
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Selama dalam penerbangan Bobby mengajak Lolita bercerita tentang segala hal, karena dia takut ketika sampai di kota tujuan, maka mereka tidak akan sering lagi bertemu, karena aktivitas masing-masing
Bobby sengaja ke kota S***, oleh karena takut jika Lolita akan berubah pikiran, dan menganggap dia tidak ada, mana beban kantor semakin di kejar deadline, Bobby seperti lari dari tanggung jawab, saat dia lagi di puncak stress nya, dia malah berlari menyusul kekasih hatinya, namun syukur nya dia seperti mendapatkan mood booster baru, pemikiran yang baru, sehingga dia semakin semangat untuk menyelamatkan perusahaan nya,
" Hm..."
" hanya keluarga sapa aku dengan Lolly...."
" mas Evan itu sudah kenal sedari kecil karena Daddy aku dan Daddy Hamid berteman, mereka sering berjumpa, terkadang kalau tidak silaturahmi di rumah Daddy, kami diajak ke rumah Daddy Hamid..." jelas Lolita
" kalau begitu, aku akan sapa kamu Lolly...."
" sampai kapanpun..."
" kamu kan calon isteri aku..."
" boleh yah , beibs..." ucap Bobby
" Hm...."
" ya boleh lah..."
" Asha juga terkadang masih sapa Lita, tidak masalah tuh bagi aku, bang...."
" hanya sekedar nama,..."
" sama saja...."
" itu , panggilan kesayangan Mommy dan Daddy saja buat aku, dulu nya..."
" terus keluarga ikut-ikutan...." ucap Lolita
" yah sudah, aku mau ikutan juga...." ucap Bobby lagi
" yah terserah abang lah..." ucap Lolita dengan santainya
" Ok, kita lanjut cerita lagi nih..."
" terus dulunya..."
" mas Evan tuh cool banget, jutek, dan ketus..."
" Lolly masih kecil suka jahil sama dia...."
" pas kelas tujuh ketemu lagi sama dia, beda kelas sih..."
" mas Evan tuh tetap sama kesannya bagi aku, bang...."
__ADS_1
" cool, jutek, dan ketus, ...."
" sampai dia paksa aku jadi pacar nya saat itu, semua diatur nya, tidak boleh ini, tidak boleh itu..."
" harus ini , harus itu, saat aku bosan dan memberontak, dia paksa aku menikah dengannya, saat mau kelulusan...."
" dia bilang sudah apa- apa in aku, sama Daddy, ..." ucap Lolita
" sudah wik - wik dong, masih sekolah..." ucap Bobby mengoda Lolita, dengan refleks Lolita mencubit bahu Bobby, namun Bobby santai, karena otot lengan nya cukup tebal, sehingga Lolita yang malah kesulitan mencubit lengan Bobby, hal itu malah membuat Bobby tertawa
" ih, tidak lah, bang...."
" sudah Ah, malas cerita sama abang...." ucap Lolita sambil cemberut
" idih ambek' an...."
" ya sudah, terus...." ucap Bobby, namun Lolita masih merajuk malas meneruskan ceritanya, bukan Bobby jika dia tidak bisa membuat pasangannya kembali ceria
" yah terus dinikahkan lah oleh Daddy, saat itu hanya akad nikah,doang, yang hadir juga kerabat dekat saja...."
" saat kuliah, ini nih.... semester dua, Lolly hamil..."
" mana di bilang tekdung duluan lah...."
" gosipnya begitu...."
" capek sendiri...."
" cuekin aja, sudah..." ucap Lolita
" jadi kamu sama Evan bagaimana..." tanya Bobby
dan disini lah Lolita menceritakan bagaimana perasaannya saat ini, kenapa seperti ini, karena mula nya sikap Evan yang suka memaksakan kehendak nya, semua kehendaknya kepada Lolita, sehingga membuat Lolita merasa tertekan, sedangkan bagi Evan , Lolita sama sekali tidak berinisiatif melakukan hal-hal yang disukai Evan
karena sikap Evan selama dalam pernikahan mereka , sangat berbanding terbalik ketika dia berpacaran dengan saat dia menjadi suami, yang masih sama hanya lah sikap posesif dan otoriter nya, yang lainnya, membuat Lolita sedikit kewalahan menghadapi Evan, mungkin karena seusia,.. mungkin,
atau karena saat itu mereka menikah karena masih terlalu muda, mungkin....
namun yang menjadi puncak gunung es, konflik mereka saat Evan mengkhianati pernikahan, sedangkan Evan saat itu hanya mencoba sensasi lain dengan perempuan lain, yang lebih berinisiatif ketimbang isterinya, ini juga lah yang baru diketahui oleh Lolita setelah Evan menjelaskan kondisi perasaan nya, apa yang terjadi dalam fase jenuh itu,
Lolita terdiam, ada perasaan bersalah, menikah terlalu muda mungkin membuat Lolita tidak bersikap dewasa saat terjadi kerikil kecil yang menghantam pernikahan mereka, namun tetap saja perbuatan Evan terakhir yang membuat Lolita memutuskan untuk mengakhiri hubungan, karena dia tidak bisa mentolerir adanya wanita lain dalam biduk rumah tangga dia dan Evan
dan kenapa Evan melakukan itu dahulu, apapun alasannya tetap tidak dapat diterima Lolita, seiring waktu berjalan membentuk kepribadian Lolita semakin matang, namun tidak dipungkiri akibat penjelasan Evan, malah membuat Lolita semakin takut kembali membina rumah tangga, ternyata perasaan setiap orang bisa berbeda, semakin hari semakin bisa berubah
Evan yang telah di kenal nya lama saja, dia sedikit tercengang akan kejujuran Evan, bagaimana dengan Bobby, masa perkenalan nya belum terlalu lama, sikap seseorang pasti akan berbeda , saat menjalin perkenalan, menjalin perasaan, dan berumah tangga, apalagi, apalagi sebuah pernikahan membutuhkan waktu yang tidak sebentar,
Bobby mendengarkan dengan seksama curahan hati sang kekasih hatinya, terdiam, dan apa yang di katakan oleh Lolita sedikit banyak ada benarnya
memilih menikah, itu hubungan jangka panjang, dan akan banyak gimik yang terjadi, mengalah, bersabar, dan win win solusi harus dicapai agar mampu mempertahankan rumah tangga, dan itu berjalan lama sampai maut memisahkan, bisakah itu terjadi dalam bahtera pernikahan mereka nanti, masihkah dia bisa berfikir bijak jika menghadapi masalah
__ADS_1
" kita jalani saja..."
" Hm, yang penting kamu sayang sama aku, begitu pun kamu sayang sama aku...." ucap Bobby
" abang yakin kalau Lolly sayang sama abang..." ucap Lolita menggoda Bobby
" Oh O...."
" mau dapat hukuman nih...." ucap Bobby sambil menyipitkan matanya ,dan merubah mimik wajahnya
" No.... takut...." ucap Lolita berpura-pura ketakutan, setelah itu mereka kembali mengobrol dengan diselingi canda tawa,
setelah kepulangan mereka ke kota J***, mereka beraktivitas seperti biasa,dan Bobby hanya beberapa kali bisa bertemu dengan Lolita itu pun karena kedatangan Evan
tidak seperti sebelumnya, kali ini, Evan dan Bobby berbagi ranjang, mereka tidur di tempat tidur yang sama jika berkunjung ke ruko, karena sudah ada tiga kamar dibuat untuk mereka beristirahat,
,
,
,
bulan yang ditetapkan oleh tuan Ubaidillah Affandy, Daddy nya Bobby telah jatuh tempo, beberapa hari lagi, namun malang tidak dapat di tolak, sampai saat ini , setiap usaha Bobby seperti selalu ada saja hambatan, meskipun dengan susah payah Bobby berusaha keluar dari kemelut di perusahaan nya, ternyata Daddy Ibad bukanlah lawan sepadan untuk nya, bahkan Kenzie telah mendapatkan ancaman langsung dari tuan Ubaidillah Affandy, karena berusaha mendukung Bobby
tapi bukan itu masalah nya, inflasi dan deflasi yang terjadi di seluruh dunia, menguncang perekonomian seluruh dunia, membuat mereka harus bertahan, Evan dan Theo, juga Kenzie , bahkan para pengusaha hebat lainnya ikut merasakan dampak global dari resesi yang terjadi di dunia, mereka berusaha bertahan dari kehancuran, dan masa - masa defisiensi ini berawal dari pandemi di seluruh dunia, yang berakibat pada pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia, berbagai perusahaan berusaha bertahan dari kondisi resesi yang terjadi
para relasi berusaha saling support, untuk para perusahaan besar, namun untuk usaha mikro banyak yang gulung tikar, termasuk Lolita, dia harus bertahan, meskipun harus mengurangi jumlah pegawai nya, sedih dan sangat disayangkan ini terjadi, beberapa pegawai harus di rumahkan, karena ketidakmampuan untuk membayar gaji pegawai, mau tidak mau harus Lolita lakukan,
dalam kondisi ini, serangan dari mommy Bobby semakin gencar, bahkan Olivia tidak main-main, dia semakin melancarkan aksi nya , apalagi tidak akan lama lagi, pernikahan dia harus terjadi dengan Bobby, bagaimana pun caranya dia harus bisa mendapatkan Bobby,
hingga satu rencana apik mereka susun untuk melenyapkan Lolita, dengan sangat terorganisir....
*
*
*
*
*
*
*
*
ππ
__ADS_1