
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Setelah pertemuan Bobby dengan kolega yang dia kenal sejak kecil, yang dia sapa dengan abang,...
yang umurnya di bawah Theo, namun di atasnya,kenapa Bobby hanya menyapa Theo hanya dengan semua nama, karena Theo asli bukan orang pribumi, sedangkan tuan Kenzie perpaduan dua negara, sang ibu termasuk orang ketimuran, yang mewajibkan tata Krama dalam keseharian anaknya, di dalam ruang lingkup negara yang memiliki nilai kesopanan , sikap menghormati, baik dalam bertutur kata masih sangat kental bagi sang ibu tuan Kenzie, begitupun dengan Bobby
walaupun hanya beda satu tahun, atau hanya beberapa bulan sekalipun, harus menyapa abang, kakak, akang , mas, aak, dan lainnya', menurut sapaan masing-masing daerah
namun sedari awal Bobby mengenalnya, sudah menyapa Kenzie abang, hingga saat ini dia menyapa nya seperti itu,sama seperti sapaan teman baiknya Darren,
tuan Kenzie memenuhi janjinya, dan Bobby berlagak tidak melakukan apa-apa, padahal, dia sudah siap melakukan segala sesuatu rencana dengan matang, demi mematahkan rencana jahat sang Mommy , Bahkan Daddy nya sekarang yang ikut terhasut sang Mommy sambung
harusnya Melani tidak bersikap seperti itu, padahal kalau di timbang- timbang, dirinya sebelum masuk di dalam keluarga besar Ubaidillah bukanlah siapa-siapa, hanya rakyat jelata yang beruntung karena berhasil menyingkirkan sang isteri sah dari tuan Ubaidillah, kenapa dia menyayangi Bobby, itu yang masih tanda tanya sampai saat ini, entah karena dia memang tidak memiliki anak, karena ada masalah pada rahimnya, saat dia muda, hingga saat ini dia tidak bisa mendapatkan keturunan
hubungan Bobby dan Lolita masih baik- baik saja, namun memang sudah dirasakan oleh Lolita, sudah jarang dirasakan kehadiran sang kekasih di rukonya, namun mereka selalu bertukar cerita melalui sambungan video call, atau telepon,dan lain sebagai demi mengobati rasa kangen yang menggerogoti hati mereka
Lolita juga wanita super sibuk, dengan mengurusi kedua anaknya, yang masih butuh perhatian dan Lolita menunjukkan loyalitas nya sebagai seorang ibu dan seorang pebisnis,tidak dipungkiri banyak peran dari sang kekasih nya lah, maka usaha yang dia geluti saat ini berkembang pesat,
hanya saja, bertemu klien, yang berbeda genre darinya, membuat dia sedikit kewalahan jika sang klien merubah haluan pembicaraan, dari urusan bisnis merambah ke urusan pribadi, pintar- pintar Lolita bersilat lidah agar klien tetap mau melakukan kerjasama tanpa memutuskan secara sepihak, tanpa melibatkan urusan pribadi
itu sulit, sangat sulit, tapi dia harus berusaha lebih gigih, karena untung dari usaha nya, dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya, dan menggaji para karyawan nya,
memang masih terbilang sedikit untuk tingkat usaha masih tingkat mikro, yang lumayan mulai merambah naik ke makro, tapi yah namanya usaha kecil ada- ada saja badai menghantam, sebisa mungkin berusaha untuk tetap bertahan,. jangan sampai tumbang
*
*
*
*
Hari dimana Lolita, dan kedua putera nya bertolak ke kota S***, kota yang selalu menjadi kota yang dirindukan oleh Rio, disana para sanak keluarga, berkumpul meski menjelajahi sebagian benua di seluruh dunia, mereka pasti akan pulang ke tanah kelahirannya,
mereka di sambut dua keluarga besar, walaupun Zubaidah sudah sedikit ada segan pada mantan menantu nya, tapi dia masih bersikap normal seperti biasanya, namun tidak seakrab seperti dulu saat Lolita masih menyandang status isteri sah bagi Evan
tapi itu tidak mengapa bagi Lolita, Toh, dia sendiri sudah tidak ada rasa ingin memiliki Evan, rasa ingin membina hubungan yang lebih serius dengan Evan, ada sebait perasaan yang harus dia jaga, ada sosok yang dia rindukan kala berjauhan yang selalu menemani nya di kala dia belajar hidup di kota asing,saat dia belajar untuk hidup mandiri, dengan mengasah kemampuan nya dalam berbisnis dalam tingkat mikro
Rio memeluk setiap orang yang menjemput kedatangan nya, begitu juga dengan sang abang, yang mengekori kemana tubuh sang adik berlabuh
" bang..."
" ayo...."
" kenapa malu - mau...."
" ini oma kita, loh..." ucap Rio yang tidak rela dengan sikap sang abang yang terkesan sungkan untuk beramah-tamah dengan keluarga Hamid,
padahal kalau Rio perhatian dengan seksama, nyonya Zubaidah tidak terlalu respect dengan Boy, apa lagi dengan status Boy yang hanya seorang anak adopsi, bahasa kasarnya, anak pungut Lolita yang diambil di jalanan, sungguh ironis, tapi itu kenyataan yang harus ditelan Boy bulat- bulat,
__ADS_1
tapi Lolita memperlakukan Boy dengan sangat baik, tidak ada perbedaan kasih sayang yang dia curahkan kepada kedua putranya, jika Rio salah maka Rio yang akan diberi wejangan, jika Boy yang salah, dia akan mendapatkan wejangan yang lebih dari Rio, karena dia sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana yang baik dan tidak baik,
seorang abang, harus mampu mengayomi sang adik, sang adik harus menghormati sang abang, inilah yang selalu Lolita ajarkan kepada kedua putra kesayangannya
ada kisah yang akan diukir dalam pertemuan kedua keluarga yang dikemas apik oleh dua belah pihak, agar Lolita dan Evan mau terbuka tentang persoalan mereka berdua yang tak berujung,
baik Hamid dan Harun tidak ingin anak-anak mereka salah jalan, walaupun sudah cukup mengerti yang mana yang salah yang mana yang benar, apalagi mereka sudah memiliki anak, mereka sudah harus menjadi contoh yang baik bagi putera mereka,
Hamid dan Harun, harus tegas kali ini dengan Evan dan Lolita, karena akan mempengaruhi image kedua keluarga,nama baik kedua keluarga, dan harga diri cucu nya kelak, jangan lagi menjadi cemoohan dari orang lain,yang hanya menghina , menghakimi tanpa tahu permasalahan yang sesungguhnya terjadi
acara rekreasi kedua pihak keluarga, yang kali ini, Harun meminta ,agar dirinya yang akan menjadi penyuplai dana acara kali ini, akan tetapi seperti biasa, akan tetapi sikap dan sifat dominan Hamid tidak terbantahkan, tanpa penolakan yang cenderung pemaksaan, membuat Harun tidak dapat berkutik
wajar saja ada sifat itu pada diri Evan, lah orang bapak nya saja begitu, apalagi anaknya ...
begitupun Rio yang sedikit banyak telah Nge- copy paste sikap dan sifat Evan tanpa dia sadari, makanya Lolita terkadang mencoba memperingatkan Rio jangan terlalu di pupuk sikap itu, yang bukan hanya akan merugikan orang lain, namun dirinya sendiri akan turut dirugikan jika terlalu mendalami sikap itu
*
*
*
*
Sidang pertama dari kedua pihak keluarga, pasca perceraian mereka,
tentu saja hanya di hadiri para orang tua dari pihak masing-masing,dan buya Yahya beserta isteri sebagai penengah dari konflik antara Evan dan Lolita yang belum selesai
setelah mereka duduk dengan membentuk lingkaran, dimana Lolita diapit kedua orang tuanya, begitu juga dengan sang mantan suami Lolita, dan Buya Yahya berasa tepat di samping isterinya, lebih tepatnya berada di antara kedua pihak keluarga
" begini, nak..." ucap Hamid membuka awal percakapan mereka, setelah mengucapkan salam dan kalimat ramah tamah nya
" Hm...."
" Daddy persilahkan untuk Evan menjelaskan duduk permasalahannya kalian ...."
" boleh..." ucap Hamid menatap manik mata mantan menantu nya
" Oh..."
" silahkan...."
" Lolly malah mengucapkan terimakasih, ..."
" Daddy dan Mommy , mau bersikap terbuka dengan Lolly, ..."
" masih mau baik sama Lolly, tentu saja Lolly tidak berkeberatan jika di beri kesempatan untuk kami, dan kita membahas tentang Rio..."
" toh, Daddy dan Mommy akan selalu menjadi opa dan oma Rio,..."
__ADS_1
" mas Evan, juga adalah ayah kandungnya Rio,..."
" wajar saja jika kita mau membahas tentang masa depan Rio...."
" Lolly sangat bahagia, Daddy dan Mommy masih baik sama Lolly..." ucap Lolita sedikit intro dengan nada suara yang sopan dan lembut
" Van...." ucap Hamid yang kini menatap wajah sang anak
.. Evan mencoba mencari kata- kata yang tepat, yang akan dia gabungkan menjadi rangkaian kata yang tepat, dan dapat diterima oleh Lolita
" Lolly...."
" bisakah kita kembali merajut kasih, menjalin rumah tangga kembali yang belum terputus..."
" untuk rujuk..." ucap Evan dengan sangat lembut, yang terkesan membujuk
Lolita tahu arahan maksud Evan akan selalu menjurus kembali tentang makna kata
" menjalin rumah tangga kembali yang belum terputus..."
" rujuk..."
" maksud mas, apa....."
" belum terputus?..." ucap Lolita mendengar rangkaian kata yang cukup ambigu bagi nya
" secara legalitas, kita memang sudah resmi bercerai, dan dinyatakan bercerai..."
" namun dalam agama, ucapan talak dari mas, itu hanya satu kali yang dibenarkan oleh syariat agama kita..."
" kamu masih halal bagi mas,..."
" dan kita masih bisa kembali membina hubungan suami istri kembali, ..."
" asal kamu mau rujuk kembali dengan aku..." ucap Evan masih dengan nada suara yang sama, dan kali ini sedikit serius, menatap wajah mantan isteri nya, menyatakan keseriusannya melalui manik mata,
Lolita menatap sang mantan suami, yang masih mengiba cinta padanya, Lolita memejamkan kedua matanya, melakukan inhale dan exhale, agar dia bisa mencari kalimat yang tepat tidak melukai lawan bicara nya
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
ππ