Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
malam lamaran


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah acara lamaran yang penuh haru, para penghuni mansion ber swafoto dengan calon pengantin, termasuk para bodyguard dan para pelayan mansion tanpa terkecuali. Cristian , Benedict, bahkan Daniel ikut menyemarakkan acara lamaran ini, tanpa memperdulikan tatapan Edwards yang menatap tajam ke arah mereka yang ikut berhimpitan di antara Edwards dan Alice, alhasil hasil foto yang di gadang - gadang harus formal mendadak riweh dengan sikap anak buah dari masing-masing asisten pribadi Edwards, tingkah kocak salah satu bodyguard Edwards menambahkan kesan absurd.


Valerie dan Thomas tertawa terbahak-bahak sangking lucu dengan tingkah laku para orang yang ikut memeriahkan acara lamaran ini, belum pernah terjadi acara yang menyatukan berbagai lintas generasi, lintas genre, dan lintas profesi yang masih dibawah naungan keluarga besar mereka, Valerie dan Thomas hanyut dalam suka cita, mereka bahkan tidak mampu menahan laju airmata kebahagiaan yang mengalir dengan sendirinya, sedangkan orang tua dari Alice memandang wajah cantik Alice dengan penuh kerinduan,


Airmata yang mengalir deras di kedua pipinya , airmata penuh makna, dikatakan bahagia itu benar, dikatakan sedih itu juga benar, dikatakan haru juga benar, tidak pernah menyangka kehidupan Alice akan menjadi begitu penuh konflik seperti ini, namun demi melihat anaknya hidup dan bernyawa sang ayah harus sedikit kejam dengan orang lain yang juga mencintai Alice di masa lalu nya, karena hanya satu bagi sang ayah pahami, semua jalan hidup yang Alice lalui pasti atas kehendak Allah, hanya atas kehendaknya lah Alice masih bisa bernafas dan menjalani kehidupan ini.


Setelah menyelesaikan acara di stage yang penuh kekocakan , bahkan area halaman belakang mansion sudah kian gemerlap dengan lampu yang semakin terang memenuhi setiap sisi, seperti sebuah event besar, beberapa penghuni mansion menyumbangkan sebuah lagu yang dapat menghibur dan meramaikan acara malam ini, Edwards mengajak Alice untuk turun dari stage bersama Darren untuk menemui Valerie dan Thomas dan kedua orang tuanya Alice.


Valerie menyambut calon menantu nya dengan pelukan penuh cinta dan mencium Alice dengan sangat sayang, begitu juga dengan Thomas. Dan kini Alice memandang wajah pria paruh baya di hadapannya yang sejak tadi tidak henti menyeka airmata yang mengalir deras di kedua pipinya, namun Alice tidak langsung mendekati pria paruh baya dan pasangan nya


" sayang "


" siapa mereka berdua "


" Hm "


" mereka berdua juga ikut berfoto dengan kita tadi kan " ucap Alice berbisik di telinga Edwards , namun masih bisa terdengar oleh semua orang


" sayang "


" mereka berdua..."


" adalah kedua orang tua kamu, sayang " ucap Edwards dengan memeluk tubuh Alice, takut Alice akan shock, dan memang benar sesuai dengan prediksi Edwards Alice terkejut dengan ucapan dari Edwards, namun pelukan Edwards cukup membuat Alice tenang beberapa waktu, Alice mengintip pria paruh baya itu dan pasangan yang saling memberikan kekuatan, Alice mengedipkan matanya melihat apakah mereka sungguh-sungguh kedua orang tuanya, karena Alice merasa sangat asing dengan mereka berdua. Edwards membimbing Alice mendekati kedua orang tuanya Alice dengan menggenggam telapak tangan Alice


" siapakah anda , tuan ? " ucap Alice dengan lembut


" a - a - a aku "


" ayah mu, nak " ucap Harun dengan terbata-bata menahan suara isak tangisnya, begitu pun juga dengan isterinya yang menahan suara tangisnya


" benarkah " ucap Alice menatap wajah tampan Harun yang kian menua, dan Harun hanya sanggup menganggukkan kepalanya saja untuk menjawab pertanyaan dari Alice. Alice yang pada dasarnya sangat melankolis melihat pria dan wanita paruh baya di hadapannya menangis , membuat Alice ikut menangis dengan pilu, sambil berjalan mendekati kedua orang tuanya, memeluk tubuh mereka secara bersamaan, dan Harun langsung merengkuh tubuh mungil anaknya dalam dekapannya menangis dengan sangat pilu, hingga membuat suasana meriah langsung hening seketika


Amelia memeluk tubuh Alice yang ada di dalam dekapan Harun, membuat suasana semakin penuh kesedihan,


" jangan menangis "


" maafkan aku " ucap Alice menyeka airmata Harun dan Amelia secara bergantian, namun Harun dan Amelia tidak mampu menjawab ucapan Alice, mereka masih saja larut dalam tangis mereka. Harun dan Amelia butuh waktu untuk menenangkan diri dari rasa rindu, rasa bahagia dan rasa sedih yang hadir secara bersamaan, dan itu membuat semua orang mengerti , sampai dimana Alice mengajak kedua orang tuanya untuk duduk dan meminta Edwards memberikan Harun dan Amelia minum air mineral yang mungkin bisa menenangkan kedua orang tuanya Alice, dan bersyukur nya itu sedikit membantu , terbukti Harun dan Amelia sudah mulai tenang


" aku menyapa kalian dengan apa ? " ucap Alice dengan hati-hati


" maafkan aku "


" karena aku belum bisa mengingat apapun "


" termasuk kalian " ucap Alice dengan menundukkan kepalanya


" tidak apa-apa, nak "


" melihat kamu sehat, sudah cukup bagi Daddy dan mami " ucap Amelia mewakili Harun yang sudah tidak mampu berkata apa-apa


" Oh "


" Daddy " ucap Alice menatap wajah tampan Harun yang sudah menua, membuat Harun menitikkan airmata tanpa mampu dia tahan, dan Alice harus memeluk tubuh Harun lagi, begitu juga dengan Amelia, dan Alice kembali memeluk tubuh Amelia.

__ADS_1


" maafkan aku "


" kalian begitu mencintai aku, tapi aku tidak mampu mengingat kalian " ucap Alice dengan terisak-isak, suasana kembali penuh tangisan pilu dari mereka bertiga, dan kali ini membuat Valerie ikut menangis, begitu pun juga dengan para penghuni mansion Edwards , terutama para wanita yang sudah ikut menangis bombai


dalam pelukan mereka bertiga saling menguatkan, dan akhirnya mereka sudah mampu menenangkan diri mereka masing-masing, dan memulai makan malam yang sedikit kemalaman akibat drama terakhir, namun berakhir dengan penuh sukacita, karena acara kembali dengan penuh canda dan tawa. Alice pun larut dengan kebahagiaan, meskipun Alice sudah tertidur dalam pelukan Edwards.


" Alice memang seperti itu, tuan Harun "


" dia tidak mampu tidur terlalu larut malam "


" pasti dia akan tertidur meskipun dalam keadaan apapun " ucap Valerie ,karena merasa tidak enak melihat Alice yang berada dalam dekapan Edwards


" Oh "


" tidak apa-apa, nyonya "


" Lolly memang seperti itu sejak dahulu."


" dia tidak akan tahan tidur larut malam, bahkan jika sudah tertidur gempa pun tidak akan membangunkan Lolly jika dia sudah tertidur " ucap Harun dengan suara yang sudah parau


" maafkan aku "


" aku akan tetap menyapa anakku dengan Lolly " ucap Harun yang baru tersadar jika dia tidak menyapa Alice seperti lainnya


" Ah "


" tidak apa-apa ,tuan "


" tidak masalah "


" lagipula kami tidak pernah menutupi identitas diri Alice "


" iya, aku paham itu " ucap Harun


" aku berterimakasih karena Lolly berhasil terselamatkan " ucap Harun kembali


" Edwards "


" bolehkah Lolly tidur dengan kami berdua " ucap Amelia dengan hati-hati


" terus terang kami masih sangat merindukan Lolly "


" masih tidak menyangka jika Lolly masih bisa kami lihat, dan kami sentuh " ucap Amelia yang kembali berkaca-kaca


" aku memang ibu sambung Lolly "


" akan tetapi aku juga lah yang mengurus Lolly sejak dia berusia sepuluh tahun "


" rasa kasih ku sangat besar kepada anak perempuan ku " ucap Amelia dengan sendu. Edwards sangat keberatan sebenarnya namun kode mata dari Valerie dan Thomas membuat Edwards harus merelakan Alice kembai bersama kedua orang tuanya Alice


" baiklah " ucap Edwards dengan lemah, yang tentu saja membuat Thomas tertawa yang diikuti oleh Valerie


" sudah lah, Ed "


" kamu pasrah saja "

__ADS_1


" toh, paling lama satu minggu lagi acara ijab kabul kalian akan segera terlaksana, maka dengan otomatis Alice akan selalu dalam ranjang yang sama dengan kamu mulai dari hari itu dan selamanya " ucap Valerie dengan tertawa, menggoda putera nya, dan tawa Valerie menular ke para tetua lainnya termasuk Harun, Namun tidak dengan Darren karena dia berpikir mengapa namanya tidak disebutkan dalam daftar nama yang halal untuk diikutsertakan dalam label halal tidur bersama Alice


" kenapa dengan kamu, Darren ? " ucap Thomas dengan mengernyitkan dahi nya


" hanya Daddy yang grandma sebutkan tadi "


" kok tidak dengan Darren juga " ucap Darren dengan polosnya


" what's ! " ucap Edwards, dan tentu saja membuat semua orang tertawa, menertawakan keluguan Darren


" iya "


" ini sungguh tidak adil lah bagi Darren " protes Darren dengan wajah kesalnya


" maksud kamu ? " ucap Valerie dengan mengernyitkan dahinya


" iya "


" tidak adil bagi Darren, grandma "


" kan Darren yang mendapatkan mommy "


" yang pasti Darren lebih berhak bersama mommy " ucap Darren dengan nada suara yang terlihat kesal, dan itu berhasil membuat semua orang tertawa lepas, dengan tingkah Darren


yang seperti bocah lima tahun memperebutkan mainan,


" yah "


" bagus itu "


" kamu yang mendapatkan mommy dan Daddy yang memiliki mommy, impas kan untuk kita berdua " ucap Edwards dengan pongah, dan membuat Valerie mencubit lengan Edwards yang bukannya bersikap mengalah, malah bersikap pongah yang membuat cucunya menundukkan wajahnya


" tenang lah Darren "


" jika Daddy kamu bersikap pongah lagi "


" maka grandpa tidak akan sungkan mengirim Daddy kamu ke Antartika bila perlu ke Antariksa sekalian " ucap Edwards dengan santainya, dan tentu saja membuat semua orang tertawa, namun tidak dengan Edwards yang mendadak kesal dengan penuturan sang Daddy


" baiklah "


" Alice mommy kesayangan kamu, dan isteri kesayangan Daddy " ucap Edwards dengan nada lemah, mengakui kekalahan di hadapan semua orang, dan dengan spontan membuat semua orang kembali tertawa, sedangkan Darren kembali tersenyum bahagia. Acara masih berlanjut beberapa jam , setelah Alice dipindahkan ke dalam kamar, dan berakhir ketika Harun dan Amelia sudah tidak mampu menahan kantuk nya lagi


Sedangkan para penghuni mansion lainnya masih menikmati malam panjang ini hingga dini hari, yang bahkan Darren mengajak para sahabatnya untuk datang ke mansionnya Edwards. Jika ditanya acara apa malam ini, Darren hanya mengatakan bahwa ini acara diperuntukkan untuk perayaan anniversary Valerie dan Thomas, dan para sahabat Darren percaya saja, meskipun tersirat ada kecurigaan di dalam batin beberapa dari mereka.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🌺🌺


__ADS_2