Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
bukan bakwan tapi gado - gado


__ADS_3

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


Perjalanan Hamid dan Zubaidah ke kota J, untuk mengunjungi cucu mereka paling kecil saat ini, sangat mereka nantikan, ini tahun pertama bagi mereka berpisah jarak yang cukup jauh,


tentu saja, ini dampak dari perceraian antara putra bungsu mereka dengan Lolita, meskipun berat, namun Hamid dan Zubaidah berusaha untuk menerima nya, suka tidak suka, mau tidak mau ini konsekuensi yang harus ikut mereka rasakan


Sesuai dengan prediksi Asha, jika keluarga Evan pasti akan menahan Lolita dan Rio lebih lama lagi di kediaman keluarga Yahya, karena Lolita masih begitu dicintai oleh mereka, namun sekali lagi, keputusan Lolita menyakiti semua orang tanpa terkecuali, walaupun tidak murni kesalahan Lolita, karena ada sebab sebelum ada akibat


" Rio " ucap Lolita kepada anaknya


dan menatapnya dengan cinta


" iya, Mom " jawab Rio singkat


" mommy, ada urusan sebentar "


" tidak apa - apa Rio tinggal di rumah opa yahya ? " tanya Lolita kepada Rio dengan sangat hati - hati


"ada opa dan oma, looh, "


" cucu oma yang ganteng " sahut mommy Ida,menguatkan permintaan Lolita


Rio agak ragu,tetapi sesaat kemudian ,dia mengangguk - anggukan kepala nya...


" pintar, cucu opa, "


" anak soleh " sahut daddy Hamid,tak lupa memeluk tubuh gemas cucunya,dan mengelus- elus puncak kepala Rio


" jam berapa,berangkatnya, Lolly ? " tanya mommy Ida


" mungkin siang menjelang sore, Mom " sahut Lolita dengan sopan


" sudah, "


" kamu, bersiap- siap lah ,nak " ucap mommy Ida lagi


" sudah, Mom " sahut Lolita lagi dengan sopan


.


..


..


..


..


..


Asha dan suaminya sudah duduk cantik di ruang tamu buya,untuk menjemput Lolita


dan mereka asyik bercengkrama dengan umma, mommy,dan daddy selagi Lolita mengambil beberapa barang yang akan dia bawa,


" aunty, "


" mana twin Rava dan Ravi,? " tanya Rio pada Asha


" mereka menginap di rumah oma dan opa nya,Rio.." sahut Asha


" ayo,Sha " ajak Lolita kepada Asha


" Mom "


" Dad, "


" Umma "


" Lolly berangkat yah " pamit Lolita kepada mommy ,daddy,dan umma dan mencium takzim punggung tangan mereka satu persatu yang diikuti Asha dan suaminya...


" Rio "


" mommy pergi dulu yach, nak "


" baik - baik sama oma ,opa,dan oma kikis " pinta Lolita kepada Rio


Umma dipanggil oma kikis,karena anak - anak pada saat itu belum terlalu jelas menyebut oma bilqis,mereka menyingkatnya dengan oma kikis...


Rio mengangguk - anggukan kepalanya,...


Lolita bersyukur Rio tidak rewel,dan menurut apa saja yang aku katakan padanya...


" love you , my prince " ucap Lolita sambil menghujami Rio kecupan dan memeluknya,begitu pun juga dengan Rio, dia melakukan hal yang sama


" hati - hati, Mom " ucap Rio,


kali ini Lolita yang mengangguk - anggukan kepala...


" duduk di depan , Lolly ",


" kali ini biarkan kami bermesraan " ucap Theo kepada Lolita


" baiklah " sahut Lolita dengan malas


Lolita terkejut,bukan sopir yang berada dibalik kemudi,tapi asisten kepercayaan abang Theo,..


kepala Lolita spontan menoleh kearah belakang meminta penjelasan kepada dua orang pelaku utama..


tapi mereka seakan - akan buta,mereka sok sibuk dengan percakapan entah ,apa yang mereka bicarakan


Lolita merasa canggung,dia mengalihkan pandangannya kearah kaca pada pintu mobil


" Bee "


" kamu sengaja yaach,sayang "


" biasa nya sopir atau Ziel yang mengantar kita,? "


" karena Bobby akan menghandle urusan kantor bila seperti ini ? " jiwa kepo Asha beraksi


Theo menjawab bisikan Asha tepat ditelinga nya, dengan berbisik ke telinga isteri nya,


mereka berdua hanya mengangguk- anggukan kepala nya saja, dan mereka tertawa - tawa kecil,seakan bahagia diatas kecanggungan orang lain...


menyebalkan,gumam Lolita dengan suara se minimalis mungkin, agar tidak terdengar oleh orang lain


perjalanan menuju puncak , lumayan agak lama,karena rute yang ditempuh lumayan padat merayap sebelum melewati tol....


setelah memasuki tol,yaach sang sopir melibasnya dengan kecepatan sedang,karena keselamatan penumpang adalah yang utama...


.


..


..


..

__ADS_1


sesampai nya di vila, Lolita mengangkat kedua tangannya ke atas, untuk merenggangkan otot- otot tubuhnya yang kaku,terduduk cukup lama didalam mobil


" koq sepi,Sha ? " tanya Lolita kepada Asha


" ini ,khusus abang sewa untuk kita, "


" hanya di huni oleh kita- kita saja "


" dan kamar utama pasti buat tuan dan nyonya , dong " ucap abang Theo,suami Asha


" iya "


" iya "


" tahu diri koq, bang "


" Lolly hanya pengasuh nyonya ,kan " ucap Lolita sedikit jutek


yang dijawab tawa renyah pasangan suami isteri yang tidak ada akhlak ...


" maka nya,segera lah menikah "


" kasihan kamu kan "


" sudah tidak ada penghangat lagi jika ke daerah romantis kayak gini " pernyataan absurd abang Theo


membuat Lolita memutar bola mata dengan jengah,


begitu pun juga dengan asistennya Theo,yang malah langsung masuk kedalam villa tanpa ba bi bu be bo lagi, mereka masuk ke dalam villa dengan beriringan


.


..


..


...


...


menjelang malam, ba'da isya..


Asha mengajak Lolita untuk pergi ke daerah yang biasa pelancong kunjungi,dikawasan itu,


akan tetapi Lolita tidak mau menganggu honeymoon mereka berdua,


Lolita cukup tahu diri, kesibukan abang Theo membuat mereka berdua jarang menghabiskan waktu berduaan...


Lolita menolak ajakan mereka berdua,dengan alasan capek, dan hanya ingin tetap berada di villa saja,


mereka pun tidak memaksa Lolita untuk ikut bersama Asha dan Theo,


suasana sepi dan hening,hanya terdengar suara jangkrik menemani Lolita,...


Lolita memutuskan membuat mie instan dengan di tambah sayur,dan telur,yang tersedia di dalam kulkas,dan kitchen set villa...


seperti nya sudah dilengkapi oleh pemilik villa,atas permintaan Asha atau abang Theo...


" buatkan aku juga " pinta Bobby,


membuat tubuh Lolita terlonjak karena kaget,ternyata asistennya Theo pun tidak ikut bersama tuannya


pria itu melirik kearah Lolita lagi...


" iya " sahut Lolita dengan sedikit cuek...


Deg..


Degg...


pertanyaan apa ini? belum jelas arah nya kemana? gumam Lolita dalam benaknya


" untuk survei ruko "


" sesuai apa tidak dengan selera kamu "


" aku tidak tahu tipe yang kamu sukai " ucap Bobby kepada Lolita


" tentu "


" akan aku luangkan rabu dan kamis nanti " sahut Lolita dengan semangat


sambil terus mengiris sayur,dan lainnya,untuk menambah cita rasa mie instan


" Hm "


" kamu "


" kamu tidak keberatan jika,ditambah sayur " ucap Lolita kepada Bobby, asisten nya abang Theo


" aku bukan pemilih dalam hal makanan yang di sajikan "


" kecuali kamu sajikan bekicot " sahut Bobby kepada Lolita


sontak membuat Lolita tertawa terbahak-bahak, yang memperlihatkan dimples pada pipi nya


" aku belum se profesional itu "


" untuk menyajikan bekicot sebagai menu masakan "


" bisa - bisa aku ditahan polisi kasus penyebab keracunan pada seseorang "


" akibat sok tahu " sahut Lolita sambil menahan tawanya


terlihat pria itu mulai sedikit tersenyum


.


..


..


..


..


tidak terlalu lama, Lolita segera menyajikan masakannya ke atas meja makan,dan melengkapi semua perlengkapan alat makan,


mereka makan dengan kesunyian,seperti nya dia sama seperti abang Theo,...


mereka menikmati makan malam dengan santun, sampai akhir porsi masing-masing


setelah selesai, Lolita biasa membereskan meja makan,mencuci piring dan lainnya,mengembalikan semua barang ke tempatnya semula


Lolita memanaskan wedang jahe instan,yang sudah dia buat saat tadi ketika selesai berbenah,..


Lolita meletakkannya di dalam nampan, untuk dibawa ke meja teras depan,..

__ADS_1


baik Bobby maupun dan Lolita sama - sama merasa canggung berada di dalam villa hanya berdua saja ,sehingga Lolita memilih untuk duduk di teras dan begitu pun juga dengan Bobby


"silahkan " ucap Lolita sambil mempersilahkan Bobby untuk meminum wedang jahe nya


" terima kasih " sahut Bobby dengan singkat


" aku lebih tua, dari usia kamu "


" meskipun dua tahun dari tua dari mantan suami kamu " ucap Bobby yang sudah memulai percakapan sambil menyeruput wedang jahe yang baru saja Lolita tawarkan padanya


" Oh " sahut Lolita yang hanya ber Oh ria


" sapa aku dengan sapa lebih sopan "


" Abang mungkin,atau Mas,atau Aak "


" lebih etis saja seperti itu " ucap Bobby lagi


" Oh "


" asli mana " tanya Lolita


" tidak asli daerah mana "


" aku blasteran "


" dan di negara Indonesia ini "


" keluarga besar mommy terlalu banyak campurannya "


" aku sudah tidak tahu yang mana " ucap Bobby


" Oh "


" seperti adonan bakwan ? " sahut Lolita dengan sedikit bercanda


Bobby sedikit berfikir,sejurus kemudian ,dia tertawa,mengerti bila aku sedang bercanda dengannya


" bukan bakwan, tapi Gado - gado "


sahut Bobby ,menjawab candaan yang baru saja Lolita lontarkan


mereka terus melakukan obrolan hingga tanpa terasa wedang jahe yang Lolita sajikan untuk mereka berdua nikmati telah tandas tidak tersisa,...


dinginnya malam,begitu menusuk ...


membuat Lolita berkali- kali menggosok kan kedua tangan, meskipun telah berlindung dengan selimut tebal....


" masuk lah, "


" biar aku yang tetap berada di luar " ucap Bobby,


pria itu berkata tanpa menatap Lolita, seakan-akan dia punya indera keenam yang bisa membaca kegelisahan Lolita sedari tadi,karena Asha dan Theo belum juga pulang ke villa, dan hanya ada mereka berdua saja di dalam vila,bagaimana pun juga mereka bukan lah muhrim,dan sama - sama baru mengenal


" terima kasih,..." ucap Lolita segera bangkit dari posisi sebelumnya , terus terang saja, Lolita sudah tidak tahan lagi dengan dinginnya angin malam yang kian pekat


Lolita pun langsung tertidur,sesaat setelah membaringkan tubuhnya di atas kasur


.


..


..


..


..


..


subuh,


alarm handphone Lolita berbunyi,pertanda sudah masuk waktu subuh,


di daerah dengan suhu dingin seperti ini,membuat siapa pun enggan bangun,..


termasuk Lolita,yang masih setia berada di dalam selimut tebal,


meski tidak menghidupkan AC,dinginnya suhu daerah ini masih menyerang dirinya,terasa kian menusuk hingga ke dalam tulang,rasa nya seperti itu,..


dengan berat dan langkah gontai, Lolita melangkahkan kakinya dengan alas kaki tipis dinginnya keramik masih menembus telapak kaki nya ,membuat telapak kaki Lolita terasa seperti tertusuk ribuan jarum yang tidak terlihat, Lolita segera bergegas dengan sedikit berlari kecil menuju kamar mandi


Lolita memutuskan segera mandi air hangat,agar membuat tubuhnya segar,untung nya ada fasilitas shower dan bathub...


namun karena masih terlalu pagi, Lolita memutuskan mandi dengan mengunakan air hangat pada shower..


setelah mandi dan melaksanakan sholat, Lolita segera membuat sarapan untuk warga villa,...


kopi dan teh,sudah dia sajikan di atas meja makan, untuk minuman dia masukan ke dalam steinless thermos tumbler,dan dihidupkannya dengan cara mencolokkan kabel listriknya...


begitu pun juga dengan susu agar tetap hangat dia masukan ke dalam thermos sesuai dengan ukuran air susu , karena air yang sudah dia seduh jika diletakan dalam gelas, tentu saja akan langsung dingin,karena disini suhunya sangat dingin, kemudian dia mulai untuk memasak sarapan pagi ini,


Lolita memilih membuat nasi goreng ala nya dia seperti biasa,dan memanggang beberapa roti,karena Lolita tidak yakin abang Theo memakan nasi goreng,karena Theo bukan lah orang asli negara ini ,maka nya dia buat sarapan pagi ala bule laah,...


semalam Lolita tidak tahu,jam berapa Asha dan abang Theo pulang,dan jam berapa asisten Abang Theo masuk ke dalam kamarnya,namun pintu kamar yang masih tertutup rapat tentu saja sebagai pertanda mereka masih terlelap dengan mimpi mereka masing-masing,...


Lolita yang terbiasa sarapan pagi dibawah pukul enam pagi tanpa menunggu penghuni villa lainnya ,dia segera menyantap sarapan pagi yang dia kerjakan tadi,


Lolita makan nasi goreng dia masak sendiri, dan di pujinya sendiri juga ,


enak banget rasanya...hahaha.....narsis boo..gumam Lolita sambil tersenyum sendiri, bahkan teh manis yang dia seduh di letakkan nya ke dalam gelas , ikut tandas masuk ke dalam perutnya...


Lolita menghabiskan sarapan pagi nya sampai tetes terakhir,bahkan sempat mencuci piring,bekas dia sarapan pagi tadi, penghuni villa lainnya masih setia di kamar mereka masing-masing, mungkin mereka juga masih belum bangun, bergumul di dalam selimut mereka..


Lolita sudah terlalu bosan berada di dalam villa,lalu dia memutuskan untuk keluar dari villa,menikmati alam sekitar villa,yang terlihat sangat rupawan pagi hari ini...


Lolita mengenakan sweater miliknya yang lumayan cukup tebal , dia juga mengunakan sepatu sport,celana training lumayan tebal,tak lupa Lolita membawa ponsel,siapa tahu Asha menghubunginya sewaktu-waktu..


dan air mineral ,siapa tahu dia kehausan dalam perjalanannya


Lolita menghirup udara yang begitu asri,dan bersih dari polusi udara,


matanya begitu dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah,ciptaan sang khalik,yang patut disyukuri manusia termasuk Lolita ,masih bisa dapat kita nikmati....


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2