Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
mommy belum pulang


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


suara sirene mobil ambulance terdengar nyaring di jalanan menuju rumah sakit, suara decitan ranjang ambulance menelusuri jalan menuju emergency room,


perawat menjelaskan kondisi pasien kepada dokter jaga emergency room,dokter berusaha melakukan tindakan medis, untuk membantu pasien yang dalam keadaan tidak sadarkan diri


dokter masih berusaha menyadarkan pasien dengan memanggil pasien, menepuk ringan bahu pasien, langsung dengan cepat dokter melakukan tindakan medis lainnya sesuai prosedur yang berlaku, namun pada saat dokter akan memasangkan alat elektromiagram, tiba-tiba pasien henti nafas dan henti jantung, dengan cepat perawat melakukan tindakan Resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR)


" terus melakukan kompresi dada dan cek ventilasi ...."


" persiapan alat defiblator...." perintah dokter dengan tegas, sekalian menyebutkan beberapa obat yang harus dipersiapkan untuk penanganan pasien dengan kondisi ini, dengan sigap perawat membantu tugas dokter


perawat masih melakukan resusitasi, pada saat dokter meletakan alat defiblator untuk quick look, memeriksa adakah denyut jantung, setelah itu dokter melakukan vertical fibriasi, namun karena irama tidak ada perubahan dokter segera mengambil tindakan medis lain dengan cepat


" energi penuh, saya siap,area clear...." ucap dokter dengan cepat, sambil meletakkan dua paddle atau elektroda pada pada anterior- anterior ( apex- sternum ) atau posterior- anterior pada tubuh pasien setelah mengatur pulse defiblator yang akan dokter berikan,


dengan mengucapkan kalimat bismillah, dokter menekan switch pada ujung - ujung elektroda, dalam kondisi seperti ini, semua perawat langsung menjauh dari posisi sebelumnya, namun masih belum ada respon dari pasien akan tindakan medis yang telah dilakukan, perawat masih terus melakukan resusitasi kembali, dan untuk kedua kali alat defiblator digunakan oleh dokter, sesuai instruksi leader, untuk mencoba melakukan resusitasi kembali jika pasien masih belum tertolong,setelah memberikan shock listrik pada tubuh pasien agar terjadi depolarisasi sementara dari jantung yang denyut jantung nya tidak teratur sehingga memungkinkan timbulnya kembali aktivitas jantung yang terkoordinir dari pasien yang mengalami henti jantung


setelah melakukan dua kali shock listrik mengunakan alat defiblator, akhirnya pasien terselamatkan, dokter langsung memerintahkan kepada perawat untuk memberikan injeksi pada three way, salah satu alat kesehatan yang terpasang bersama infus, untuk menjaga kondisi pasien


namun para petugas medis tidak cukup berpuas diri, karena masih akan melanjutkan tindakan medis lainnya, pada tubuh pasien terdapat cidera lain yang membutuhkan penanganan medis lainnya dan juga masih diperlukan observasi oleh perawat, karena dokter di ruang IGD akan memeriksa pasien lainnya yang kondisi hampir sama seperti Lolita,


" keluarga pasien..." panggil salah satu perawat, dan pria remaja itu mendekat ke arah perawat yang memanggil nya


" baik..."


" tolong kamu mendampingi pasien, ..."


" jika pasien sudah sadar...."


" atau jika ada apa-apa, langsung panggil kami...." ucap perawat jaga dengan sopan, dan pemuda tampan itu mengangguk an kepala nya


" boleh saya menunggu Daddy untuk mengurus administrasi nya..." ucap pemuda tampan itu


beberapa jam kemudian, seorang pria datang ke salah satu rumah sakit dengan sedikit tergopoh-gopoh


" kamu baik- baik saja , Darren...." tanya Daddy pemuda tampan itu


" baik , Dad..."


" tapi dia...." ucap Darren menunjuk kearah wanita yang tertidur di atas ranjang pasien, wajah Daddy Darren mendadak pias


" kamu menabrak nya...." tanya Daddy nya Darren,di saat itu Darren, terdiam, namun sesaat kemudian dia menganggukan kepalanya, padahal bukanlah dia pelaku yang menabraknya


Daddy Darren menyugarkan rambut nya, wajah yang tampan, nampak begitu pias


" Criss, kamu urus semua nya yang ada di sini..."


" dan kamu Ben, tolong periksa adakah laporan ke pihak kepolisian..."


" periksa seluruh CCTV, urus semua...."


ucap Daddy nya Darren


" Daddy...."


" aku menginginkan dia ....." ucap Darren memaksa


" kamu mengenalnya..?..." ucap Daddy nya Darren sambil mengernyitkan dahi nya, dan Darren langsung menganggukan kepalanya


" kalau begitu kita hubungi keluarga nya..." ucap pria tampan itu


" dia yatim piatu...."


" wanita ini lah yang Darren mau..."


" Darren menginginkan dia untuk menjadi mommy aku , Dad....." ucap Darren dengan serius dan sungguh-sungguh


" apa!!!!!......"


" kamu sengaja menabrak nya?...." tanya pria itu dengan intonasi penuh penekanan

__ADS_1


" tidak...."


" " bukan seperti itu, Dad...."


" ini murni kecelakaan...."


" dan Darren tanpa sengaja,..." ucap Darren dengan ketakutan,


pria itu menjatuhkan diri nya ke kursi yang tersedia di dalam ruangan itu,


" Criss...."


" pindahkan wanita ini segera, ke tempat kita...."


" lakukan semua persiapan dengan bersih ...."


" dan tutupi identitas wanita ini...." ucap pria tampan itu kepada asisten pribadinya yang baru saja datang lagi setelah mengurus administrasi, dan dia terpaksa harus mengurus ulang, untuk memindahkan wanita ini ke tempat yang lebih aman menurutnya


🧩


🧩


Di lokasi yang berbeda, namun di kota yang sama, Lolita belum juga kembali pulang, setelah hari sudah semakin larut,


Boy mulai mencemaskan keberadaan sang mommy, yang hingga sampai saat ini belum pulang, itu sangat tidak biasa, dan tidak pernah terjadi, bahkan handphone yang sejak tadi Boy hubungi tidak pernah aktif, dan selalu saja suara sang operator yang menyapa Boy


Rio pun sudah mulai cemas, karena tidak ada ada jawaban dari sambungan telepon seluler sang mommy, hanya suara sang operator yang berbicara saat bergantian dengan Boy ketika menghubungi ponsel Lolita


Boy berfikir cepat, dia harus meminta bantuan kepada orang dewasa, sehingga Boy memutuskan untuk menghubungi Bobby, hal yang sama terjadi sudah berulangkali menghubungi Bobby namun handphone Bobby masih dengan nada yang sama, dan tidak aktif, begitu pun juga dengan Evan,


kenapa hari ini, saat seperti ini semua orang dewasa sulit untuk Boy hubungi, namun Boy tidak ingin terlihat lemah, dia memutar otak bagaimana caranya agar dia bisa menghubungi orang dewasa yang mereka kenal, sehingga Boy meminta Rio menelfon salah satu anak Asha


Rio menghubungi anaknya Asha, sesuai permintaan dari abangnya, bersyukur nya Rava menyambut sambungan telepon dari Rio,


Rava segera memberi tahukan apa yang menjadi kekhawatiran Rio kepada mommy nya, tentu saja Asha segera gerak cepat menghubungi suaminya Theo, namun tanpa di duga Asha bahkan Theo pun sulit dihubungi saat ini


Theo pulang larut malam untuk sampai di mansion nya, sedangkan Asha sudah tertidur dengan lelap ketika Theo membaringkan tubuhnya di atas kasur, begitupun juga dengan Bobby dia mengistirahatkan tubuhnya, karena hari ini sangat melelahkan bagi nya, sedangkan Evan dia berusaha menghubungi Lolita, jawaban sang operator membuat Evan mengurungkan menghubungi mantan isteri nya kembali


pesan itu sudah dari pukul 20.00 wib yang lalu, sedangkan saat ini sudah pukul 02.00 wib , sudah dini hari untuk menghubungi anaknya, sehingga dia menunda untuk menelfon anaknya, karena Evan sudah belajar untuk positif thinking, dari anjuran dokter, dan ustadz yang selalu membimbing nya, bahkan kata-kata Lolita selalu menjadi mood booster nya


sedangkan di ruko,


kondisi Boy dan Rio begitu gelisah, kenapa sang mommy masih belum pulang, Boy sudah tidak mampu menahan lagi kegelisahan nya, karena mommy nya tidak pernah meninggalkan mereka selama ini, Boy masih mencoba menghubungi Bobby dan Evan, namun mereka ternyata terlalu lelah, sehingga nada dering telepon seluler nya saja tidak terdengar oleh mereka,


terjadi lah isak tangis antara Boy dan Rio di dalam ruko, mereka menangis sejadi- jadinya ketakutan akan kehilangan sang mommy


saat masuk waktu subuh, Evan membuka ponselnya, betapa terkejutnya dia melihat panggilan terjawab dari putra angkat mantan isteri nya, dengan cepat dia men- dial kontak yang sedari kemarin menelponnya


suara serak khas bangun tidur dari Boy, membuat Evan sedikit tersenyum,


" kenapa telepon Daddy, Hm..." ucap Evan dengan lembut


" mommy...."


" mommy belum pulang- pulang, Dad...." suara Boy langsung berubah dengan nada suara yang khawatir bercampur isak tangis yang terdengar pilu di telinga Evan


" apa!!!!!....."


" sudah hubungi Obby..."


" maksud Daddy, Daddy Bobby...." ucap Evan dengan sedikit panik


" sudah...."


" Daddy tidak angkat telepon dari kami..."


" bahkan aunty belum hubungi kami lagi...." ucap Boy yang sudah ketakutan hal buruk terjadi kepada Lolita


" Rio, gimana..." tanya Evan dengan cemas


" adik tidur..."

__ADS_1


" kami baru tertidur...."


" entah kapan kami tertidur, Boy tidak tahu..."


" kami malah tertidur di lantai dua, nungguin mommy pulang...."


" tapi mommy belum juga pulang, Dad...." ucap Boy yang sudah gemetar memegang ponsel nya, jangan di tanya nada suara Boy, bahkan suara nya hampir tidak terdengar jelas oleh Evan


belum pernah ini terjadi, membuat Evan juga mengkhawatirkan mantan isteri nya, setelah Evan mematikan sambungan telepon seluler nya,dia segera bergegas mengemasi barang-barang yang akan dia bawa, pakaian secukupnya, dan beberapa hal penting yang dia bawa, kelengkapan dokumen untuk di bawanya


Evan segera memesan tiket pesawat yang paling cepat menuju ke kota J**, dan mengirimkan pesan chat kepada Diki untuk menghandle pekerjaan nya selama berada di kota J****,


Evan berjalan cepat menuju ke lantai dasar menemui kedua orang tuanya,


" kamu mau kemana,. Van..." tanya Hamid dengan sedikit cemas


" Lolly, Dad..."


" dari kemarin tidak bisa di hubungi...."


" Rio dan Boy mereka berdua di ruko tanpa siapa- siapa...." ucap Evan cepat, sambil menyalami Hamid dan Zubaidah


" kamu jangan buru-buru...."


" siapa tahu dia pergi sama kekasihnya...." ucap Zubaidah


" tidak mungkin, Mom...."


" itu tidak mungkin terjadi...."


" kalau yang bejat itu aku ataupun Bobby..."


" Lolly tidak mungkin seperti itu...."


" tidak mungkin dia meninggalkan anak-anak di ruko sendirian....'


" minimal dia kasih kabar ke anak-anak atau aku, siapapun...."


" dan ini siapa pun tidak tahu dimana Lolly...." ucap Evan cepat


" sudahlah, Mom...."


" Evan pergi dulu, doa' in selamat sampai tujuan, dan Lolly ketemu..."


" kasihan anak-anak sudah ketakutan, bahkan mereka sedari malam sudah menangis di dalam ruko tanpa siapapun...." ucap Evan cepat sambil meminta sopir mengantarkan nya menuju bandara


pukul.09.19 wib, Theo baru saja turun dari kamar utama, menuju meja makan, dan di sambut Asha dengan raut wajah cemas


" kamu kenapa, Honey..." tanya Theo


" Lita...."


" eh Lolly..."


" mommy nya Rio..." ucap Asha dengan panik,


*


*


*


*


*


*


*


🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2