
❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
Evan masih sibuk mengobrol dengan teman lamanya, berbagi cerita, saat Lolita menghampiri Bobby yang sudah berada bersama para bapak- bapak di kampung itu,
" saya sudah ada calon isteri, pak..." ucap Bobby dengan tegas namun sopan
" kan baru calon, pak..." ucap salah satu bapak yang ikut bersama dalam percakapan siang itu menggoda Bobby
" beibs...." ucap Bobby meminta bantuan kepada kekasih hatinya,
sedangkan Harun dan Amelia menahan diri agar mereka tidak tertawa
" ini toh, calon isteri nya, pak..."
" cantik sekali...." ucap salah satu bapak di sana
" iya, mohon doa nya pak..." ucap Lolita dengan santun, membuat bapak - bapak yang sedang bercengkrama disana menganggukkan kepala mereka,
" bang, ayo..."
" kita mau jalan nih..."
" Joko sudah mengajak kita untuk jalan- jalan..." ucap Lolita agak berbisik
" kami, mohon pamit, bapak- bapak..." ucap Bobby dengan sopan,
" iya, silahkan, nak..." ucap para orang tua disana
kali ini, Lolita mengajak teman lamanya Kamila, dan suaminya Hendro untuk berjalan-jalan di daerah itu,mengunjungi wisata yang ditawarkan daerah itu, sebelum mereka ke trip selanjutnya
" ngomong- ngomong kalian mau kemana?.." tanya Kamila
" mau ke Noko Selayar...." ucap Boy dengan semangat
" kenapa tidak ke gilih Nokoh ..." ucap Kamila
" beda yah..." tanya Lolita
" Gilih Nokoh, masih dalam pulau Gili...."
" tidak terlalu jauh... namanya juga di kepulauan sama saja sih jarak tempuh nya....."
ucap Kamila
" kalau di eksplore semua dalam sehari, bisa...." tanya Boy masih dengan mode on semangat
" bisa saja sih....."
" namun nanti kalian hitam..."
" kalau siang..."
" kan panas...." ucap Kamila
" besok langit bersahabat..."
" tidak hujan, tidak panas, pas lah, sejuk gitu...." ucap Boy masih dengan semangat
" semangat betul deh nih anak...." ucap Bobby menggoda anak tampan nya
" iya lah, Dad...." ucap Boy dengan sukacita
" kan bisa pakai topi dong, Dad...."
" kalau kepanasan..." ucap Rio dengan santainya
" jangan lupa pakai suncream nya juga..." ucap Evan dengan santainya
Kamila agak binggung kenapa anaknya Evan menyapa seorang pria dengan sapaan yang sama " Daddy..." namun dia ragu untuk menanyakan langsung kepada Lolita, apalagi ini pertemuan mereka pertama kali setelah bertahun-tahun, tidak mungkin baginya untuk terlalu membahas lebih pribadi
menyinggung ranah privasi orang cukup tidak baik, dipikir Kamila, kecuali jika Lolita dengan sendirinya menceritakan tentang kehidupan nya,
mereka menjelajahi pulau Bawean hingga petang, menikmati mentari kian kembali ke ufuk barat, mereka melaksanakan kewajiban mereka di mushola terdekat, dan kembali pulang ke homestay mereka yang mengarah ke laut, daerah ini sebenarnya cukup indah, namun kurangnya tertata, dan kurangnya menawarkan destinasi wisata nya,jika saja dilengkapi fasilitas yang yah cukup bonafit bagi pelancong mancanegara mungkin daerah ini tidak kalah pamornya dari pulau lainnya
tapi yah, mungkin kedepannya akan lebih ditingkatkan lagi, untuk fasilitas umum di
__ADS_1
daerah kepulauan
Indonesia indah loh, sangat indah, ditambah kearifan lokal, budaya dan masyarakat nya , tinggal tata kelola nya yang perlu di tingkatkan lagi,
Kini mereka menikmati malam di daerah ini, mereka tidak menyia-nyiakan sumber alam daerah ini, mereka mulai menikmati barbeque ala daerah ini, ikan dan lainnya yang sangat segar mulai mereka nikmati,
Kamila ikut menyumbangkan kepiawaian nya dalam mengolah makanan khas daerahnya,
Lolita yang menyukai segala macam jenis masakan, tanpa memilih, begitupun juga dengan anak-anak nya, mereka terbiasa dengan pola Lolita, dan Lolita mengajarkan kepada anak-anak nya agar menghargai apapun yang tersaji di meja makan, jika memang tidak menyukai nya yah jangan juga dihina, cukup tidak memakannya saja, cukup seperti itu saja
" mas....nih..."
" ada empek-empek juga, khas Bawean..." ucap Lolita kepada Evan yang suka dengan olahan makanan ini
"iya..."
" beda di kuah nya, Love...."
" cuko Palembang, nompol banget..." ucap Evan berbisik
" tiap daerah beda lah, mas...."
" di Bangka juga ada kan.."
" kan kayak begini..." ucap Lolita
" iya..."
" pokoknya enak lah..."
" mas suka saja, olahan ikan..."
" nanti pulang, kita beli oleh-oleh yah..." ucap Evan
" dimana mas, tempat nya .." ucap Lolita kepada Joko
" ada, nyonya......."
" nanti saja setelah pulang dari jalan- jalan nya..." ucap Joko dengan sopan
acara tidak terlalu malam, karena mereka harus mengistirahatkan tubuh mereka agar besok bisa dalam keadaan bugar ,
keesokan harinya,
Boy sangat ingin merasakan sensasi di pulau Noko Selayar, padahal sudah ditawarkan Gili Nokoh, yah mau tidak mau mereka ke tempat tujuan yang diinginkan Boy
tanpa tunggu lama, Boy dan Rio menikmati sensasi berenang di sana, dan snorkeling, hanya dengan ini saja membuat Boy sudah sangat excited, tanpa scuba diving, dan lain nya tidak mengapa, keindahan bawah laut nya masih sangat terjaga,
dua drone di mainkan, sebagai kenangan mereka kelak, jika mereka sudah melakukan wisata bahari di pulau ini, semakin terlihat jelas keindahan pulau
setelah puas snorkeling menikmati bawah laut, keesokan harinya mereka melanjutkan kembali berburu ikan di laut, dengan mengunakan kapal mancing mewah, di sana mereka dipertemukan dengan para guru yang mengajarkan mereka teknik memancing ikan dengan benar, agar mendapatkan ikan, tentu saja, sensasi strike ketika joran pancing di sambut ikan, akan menjadi kepuasan tersendiri bagi para pemula seperti mereka
tentu saja hari- hari mereka di kabupaten ini harus segera berakhir, dan mereka yang sudah akan beranjak pergi dari pulau Bawean untuk menuju trip selanjutnya,
selama lebih dari satu minggu ini baik Lolita, Evan, Bobby, Boy dan Rio, tentu saja memberikan kesan yang sangat menyenangkan, Harun dan Amelia hanya ikut menikmati apa yang dirasakan anak dan cucunya, sedangkan bagi para bodyguard nya, tentu saja beberapa hari ini sangat membahagiakan bagi mereka, mengawal tuan mereka, menikmati juga perjalanan ini, hingga trip terakhir berakhir
Bobby masih dililit masalah yang membuat dia sangat stress, namun pengalihan diri dengan cara ini, cukup membuat pikiran nya lebih fresh, dan membuat dia memiliki ide-ide yang timbul sendiri, yang tentunya akan berdampak positif bagi perusahaan yang dia pimpin,
sedangkan Evan memiliki kesegaran rohani, setidaknya Lolita tidak menolaknya, dan juga tidak memilih Bobby, terbukti selama dalam perjalanan, Lolita memilih menjaga jarak antara dirinya dan Bobby, menjaga attitude nya, dan Evan baru menyadari jika saat itu, dia memaksakan kehendak nya kepada Lolita,
Lolita butuh waktu, dan dia harus memberikan itu kepada Lolita, dia berusaha untuk tidak lagi memaksakan kehendak kepada Lolita seperti selama ini, mungkin dengan cara ini membuat Lolita akan memilih nya kembali, bersikap dewasa itu sulit, bukan berarti tidak bisa, dan Evan berusaha mencoba nya,
berusaha menahan diri, menjaga Lolita untuk tidak lagi sembarangan menyentuh nya, karena status Lolita yang bukan lah lagi isterinya, bahkan Bobby mampu menjaga Lolita, yah walaupun pernah khilaf, itupun karena saat itu mereka bersaing dengan ketat, memperebutkan Lolita seperti barang,tarik sana tarik sini, pegang sana , pegang sini, untuk membuktikan hak kepemilikan, padahal mereka sama-sama belum bisa memiliki Lolita karena Lolita belum memilih siapa yang akan menjadi pasangan nya kelak...
Hari kepulangan Boy, dan Rio ke kota J****, dimana Evan turut mengantarkan anaknya di depan keberangkatan domestik, wajah Evan nampak begitu sendu, namun Rio meyakinkan kepada sang Daddy bahwa dia akan belajar dengan giat, dan akan menjaga sang mommy, membuat sedikit perasaan Evan membaik, meskipun masih berat melepaskan kepergian sang anak dan mantan isteri nya
" mas..."
" sholat,..."
" kalau mulai aneh tuh pikiran, istighfar, zikir..."
" kalau memang penat, dan sangat penat ambil wudhu, sholat, supaya bisa mengurangi beban perasaan kamu, mas...." ucap Lolita memberikan spirit kepada Evan, dijawab oleh Evan dengan anggukan kepala
" kalau ada waktu, mainlah..."
__ADS_1
" aku pasti menyambut kedatangan kamu..." ucap Bobby yang sudah menepuk-nepuk bahu Evan
" oke, bro..."
" titip anak-anak, sama mommy nya...." ucap Evan bersalaman dengan Bobby
" insyaallah, masbro..." ucap Bobby dengan santai
" kami berangkat dulu, mas..."
" jaga kesehatan..." ucap Lolita menundukkan kepalanya, Evan pun membalasnya dengan anggukan kepala, tidak lagi seperti sebelumnya, dia cukup mawas diri kali ini, dan melihat perubahan tingkah Evan, Bobby pun kembali seperti dulu, sikap nya kepada Lolita
setelah duduk di kursi penumpang,di dalam pesawat, Lolita tersenyum bahagia...
" duh senyum nya manis bener, neng...." ucap Bobby menggoda Lolita
" tentu saja senang...."
" kalian tidak lagi seperti kucing kalau lagi berantem...."
" kalian tidak lagi pegang sana sini..."
" senang lah aku, bang...." ucap Lolita dengan senyuman masih terukir di wajahnya
" serius, tidak suka di senggol- senggol..." ucap Bobby menggoda Lolita lagi
" ya iyalah...."
" kasihan Daddy...."
" Lolly tuh sayang banget sama Daddy...."
" Lolly tidak mau, Daddy ikut menanggung dosa dari perbuatan Lolly, ...."
" apalagi status Lolly saat ini, tentu saja akan berimbas pada Daddy...." ucap Lolita dengan yakin
" Beibs...."
" siapa teman kamu di pulau kemarin itu..." tanya Bobby
" Oh...."
" Kamila..."
" kami biasa sapa dia Mila..." ucap Lolita
" Oh..."
" dia sapa kamu Lita..." tanya Bobby
" iya...."
" Asha juga begitu, terkadang dia sapa Lolly, terserah dia lah..." ucap Lolita sambil membuka bungkusan snack
" Hm..."
" hanya keluarga sapa aku dengan Lolly...."
" mas Evan itu sudah kenal sedari kecil karena Daddy aku dan Daddy Hamid berteman, mereka sering berjumpa, terkadang kalau tidak silaturahmi di rumah Daddy, kami diajak ke rumah Daddy Hamid..." jelas Lolita
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
🍒🍒