
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Acara pertunangan masih terus berlangsung, saat ini momen yang sangat di nantikan di acara semi sakral akan segera mencapai puncak nya, momen dimana pasangan yang sedang melangsungkan pertunangan akan bertukar cincin, dan mengumumkan tanggal pernikahan mereka
tentu saja baik keluarga Bobby dan keluarga Olivia sangat bahagia, setelah pengumuman itu...
hanya Bobby sendiri saja yang tidak menikmati acara di malam ini, sejak acara berlanjut hingga sekarang, Bobby memikirkan dimana kekasih hatinya, dimana anaknya, kalaupun mereka pulang, mereka pulang dengan siapa, pesan chat tidak di balas, telepon tidak di angkat, saat menghubungi Hanan, Hanan mengatakan jika Lolita belum pulang ke ruko,
Hanan terkejut mendapatkan telepon dari tuannya, padahal yang menjemput Lolita tadi, tuannya sendiri, apa yang terjadi,
" siapa yang telefon..." tanya Mona
" Hm.."
" tuan Bobby..." ucap Hanan
" ada apa.." tanya Mona lagi yang kepo
" tuan menanyakan keberadaan nyonya .."
" padahal tadi tuan sendiri yang datang menjemput nyonya,..." ucap Hanan sambil mengernyitkan dahinya,
apa ada sesuatu yang terjadi pada nyonya dan tuan....gumam Hanan dalam batinnya
" Mon..."
" kamu tidak keberatan, jika kita pulang sekarang..."
" aku akan mengantar kamu pulang terlebih dahulu,..."
" terus aku akan langsung ke ruko.."
" firasat aku tidak enak..."
" dari nada bicara tuan tadi, seperti nya terjadi sesuatu pada mereka..."
" setidaknya kalau aku tiba di ruko, aku bisa melindungi nyonya...." ucap Hanan datar, padahal dia mengkhawatirkan Lolita dan Bobby,
Hanan sangat tahu tabiat nyonya besar Ubaidillah Affandy, yang akan menghalalkan segala cara agar semua sesuai dengan keinginan, termasuk menyakiti orang lain
" baik lah.."
" tapi kita beli ayam goreng terlebih dahulu,..." ucap Mona
" untuk..?..." sahut Hanan
" yaelah "
" untuk di makan lah, Hanan Prayoga..." ucap Mona sambil mendelik kemudian mencibir Hanan,
yang terlihat lucu bagi Hanan, dia sedikit tersenyum, namun tidak terlihat oleh Mona senyuman nya, sangking irit Hanan tersenyum
mereka menuju outlet yang ada gambar kakek di neon box di depan pintu masuknya,
" Loh..."
" dua bucket..."
" belum lagi anak-anak nya..."
" pasti habis, tidak,sayang..." tanya Hanan
" habis lah...."
" orang yang makan orang lima, koq..." ucap Mona
Hanan menganggukkan kepalanya,
" Maria, ikut kalian,..." ucap Hanan
" iya..."
" tambah rame isi kontrakan,lebih seru.."
" lagian, bisa mengurangi iuran nya juga ,..." sahut Mona
" sudah, nanya - nanya melulu..."
" kenapa yah Mona khawatir sama Mommy..." ucap Mona sambil menyuapi mulutnya dengan ice cream
" atau kita ke ruko saja dahulu..."
" nanti lah soal pulang atau tidak ke kontrakan..."
" yang penting lihat Mommy dulu..." ucap Mona,
dan Hanan nampak mempertimbangkan saran dari gadis yang tengah dekat dengannya
__ADS_1
mereka segera menuju ruko untuk menemui Lolita dan Boy, memastikan kondisi mereka aman dan baik-baik saja,
rolling door ruko sudah dikunci, dari dalam, sepertinya, mereka berdua ada di dalam , Mona menekan bell, dan wajah tampan Boy terlihat sedikit berantakan, sepertinya dia sudah tertidur tadi
" Mommy ada di dalam , Boy..." tanya Hanan
" iya, om..."
" Mommy sudah tidur koq,paman..." ucap Boy dengan muka bantal
" ya sudah..."
" pintu nya di kunci, ..."
" hati - hati...."
"rolling door, biar om kunci dari luar, ..."
" nanti om pulang, setelah mengantar Tante Mona pulang..." ucap Hanan
" iya..." sahut Boy yang langsung menutup dan mengunci pintu bagian dalam, Hanan pun menutup rolling door, dan mengunci gembok diantara dua pintu rolling door
setelah yakin aman, Hanan pergi meninggalkan ruko untuk mengantar kekasihnya pulang, namun sebelum itu, Hanan memberi kabar kepada Bobby, jika dia sudah memastikan keadaan Lolita dan Boy ,sudah aman berada di dalam ruko
selesai acara pertunangan yang terjadi secara mendadak menurut Bobby, Bobby segera bergegas menuju ruko, namun niatnya terhalang oleh kehadiran sang Mommy di depan teras mansion
" apa-apaan kamu,..."
" mau menemui wanita sun**l itu, hah..!!!..." teriak sang Mommy menunjukkan wajah marahnya
" wanita sun**l...wanita sun**l...."
" Lolita Maheswari..."
" itu namanya..."
" dan dia calon isteri aku, wanita yang aku cintai..."
" sangat aku cintai, dan akan menjadi satu-satunya wanita yang akan menjadi isteriku..." ucap Bobby dengan tegas dan penuh penekanan, jangan ditanya raut wajah Bobby, wajah nya kian memerah menahan gejolak emosi yang menghinggapi saat ini
"Oh .."
" hebat yah, perempuan itu..."
" sudah berhasil membuat kamu durhaka dengan Mommy..."
" dengar Bobby..."
" hargai pertunangan ini, enam bulan lagi kalian akan menikah..." ucap Melani tak kalah tegas dengan Bobby, Bobby mendengar ucapan sang Mommy, Bobby mengeratkan barisan gigi nya, wajahnya memerah, emosi kian menguasai dirinya
" kita buktikan, Mom..."
" isteri aku hanya Lolly, akan aku pastikan itu..."
" tidak akan pernah terjadi pernikahan aku dengan perempuan manapun..."
" selain dengan Lolly...."
" dengarkan itu baik-baik..."
" enam bulan..Heh...."
" akan aku balikkan keadaan dalam enam bulan ini..." ucap Bobby dengan tegas, menatap tajam ke manik mata sang ibu sambung
" By...."
" hargai Mommy kamu..." ucap Ubaidillah Affandy dengan tegas
" Mommy..."
" Heh...."
" Mommy, .... "
"Daddy bilang Mommy..."
" seorang ibu pasti mengutamakan kebahagiaan seorang anak diatas kepentingan pribadinya,..."
" Lah ini..."
" apa...!!!...."
" ibu macam apa!!!!...." ucap Bobby dengan sarkasme dengan penuh penekanan setiap kata-kata nya
Ubaidillah Affandy terdiam akan ucapan Bobby, begitupun Melani, Bobby melangkah keluar mansion Ubaidillah Affandy,
barikade bodyguard yang di perintahkan oleh Melani, masih berjejer rapi di teras, namun barikade bodyguard Bobby yang baru datang juga tidak kalah banyak,
__ADS_1
melihat itu, Ubaidillah Affandy memutuskan untuk membiarkan Bobby keluar dari mansion nya, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan , yang menyebabkan para bodyguard mereka lumpuh karena baku hantam,
Bobby melenggang dengan cepat menuju ruko,,
sebelum masuk kedalam mobil, Bobby bertemu tatap dengan Finn, Bobby tidak bisa menyembunyikan kekecewaan di wajahnya, Finn merasa sangat bersalah, dia menundukkan wajahnya, sembari menahan malu karena telah mengkhianati sahabat baiknya, yang bahkan selalu membantu dirinya dikala susah, bahkan Bobby lah orang yang mengangkat derajat hidup Finn dari lembah kenistaan, namun apa balasannya??..., Finn menorehkan luka yang sangat dalam di hati sahabat baiknya
.
.
.
.
.
Bobby sudah sampai di depan ruko, dia segera merapikan parkir mobilnya, saat turun dari mobil, Bobby menatap kelantai atas, semua lampu sudah padam,
Hanan melihat CCTV ruko bagian depan, ada mobil tuannya, Hanan segera membuka pintu, dan mendorong satu pintu rolling door,
" tuan..." ucap Hanan
" nyonya, bagaimana keadaannya..." tanya Bobby
" saya tidak tahu..."
" saat saya mengecek ruko tadi, ..."
" nyonya sudah tidur.." sahut Hanan,
" terimakasih, Han..." ucap Bobby sambil menepuk pelan pundak Hanan
" segera kamu kunci pintu ruko dan rolling door nya, dan tidurlah sudah larut malam..." ucap Bobby sambil berlalu masuk kedalam ruko, menuju lantai tiga
.
.
.
suasana temaram, hanya terlihat siluet sang kekasih di kasur berukuran king size yang lebar, Bobby mendekati bibir ranjang, membelai wajah sang kekasih yang tertidur lelap,
Lolita tertidur sangat lelap, dia sama sekali tidak menyadari kehadiran orang lain, sama seperti dulu, bahkan Evan menjulukinya tidur kebo, sangking lelapnya,
Bobby merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk milik Lolita, setelah membersihkan tubuhnya dan menganti pakaian nya menjadi piyama tidur
Bobby memeluk pinggang Lolita dan menciumi puncak kepala Lolita, meresapi aroma shampoo, Bobby meletakan kepalanya di curuk leher Lolita, memberi kecupan di sana, membuat Lolita melenguh
" tidur lah...." ucap Bobby sangat lembut
" bang..."
" jangan, Ah..." ucap Lolita dengan suara serak, khas bangun tidur
" abang tidak bakal ngapa-ngapain kamu, sayang...."
" abang cuma mau begini..." ucap Bobby, masih dengan nada yang sama
Bobby tahu Lolita tidak nyaman jika berdua dalam satu ruangan, dia takut dosa, dua insan dalam satu tempat, temannya pasti set**an, walaupun Lolita single parent, Lolita sangat menjaga dirinya dari perbuatan itu, menikah yang pertama saja dilakukan dengan baik - baik, masa dia tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukan uhah - uhah
ternyata Kenyataan salah, karena pernah merasakan nya lah, mereka semakin terbakar g.ai**ra.h, sama-sama suka, sama-sama sayang, terbakar rasa " ingin" itu, area sensitif mereka sama-sama berdenyut, apalagi Bobby dengan lincah sudah mulai menyusup kan tangannya kedalam , menyentuh daerah perbukitan nan indah, memberi sentuhan di area areola, dan memilin - pilin nya, memberi sensasi luar biasa bagi mereka berdua yang sedang di mabuk kepayang,
semakin hangat setiap cumb** n ,dan sentuh**n dari Bobby menghilangkan akal sehat mereka,bahkan Bobby telah membuka semua yang melilit di tubuh nya,
disaat tersadar, Lolita, Lolita segera mencoba menolak Bobby, namun Bobby masih melakukan usaha nya, untuk mengajak Lolita memenuhi ha.s** rat yang mereka rasakan, Bobby sudah tidak bisa menghentikan nya lagi, dia sudah di posisi kentang,
# kena tanggung, ,
Lolita masih berusaha melawan keinginan Bobby yang mengungkung tubuhnya
" s*hi*t..." teriak Bobby,
Lolita pun merasakan hal yang seperti Bobby , sakit kepala, ha.s* rat itu tidak tuntas, membuat mood mereka tidak baik
Bobby membawa semua pakaian yang dia kenakan tadi kedalam kamar mandi, dia segera menuntaskan #itu... sedangkan Lolita sudah memakaikan pakaian nya kembali
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
🍒🍒