
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Percakapan antara Evan dan Rio di lantai dua, hanya ada Boy dan Mona sebagai saksi, itupun jarak mereka cukup jauh, untuk terlalu terlibat akan percakapan antara ayah dan anak
" mommy memergoki Daddy bersama perempuan lain..." ucap Evan sambil menautkan jemarinya, dengan suara sangat pelan, nyaris tidak terdengar, bahkan hanya terdengar oleh Rio saja
" apa!!!!!!......" ucap Rio dengan sangat terkejut, dia merasa dia berhak tahu apa lagi usianya yang sudah beranjak dewasa, dia pikir dia mampu menahan beban menghimpit batinnya saat ini, dia pikir dia mampu membuat kedua orang tua nya kembali bersama, dia pikir dia.........
" Aaaarrrg......." teriak Rio memegang kepalanya, dia *******-***** rambutnya, bahkan sangat keras hingga rambutnya beberapa helai terlepas dari akarnya,
" Argh......" teriak Rio dengan kencang
membuat Boy segera mendekati Rio
" Rio....." panggil Evan dengan ketakutan melihat tingkah laku anaknya tiba-tiba seperti kesetanan
" Arg....." teriak Rio lagi dengan histeris, sambil menendang, memukul semua yang berada di dekatnya
" jangan...."
" tidak...."
" jangan...."
" Argh......" teriak Rio menghempaskan semua yang berada di sekitar nya lagi, Boy dan Mona berusaha mendekati Rio, mereka harus menerima bogem mentah dari Rio,
suara gaduh di lantai dua membuat karyawan di lantai dasar segera berhamburan ke lantai dua, melihat Rio yang seperti kesurupan
" Siska...." teriak Mona meminta bala bantuan, dengan segera Siska membantu Boy yang kewalahan, karena Rio tidak mau di sentuh oleh Evan
tak lama berselang Theo datang ke ruko, dengan memicingkan matanya Theo samar-samar mendengar kegaduhan di lantai dua,
Theo melihat Rio yang sudah di lumpuhkan dengan diikat
" apa yang terjadi...." ucap Theo sedikit marah, melihat Rio diikat,
" uncle, tolong bawa adik ke rumah sakit..." ucap Boy dengan bibir gemetar
Theo menekan kembali pelipis nya, masalah Lolita belum terpecahkan, ini Rio seperti ini juga..
" cepat...."
" bawa keponakan saya ke mobil..."
" kamu yang urus administrasi rumah sakit..." ucap Theo kepada Evan
Evan segera mengekori Theo
Boy, Theo, dan Rio berada dalam satu mobil
" apa yang terjadi, Boy..." tanya Theo dengan suara pelan,karena Rio tertidur
" Rio bercerita kepada Daddy Evan...."
" dan seperti nya Daddy menceritakan kisah Daddy kepada Rio...."
" membuat Rio tertekan..."
" karena Rio dan mommy sempat bertengkar hebat .."
" sampai- sampai Rio kasar dengan mommy, baik ucapan dan tindakan...."
" mungkin itulah adik merasa bersalah pada mommy dan terkejut dengan pengakuan Daddy...." ucap Boy dengan suara pelan juga
Theo menyugarkan rambut nya kearah belakang
__ADS_1
" Lolita...."
" banyak betul cobaan hidup kamu,dik..."
" semoga tuhan mau berbelas kasih, memberikan kamu kebahagiaan setelah ini..."
" amen..." ucap Theo sambil menatap jalanan yang sedang hiruk pikuk kala itu
Rio dibawa ke rumah sakit terdekat, dengan kualitas cukup baik, bukan rumah sakit tipe biasa, masih berkala internasional, Rio segera mendapatkan penanganan medis
" apa yang terjadi pada keponakan saya, dokter..." tanya Theo yang berada di ruang konsultasi dokter bersama Evan di sampingnya
" Oh.."
" menurut cerita anda..."
" saya diagnosis awal dengan panic accident..." ucap dokter dengan santun
" apa itu berbahaya, dokter..." ucap Theo dengan serius
" Hm..."
" panic accident lumrah terjadi pada setiap orang, tuan..."
" menghadapi permasalahan secara tiba-tiba..."
" kehilangan, rasa kehilangan yang terlalu tinggi, rasa bersalah, rasa takut yang berlebihan..."
" jangka panjangnya akan menjurus ke fobia, dan lebih buruk nya lagi termasuk gangguan psikis..."
" dan itu kemungkinan yang paling berat yah, namun kan ini masih tahap awal..."
" masih tahap wajar,..." ucap dokter lagi dengan santun
" perlu dirawat atau bagaimana, dokter...." tanya Theo
" kalau pasien di rawat, artinya kami berusaha untuk mengkaji keadaan pasien lebih dalam..."
" jika pasien mau di bawa pulang, yah...."
" ada beberapa saran saya...."
" pasien dapat melakukan penanganan mandiri untuk meredakan gejala yang dialami, yaitu dengan:
• Mengatur pernapasan dengan menghirup dan mengembuskan napas secara perlahan
• Menghentakkan kaki untuk membantu mengatur proses bernapas
• Memfokuskan panca indra, misalnya dengan makan permen atau memeluk bantal
• Melakukan teknik grounding, yaitu dengan fokus menghindari ingatan atau pikiran negatif, misalnya dengan berhitung, memperhatikan lingkungan sekitar, atau memikirkan hal yang menenangkan
" ini saran saya, jika anda mau membawa pasien pulang untuk rawat jalan...."
" kalau dari saya, saya hanya memberi obat, oral untuk di konsumsi pasien di minum secara rutin satu kali saja selama lima hari, saat pasien hendak tidur..." ucap dokter sambil memberikan saran kepada Theo dan Evan
" bagaimana, Van...." ucap Theo kepada Evan, dan Evan menghela nafasnya
" masalahnya, Rio begitu, karena tidak menerima penjelasan aku, Theo..." ucap Evan dengan frustasi
Theo terdiam, dia mencoba menelaah solusi terbaik, saat ini
" Rio biar saja di rawat di sini dulu, sampai dia tenang...."
" ada Asha, Rava dan Ravi yang akan mengurus dan menemani Rio di sini, ..."
__ADS_1
" kita fokus untuk mencari Lolita..."
" dan juga urusan kantor kita masih perlu di pertimbangkan , Van...."
" aku tahu....sesama pebisnis saat ini nasib perusahaan kita dalam keadaan perlu kita perhatikan,..."
" kalau tidak yah... kolaps ..." ucap Theo dengan serius
" aku percaya akan saran kamu bang Theo..."
" terima kasih,...." ucap Evan dengan lemah
" Boy, untuk sementara kita biarkan berada di ruko..."
" dia harus belajar mengantikan Lolita mengelola usaha nya..."
" kondisi start up Lolita juga sedang tidak baik-baik saja...."
" apalagi kondisi saat ini, semua lini terkena dampak nya...."
" akan ada Hanan yang menemani Boy di ruko..." ucap Theo
" iya..." ucap Evan dengan pasrah, karena dia juga menanggung beban yang tidak sedikit, anak-anak perusahaan mereka perlu di perhatikan dengan serius, tentu saja mereka tidak akan bisa menghandle usaha Lolita,
Boy mendengar permintaan Evan dan Theo, untung nya Boy sedikit banyak sudah dilibatkan oleh Lolita dengan management bisnisnya, sehingga Boy tidak terlalu buta akan dokumen dan lain sebagainya terkait kepentingan usaha Lolita
mereka pulang kembali ke ruko, saat Asha sudah berada di dalam ruang rawat inap Rio, Boy memilih ikut Theo dan Evan pulang ke ruko bukan tanpa alasan
sesungguhnya di dalam hati Boy yang paling dalam, tersirat kekecewaan akan sikap Rio terhadap Lolita, Boy melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana buruk nya sikap Rio terhadap Lolita, rasanya ingin sekali dia duel dengan adik angkatnya,
namun Lolita menatap wajah Boy dengan sendu, sangat sendu, berharap Boy diam saja, jangan melawan adiknya yang sedang khilaf kepada ibu kandungnya,
sesampainya mereka di ruko, Bobby sudah berada di sana, dengan beberapa anak buahnya, dan ada satu hacker yang dia bawa untuk menyelidiki kemana perginya Lolita,
wajah Bobby nampak sangat lelah, baju yang dia kenakan terlihat kusut, penampilan nya sangat diluar kebiasaan Bobby, Boy melihat wajah sang Daddy, tanpa peringatan, tanpa aba-aba, Boy berlari kearah Bobby
pemuda tampan itu, yang sudah kuliah, memeluk tubuh Bobby dengan erat, dia menumpahkan kesedihan nya, dia tahu dia seorang pria, namun kehilangan Lolita sungguh membuat dia tersiksa, dia sangat takut jika dia kehilangan Lolita untuk selama- lamanya,
karena Lolita lah yang memberikan nya cinta dan kasih sayang yang sangat tulus, Lolita lah orang pertama yang mengulurkan tangannya menyambut nya dengan senyuman
" Dad....." ucap Boy dengan suara parau, yang masih terisak-isak di dalam dekapan tubuh sang Daddy
Bobby pun ikut menangis, menitikkan airmata nya, saat ini mereka sangat bersedih, siapapun disana sangat bersedih bagi yang mengenal Lolita tanpa terkecuali
" bersihkanlah tubuh kalian...."
" dan kita makan dulu, malam ini...."
" kalau kita tenang, kita bisa berfikir lebih baik...." ucap Theo menatap setiap orang, dan menepuk pundak Bobby memberikan kekuatan kepada Bobby, sahabat nya, Theo bisa ikut merasakan sikap Bobby saat ini, yang memang benar-benar merasa kehilangan Lolita
" tidak ada bantahan...." ucap Theo tegas kepada semua orang, lalu semua orang bersiap melaksanakan perintah Theo yang terkesan memaksa
namun itu tidak lah salah, yang Theo lakukan cukup baik, sebagai leader bagi semua orang, Theo memiliki karakteristik yang disegani oleh banyak orang,. termasuk para rekan bisnisnya
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
🍒🍒