
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Penyesalan akan selalu datang terlambat, dan akan menjadi akhir , namun bisa juga itu akan menjadi titik balik seseorang untuk melangkah ke arah yang lebih baik,
meskipun menyakitkan, sangat menyakitkan bagi orang yang mengalami nya, namun tetap saja harus dijalani dengan baik
tuan Ubaidillah Affandy sekarang sudah berada di dalam ruangan tunggu emergency room,
lampu indikator operasi masih menyala, membuat Ubaidillah Affandy meraup wajahnya dengan kasar, baru kali ini Ubaidillah Affandy menangis, meratapi kesalahan nya, menyesali perbuatannya, memikirkan anaknya yang berjuang di atas meja operasi, apalagi dokter mengatakan bahwa kondisi fisik pasien terlalu lemah, dan darah yang keluar dari tubuh Bobby terlalu banyak yang keluar membuat tubuh Bobby membutuhkan transfusi darah sekarang juga,
entah lah apakah Bobby mampu bertahan atau tidak di atas meja operasi, apalagi Bobby sudah memasrahkan diri nya untuk mati, sehingga tidak ada semangat untuk dirinya hidup,
" tuan...." ucap Robin yang sudah berdiri di hadapan tuannya
" sudah selesai yang aku perintahkan...." ucap Ubaidillah Affandy dengan nada suara yang sudah mulai melemah,
" sudah tuan...."
" nyonya Melani sudah keluar dari mansion tuan.."
" beserta barang- barang nyonya..." ucap Evan dengan sopan
" jangan kamu sebut lagi perempuan itu dengan nyonya...."
" bahkan namanya juga ,..."
" jangan pernah kamu sebut lagi di hadapan aku..."
" aku sudah tidak mau mendengarkan itu...." ucap Ubaidillah Affandy , masih dengan nada yang sama dengan nada suara yang sebelumnya
" baik, tuan..." ucap Robin
" bagaimana dengan apartemen Bobby..." tanya Ubaidillah Affandy
" sudah dibersihkan...."
" semua barang- barang tuan muda sudah diamankan..." ucap Robin
" kamu cari apartemen lain yang lebih baik dari apartemen Bobby saat ini...."
" pindahkan semua barang-barang Bobby ke apartemen yang baru..."
" jual atau kamu sewa kan apartemen Bobby sekarang..."
" aku tidak mau, alamat anakku diketahui oleh orang lain...." ucap Ubaidillah Affandy lagi
" baik, tuan...." ucap Robin segera bergegas melaksanakan tugas dari tuannya
setelah beberapa jam, lampu indikator operasi padam, seorang dokter keluar dari kamar operasi
" tuan..."
" Alhamdulillah...."
" tuan Bobby berhasil melewati masa kritis nya...."
" namun saat ini , tubuh tuan Bobby sangat lemah....."
" untuk perkembangan lebih lanjut, kita observasi sampai besok hari...."
__ADS_1
" saat ini tuan Evan masih dalam fase pemulihan pasca operasi...."
" sekitar kurang lebih tiga puluh menit...."
" akan kami pindahkan ke bangsal rawat inap nya...." ucap dokter dengan sopan
" terimakasih, dokter...."
" anakku bisa selamat..." ucap Ubaidillah Affandy dengan suara yang sudah bergetar
" bersyukur kepada Allah...."
" Allah yang menghidupkan dan mematikan nyawa kita...."
" saya hanya perantara tangan Allah untuk menolong tuan Bobby..."
" dan untuk tuan Bobby masih harus kita observasi dengan serius..."
" karena kondisi tubuh nya sangat lemah, pak...."
" saya tidak mau menjanjikan apa-apa...."
" semua kita serahkan kepada Allah...." ucap dokter lagi dengan hati-hati
" baiklah..."
" sekali lagi terimakasih, ..." ucap Ubaidillah Affandy dengan tulus
Ubaidillah Affandy kembali duduk untuk menunggu anaknya keluar dari ruang operasi
dua orang perawat mendorong emergency stretcher atau biasa nya di sebut brankar pasien menuju ruang rawat Bobby setelah memastikan kondisi Bobby yang sudah tersadar dari bius yang digunakan oleh dokter anastesi tadi saat melakukan operasi
Ubaidillah Affandy mengikuti langkah kaki kedua perawat yang masuk kedalam lift khusus untuk pasien
Ubaidillah Affandy memberikan kode kepada para bodyguard nya untuk membantu kedua perawat, yah maklum saja tubuh Bobby tinggi dan besar, walaupun bagi Ubaidillah Affandy tubuh Bobby sudah banyak merosot dari berat badannya selama ini,
terlihat dengan jelas, bahkan penampilan Bobby sudah sangat berantakan,
Ubaidillah Affandy Bahkan meminta kepada tim dokter untuk mencukur habis rambut Bobby yang sudah memanjang , saat dokter hanya akan mencukur rambut bagian yang perlu di lakukan heating saja,
jambang dan kumis Bobby sangat tidak terurus, wajah tampan Bobby berubah menjadi wajah yang begitu sendu ,
Ubaidillah Affandy menatap wajah anaknya yang sangat mirip dengan wajahnya sendiri,dalam waktu yang cukup lama
" tuan...."
" apa perlu saya memberikan kabar kepada tuan Theo dan tuan muda Boy...." ucap Robin
" iya..."
" untuk Boy....."
" biar aku saja yang mendatangi anak itu...."
" Bobby sudah mengakui bahwa Boy adalah anaknya...."
" yang artinya dia adalah cucuku...."
" aku harus menjemput cucuku untuk tinggal bersama aku di mansion..." ucap Ubaidillah Affandy dengan lemah, karena dia sudah kelelahan menunggu anaknya selesai operasi, belum lagi perasaan yang sangat terluka akan perbuatannya sendiri....
__ADS_1
" istirahat, tuan...."
" saya akan menjaga tuan muda...."
" bergantian dengan bodyguard kita yang lain...." ucap Robin dengan hati-hati
" baiklah..." ucap Ubaidillah Affandy, yang langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur di samping ranjang pasien
dan kedua bodyguard Ubaidillah Affandy sudah bersiap untuk istirahat untuk bergantian menjaga Bobby
untuk shift awal Robin yang menjaga Bobby, sembari Robin mengetik pesan kepada tuan Theo,
Robin memberikan kabar kepada Theo bahwa Bobby di rawat inap di RS*** lengkap beserta alamat dan nomor kamar, karena saat ini sudah terlalu malam untuk memberitahukan secara langsung, ataupun melalui sambungan telepon, makanya Robin memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat saja
sehari sebelum kejadian Bobby , yang harus membuat Bobby sampai di rawat inap,
Theo semakin pusing, dibuatnya, karena Theo harus memikirkan perusahaan miliknya yang harus dia kelola, belum lagi perusahaan milik Bobby yang sudah diambil alih oleh nya karena Bobby dalam kondisi terpuruk dalam hidupnya, dan Theo bahkan tidak sungkan-sungkan berkolaborasi dengan Kenzie, menanggani perusahaan Bobby yang hampir saja kolaps
pencarian Lolita yang masih terus Theo lakukan hingga saat ini ,
keberadaan Lolita yang menghilang bagaikan tertelan dalam perut bumi, membuat Theo sedikit banyak frustasi memikirkan nya
akses untuk keluar negeri beberapa waktu di tutup karena, kasus yang menimpa seluruh belahan dunia,yang mengharuskan beberapa negara lock down, menutup akses negara nya dari negara luar, karena wabah yang menyerang hampir di seluruh bahkan berbagai negara bagian di dunia
sehingga Theo memutuskan untuk melakukan pencarian hanya di sekitar dalam negeri saja, berbagi tugas dengan Evan, jika dia memeriksa bagian timur, maka dia akan memeriksa bagian barat, dan Mad yang dimintai Theo untuk membantu nya, mencari ke berbagai pelosok negeri yang tidak bisa di jamah baik Theo maupun Evan, karena Mad di masa lalu nya sebagai petualang, sehingga mudah baginya berinteraksi dengan masyarakat setempat ,tidak seperti Evan maupun Theo
belum lagi isterinya yang sedang hamil trisemester pertama, yang sangat membutuhkan perhatian khusus dari Theo, jika saja ada kloning tubuh, atau jurus kagebushin milik nya Naruto bisa Theo kuasai, pasti Theo tidak akan se frustasi ini, banyak hal yang harus dia pikirkan dalam satu waktu bersamaan
yang tidak kalah terpukul adalah tuan Harun, bahkan dia harus di rawat karena tiba-tiba terkena serangan jantung, untungnya masih dapat terselamatkan , sehingga beliau belum sempat mengalami lumpuh, namun masih butuh perawatan secara intensif di rumah, dengan penjagaan penuh, yang membuat Amelia, isterinya harus ekstra sabar merawat suami nya....
Yudha yang mengetahui kesulitan sang ibu, rela pulang menginap kembali ke rumah Harun, demi bisa merawat dan menjaga kedua orang tuanya, Yudha sangat bersyukur memiliki isteri yang soleha, yang dengan rela mengabdikan diri untuk ikut mengurus kedua orang tuanya,
Hamid dan Zubaidah mendengar kabar berita yang membuat mereka sangat terkejut, dan ikut merasakan kekalutan bagaimana bisa Lolita menghilang begitu saja tanpa kabar berita, kalau pun menjadi korban tindakan kekerasan , pasti akan ada di salah satu rumah sakit, kalau pun menjadi korban yang menyebabkan Lolita meninggal dunia, setidaknya akan ada jasad Lolita, dan kalau pun Lolita mengalami hal-hal buruk lainnya, setidaknya laporan yang sudah masuk di ke*pol****, sudah pasti di proses, dan akan ada titik terang nya
sungguh ironi, Lolita bahkan tidak ada kabar berita tentang keberadaan nya hingga kini
melihat dan mendengar mantan besannya Hamid dan Zubaidah memutuskan untuk merawat dan menjaga cucu mereka di kota J**, bahkan mereka rela menginap di dalam ruko, karena baik Rio maupun Boy menolak untuk tinggal di tempat lain, mereka masih berharap tiba-tiba Lolita datang dan pulang ke ruko,
namun harapan tinggallah harapan, sudah sepuluh hari lebih Lolita bahkan tidak ada kabar berita
Hamid dan Zubaidah masih dengan setia , mengurus cucu mereka meski ada sedikit penolakan dari Rio yang semakin hari , semakin menutup diri dari lingkungan sekitar nya, bahkan dengan Evan, Rio seakan-akan memberikan jarak diantara mereka, entah kenapa alasannya, hanya Rio sendiri lah yang tahu,
Boy juga, tidak bersikap seperti biasanya, yang selalu menjadi teman di kala Rio merasa membutuhkan nya, menjadi sahabat di kala dia menginginkan nya, dan menjadi abang di setiap saat hidupnya, namun kali ini, Boy memilih untuk diam, tanpa memberikan respon terlebih dahulu, memberikan tindakan terlebih dahulu, Boy memilih berdiam diri, kecuali Rio sendiri yang membutuhkan dirinya,
tapi karena saat ini mereka sama-sama merasa terluka dengan cara yang berbeda, membuat mereka menahan sendiri luka di hati mereka, berharap Lolita datang, dan menjadi obat dari setiap luka mereka masing-masing
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
🍒🍒