
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Setelah selama sepuluh hari Lolita dalam perawatan di rumah sakit, Lolita di izinkan untuk pulang, dalam proses rawat jalan a.k.a, perawatan di rumah, tentu saja dengan beberapa hal yang harus di patuhi Lolita agar penyembuhan nya semakin baik. kondisi tubuh Lolita yang masih ada cidera pada kaki nya, membuat Lolita kesulitan naik ke lantai tiga, meskipun sudah dilepaskan gift yang membalut bagian kakinya selama dalam perawatan di rumah sakit.
Bobby sudah sangat puas membujuk Lolita untuk tinggal di apartemen milik nya, yang jarang dia tempati, jika Bobby tidak pulang ke mansion orang tua nya, apartemen menjadi pilihan nya, Bobby juga masih memiliki apartemen lainnya, sehingga walaupun Lolita menginap di apartemen milik nya, dia bisa beristirahat di apartemen lainnya, namun Lolita masih bersikukuh untuk tinggal di dalam ruko, dengan alasan, ingin segera mengurus usaha nya sendiri, membuat Bobby speechless dengan keras kepalanya Lolita, mau tidak mau Bobby harus mengalah jika harus berdebat dengan kekasih hatinya. Akan tetapi Lolita harus menerima syarat dari Bobby untuk menerima kehadiran satu bodyguard yang akan ikut membantu perawat pribadi Lolita jika dirinya tidak berada di ruko.
Walaupun Boy sudah mampu memapah tubuh mungil Lolita ,bahkan mengendong Mommy nya, sekedar berjaga-jaga, jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Lolita , Bobby, dan Boy pulang ke ruko, sekarang mereka sudah ada di depan ruko, dimana para karyawan Lolita menyambut kedatangan Lolita di ruko
" Mommy " teriak para karyawannya, menyambut Lolita ketika turun dari mobil. Penampilan Lolita yang masih mengenakan arm sling untuk menyangga tulang bahu, dan adjustable foot stabilizer ankle strap protector shoe untuk melindungi kaki dalam masa pemulihan cidera kaki pada Lolita
kenapa Lolita tidak mengunakan kruk atau pun walker , itu dikarenakan cidera pada Lolita bukan hanya kaki, tetapi juga pada bahu, penggunaan alat bantu lainnya kurang tepat termasuk kruk , karena membutuhkan tumpuan pada bahu, dan tenaga ekstra sedangkan bahu Lolita juga sedang mengalami cidera juga. maka dari itu Lolita masih sangat membutuhkan bantuan perawat untuk Lolita melakukan segala kegiatan hariannya, termasuk menganti pakaian, dan lainnya
" Mommy....." teriak Mona, salah satu karyawan paling muda dari karyawan lainnya,
" Mommy atau Mummy " ucap Mona menggoda owner mereka, saat mendekat ke arah Lolita yang masih berada di muara pintu ruko, guyonan Mona membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, bahkan Lolita sendiri ikut menertawakan lelucon dari Mona.
Lolita pulang ke ruko bersama Bobby, dan Boy, Namun ketika mereka sampai di depan ruko selain karyawan Lolita ternyata ada Evan yang sedang mengendong Rio di punggungnya,
" Mommy " teriak Rio bergerak - gerak mengajak sang Daddy untuk segera mendekat ke arah Lolita, Bobby yang sadar diri, segera menyingkir dari sisi Lolita, menyaksikan kehangatan sebuah keluarga di hadapannya membuat Bobby merasa insecure dengan status mereka berdua saat ini
Rio mengalungkan kedua tangannya di leher Lolita, membuat tubuh Lolita dan Evan begitu sangat dekat dan intims, bahkan tanpa malu, Evan melingkarkan tangannya di pinggang Lolita dan menghujami puncak kepala Lolita dengan kecupan, tidak lupa mencuri kecupan di dahi, pipi, dan bibir Lolita, dengan jarak yang sangat tipis membuat Lolita bisa merasakan aroma tubuh Evan dan begitu pula dengan Evan. Sebenarnya walaupun ini hanya untuk menyenangkan buah hati mereka, tetapi tidak mesti harus di hadapan semua orang , apalagi menjadi bahan tontonan para karyawan Lolita , para bodyguard Evan, Bobby, dan Asha, bahkan Asha , Bobby, dan Boy melihat' kemesraan dan kehangatan dari keluarga kecil itu.
Cukup lama Rio berpelukan dengan Lolita dan jangan lupakan Evan juga yang masih tetap sungkan beranjak dari posisi nya , membuat Bobby memalingkan wajahnya kearah lain, Boy segera mendekati kearah Daddy nya, dan menepuk punggung Bobby untuk menguatkan perasaan Bobby yang pasti terluka, sedangkan
untuk para karyawan, ada sebagian mereka menganga tidak percaya, sambil melirik ke arah Bobby, dengan keadaan yang absurd, para karyawan Lolita sambil saling melirik ke arah teman mereka lainnya, mencari tahu siapa pria di hadapan mereka, yang tiba-tiba mencium dan memeluk owner mereka.
Lolita memandang sendu kearah Bobby, apalagi Lolita sempat melihat Bobby yang memalingkan wajahnya kearah lain, saat tatapan mata mereka bertemu, Bobby mencoba untuk tersenyum meskipun dengan keterpaksaan
" sudah, nak "
" ayo, kita ajak Mommy masuk ke dalam "
" Mommy pasti sudah lelah " ucap Evan dengan suara yang lembut kepada anaknya, mereka semua segera masuk kedalam ruko setelah melakukan drama di depan ruko yang membuat beberapa hati tersakiti
" bang " ucap Asha mencoba memberikan support kepada Bobby, dan Bobby mengerti maksud Asha tanpa Asha meneruskan kalimatnya, Bobby hanya menganggukkan kepalanya , meski dia memaksakan diri untuk tersenyum, masih tersirat jika dia terluka
Sedangkan Evan mengendong Lolita ala bridal style ke ruko lantai dua masih di lihat semua orang, bahkan semua orang bagaikan dayang- dayang yang mengekori langkah kaki Evan masuk ke dalam ruko.
" abang "
" Rio, sudah naik sabuk "
" dua hari lalu, Rio ikut sparing "
" tapi Rio hanya peringkat kedua " ucap Rio dengan wajah sudah ditekuk saat berjalan beriringan dengan boy
" wah "
" hebat kamu, dik "
" usaha lagi nanti yah "
" akan tetapi juara dua "
" sudah bagus tuh "
" tidak mesti harus menjadi yang pertama "
" yang kedua juga tidak apa-apa "
" anggap saja kemarin kamu sedang mengalah saat itu "
" untuk mengurangi perasaan kamu yang tidak enak "
" kekalahan adalah kemenangan yang tertunda loh, dik " ucap Boy
" Ehem "
" terimakasih, bang "
" abang sudah kasih Rio support " ucap Rio sambil tersenyum
" om "
" tante "
" perkenalkan ini Daddy nya Rio "
" suaminya Mommy " ucap Rio dengan antusias, pada saat Lolita sudah duduk di sofa lantai dua, Rio memperkenalkan Evan kepada semua orang tanpa terkecuali, termasuk Bobby
Deg...
Deg.... luka yang tidak berdarah, sungguh sakit sekali di bagian terdalam perasaan Bobby mendengar penuturan Rio, Lolita melirik Bobby, dan lagi - lagi menatap Bobby dengan sendu
" sayang " ucap Lolita tanpa bersuara, Bobby masih mencoba tersenyum menatap balik manik mata Lolita, dan menganggukkan kepalanya
__ADS_1
Jangan ditanya lagi untuk seluruh penghuni ruko yang lain saat ini , mereka kesusahan menelan saliva masing-masing, setahu mereka Bobby lah orang terdekat Lolita, walaupun tanpa Lolita menceritakan keseluruhan kisah hidupnya, yang mereka tahu jika owner mereka merupakan single parent. Suatu bentuk menghargai Evan dan jangan sampai mengecewakan Rio, mereka mencoba tersenyum sambil berjabat tangan dengan menyebutkan nama masing-masing, memperkenalkan diri ke ayah kandung Rio. Evan dengan wajah sumringah, mengajak para karyawan Lolita untuk berkenalan, sedangkan Bobby menyibukkan dirinya dengan mengangkat barang-barang Lolita. Di rasa tidak terlalu ramai orang di sisi Lolita, Bobby mendekati Lolita
" sayang "
" ayang beibs "
" abang pulang yah " ucap Bobby dengan lembut, sambil mengelus pipi Lolita, Lolita menatap segala arah, di rasa aman, apalagi tidak ada Rio dalam jangkauan mata mereka
Lolita menautkan bibirnya ke bibir Bobby, baru kali ini Lolita berinisiatif sendiri melakukannya
Lolita hanya tidak ingin kehilangan Bobby, tidak ingin ada keraguan di hati Bobby
kecupan, berganti ciuman dengan ******* sedikit lebih dalam dan lama, dan Lolita mengulanginya sekali lagi.
" Honey "
" kamu percaya Lolly kan " ucap Lolita tanpa menjauhkan pandangannya,
tatapan mereka sangat lama,dan intens, ada cinta, dan sedih dimata mereka.
Kesedihan karena mereka harus berjuang untuk bersama, meskipun saling mencintai, tidak serta merta membuat mereka bisa saling memiliki dalam waktu cepat, Bobby mengangguk-anggukan kepalanya mengerti apa yang hendak disampaikan oleh Lolita
" kamu makan dan istirahat "
" abang pulang dulu "
" abang mau langsung berangkat kerja setelah dari sini " ucap Bobby, dengan suara yang lembut, dan Lolita menganggukan kepala nya
Bobby menghujami kecupan lagi mulai dari puncak kepala, dan wajah Lolita, terakhir ******* lagi bibir Lolita yang seakan candu baginya , tanpa mereka sadari Evan melihat keromantisan mereka,
Evan yang hendak naik ke lantai dua, langsung segera turun ke lantai dasar menuju ke luar ruko setelah melihat adegan yang sangat membuat perasaan kalang kabut, , Evan mulai mematik rokok yang baru saja dia beli,
menghirup dan menghembuskan nya, menghirup dan menghembuskan nya berkali- kali, bahkan asap rokok yang dihasilkan oleh Evan semakin tebal , meskipun terbang bersama tiupan angin untuk menghilangkan emosi yang sempat tersulut, dan bergemuruh di dadanya. Setelah Bobby sampai di teras luar ruko, Bobby melihat ke arah Evan dan Evan melihat kearah Bobby, mereka tidak saling sapa, hanya dengan kode mata saja, Bobby segera menuju mobil nya, meninggalkan ruko Lolita, melanjutkan aktivitas nya kembali.
Setelah Evan menghabiskan tiga batang rokok, Evan segera naik ke lantai dua, dimana Lolita masih berada disana, lebih tepatnya berada di sofa panjang yang ada di lantai dua
" Daddy, nanti kita tidur disini saja yah, Dad " ucap Rio dengan semangat empat lima
Evan menoleh kearah Lolita,
" ayo lah, Dad " ajak Rio menggeret tubuh Evan mendekat ke Lolita
" Mommy , kita bobok bersama yah " ucap Rio kepada Lolita, Lolita dengan terpaksa mengangguk-anggukan kepala nya
" mas "
" kamu merokok ? " ucap Lolita sambil menutup hidungnya
" iya " ucap Evan dengan singkat
" kenapa ? "
" bukankah mas sudah tidak merokok lagi "
" kenapa ? "
" kamu harus menjaga kesehatan, mas "
" kamu jangan merokok lagi yah , mas "
" mas kan tahu Lolly tidak suka bau asap rokok " ucap Lolita masih menutup hidungnya, Evan merasa jika mantan isteri nya masih begitu perhatian, membuatnya merasa masih dicintai oleh Lolita
" mas, mandi dulu yah sayang " ucap Evan sembari berdiri, hari kian sore, pegawai yang masih bekerja, segera menutup pekerjaan mereka, dan membereskan pekerjaan mereka, agar rapi, satu persatu izin untuk pulang pada Lolita. Pintu ruko sudah terkunci dari dalam, oleh Boy, namun belum di tutup bagian rolling door ruko, siapa tahu , mereka masih akan melakukan kegiatan lain, atau pesan makanan, pada saat malam saja mereka mengunci rolling door. Evan mengajak Rio untuk mandi bareng bersamanya, sesaat setelah mereka sudah mandi, wajah dan aroma tubuh mereka sangat wangi, termasuk Boy yang mandi terpisah dari Evan dan Rio.
Sejak mengadopsi Boy, Lolita merenovasi lantai tiga, membuat kamar untuk ditempati Boy dan Rio, sedangkan Lolita tidur sendiri di kamarnya, kecuali jika Rio sedang ingin bermanja-manja dengannya, namun Rio merasa lebih nyaman tidur bersama Boy, sehingga mereka berdua tidur berdua di kamar yang sama.
" kamu mau mandi, sayang ? " ucap Evan kepada mantan isteri nya, Evan tidak menganti sapaan nya kepada mantan isteri, selain dia belum move on, dia memang tidak akan pernah menganti sapaan nya kepada Lolita, karena memang hanya Lolita di hati nya, terserah Lolita mau menerima atau tidak, Evan akan tetap bersikeras seperti ini, dan tidak akan pernah menganti sapaan nya selama ini sampai kapanpun
" Mbak "
" tolong dong bantu saya, untuk berdiri " ucap Lolita kepada perawat pribadi nya
" tidak usah, Mbak "
" biar saya saja yang akan membantu isteri saya " ucap Evan seenaknya saja, dan Evan segera mengendong tubuh Lolita dengan ala bridal style, Lolita terpaksa mengalungkan tangan kanannya ke leher Evan daripada dia terjatuh dari anak tangga. Evan membawa tubuh Lolita langsung menuju kamar mandi,
di kamar mandi sudah disediakan kursi khusus untuk Lolita duduk
Cup..... Evan memberi kecupan di pipi Lolita setelah mendaratkan tubuh Lolita di kursi
Blush.....biasa nya seorang perempuan di kecup pria, namun tidak untuk Lolita, terlihat Lolita tidak suka dengan perbuatan Evan kepada nya
baru saja Lolita mencoba untuk protes dengan sikap Evan, Evan segera keluar tanpa mengubris tingkah Lolita. Setelah Evan keluar dari kamar, perawat pribadi Lolita membantu Lolita dalam kegiatan rutinnya, seperti saat ini, membantu Lolita mandi, dan memakai pakaian
" manis banget suaminya, nyonya " ucap perawat pribadi Lolita
__ADS_1
" bukan suami saya lagi , Mbak "
" mas Evan itu, mantan suami saya, mbak " sahut Lolita
" Oh "
" jadi tuan Bobby, suami nyonya " ucap perawat pribadi Lolita dengan penasaran
" dia calon suami saya, Mbak " ucap Lolita
" Oh wala "
" semoga diijabah Tuhan yah, nyonya " ucap perawat pribadi Lolita
" aamiin "
" dan tolong jangan memberikan informasi apapun pada putera ku, khususnya Rio " ucap Lolita, dengan khawatir
" iya, nyonya "
" tentu saja "
" saya cukup bisa memegang amanah " ucap perawat pribadi Lolita
" terima kasih, mbak "
" Oh, iya "
" kita berdua belum berkenalan "
" saya Lolita, mbak " ucap Lolita
" saya Maria, nyonya " ucap perawat pribadi Lolita dengan sopan
" Baik, Maria " ucap Lolita
" kamu, mau menu makan apa malam ini , Maria " ucap Lolita
" saya bukan pemilih, nyonya "
" dan saya tidak ada pantang makan apa saja " sahut Maria
" baik, saya tanya anak-anak dulu yah, Maria " ucap Lolita menimpali obrolan mereka berdua, belum sempat Lolita berkirim pesat chat dengan Boy, yang berada di kamarnya sendiri, Bobby sudah masuk ke dalam kamar Lolita
" sayang "
" ayo "
" mas, sudah menyiapkan makan malam kita "
" Boy dan Rio sudah berada di bawah "
" ayo ,mbak " ajak Evan sembari mengendong Lolita lagi dengan ala bridal style. Kekurangan pada kemampuannya membuat Lolita pasrah akan sikap Evan. Para penghuni ruko tanpa terkecuali, mereka semua segera makan malam yang sudah dipersiapkan Evan dengan membeli makanan melalui aplikasi online,
untuk Maria, bodyguard utusan Bobby, Boy, dan Rio duduk bersila di lantai yang sudah di lapisi ambal , karena meja makan ruko hanya berbentuk mini bar saja, sehingga hanya Lolly dan Evan yang berada di sana.
Selama ini Lolly dan anak-anaknya berserta karyawan nya, pada jam istirahat, dan di waktu untuk mereka makan, mereka menyantap makanan dengan duduk bersila di atas lantai, tapi sudah di alasi ambal tentu ny, karena pada saat ini Lolita kesulitan untuk duduk di lantai makanya tumben dia duduk di meja mini bar dapur nya...
"kamu mau nambah lagi, tidak ? "
" Love " ucap Evan
" tidak, mas "
" nanti Lolly mau buah saja, deh "
" terima kasih, mas " ucap Lolita dengan lembut
Malam hari ini Rio merasakan kebahagiaan yang sangat besar di hatinya melihat kebersamaan kedua orang tua nya, senyuman tidak lekang dari wajah tampannya, hingga setelah makan malam , Lolita kembali ke dalam kamarnya, Evan dan Rio ikut masuk ke dalam kamar Lolita untuk bercengkerama, berbagi cerita , selama mereka tidak pernah bertemu, menceritakan kisah masing-masing, kecuali Lolita yang hanya berperan sebagai pendengar setia dari percakapan antara ayah dan anak.
*
*
**
*
*
*
*
🍒🍒
__ADS_1