
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
Beberapa pekerjaan masih di kerjakan oleh Lolita,membereskan beberapa barang yang belum tersusun,walaupun sudah diselesaikan oleh orang- orang suruhan Theo,tetap saja beberapa harus Lolita selesaikan
Harun,turun dari lantai tiga,
" istirahat lah,nak..."
" kamu pasti sudah sangat lelah...." ucap Harun sambil mengelus puncak kepala Lolita
" sedikit lagi ,Dad...." sahut Lolita dengan lembut
Harun mengerti ,anaknya sangat cinta kebersihan dan kerapian,dan sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan,jika belum selesai menurut nya,ia akan terus melakukannya sampai selesai dengan sempurna
" Lolly ,..."
" kenapa tidak kamu undang Evan,nak.....? .." tanya Harun
" daddy mau teh..?...." tanya Lolita
" terserah kamu buat apa saja, nak..." sahut Harun
Lolita segera menyeduh air hangat dan membuat minuman untuknya dan sang daddy
" Dad....." kalimat Lolita menggantung,setelah menyerahkan teh kearah Harun
" Dad,..."
" Lolly sudah memberitahu daddy Hamid,..."
" entahlah kenapa mas Evan tidak datang,..."
" tidak datang atau tidak mau datang..."
" dan itu juga bukan urusan Lolly lagi kan ,Dad..."
" lagian ada untungnya jika mas evan tidak tahu ruko ini,.."
" Daddy tahu sendiri kan,mas Evan bagaimana?..." sahut Lolita sambil menyeruput teh di gelasnya
lalu Harun mengangguk- anggukan kepala nya
" terserah kamu,nak..."
" hanya saja,..."
" daddy meminta kepada kamu...."
" agar kamu tidak menghalangi evan untuk berkomunikasi dengan anaknya,..."
" bagaimana pun terluka nya kamu,..."
" yang paling sangat terluka atas perceraian adalah anak,..."
" Daddy hanya mengingatkan kamu,nak..."
" maaf jika membuat kamu tersinggung....'' ucap Harun memberi petuah kepada anak perempuan satu - satunya
"iya,Dad..."
" terima kasih,..."
" sudah mengingatkan Lolly,..." ucap Lolita dengan santun
" kamu mau buka usaha apa,nak?..." tanya Harun
" masih random siih,Dad,..."
" lihat pangsa pasar dulu,..."
" yang mana lebih menguntungkan,..."
" dan lebih dinikmati customer,..."
" dan melihat dari dari segala sisi,..."
" baik cost dan lainnya,..." ucap Lolita lagi dengan nada yang sama seperti sebelumnya
" saat ini, Lolly lagi online shop dulu, Dad..."
" lebih kecil resikonya,..."
" dan Lolly bisa melihat peluangnya..." sahut Lolita lagi
" kamu tidak ingin pulang dulu ke rumah daddy,..."
" sekalian main ke rumah alm.mommy?..."
tanya Harun, jujur saja Harun merasa rindu kepada anak perempuannya...
bagaimana pun dewasa,bahkan tua sang anak,bagi orang tua,anak adalah tetap seorang anak kecil bagi kedua orang tua nya ,buah hati nya yang tidak akan pernah tergantikan dengan sesuatu apapun
Lolita nampak sedikit menimbang,...
" Lolly baru memulai usaha,Dad..."
" modal Lolly sudah mulai jalan, Lolly harus fokus,..."
__ADS_1
" karena ini menyangkut masalah ekonomi Lolly,Dad..."
" kalau Lolly tidak fokus, ..."
" income nya lolly dapat darimana lagi,..."
" kalau tidak usaha sendiri..." ucap sahut Lolita dengan santun dan lembut
" Rio?...boleh Daddy ajak pulang?..." pinta Harun
" sebenarnya berat bagi lolly ,Dad...."
" tapi lolly harus mulai terbiasa tanpa Rio,..."
" karena bagaimanapun juga ,cepat atau lambat..."
" Rio akan segera mengetahui keadaan lolly dan mas Evan, ...."
" lolly juga sudah berjanji kepada Daddy Hamid untuk tidak membatasi Rio dan mereka,..."
" akan tetapi hati lolly ingin selalu bersama Rio,..."
" apakah lolly boleh egois,Dad?... " ucap Lolita berbicara begitu lirih mengeluarkan isi hati nya
Harun nampak diam sejenak,memikirkan dan mempertimbangkan apa yang akan menjadi jawaban akan kegundahan hati dari sang anak
"nak..."
" tidak salah menjadi egois...."
" namun perlu kamu tahu,..."
" sebuah layangan yang terhubung oleh seutas tali?...." ucap Harun
" layangan?..."
" seutas tali?.….." ucap Lolita berfikir dalam batinnya nya
" iya,..."
" sebuah layangan terhubung dengan seutas tali,...."
" terlalu kuat kamu menariknya ,dia akan putus,..."
" semakin kamu mengulur nya ,dia akan semakin menjauh..."
" perlu teknik menarik dan mengulur,..."
" agar dia tetap seimbang di posisinya....." sahut Harun penuh kelembutan
Lolita begitu sengit memikirkan makna dari kalimat sang ayah tercinta
" pahami perlahan,..."
" sudah larut malam,..."
" istirahatlah,putuskan besok,..."
" sebelum Daddy pulang..." pinta Harun sembari bangkit dari sofa tempat dia duduk'i tadi
masih mencoba mencerna maksud pernyataan sang daddy, Lolita mencuci gelas terakhir,dan segera tidur diatas kasur lipat di lantai dua,karena kamarnya di huni oleh Rio, mama dan daddy nya
terlalu lelah,dia tertidur tanpa aba- aba
.
pertanyaan Lolita dijawab dengan lugas oleh Rio,jika dia ingin ikut opa nya pulang ke kota asal mereka,
Lolita bukannya rela melepas anak laki- laki nya,namun dia teringat akan pernyataan Rio pada waktu di rumah buya Yahya,bila Rio kangen pada Daddy nya...
dengan berat hati,dia melepas anak laki - laki untuk pulang ke rumah opa,dan oma nya,baik dari pihaknya maupun pihak sang mantan..
sebelum keberangkatan tepatnya pagi tadi, Lolita memberitahu kepada Hamid,jika Harun akan pulang ke kota S**** ,sore ini....
dan Hamid memesan penerbangan yang sama dengan mantan besannya,agar pulang sama- sama ke kota S***,bahkan Hamid sudah menghubungi Evan,agar menjemput mereka,
tentunya disambut cepat dan hangat oleh Evan,yang sudah begitu merindukan putranya,padahal Evan lebih berharap jika Lolita juga ikut pulang,dan Evan berupaya mengajak Lolita rujuk bagaimanapun cara nya,
meskipun daddy nya sudah menjelaskan jika mereka tidak mungkin bisa rujuk kembali,kecuali dia dan Lolita menikah kembali dengan pasangan lain,dan sama- sama sudah bercerai,baru bisa untuk rujuk kembali....
tapi itu segera dilakukan oleh Evan,bahkan dia menyiapkan pria dan perempuan untuk siap dinikahi demi melancarkan aksinya.....
padahal dalam segi agama ,belum tentu diterima,karena tidak ada sistem nikah kontrak dalam agama yang diyakini...
nikah yaah nikah,tanpa iming - iming kontrak,...
.
selama dua minggu lebih, Lolita melepas rindu dengan putera nya hanya melalui Skype,atau video call, tentu rasa nya beda jika memeluk ,mencium langsung,tapi apalah daya dia tidak boleh egois, kepentingan putera nya adalah prioritas utama bagi nya
kerinduan akan anaknya,dia tuangkan dengan bekerja,bekerja,dan bekerja,tanpa lelah, di mulai dari membuka ruko,hunting barang,dan lainnya,...
selain online, Lolita bahkan sudah membuka offline di ruko nya,sekarang sudah ada satu karyawan yang membantu nya,untuk packing barang pesanan pembeli...
.
.
__ADS_1
jalanan sudah cukup sepi,tapi Lolita tetap tidak bisa terlelap,...
dia memutuskan untuk menyelusuri jalanan kota J***, mobil yang dia kendarai berjalan tanpa arah...
sampai dia melihat beberapa anak jalanan bergerombol di jalanan yang sepi, dengan perlahan Lolita melajukan mobil nya,
terdengar suara deru mobil mendekat,dengan sinar mobil menerangi wajah mereka,para berand**** jalanan,segera berlari tunggang langgang,tersisa tubuh seorang yang tertindas,
Lolita segera keluar dari mobilnya,sambil melirik ke kanan dan kiri,memastikan kondisi aman untuknya,
dia segera menuju kearah anak yang cukup lebih besar dari anaknya,mungkin berkisar 12 atau 14 tahun,
dengan sedikit terseok-seok,tubuh kecil Lolita memapah anak itu menuju mobilnya
dan segera dibawanya ke rumah sakit terdekat untuk segera dilakukan penanganan medis,
sungguh tragis, melihat penampilan anak laki- laki yang baru saja di bantu nya...
" nona,silahkan isi biodata pasien?..." pinta salah satu perawat jaga IGD Erland Hospital,
" baik,dimana,suster?..." sahut Lolita
Lolita kebingungan mengisi biodata pasien,karena dia tidak tahu identitas pasien,dan akhirnya ia menceritakan kronologis kepada dokter yang memeriksa anak laki - laki itu,dan Lolita juga menjelaskan bahwa untuk administrasi ,dia yang akan bertanggung jawab
anak laki - laki itu,terpaksa dibuat dengan identitas mr.X di blangko identitasnya,dengan luka yang cukup berat,bahkan dia harus dirawat ina dengan cairan infus menempel di punggung tangannya yang ringkih
tubuhnya tinggi ,namun sangat kurus,tidak terurus,nyaris seperti gembel,dengan rambut yang panjang,dan cukup bau,mungkin berhari - hari tidak mandi....
tapi karena jiwa kemanusiaan yang tinggi membuat Lolita membersihkan tubuh anak laki- laki itu tanpa canggung,...dan menganti pakaiannya yang kumuh dengan pakaian baru...
Bobby mengetahui tindakan Lolita berdasarkan laporan dari bodyguard yang diperintahnya untuk menjaga Lolita,
" apa yang kamu lakukan, Lolly?..." tanya Bobby
" ssstttt....." sahut Lolita dengan meletakan jari telunjuknya ke tengah bibirnya,
Lolita pun segera menggiring bobby menuju balkon yang berada di ruang rawat anak laki- laki itu
" bang,..." ucap Lolita
" Lolly ,..."
" apa yang kamu lakukan ini berbahaya?... "
" bagaimana kamu bisa ...." Bobby membuang wajahnya ke arah lain,agar tidak meluapkan emosinya kepada Lolita
" kamu terlalu ceroboh,ayang beibs..." ucap Bobby setelah mengatur nafas nya
" bang,..."
" berhenti memerintahkan body guard mengikuti aku...." ucap Lolita dengan lembut
" karena aku mencemaskan kamu ,sayang...." sahut Bobby sambil segera memeluk tubuh Lolita
tubuh kecil Lolita tak mampu mengelak dekapan Bobby, Lolita merasakan kesungguhan dari Bobby,dari cara nya memperlakukan nya,dan lainnya
" bang,..."
" sungguh , Lolly merasa kasihan dengan anak ini,..."
" biar Lolly menjaga nya sampai dia pulih,..."
" dan bisa kita tanya apa ,..."
" siapa ,dan mengapa dia berada disana sampai terjadi hal itu padanya tadi....."
" abang pulang lah,..."
" sudah larut,dan abang juga harus kerja besok,..."
" aku mohon,...." ucap Lolita dengan wajah imutnya,membuat Bobby enggan beranjak melepas tatapan nya dari sang pujaan...
" baik lah ..."
" ,dan kamu segera istirahat..."
" kabari apapun yang terjadi,...."
" pulang kerja,abang langsung kesini..." sahut Bobby,sambil menatap dan mengelus- elus pipi Lolita
dijawab Lolita dengan anggukan kepala
Bobby pulang ,setelah memberikan paper bag yang berisi perlengkapan untuk Lolita dan anak laki - laki yang tidak diketahui identitas,berserta banyak makanan,buah,dan camilan,untuk di nikmati oleh Lolita dan anak laki- laki itu...
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
🍒🍒