
ππππππππππππππππ
" abang ! " teriakan Alice ketika dia dalam posisi duduk, dan langsung menekan bagian dadanya, tanpa bisa Alice hentikan dirinya menangis dengan terisak-isak, dan entah apa yang membuat dia menangis saat ini, Edwards yang melihat Alice bersikap seperti itu, hanya terdiam dengan raut wajah yang terlihat kosong, apalagi pada saat Alice mengucapkan satu kata " abang " dan Edwards tahu itu sebutan untuk seorang pria di masa lalu Alice, yang artinya Alice perlahan-lahan mulai menginggat sesuatu di masa lalunya, dan akan berdampak besar di masa depan mereka baik Alice, Darren, dan dirinya.
Alice masih menangisi sesuatu yang entah apa yang membuat dirinya menangis, Alice bahkan menekan bagian dadanya yang terasa sesak entah karena apa, sedangkan Edwards masih mematung memandangi isterinya yang saat ini masih terus menangis, bahkan Alice sudah sesegukan di sisa-sisa tangisan nya, Alice segera memeluk tubuh suaminya yang masih setia mematung di sisi tubuh Alice
" sayang " ucap Alice memeluk tubuh Edwards dengan lembut
" apakah itu kamu ? " ucap Alice dengan suara parau yang masih bisa di dengar Edwards
" a..apa " ucap Edwards yang binggung apa yang di maksud Alice
" aku bermimpi "
" seorang wanita memeluk tubuh kamu, dan kalian berciuman "
" aku melihatnya, dan wanita itu melihat ke arah aku dengan senyum kemenangan, aku melihatnya seperti itu "
" dan itu menyakiti hati dan perasaan aku , mas " ucap Alice masih dengan sesegukan
Edwards masih mencerna ucapan dari isterinya, kapan itu terjadi, jika di masa lampau, memang pernah almarhumah isterinya mengalami hal serupa yang menyebabkan hubungan suami-istri mereka retak akibat ketidakpercayaan dari almarhumah terhadap Edwards, bahkan musuh Edwards berhasil menjalankan misinya untuk menghancurkan kehidupan Edwards, hingga menyebabkan Edwards harus kehilangan putra pertamanya, dan isterinya di waktu yang sama, dan butuh waktu bagi Edwards untuk melampaui masa-masa keterpurukan Edwards atas kehilangan orang-orang yang dia sayangi dan cintai.
Untuk itu, di masa sekarang Edwards sangat berhati-hati memilih orang-orang yang berada di dekatnya dan isterinya sekarang, untuk yang baru saja dituduhkan oleh Alice terhadap Edwards, Edwards merasa mungkin itu yang juga terjadi pada Alice di masa lalunya, dan tentu saja dengan kekasih Alice sebelum Alice mengalami kecelakaan
" kamu sedang bermimpi buruk, sayang " ucap Edwards berusaha menenangkan isterinya sambil mengelus-elus punggung Alice dengan telapak tangannya dengan gerakan lembut, dan itu berhasil membuat Alice merasa nyaman ,
" sungguh " ucap Alice menatap manik mata suaminya tercinta, dan Edwards menganggukkan kepalanya, Edwards mengulum senyuman di wajahnya melihat wajah Alice yang begitu nampak imut saat ini meskipun bola matanya memerah, hidungnya masih Kembang kempis akibat masih ada sisa cairan di hidung nya,
" jangan pernah memeluk wanita lain "
" aku tidak mau "
" aku tidak suka " ucap Alice masih dengan suara parau, bahkan sesekali suara sesegukan nya keluar sendiri tanpa bisa Alice hentikan, dan Edwards masih mencoba menahan diri agar tidak tertawa
" iya, my lovely " ucap Edwards tanpa memalingkan tatapan matanya
" promise " ucap Alice dengan puppie eyes
cup.... kecupan mendarat di dahi Alice, tentu saja Edwards pelaku nya
" of course, honey "
" you're the only one , sweatheart "
" only you "
" trust me, please " ucap Edwards yang terus berbicara tanpa memalingkan tatapan matanya , menatap lekat manik mata sang isteri yang sudah seperti mata panda
Alice memeluk tubuh suaminya dengan posesif, seakan-akan Edwards akan pergi meninggalkan dirinya, gerakan Alice tentu saja membangunkan adiknya Edwards .
ck....kamu nakal yah , sayang, gumam Edwards di dalam batinnya
" sayang " ucap Edwards dengan suara serak yang terdengar begitu seksi
" iya " ucap Alice singkat, dan Edwards menekan tubuh Alice semakin erat, meminta lebih dari sekedar pelukan
" mas "
" terlalu ketat pelukan nya, sesak nafas nih " gerutu Alice sambil mengerucutkan bibirnya
" Hm " ucap Edwards hanya berdehem saja tanpa mengurangi tekanan pelukannya, bahkan semakin bebas tangan Edwards bergerilya di tubuh Alice
" mas, geli " ucap Alice dengan puppie eyes, yang membuat Edwards tersenyum melihat binar mata Alice yang begitu memabukkan bagi Edwards. Bukannya menghentikan aksinya, Edwards semakin intens memberikan sentuhan kepada Alice yang membuat Alice mencoba memberikan jarak di antara mereka.
" sayang "
__ADS_1
" aku , "
" aku mau kamu " ucap Edwards dengan suara serak yang semakin menambah terkesan seksi di telinga Alice
" aku juga mau kamu " ucap Alice dengan polosnya, membuat Edwards mengembangkan senyuman di wajah tampannya, honeymoon di dalam jet pribadi, melakukan hal yang memabukkan bagi mereka, yah... luar biasa untuk di coba , begitu bayangan yang menari - nari dalam khayalan Edwards
" ayo " ucap Edwards dengan antusias
" ok "
" ayo " ucap Alice lagi dengan polosnya, Alice segera mengajak Edwards kembali untuk rebahan di kasur nyaman di dalam jet pribadi milik keluarga Winston, Edwards segera ingin melancarkan aksi ***' - ***' di dalam pikirannya, namun tersentak dengan ucapan Alice yang dengan polosnya mengucapkan kalimat yang membuat Edwards nge blank
" ayo "
" kita bobok, sayang " ucap Alice dengan polosnya, menarik tubuh Edwards untuk tidur di sisinya, dan berada di dalam dekapan Edwards dengan memejamkan kedua matanya Alice sudah mulai berlabuh ke pulau mimpi
krik.....krik.....krik......
Edwards masih mencerna kalimat Alice, lalu Edwards segera tertawa ringan ketika menyadari bahwa kalimat ajakan mereka satu sama lain memiliki tujuan yang berbeda, Edwards melupakan bagaimana polosnya Alice seperti bocah kecil yang harus diajarkan berbagai hal, seperti kertas putih kosong yang harus di tulis agar memiliki pemahaman akan sesuatu,
" astaga "
" aku harus semakin banyak mengajarkan kamu hal yang berbau unsur dewasa, sayang ku " ucap Edwards sambil mengelus puncak kepala Alice dan kemudian memberikan kecupan di sana, serta menghirup aroma shampoo yang menyeruak masuk ke dalam hidung Edwards
" baiklah "
" kita hanya akan tidur malam ini " ucap Edwards yang sudah ikut tenggelam dalam mimpinya
Ketukan di pintu kabin membuat Edwards terbangun, dengan langkah gontai Edwards memaksakan diri untuk segera menuju ke arah pintu kabin
" tuan "
" pesawat sudah melakukan pendaratan " ucap pramugari cantik berbicara dengan sopan, Edwards hanya membalasnya dengan anggukan kepala saja , dan melangkahkan kakinya kembali ke dalam menuju kamar mandi yang memang tersedia di dalam kamar jet pribadi ini. Melihat Alice yang masih terlelap, Edwards mengendong Alice ala bridal style untuk turun dari pesawat, menuju mobil mewah yang sudah siap menjemput mereka
" tidur lah lagi, honey " ucap Edwards, sambil mengecup puncak kepala Alice, dan Alice langsung memejamkan kedua matanya kembali, seharian harus menjadi ratu dalam pesta pernikahan membuat Alice sangat kelelahan, sehingga tanpa obat pun membuat Alice tertidur dengan lelap, oleh karena itu Edwards tidak memberikan obat yang biasa Alice konsumsi lagi, lagi pula obat yang sudah biasa Alice konsumsi perlahan-lahan sudah semakin kecil dosisnya untuk mengurangi efek jangka panjang, apalagi Edwards sudah merencanakan untuk memiliki buah hati secepat, yang tentu saja pengunaan obat yang biasa di konsumsi oleh Alice akan mempengaruhi perkembangan janin, Edwards tidak ingin itu terjadi.
Edwards sangat menjaga kesehatan Alice dan calon buah hati mereka, bahkan Edwards sudah mempersiapkan untuk program inseminasi demi mendapatkan anak kembar, itu juga atas banyak pertimbangan yang di pikirkan oleh Edwards, terkait kondisi Alice, apalagi sebelumnya Alice pernah melahirkan secara Sectio Caesarea atau yang sering di kenal dengan singkatan nya saja (SC ) dimana melahirkan dengan cara membedah perut ibu untuk mengeluarkan janin. Hal ini diketahui oleh Edwards atas informasi dari orang tua Alice.
Banyak juga wanita setelah melahirkan dengan cara SC bisa melahirkan dengan normal , namun dikarenakan kulit perut Alice sedikit tipis, beresiko jika memaksakan diri untuk melahirkan secara normal, dan hal itu tentu saja tidak diinginkan oleh Edwards. oleh karena itu Edwards merencanakan program inseminasi agar mereka mendapatkan anak lebih dari satu dalam satu kali proses Sectio Caesarea.
Setelah mereka berdua kembali beristirahat, pagi pun menyingsing, bahkan mentari sudah mulai nampak timbul dari ufuk timur, rona kemerahan pertanda mentari akan hadir semakin merona, sepasang pengantin yang sedang di mabuk cinta itu menyaksikan indahnya matahari terbit di pulau tempat mereka menghabiskan honeymoon setelah mereka berdua menyelesaikan ibadah wajib nya.
Secangkir teh hangat dan di temani cookies untuk sarapan pagi yang diinginkan oleh Alice, sedangkan Edwards memilih sandwich dan segelas kopi yang diinginkan oleh Edwards pagi hari ini.
" indah " ucap Alice
" iya, benar-benar indah " ucap Edwards
" aku begitu menyukai matahari terbit "
" seakan-akan aku sering melakukan hal ini "
" akan tetapi di tempat tinggal kita, dia tidak pernah muncul seperti ini " ucap Alice masih memandangi matahari kian bersinar terang
" kita akan sering melakukan perjalanan honeymoon di negara yang matahari nya selalu bersinar setiap harinya, kamu mau, my lovely " ucap Edwards
" apakah itu di Indonesia ? " ucap Alice dengan penuh semangat
" mungkin " ucap Edwards ragu-ragu sambil membuang pandangannya, menutupi perasaan yang tidak begitu nyaman akan permintaan Alice
" Oh "
" ayo lah, sayang ku "
" ajak aku ke Indonesia "
__ADS_1
" aku ingin merasakan bagaimana tinggal di sana "
" meski hanya beberapa hari saja " ucap Alice dengan puppie eyes menatap sang suami, bahkan Alice beranjak dari duduknya berpindah posisi untuk duduk di pangkuan sang suami
" Oh No "
" jangan lakukan ini, sayang "
" hanya untuk sekedar merayu aku " ucap Edwards yang berusaha menolak permintaan dari isterinya
" kata mami "
" kota kelahiran aku, begitu indah "
" mungkin aku tidak akan mengingat nya "
" akan tetapi aku suka dengan keindahan, kumohon " ucap Alice dengan bermanja-manja di tubuh suaminya
" ke negara Asia lainnya juga lebih indah, sayang "
" kita akan mencoba melakukan perjalanan di waktu aku akan meninjau perusahaan aku di sana, bagaimana ? " ucap Edwards melakukan penawaran
" yah "
" itu sih kamu nya kerja, sayang "
" dan aku akan kembali di tinggal "
" aku tidak mau " ucap Alice sambil mengerucutkan bibirnya
" bukannya kamu lagi semangat- semangat nya membuat usaha kamu maju nih "
" nanti aku suplai deh dana nya "
" supaya perjalanan bisnis kita, sekalian perjalanan penuh romansa, " ucap Edwards dengan menaikkan dan menurunkan alisnya menggoda sang isteri
" iya "
" harus begitu "
" aku harus ikut kemanapun kamu pergi "
" lagipula Darren sudah dewasa tentu saja kita sudah lebih leluasa melakukan perjalanan bisnis yang penuh romansa " ucap Alice sambil mengukir abstrak di dada bidang sang suami
" iya "
" kita harus menikmati perjalanan honeymoon kita sekarang, karena setelah ini kita harus segera ke dokter melakukan hal itu "
" aku tidak ingin menundanya " ucap Edwards dengan perasaan yang begitu bahagia
Bahkan senyuman mengukir di wajah tampannya, namun ternyata hal itu berbanding terbalik dengan Alice yang tidak menginginkan hal itu. Karena bagi Alice jika hal itu dilakukan , maka otomatis Alice akan sering ditinggal pergi sang suami dengan alasan perjalanan bisnis. Alice tidak suka hal itu, karena bagi Alice , Edwards adalah orang yang sangat dicintainya, dan Alice selalu ingin bersama Edwards.
*
*
*
*
*
*
πΊπΊ
__ADS_1