Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
Mau Boy Saja


__ADS_3

🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Seorang Theodore, putera tunggal dari Lord Cedric Harrison, dari keluarga ternama Harrison di kancah bisnis internasional, walaupun Theodore tidak mempublikasikan dirinya, kepada kalangan pebisnis di tingkat Asia, tapi tanpa embel-embel nama keluarga nya saja Theodore cukup terkenal di dunia bisnis Asia, tapi bukan itu yang membanggakan bagi Theo,. Hal itu tidak bisa dibanggakan oleh Theo jika berhadapan dengan sosok James Arthur **, Theo bukan apa-apa dibandingkan dengan James, dalam segala hal jika terjadi battle diantara mereka berdua tanpa nama besar keluarga. Oleh karena itu, malam hari ini, Theo yang terkenal arogan dan dingin kepada siapa saja, malam ini Theo harus mengiba hanya demi sosok Lolita, bukan karena Theo memiliki hubungan terlarang, atau pun hubungan dekat, namun Theodore memikirkan nasibnya jika sang ayah sampai tahu kondisi yang terjadi pada Lolita saat ini,


Bukan karena Lolita mempunyai hubungan dekat dengan ayah Theodore, namun sang ayah, tuan Cedric Harrison memiliki hutang budi terhadap Lolita yang berhasil menyelamatkan nyawa dari tuan Cedric Harrison, di saat-saat detik kematian Cedric, bukan karena Lolita seorang petugas medis, atau salah satu mahasiswi di dunia medis, namun karena Lolita memahami dan tahu teknik pertolongan pertama bagi orang yang mengalami gagal nafas, apalagi tuan Cedric Harrison memiliki riwayat asma, kebetulan di dalam tas Lolita memiliki p3k, dan obat asma milik Mami Lolita yang tertinggal di dalam tas Lolita. Sejak itulah tuan Cedric Harrison mengangkat Lolita menjadi anak angkatnya, dari sana mulai kedekatan Lolita dengan beberapa saudara Theodore, saudara sepupu Theodore, maupun saudara jauhnya, termasuk James Arthur **.


Jika ditanya, beberapa keluarga besar James sangat menyukai sosok Lolita, namun dengan alasan keyakinan ,yang membuat mereka untuk mengurungkan niat menikahkan putra mereka kepada Lolita, kecuali jika Lolita bersedia mengikuti keyakinan mereka.


" James, malam ini biar aku saja yang akan menjaga Lolly "


" aku berjanji, tidak akan terulang lagi "


" promise " ucap Theo dengan memelas dan serius, membuat James menghelakan nafasnya dengan berat


" ini rumah sakit, tolong hormati itu "


" tidak ada kata untuk terjadi kedua kalinya "


" terjadi sedikit saja keributan "


" aku sendiri yang akan mengusir kalian,dan mengatakan kondisi sesungguhnya kepada Daddy-nya Lolly " ucap James dengan tegas, kemudian James langsung meninggalkan mereka di depan ruang tunggu emergency room


" kalian dengar apa yang dikatakan James "


" kalian berdua pulang lah "


" aku yang akan menjaga Lolly disini " ucap Theo yang langsung segera duduk kembali , karena Theo sangat kelelahan malam ini, dan sangat mengantuk, Theo malas untuk berdebat kembali dengan dua pria yang menyebalkan bagi Theo.


Pernyataan Theodore membuat Bobby dan Evan terdiam, apalagi mereka sedikit terkejut melihat bagaimana cara Theo membujuk James dengan begitu sopan dan santun, padahal dari segi umur, Theo cukup senior dibanding James. Namun itu tidak terlalu dipikirkan oleh Evan maupun Bobby, mereka berdua terdiam karena mereka berdua sadar, Oleh karena tingkah kekanak- kanakan mereka, serta kemarahan mereka yang tidak tahu situasi dan kondisi mengakibatkan wanita yang mereka cintai berbaring lemah di meja operasi, bahkan memperburuk keadaan fisik Lolita dari sebelumnya


Dua orang perawat berjenis kelamin laki-laki, keluar dari dalam ruangan operasi di emergency room dengan mendorong emergency stretcher atau biasa nya di sebut brankar pasien menuju ruang rawat Lolita setelah memastikan kondisi Lolita yang sudah tersadar dari bius yang digunakan oleh dokter anastesi tadi saat melakukan operasi. Tanpa meminta izin Theo, Bobby ,dan Evan mengikuti gerakan perawat menuju lift khusus pasien


kedua orang perawat yang mendorong stretcher saling menatap, karena hanya satu saja yang diperbolehkan untuk ikut naik ke dalam lift


" kalian pulanglah " ucap Theo dengan malas


" aku mohon, izinkan aku "


" aku janji akan menuruti semua perintah kamu " ucap Evan dan Bobby secara bersamaan, membuat Theo terdiam, karena Theo sudah malas berdebat malam ini


" izinkan kami semua untuk ikut masuk, nurse " ucap Theo dengan singkat, membuat perawat mengalah walau tidak sesuai dengan peraturan, karena sebelumnya mereka sempat mendengar gonjang ganjing ghibah dari rekan mereka, dengan terpaksa mereka menurut saja daripada terjadi sesuatu lagi yang pasti berdampak buruk bagi mereka berdua


" dude " ucap Bobby


" Hm " ucap Theo hanya berdehem saja


" uncle Arthur ? " ucap Bobby dengan singkat tanpa menoleh


" aku sangat mempercayai James "


" kecuali jika kalian berulah lagi "


" James tidak pernah main-main dengan ucapan nya , apalagi ini menyangkut tentang Lolly " ucap Theo


" bagaimana dengan Lord ? " tanya Bobby, membuat Theo menghelakan nafasnya dengan berat


" aku yakin ,jika Daddy mengetahui keadaan Lolly "


" bisa-bisa aku akan menjadi kuah rendang " ucap Theo dengan berat, walaupun terselip kalimat candaan


................,..............****Tring****..............................


suara pintu lift terbuka, dan memperlihatkan dua bodyguard Theo yang sejak tadi menunggu kedatangan tuan nya sekaligus pasien yang menjadi tugas mereka untuk menjaganya, mereka berdua yang berdiri di depan kamar rawat inap Lolita, segera membuka pintu kamar yang berada tepat di depan mereka.


Harun dan Amelia sempat tertidur, terbangun karena mendengar suara roda emergency stretcher yang bergesekan di lantai


" biarkan kami yang memindahkan tubuh pasien " ucap Theo, dengan gerakan mendominasi Theo, Bobby, dan Evan memilih spot masing-masing,


begitu posesifnya ketiga pria ini, seandainya saja mereka mengerti bagaimana mengecek vital sign, dan tindakan medis lainnya, tentu saja mereka bertiga pasti melakukannya, di dalam batin para perawat laki- laki yang sempat mendorong stretcher,


satu perawat segera memeriksa laju cairan infus ,dan menyetel ulang tetesan cairan,


yang lainnya segera mengukur tekanan darah pasien,dan mengecek suhu tubuh melalui thermo gun, memeriksa kembali vital sign untuk memastikan kondisi pasien yang akan mereka tinggalkan dalam kondisi yang baik...


" nona "


" benar nama nona Lolita Maheswari ? " ucap perawat senior mencoba membangunkan Lolita dengan menepuk bahu lolita, membuat Lolita yang dalam keadaan setengah sadar menganggukkan kepala saja


" ini suami , nona ? "


" siapa nama nya nona ? " ucap perawat senior menunjuk ke arah Evan, membuat raut wajah Evan berubah menjadi sumringah, sedangkan Theo menatap tajam ke arah perawat senior


membuat perawat itu langsung bergidik ngeri,


sedangkan Bobby secara refleks akan memulai bertindak, yang tentu saja langsung di cegah Theo dengan menatap tajam ke arah Bobby


" siapakah nama ayahnya, nona ? " ucap perawat senior mengubah haluan pertanyaan


" Harun " ucap Lolita dengan lemah


" baik "

__ADS_1


" anda boleh kembali istirahat ,nona " ucap perawat senior dengan sopan. Setelah memastikan kondisi pasien aman , kedua perawat segera berpamitan keluar dari kamar rawat inap Lolita


Harun yang sudah terbangun segera mendekati anak perempuan nya, tanpa terasa tetesan air mata mengalir di pelupuk matanya yang sudah berkeriput di beberapa sudut wajah


" Dad " ucap Lolly lemah


" Hm " ucap Harun ,sambil menghujami wajah Lolita dengan kecupan


" tidur lah ,nak "


" Daddy akan ada disini untuk menemani kamu " ucap Harun dengan lembut. Sesungguhnya Lolita sangat ingin mengatakan kalau dirinya merasa sangat kelelahan, dan meminta Harun untuk menemani dirinya saat ini, Lolita hanya membutuhkan Harun, namun melihat wajah sang ayah nya yang tidak muda lagi itu sudah terlihat kelelahan, Lolita menyingkirkan keegoisan nya


" Daddy temani Lolly "


" Lolly takut ,Dad " ucap Lolita dalam benaknya saja, dan hanya ada di dalam benaknya saja, Lolita tidak sanggup mengatakan hal itu kepada sang ayah secara gamblang, karena usia sang Daddy juga lah yang ,membuat Lolita mempertimbangkan kembali untuk tidak mengucapkan keinginan nya


" Dad "


" kalian berdua pulanglah terlebih dahulu "


"mau ke ruko "


" atau mau ke mansionnya Asha dan abang Theo "


" terserah Daddy dan Mami


" istirahat lah disana lebih nyaman daripada disini "


" nanti Daddy dan Mami bisa besuk Lolly lagi, besok " ucap Lolita dengan suara yang lemah dan nyaris tidak terdengar , mau tidak mau Harun menuruti permintaan anak gadisnya dengan perasaan yang sangat berat, meninggalkan Lolita di dalam ruangan rawat inap ini. Namun Harun memikirkan kesehatan isterinya juga, yang tentunya tidak muda lagi, isteri nya pasti sangat kelelahan, sehingga Harun segera mengajak Amelia menuruti kehendak anaknya pulang bersama Asha menuju mansion Theo dan Asha


" bang " panggil Lolita masih dengan suara yang lemah, di saat Harun, Amelia,dan Asha sudah keluar dari ruangan rawat inap Lolita, secara refleks Bobby mendekati bibir kasur pasien dengan tersenyum


" abang Theo " ucap Lolita lagi, membuat Theo menghentikan langkah Bobby, kemudian Theo mendekati bibir kasur pasien,


" bang "


" tolong abang panggilkan Boy "


" Lolly mau Boy yang menemani Lolly malam ini " ucap Lolita dengan suara yang sangat lemah


" kenapa, Lolly ? " ucap Theo dengan lembut


" Lolly takut, bang " ucap Lolita jujur, tak terasa airmata nya mengalir dengan sendirinya, Theo yang mendengarkan pernyataan dari Lolita menghelakan nafasnya dengan berat, sambil menghapus jejak airmata di pelupuk mata Lolita


" abang disini jagain kamu, dik "


" tidak akan ada yang menyakiti kamu lagi "


" promise "


" Hm "


" sebaiknya kalian segera tidur "


" kalian lelah, dan aku lelah "


" kasihan Lolly ,jika kalian akan kembali berkelahi " ucap Theo dengan suara sangat kecil, takut Lolita terbangun, namun penuh dengan penekanan , terlihat dari tatapan mata Theo yang semakin tajam seolah-olah menguliti Evan dan Bobby. Theo juga seperti tahu yang akan di katakan dan dipikirkan oleh kedua pria tampan yang berada di dalam ruangan


" biar aku yang tidur di sini, mendampingi Lolly "


" silahkan kalian pilih "


" itu ada satu tambahan kasur buat kalian istirahat " ucap Theo yang sudah memprediksi


jika Evan dan Bobby pasti akan ikut menginap di kamar rawat inap Lolita. Semua para pria pun samay lelah, hari ini adalah hari yang panjang bagi mereka semua, malam yang panjang bagi mereka semua, kemudian mereka terlelap dengan sendirinya karena kelelahan yang melanda tubuh mereka yang meminta untuk segera diistirahatkan.


Pagi kian menyingsing, sinar matahari masuk melalui cela- cela kaca, namun gorden yang menutupi jendela bewarna gelap, seakan-akan hari masih saja malam.


............. ceklek.........


pintu ruangan rawat inap Lolita terbuka,


" Loh "


" kenapa ada uncle ?"


" ada Daddy Rio " ucap Boy didalam benaknya, padahal semalam terakhir dia izin kembali ke kamar rawat inap nya hanya Bobby yang berada di sisi Lolita, apa ada sesuatu yang terlewatkan oleh dirinya


pintu kembali terbuka, kali ini perawat jaga yang datang


" selamat pagi " sapa perawat jaga wanita dengan sopan


" iya "


" selamat pagi, suster " ucap Boy dengan sopan


" Hm "


" bolehkah saya memeriksa kondisi pasiennya ? " ucap perawat dengan sopan


" iya , silahkan suster " ucap Boy

__ADS_1


" nona " ucap suster dengan nada lembut membangunkan Lolita, membuat Lolita melenguh dan berusaha membuka mata nya,begitu pula dengan Theo


" saya meminta izin untuk mengecek tekanan darah anda ,nona " ucap perawat sambil meletakan digital sphygmomanometer di lengan atas Lolita dan Thermo gun di dahi Lolita


" apakah anda ada keluhan,nona ? " ucap perawat lagi dengan nada yang sopan


" tubuh saya merasakan nyeri ,suster "


" akan tetapi saya tidak tahu bagian yang mana "


" semalaman saya sulit untuk tidur , saya paksakan saja untuk tertidur, karena secara bersamaan saya merasa sakit di sekujur tubuh, dan sangat kelelahan " ucap Lolita dengan suara rendah


"baik "


" saya akan segera melaporkannya kepada dokter jaga ,nona "


" sebaiknya sekarang anda segera meminum obat ini setelah sarapan pagi "


" namun anda sarapan pagi dan diperbolehkan minum setelah anda sudah flatus yah,nona " ucap perawat jaga dengan nada suara yang lembut


" flatus apa itu,suster ? " ucap Boy dengan penasaran


" Oh "


" flatus atau flatulensi "


" itu bahasa medis dari kata kentut, dik " ucap perawat dengan serius


" Mommy " ucap Boy dengan tertawa, Theo pun ikut tertawa menatap wajah cantik Lolita, sedangkan orang yang ditertawakan menahan malu yang luar biasa


" baik lah "


" permisi, nona "


" tuan " ucap perawat dengan sopan


" suster "


" bolehkah saya meminta bantuan anda ? "


" saya mau mandi dan lainnya "


" saat ini yang menjaga saya semua nya laki- laki " ucap Lolita dengan pelan


" baik nona "


" saya akan membantu anda sebentar lagi , nona "


" saya mau memberi tahu rekan saya terlebih dahulu "


" permisi " ucap perawat dengan sopan


" bang "


" kalau abang mau pulang "


" tidak apa-apa "


" sudah ada Boy yang akan menemani Lolly disini " ucap Lolita dengan sopan, membuat Theo nampak menimbang apa yang diucapkan oleh Lolita ,dan akhirnya Theo terpaksa meninggalkan kamar rawat inap Lolita setelah mengirimkan pesan kepada James.


Dua perawat perempuan membantu Lolita membersihkan tubuhnya,


karena Lolita belum di perbolehkan untuk bergerak secara leluasa, disebabkan oleh cidera nya belum di periksa secara menyeluruh...


...........................Tut...................


Boy langsung tertawa,karena mendengar suara seruling sakti dari Lolita, bukannya merasa tersinggung, Lolita malah ikut tertawa bersama Boy, sehingga membuat Bobby terbangun.


Bobby berusaha mengumpulkan kesadarannya, setelah bangun tidur, Bobby mendekati Lolita setelah membasuh wajahnya dan menyikat gigi


" morning, sweet heart " ucap Bobby sambil menghujami wajah Lolita dengan kecupan


Evan yang juga terbangun ,melihat kemesraan Bobby dan Lolita melalui kaca wastafel mencoba menahan amarahnya


" morning, my Queen " ucap Evan sambil menghujami wajah Lolita dengan kecupan


................... Glek.....Glek...................


suara air ludah tertelan di tenggorokan Boy dan Lolita secara bersamaan.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🍒🍒


__ADS_2