan kecupan di bibir Lolita


" bang "


" abang "


" ayo, bangun lah , bang " ucap Lolita, sambil menggoyangkan lengan Bobby


" Hm " ucap Bobby semakin mengeratkan pelukannya, bahkan tangan berada di salah satu bukit milik Lolita


Astagfirullah Allazim....ucap Lolita dalam batinnya


" kya "


" Kyaaaaaaaa ! " teriak Lolita dengan kencang, membuat Bobby dan Evan terhenyak, dan terbangun bahkan Bobby segera menghidupkan lampu sentral


" ada apa sayang ? " tanya Evan dan Bobby bersamaan dengan suara parau khas bangun tidur, kemudian Lolita mencoba meraih handphone milik nya di atas nakas, Evan segera menyerahkan nya


" Maria, tolong kamu bangunlah "


" tolong kamu bantu saya yah " ucap Lolita setelah ada tanggapan dari lawan bicaranya di sambungan telepon, sesaat kemudian Bobby dan Evan saling melirik, dalam benak mereka berdua meski sesaat, pikiran mereka sama. Mereka berada dalam satu kamar yang sama , tidur dalam satu kasur yang sama, memiliki isteri yang sama,


begitu lucu...biasanya para wanita mengalami proses di madu, tapi ini, mereka berdua tanpa malu satu ranjang, dengan satu wanita, tanpa meributkan dan tanpa rasa cemburu melihat pria lain bersama wanita yang mereka cintai


saat hening dalam satu waktu, pikiran mereka bertiga sama,


"poliandri ".......


Namun , karena alarm handphone Lolita berbunyi kembali mengingatkan waktu subuh, Bobby bergegas mengendong tubuh Lolita menuju kabar mandi, Evan menuju ke arah dispenser, kebiasaan nya setiap bangun tidur, dia selalu mengkonsumsi air putih


Bobby membangunkan anak-anaknya, dan dia segera membersihkan diri di kamar mandi yang ada di lantai dua ,setelah Bobby membersihkan diri baru Evan bersiap untuk melakukan hal yang sama seperti Bobby. Bobby mengajak para penghuni ruko untuk menunaikan ibadah berjamaah dengan dia sebagai imamnya, dan Evan berdiri mengucapkan kalimat iqomah


Lolita yang masih belum bisa menekuk kakinya, sehingga membuat Lolita sholat dalam posisi duduk.


Setelah selesai menunaikan ibadah subuh , para lelaki, menyusun makanan di atas meja ala prasmanan, yah harap maklum dapur ruko minimalis, di buat seefisien mungkin, memanfaatkan ruang yang ada, maka nya mereka memilih makan dengan duduk cantik di atas ambal , dan pagi hari ini Evan kebagian duduk di meja bar bersama Lolita


" Love "


" hari ini, akan ada dua orang yang datang membantu pekerjaan harian kamu " ucap Evan dengan santainya

__ADS_1


" mas "


" tidak bisa begitu dong, mas " ucap Lolita terkejut


" kenapa "


" Hm " tanya Evan


" mereka nanti mau tidur dimana ? "


" di ruko sudah tidak mempunyai ruang lagi untuk menampung orang "


" dan Lolly, tidak punya uang lebih , mas "


" untuk memberikan mereka upah "


" dan merombak ruko untuk tempat istirahat mereka " ucap Lolita sedikit mengecilkan volume suaranya


.......Cup........


kecupan mendarat di pipi Lolita,


" mas "


" bisa tidak "


" kamu tidak usah main sosor- sosor Lolly terus " ucap Lolita dengan kesal


Evan bukannya menggubris pernyataan tidak suka Lolita, dia malah menambah jumlah kecupan di pipi Lolita


lama- lama bisa stress gue, menghadapi tingkah mas Evan, gumam Lolita dalam batinnya


Lolita berhenti complain, dia hanya pasrah, bila complain malah membuat mantan suami nya semakin menjadi- jadi tingkahnya


setelah sarapan pagi, mereka pun segera berpamitan satu persatu pada Lolita, dengan tidak lupa menyematkan kecupan di dahi Lolita, seperti biasa Evan ******* bibir Lolita, Bobby yang tidak terima, juga melakukan hal yang sama setelah perbuatan Evan


yang lucunya, Evan keluar ruko mengandeng tangan Rio,membawa Rio kedalam mobil miliknya, dan Bobby merangkul pundak Boy berjalan masuk hingga kedalam mobil miliknya


bagaimana tidak, menurut pandangan orang lain jika melihat posisi Lolita pasti mengatakan bahwa Lolita telah menjalani biduk rumah tangga dengan dua pria


.


.


.


.


Kletak....kletok....kletak...kletok.....suara berisik, menganggu indera pendengaran Lolita


Lolita meraih ponselnya, meminta Maria masuk kedalam kamarnya yang baru saja menunaikan dhuha pagi menjelang siang ini


" Maria suara apa itu, koq berisik sekali ? " tanya Lolita dengan penasaran


" kalau berisik begitu, bagaimana kita bisa bekerja ? "


" katakan sama Mona , bilang sama tetangga ruko kita, kalau mau ada renovasi bangunan itu nanti saja "


" tunggu habis jam kerja saja "


" karena menganggu aktivitas kerja tetangga lainnya " ucap Lolita


" tukang itu bekerja di ruko kita, nyonya " ucap Maria dengan hati-hati


" HaH ! "


" ruko kita " ucap Lolita dengan terkejut, terlihat dari ekspresi wajah Lolita yang begitu mengemaskan bahkan bagi seorang wanita


" tuan Bobby meminta nyonya untuk mengungsi ke mansion nyonya Asha "


" karena tuan Bobby mengetahui jika tuan Evan mau merenovasi ruko "


" tuan Evan juga sudah meminta para karyawan untuk segera pulang dan akan mulai masuk kerja hari senin nanti "


" dan satu lagi di depan sudah ada orang yang diperintah oleh tuan Evan untuk menjaga ruko selagi dalam tahap renovasi " ucap Maria lagi


Lolita hanya menganga mendengar penuturan Maria, Evan dan Bobby membuatnya sudah sakit kepala sejak subuh hari tadi, dan sampai sekarang mereka berdua seenaknya jidat memerintahkan ini, itu, tanpa meminta pendapat dari Lolita terlebih dahulu, padahal hari ini, Lolita akan ada pertemuan dengan klien cukup penting bagi usaha nya, namun sekali lagi dengan seenak jidat Evan, membuat keputusan tanpa meminta pendapat dari nya terlebih dahulu


Begitu Lolita yang dibantu Hannan untuk turun ke lantai dasar, menuju pintu keluar ruko, para tukang sudah menunggu kehadiran Lolita , sedangkan Lolita terkesiap menatap puluhan tukang yang akan bekerja di ruko. Seorang pria dengan postur tubuh cukup besar dengan penampilan cukup menarik, dia berjalan mendekati Lolita,dengan segera menyapa Lolita, dan mengajaknya berbincang


" nyonya "


" maafkan saya "


" perintah tuan Evan , harus segera merenovasi bangunan ruko "


" mohon maaf atas ketidaknyamanan nyonya "


" akan kami usahakan bekerja secepat mungkin dan sebaik mungkin agar nyonya puas dengan pelayanan dari jasa kami " ucap pria yang bekerja dalam bidang itu


" maafkan saya , nyonya "


" tuan Evan berkata jika dia sudah mendapatkan izin dari nyonya , dan nyonya silahkan mengikuti saya untuk menuju ke kediaman nyonya Asha " ucap Jhon dengan sopan


" Jhon "


" berkali-kali aku bilang , jangan sapa aku dengan nyonya lagi "


" aku sudah tidak pantas untuk di sapa itu " ucap Lolita dengan sopan, namaun Lolita tetap mengikuti langkah kaki Jhon, sambil di bantu oleh Maria dan Hannan


Kepala Lolita pusing tujuh keliling, Lolita memikirkan budget pembangunan, belum lagi upah bodyguard, Maria juga, perawat pribadinya, ditambah lagi dua pembantu rumah tangga, saat duduk di kursi penumpang,

__ADS_1


Lolita memijat dahi nya,


" kenapa nyonya ? " tanya Maria dengan khawatir


" saya sakit kepala , Maria " ucap Lolita


" apakah kita harus segera ke rumah sakit ,nyonya " ucap Maria dengan khawatir, tanpa Lolita ketahui jika Maria langsung mengirimkan pesan chat pada Bobby, selanjutnya Bobby langsung menelepon Lolita untuk menanyakan apakah kabar yang Maria katakan itu benar adanya, namun Lolita yang kesal dengan tingkah dua pria ini, mendiamkan ponselnya yang terus saja berdering sejak dari tadi


" nyonya "


" ini telepon dari tuan Bobby " ucap Maria


" ibu, atau Mommy saja, Maria "


" jangan terlalu formal begitu " ucap Lolita


" baik, nyonya "


" Hm "


" mommy " ucap Maria mengikuti sapaan mona dan lainnya, sambil menyodorkan handphone milik Maria


" tidak perlu di jawab, saya sedang badmood, Maria " ucap Lolita sambil menolehkan wajahnya kearah jendela mobil, lalu Maria mengirimkan pesan chat kepada Bobby sesuai apa yang diucapkan oleh Lolita, Bobby menertawakan isi pesan chat dari Maria yang menjelaskan keseluruhan mood dan kegiatan yang dilakukan oleh Lolita. Lalu Bobby segera mengirimkan pesan chat kepada Lolita, pesan cinta tentunya


Bobby memutuskan untuk mengirimkan pesan chat , namun Lolita saat ini sedang merasa kesal sehingga Lolita memutuskan untuk, tidak mengangkat telefon dari kekasih hatinya , tidak mengapa Lolita bersikap seperti itu kepada Bobby, setidaknya pesan chat yang dikirimkan oleh Bobby, di baca kekasih hatinya, terbukti dari dua centang biru, meskipun tanpa balasan dari Lolita


.


.


.


.


Kedatangan Lolita di mansion Asha ,tentu mendapatkan sambutan hangat dari tuan rumah, Asha segera mengajak Lolita segera bergabung dengan nya menuju ruang keluarga, tentu saja akan lebih leluasa untuk mereka berdua saling bercerita, menceritakan keseharian mereka, sekali lagi jiwa kepo Asha sangat tinggi, bagaimana , apa dan,mengapa, berbagai kalimat tanya yang dilontarkan oleh Asha kepada sahabatnya.


" Sha "


" kamu beneran sahabat aku ? " tanya Lolita, dijawab Asha dengan anggukan kepala, dengan wajah polosnya,


" Sha, kalo kamu sahabat aku, setidaknya bikin aku nyaman ,gitu "


" ini baru aja datang, Eh, nanya nya berondol tidak pakai spasi, tidak pakai koma " sewot Lolita


" sudah Ah, lebih aku pulang saja "


" pusing kepala aku " lagi- lagi Lolita sewot dengan mode ngambek nya


" idih "


" lagi PMS nih bocah " Asha menggoda Lolita


" jangan ngambek - ngambek non, tuh pete banyak, jengkol banyak " ucap Asha sembarangan


" pete sama jengkol "


" hubungan dengan aku tuh apa ?, dan buat apa ? " ucap Lolita masih mode on merajuk


" hubungannya ? "


" kamu bikinin balado, enak " sahut Asha cepat tanpa mikir, membuat Lolita tertawa terbahak-bahak,sampai lolita menitikkan air mata karena lucu dengan ucapan sahabat nya


" Sha "


" pete tuh di lalap, dimasak juga paling di sambel,doang "


" terus yah, jengkol , di masak sambal,di masak semur, atau di masak rendang "


" kamu mau buat varians baru, gitu "


" jengkol balado " ucap Lolita


" wah "


" seperti nya itu ide cemerlang "


" ayo kita coba, beibs " ucap Asha


" kamu tidak melihat kondisi aku "


" kamu pikir, aku bisa ngulek bumbu kayak gini " ucap Lolita


" blender saja siih ribet banget hidup kamu " sahut Asha


" beda dong ,Sha " ucap Lolita singkat


" kamu saja yang terbiasa ribet, tinggal pencet, selesai " sahut Asha, padahal didalam benaknya Asha merasa yang dikatakan oleh sahabatnya tidak lah salah, bagi beberapa orang, akan terasa beda masakan hasil bumbu yang diolah dengan cara tradisional dengan cara modern.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2