Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
pulang ke villa Theo


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah perjalanan pulang dari curug,rasa suka berganti lah rasa lelah,dan dingin,..


berkali- kali Lolita menggosok kedua telapak tangannya,untuk menghilangkan rasa dingin...


begitu pun para lelaki yang mengikuti nya...


Bobby hanya melirik tingkah Lolita,sungguh dalam bathinnya ingin memeluk tubuh kecil sang pujaan hati,namun apa daya, dari pada- daripada hal yang diinginkan terjadi...dia memilih untuk agak menjauh,memberi jarak antara tubuhnya dan Lolita,...


syaiton kapan pun mampu menggoda,apalagi syahwat datang,...bisa kelimpungan dirinya mengatasi itu..


sampai lah mereka di base camp,untuk mereka mandi,membersihkan diri,dan menganti pakaian mereka..


tidak sampai 20 menit,mereka menyegerakan beranjak pergi menuju restoran,tempat mereka meninggalkan mobil..


aroma sayur sop daging menyeruak,yang di bubuhi asap mengepul,..membuat nafsu makan kian meronta untuk segera menikmati...


tanpa aba - aba,mereka langsung menyikat habis pesanan mereka masing - masing dalam diam,


" mau nambah lagi ? " tanya Bobby kepada Lolita..


yang di jawab Lolita dengan menggelengkan kepala


" aku , tidak kamu tanya, bro ? " ucap Mad sedikit komplain


" tidak perlu aku tanya, "


" tuuh mangkok sup sudah nyaris tiga " sahut Bobby sambil menunjuk kearah mangkok yang isinya sudah tandas tak bersisa,..


pria- pria tampan lainnya,hanya senyum - senyum malu,karena mereka pun makan dengan lahapnya,sama seperti yang di lakukan Mad


Lolita yang melihat kebersamaan itu begitu indah,menahan tawa dengan menutup mulutnya,takut jiwa para sahabat Bobby tersinggung...


" kalau mau tertawa "


" ketawa saja siih,Lita, "


" tidak apa- apa...,"


" lagian cowok maah bebas,..."


" mau makan se gentong pun ,..."


" kalau ceweknya cinta, tidak jadi masalah..." ucap Mad , dengan masih menghirup kuah soto pesanannya


" Oh...."


" kalau cewek yang makan se gentong,masalah,gitu?.." tanya Lolita dengan mengernyitkan dahi nya


" tergantung,.." sahut Mad


" yaah tergantung ,..."


" kalau cewek yang aku cintai makannya banyak,..."


" tidak masalah buat aku,.." sahut Mad lagi


" kalau aku yang makan se gentong?.." tanya Lolita asal


" hahaha....haha...."


" kamu..??..."


" kamu makan se gentong,...."


" yang benar saja Lita..." sahut Mad dengan tertawa terbahak-bahak, terlihat dari tubuh Lolita yang kurus dan nyaris kerempeng, tidak mungkin Lolita makan sebanyak itu


Lolita mengangguk - anggukan kepala nya,menyatakan jika pernyataan nya adalah sebuah kebenaran


" eeheh..."


" niih....buktinya..." ucap Lolita menunjuk dua piring sop tulang pesanan Lolita yang juga tandas tak bersisa


refleks membuat para bodyguard dan Mad,melihat kearah meja Lolita,dan melihat mangkok- mangkok yang bertengger di meja Lolita dan Bobby


Bobby dan Lolita seperti ikut perlombaan makan besar...


"alamak,...."


" body sedan muatan fuso..." ucap Mad tanpa filter


sontak membuat para pria disana tertawa terbahak - bahak akan celoteh Mad,bahkan Bobby pun ikut tertawa


" astaga,Lita,.."


" Kamu tidak sedang kesurupan kan?..." tanya Mad dengan nada keheranan


Lolita mengeleng- gelengkan kepala nya,dengan senyum lebar menunjukkan barisan gigi putih nya


" aku dan Asha makanya lumayan banyak, loh..." ucap Lolita dengan polosnya, membuat Mad menepuk jidat nya


" lain kali jangan nilai dari body nya, boss..." ucap Rizky


sedangkan Bobby menatap gemas kepada Lolita , ingin rasanya Bobby mencubit pipi sang pujaan , yang nampak begitu menggemaskan, dengan tingkah nya,yang polos apa adanya


setelah makan,bagi yang yang muslim mereka melaksanakan sholatnya, dan mereka juga istirahat di restoran sambil mengobrol ngarul ngidul tidak jelas arah cerita,asal bisa tertawa saja,..


Bobby melihat ke arah jam tangannya,


" come on ,dude..."


" kita pulang ke villa Theo.." ucap Bobby melihat kearah Mad dan para bodyguard nya


mereka segera bangkit dari tempat duduknya,menuju ke pelataran parkir restoran


segera menuju villa Theo


.


..


..


..


..


..


..


Setelah capek,dan kekenyangan,hanya dengan angin sepoi- sepoi dari AC mobil,hanya hitungan menit,Lolita terdampar di pulau mimpi,...


Bobby sudah memperhitungkan keadaan ini,


dia segera menggapai bantal kecil di kursi belakang,yang tepat dibelakang kursinya,agar dengan mudah dia meraih bantalnya...


diletakan bantal kecil di pangkuan nya,perlahan kepala Lolita di pindahkannya ke pangkuannya,


Bobby menyunggingkan senyum di wajahnya,hingga nampak lesung pipi di kedua pipi nya...


" so sweet..." ucap Mad menggoda Bobby,


Mad melihat perlakuan Bobby melalui kaca spion mobil yang terletak di tengah...


" bisa juga kamu,sweet kayak begini..."


" gue pikir kamu tidak ada minat sama cewek yang benar..."

__ADS_1


" mau nya cewek kasur saja..." ucap Mad menyinggung Bobby, dan Bobby menanggapi nya hanya dengan seutas senyuman


" gue pria normal,masbro..."


" menikah dengan wanita baik, soleha, .."


" pria manapun pasti tujuan nya sama..." sahut Bobby sambil membelai rambut Lolita


" kamu yakin,dengan perasaan kamu, bro?..." tanya Mad dengan masih fokus dengan kemudi nya


" inshaa allah.." sahut Bobby singkat


" restu?.."


" bokap dan nyokap, kamu?.." tanya Mad lagi


kali ini Bobby terdiam,entah mau menjawab apa


karena status Lolita yang notabene nya sebagai single parent dengan satu anak,


apalagi status itu terjadi akibat perceraian,tentu momok yang buruk bagi pandangan bagi sebagian keluarga yang hidup di daerah ketimurannya,khususnya daerah +62,...


susah untuk menerima status itu


apalagi keluarga Bobby yang masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat,bebet bobot,asal muasal calon menantu,tentu Lolita termasuk perempuan dalam daftar blacklist


tapi hati manusia siapa yang tahu,jika allah berkehendak maka yang terjadi,terjadilah...


bobby berfikir bijak...


yang pasti saat ini,dia jalani saja apa yang dia rasakan,walaupun belum mendapatkan respon dari Lolita,sebagai pria dia harus berusaha mendapatkan hati dan kepercayaan dari Lolita,dan berusaha memenangkan hati sang calon anak agar mau menerima dirinya sebagai ayah tiri


meski tidak mudah,dia akan berusaha mencoba nya


Mad tahu dengan kegundahan sang sahabat,maka Mad tidak melanjutkan lagi pertanyaan sekitar hubungan Bobby dan Lolita


Mad pintar membaca situasi dan kondisi,


daripada dia harus menyetir dalam keheningan,dia mencoba mengajak Bobby mengobrol mengenai segala arah,asal bahan bahasan nyambung ,dan seru,sudah lebih dari cukup


.


..


..


..


Deru suara knalpot mobil memecahkan kesunyian,dan mobil itu pun berhenti di depan villa milik Theo,


nampak beberapa bodyguard yang berjaga,langsung menundukkan kepala mereka,seraya menyambut kedatangan orang nomor dua kepercayaan tuannya


Bobby yang mengendong tubuh Lolita ala bridal,karena Lolita tertidur di selama dalam perjalanan pulang ke villa


Bobby segera membawa Lolita masuk ke dalam kamar yang sudah pasti ditempati olehnya ,


sesaat pintu kamar Lolita tertutup ,Theo terlihat menapaki anak tangga hendak turun dari lantai atas,


Bobby dan Mad sempat melihat kedatangan Theo,tapi tidak terlalu menghiraukannya


" gue pulang,masbro...." ucap Mad dengan santainya


" kenapa buru - buru..." tanya Theo


" akan ada badai..." sahut Mad dengan sedikit tertawa


" sudah di jinakkan malam ini,..." sahut Theo


" waaah,..."


" ambigu maksud kamu, bro..."


" malam ini?.."


di jawab Theo dengan mengherdikan bahu nya


" waah...waah..."


" aku cabut,masbro..." ucap Mad bicara cepat


" menginap lah,dude..."


" masih ada kamar yang kosong untukmu..,"


"ayo laah,..."


" sudah lama kita tidak berbicara santai...."


" isteri aku , mudah menjinakkan nya..."


" tidak sesulit perempuan lain, kecuali aku main serong..." ucap Theo dengan santainya


dengan sedikit menimbang,akhirnya Mad,terbuai bujuk rayu Theo,yang mendapatkan dukungan Bobby


hingga mereka berbincang dan tertawa sampai larut,...


jangan di tanya bodyguard ,mereka malah disuruh istirahat,oleh si tuan rumah,karena Theo ,menyadari jika bodyguard nya juga butuh istirahat


jadilah mereka bertiga yang menjadi satpam malam ini,bercerita dengan berbagai topik,dari hal biasa,hingga hal serius,bahkan lelucon disela obrolan mereka


cukup malam,pukul 03.00 wib,mereka memutuskan mengistirahatkan tubuh mereka dengan kembali ke kamar masing-masing


.


..


..


..


..


..


..


..


memasuki waktu subuh ,


Lolita yang terbiasa bangun lebih awal,segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim,dan segera mempersiapkan untuk sarapan bagi mereka,dengan memperhitungkan jumlah orang yang menginap


waktu yang cukup banyak,dengan bahan lengkap,pagi ini Lolita membuat nasi uduk lengkap dengan sesajen nya,dari telur dadar yang digulung,menjadi potongan memanjang,ayam goreng yang crunchy,sambel tempe lengkap dengan teri nya,dan telur rebus yang sudah di belah menjadi empat bagian sama besar,di hiasi sayur - sayur segar,seperti selada,dan timun,


tetap dengan roti dan sereal,..siapa tahu suami Asha,enggan makan, makanan Indonesian food...


selera orang asing kan beda,tidak bisa dipaksakan...


setelah puas berjibaku di daerah dapur,tentu nya Lolita merasa gerah dan lengket, dia pun menyegerakan dirinya untuk membersihkan tubuhnya,agar kembali terasa segar


" tidak mau jalan - jalan pagi lagi?..." tanya Bobby


setelah melintasi Lolita


" tidak, bang, ..."


" masih capek..." sahut Lolita sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa


" abang mau sarapan?..." tanya Lolita

__ADS_1


" tidak,.."


" nanti saja bareng Theo dan Asha saja..." sahut Bobby


Lolita diam,kembali fokus ke handphone miliknya,...


entah bertukar pesan dengan siapa,hanya Lolita dan tuhan yang tahu,


Bobby hanya melirik ke arah Lolita sambil menyeruput kopi yang baru saja dia tuang di dalam gelasnya


saat asyik dalam kegiatan masing - masing...


teriakan sang nyonya belanda dari lantai atas terdengar,...


lengkingan suara Asha ,membangunkan seisi villa,..


bahkan Mad berlari kearah pintu keluar,yang dia kira villa kebakaran,namun segera di cegah oleh Bobby


" kenapa kamu,Lita?.. "


" pake tutup mata begitu.." tanya Mad tanpa dosa


" cuci muka,gosok gigi,dan...kenakan baju kamu.." ucap Bobby dengan datar


perintah bobby ,menyadarkan Mad dan para bodyguard yang sedang berada didalam villa


mereka segera berlari ke kamar masing-masing


karena mereka semua sama- sama keluar kamar hanya mengenakan boxer ,tanpa mengenakan baju


" apaan siih elo,Sha..." ucap Lolita dengan wajah jengah dengan kelakuan sahabatnya, sambil mengelus- elus dadanya sendiri karena sempat kaget mendengar suara teriakkan Asha yang sangat nyaring


" elo, begitu yaach sama gue..."


" ninggalin gue begitu aja,..."


" terus elo jalan - jalan,..."


" happy - happy,...."


" enggak ngajak gue,...."


" enggak inget gue,...."


" gi** la looh yaah, emang elo sahabat enggak ada akhlak,.." ucap Asha panjang kali lebar kali keliling di tambah tanpa filter lagi


melihat Asha yang menggerutu i Lolita ,sontak membuat Lolita tertawa


" jangan marah sama aku dong,beibs,..."


" marah tuuh sama orangnya..."


" abang Theo yang tidak mau kamu ikut kami..."


" tanya deh sama abang Bobby..." ucap Lolita menunjuk kearah Bobby


"jelasin abang Obby!!!.." ucapwajah Asha tampak garang


" tanya sama suami kamu dong, Sha?......" sahut Bobby santai,sambil berjalan kearah meja makan


" buruan bangunkan suami kamu...."


" kita mulai sarapan pagi....."


" abang sudah lapar...." ucap Bobby tampak tidak menghiraukan kekesalan Asha


tentu saja Asha memicingkan mata nya kearah suami tercinta


anj**t,pinter ngeles elo yah By....awas elo....gumam Theo dalam hatinya melirik Bobby,...


yang dilirik diam saja,sambil menikmati menyeruput kopi di gelasnya


" Honey...."


" kita akan travelling,sehabis sarapan,...."


" okey...okey yaach..."


" honey bunny sweetie aku yang paling cantik..." ucap Theo dengan puppie eyes


Asha mendesah...berkali - kali mengatur ritme nafas nya,...


" ayo lah,beibs,..."


" kita sarapan pagi lebih dahulu yah...."


" nanti kamu sambung lagi marahnya,..."


" aku juga sudah lapar, beibs...." ucap Lolita dengan puppie eyes juga


wangi aroma nasi uduk sungguh mengiurkan lidah,membuat Asha luluh,karena dia pun sudah sangat lapar,apalagi semalam di gempur habis oleh suami tercinta


ruang makan yang sudah di penuhi penghuni villa...


dan pelayan villa baru saja datang,Dengan sedikit merasa tidak enak,ternyata sang tuan sudah berada di meja makan,sedangkan mereka belum mempersiapkan apa- apa untuk sarapan pagi,membuat mereka ketakutan...


" teteh,nanti saya minta tolong beresin.."


" kalau sudah selesai makan,..."


" maaf saya tidak bisa bantu lagi, nanti yaach..." ucap Lolita dengan sopan


" maaf,nona..."


" sarapannya?..." ucap para pelayan villa dengan cemas


" tidak apa - apa teteh,..."


" sahabat aku sudah memasak sarapan pagi ,..."


" teteh bantu saya untuk menyajikan masakan nya di atas meja ,.." sahut Asha tak kalah sopan dari Lolita


" tidak perlu,nyonya,..."


" sudah tugas saya,nyonya..."


" nyonya silahkan duduk saja..." ucap salah satu pelayan villa dengan ketar ketir


" Honey...."


" cepetan,bebeib ...."


" aku sudah lapar pake banget,..." ucap Theo, karena tenaga nya habis mengembur isteri nya


Asha segera menghampiri suaminya,dan menyiapkan sarapan untuk suami tercinta


aroma nasi uduk begitu menggoda,tentu nya membuat para penghuni villa memilih itu sebagai sarapan pagi hari ini,termasuk Theo,yang biasanya enggan makan karbo berat untuk menu breakfast nya


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


πŸ’πŸ’


__ADS_2