
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Percakapan di antara sepasang pengantin yang baru saja mengikat janji suci di satu hari sebelumnya, dan sangat intens
" iya "
" kita harus menikmati perjalanan honeymoon kita sekarang, karena setelah ini kita harus segera ke dokter melakukan hal itu "
" aku tidak ingin menundanya " ucap Edwards dengan perasaan yang begitu bahagia. Bahkan senyuman mengukir di wajah tampannya, namun ternyata hal itu berbanding terbalik dengan Alice yang tidak menginginkan hal itu. Karena bagi Alice jika hal itu dilakukan , maka secara otomatis Alice akan sering ditinggal pergi sang suami dengan alasan perjalanan bisnis seperti yang sudah-sudah.
" aku tidak menginginkan itu "
" bisakah kita menundanya " ucap Alice dengan begitu lirih
Edwards segera browsing video bayi dan anak-anak yang nampak begitu lucu, agar Alice juga melihat nya juga,
" mereka begitu lucu, kan sayang " ucap Edwards sambil mengelus rambut panjang Alice yang begitu tebal, hitam, dan lembut,.
Alice menangis dan memeluk tubuh sang suami. Hal itu tentu saja membuat Edwards merasa sedih karena memaksakan kehendaknya kepada sang isteri
" maafkan aku, sayang " ucap Edwards dengan sendu
" baiklah, jika kamu tidak menginginkan nya "
" kita bisa menundanya " ucap Edwards yang juga terluka karena membuat isterinya bersedih.
Setelah Alice sedikit tenang, Alice membelai wajah tampan Edwards. memberikan sentuhan dari setiap inci wajah tampan Edwards
" aku menginginkan bayi "
" buah cinta kita "
" aku juga menginginkan kamu "
" kekasih hatiku "
" aku menginginkan kalian selalu bersama aku "
" aku sedih dan terluka, jika kamu selalu pergi tanpa aku dengan waktu yang lama, dan perjalanan bisnis kamu itu di seluruh dunia, "
" itu....."
" itu membuat aku kesepian, meskipun ada Darren dan ada anak - anak kita "
" aku menginginkan kamu selalu di sisiku " ucap Alice yang lembut, dan tanpa terasa airmata mengalir begitu saja tanpa bisa di cegah oleh Alice. Edwards yang melihat tatapan penuh Alice kepadanya, apalagi airmata yang lolos begitu saja, membuat Edwards merasakan kesedihan yang sama.
" aku akan membahasnya lagi dengan Criss, Ben, dan Daniel untuk mereka menduduki posisi aku di perusahaan cabang, semoga saja mereka bersedia "
" begitu juga dengan adik - adik mereka yang harus mengantikan posisi mereka "
" juga Darren yang juga harus mulai belajar bekerja di perusahaan " ucap Edwards, dan itu membuat Alice menghelakan nafasnya dan menyenderkan kepalanya di dada bidang sang suami
" Hm "
__ADS_1
" resiko hidup dengan billionaire " ucap Alice
" setiap kehidupan punya resiko, sayang "
" mau kaya, mau miskin, mau tua mau muda "
" kamu sudah sering mendengarkan ceramah kan sayang " ucap Edwards, dan Alice hanya menganggukkan kepalanya
" banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya di tangan kita, sayang "
" untuk memenuhi nafkah keluarga mereka " ucap Edwards lagi
" iya "
" aku tahu itu, sayang "
" baiklah kita menikmati setiap momen kebersamaan kita,dan aku tidak mau kamu mengisi nya dengan pekerjaan jika sudah bersama dengan keluarga " ucap Alice yang sudah mulai nakal di dada sang suami
" tolong yah sayang "
" tangan kamu di kondisikan "
" kamu membuat aku menginginkan nya sekarang " ucap Edwards yang sudah mulai gelisah, apalagi Alice yang tidak duduk dengan tenang, gerakan Alice tentu saja membuat pusat tubuh Edwards menginginkan itu
" bisakah "
" kita lanjutkan ke dalam , sayang " ucap Edwards dengan suara serak yang kian seksi
" aku mau mandi terlebih dahulu "
" aku temani yah "
" aku bisa menggosok punggung kamu, sayang " ucap Edwards dengan senyuman smirk yang makna senyuman nya sudah tentu diketahui oleh kaum lelaki
" Ah "
" aku malu, sayang " ucap Alice yang sudah merona
" kan sudah halal , sayang " ucap Edwards tersenyum nakal
" aaaaaaaaa " gerakan Edwards yang tiba-tiba berdiri membuat Alice berteriak, dengan spontan Alice melingkarkan tangannya di leher sang suami
" aku mau di gendong di punggung kamu sayang " ucap Alice, tanpa turun ke lantai Alice sudah berpindah posisi ke punggung suaminya, Alice memberikan kecupan di pipi Edwards, dan itu terlihat begitu manis dan romantis tanpa perlu ungkapan kata cinta
mereka berdua segera melakukan acara mandi yang diiringi kegiatan setengah panas , yang berisi foreplay yang tentu saja dimulai dari Edwards sebagai tutor bagi Alice. Begitu selesai acara mandi yang tidak sebentar itu, Edwards kembali melancarkan aksi ***' - ***' di kamar private mereka berdua huni saat ini. Hari - hari indah selama honeymoon yang lebih banyak dihabiskan Edwards dan Alice di dalam private room, daripada berkeliling di sekitar pulau menghabiskan tenaga mereka berdua, dan pasti nya menyenangkan bagi dua sejoli yang saat ini di mabuk cinta.
Ada perasaan puas yang di rasakan oleh Edwards setelah sekian lama berpuasa pasca meninggalnya isteri pertama Edwards, belum lagi berpuasa setelah bersama Alice kurang lebih satu tahun belakang ini, yang membuat Edwards semakin ingin memiliki Alice karena berada di dekat Alice membuat Edwards selalu merasa ingin itu, apalagi Alice yang tidak pernah ragu untuk bersentuhan dengan Edwards yang dipikir Alice jika Alice dan Edwards pernah melakukan talak yang bisa membuat mereka berdua rujuk kembali, oleh karena itu Alice berusaha membuka pikiran Edwards untuk mempertahankan rumah tangga mereka, yang pada realita nya tidak seperti itu.
Usaha Alice memang berbuah manis, namun bukan memperbaiki rumah tangga mereka di masa lalu, namun membuka hati Edwards untuk menerima cinta yang baru, rasa yang sama namun jiwa yang berbeda, karakter yang berbeda, tidak perlu membandingkan satu wanita dengan wanita lainnya yang mengisi relung hati Edwards di masa lalu dan masa kini, yang pasti, saat ini Edwards berjanji di dalam hati dan pikirannya berusaha paling maksimal untuk melindungi Alice dari apapun itu, dan berjuang sangat keras demi kebersamaan mereka hingga akhir hidup mereka.
Tanpa mereka ketahui jika musuh Edwards di masa lalu terus memantau kehidupan Edwards, karena hasrat rasa ingin memiliki yang begitu mendalam yang berbuah dendam masih terukir sempurna sampai di sisa hidupnya, dan pastinya meminta hal yang paling berharga bagi Edwards. Tanpa sepengetahuan Edwards, Thomas yang saat ini terlihat santai , selalu memantau semua orang tanpa terkecuali, Darren, Alice, bahkan Edwards, dikarenakan Thomas tidak ingin lagi merasa menyesal karena tidak memberikan perlindungan kepada anggota keluarga inti nya, karena beranggapan Edwards pasti mampu melindungi keluarganya sendiri, dan itu terbukti tidak benar, malah Thomas harus ikut merasakan kesedihan luar biasa, karena harus kehilangan cucu pertama nya, dan melihat duka di wajah puteranya yang harus kehilangan isteri dan anak sulungnya. Thomas tidak ingin itu terulang kembali, merasakan kesedihan itu lagi, oleh karena itu Thomas memberikan perlindungan berlapis, dengan memerintahkan bodyguard bayangan yang selalu siap di segala kondisi, bahkan bodyguard Edwards pun tidak mengetahui identitas beberapa bodyguard pilihan Thomas yang siap mati demi orang yang mereka lindungi.
Dor....Dor.....
__ADS_1
Suara tembakan terdengar nyaring , bahkan membuat Alice terlonjak ketika sedang meminum air mineral di arah dapur,
sling, cetas, .... satu peluru bersarang di dahi salah satu pelayan yang berada di sisi Alice. Alice yang melihat secara langsung seorang pelayan mati di tempat apalagi berada tepat di sampingnya membuat Alice terdiam dengan wajah yang pucat, dan tubuh yang bergetar hebat, apalagi melihat seorang wanita yang sangat cantik berpenampilan luar biasa memukau seperti seorang superhero berpakaian dengan style mafia yang biasa Alice tonton bersama Darren, dan itu sangat memukau bagi Alice
ssstttt, tunggu dulu........ replay,....
" what's ! " ucap Alice ketika menyadari jika wanita berpenampilan menarik yang membuat Alice sempat terpukau ini merobek wajah, dan membuka baju sebelumnya , dari wanita berperawakan tua dan gendut yang beberapa hari ini selalu di sapa Alice ternyata wanita tangguh yang umurnya lebih muda dari Alice
" cepat amankan nyonya muda " ucap rekannya dengan cepat
kletek... suara pistol yang siap menembus kepala pria tampan itu
" lepaskan isteri aku " ucap Edwards dengan penuh penekanan
" kita harus bergegas ,tuan "
" perintah langsung dari Lotus " ucap pria tampan yang sudah melengkapi tubuh nya dengan alat pelindung diri, tanpa menunggu lama dia bahkan memberikan Edwards perlengkapan pelindung diri tanpa mengindahkan peringatan dari Edwards
" bergegas, tuan "
" waktu kita hanya sedikit "
" kita akan keluar dari sini melalui jalur tersembunyi, dan tidak mengunakan jalur udara dan jet pribadi yang tuan gunakan saat sampai di pulau " ucap pria tampan itu yang dengan gerak cepat langsung memasangkan beberapa barang penting yang harus di pakai Edwards
Edwards dengan gerak cepat segera menuruti permintaan lawan bicaranya, sedangkan Alice tubuh yang sudah bergetar, tidak mampu mencerna keadaan di sekitar, semua yang di tubuhnya di pasangkan oleh perempuan cantik di hadapannya saat ini
" nyonya , bertahanlah sebentar "
" jangan takut, kami pasti melindungi nyonya " ucap wanita cantik itu menatap penuh cinta dengan tuannya, padahal Alice tidak mengenal wanita yang ada di hadapannya saat ini, namun sepertinya wanita itu sangat mengenalnya, bahkan tanpa sadar wanita itu menitikkan airmata
" cepat ! " perintah rekan pria yang saat ini membuyarkan lamunan wanita itu beberapa detik lalu
Berjalan di jalur rahasia yang sangat gelap, yang hanya berbekal penerangan seadanya belum lagi udara yang sangat tipis, dan sangat sunyi, yang bahkan deru nafas saja bisa terdengar
" sayang " ucap Alice dengan suara bergetar
" nanti kita bahas, honey " ucap Edwards mencoba menenangkan perasaan takut yang dirasakan oleh isterinya, Edwards harus bisa membuat Alice tenang, karena jika tidak akan beresiko pada Alice, minimal Alice bisa pingsan secara tiba-tiba dan itu lebih menakutkan lagi bagi Edwards , sedangkan saat ini tidak satu orang pun yang bisa dipercaya untuk memeriksa kesehatan Alice.
Edwards belum bisa berpikir banyak tentang apa yang terjadi hari ini, yang sama sekali tidak pernah di prediksi oleh Edwards, padahal semua nya sudah dipersiapkan secara matang sebelum Edwards sampai di pulau setelah pernikahan, bahkan sebelum keberangkatan mereka ke pulau, di pulau sudah steril dari penyusup, bahkan pulau sudah di lengkapi radar agar tidak ada satu pun kapal laut, kapal selam, pesawat terbang bisa mendarat di pulau tanpa sepengetahuan Edwards. Namun apa yang terjadi hari ini, itu benar-benar membuat Edwards murka, dan itu sudah pasti ada pengkhianat dalam tubuh organisasi yang Edwards pimpin, yang sudah pasti saat mereka selamat nanti, Edwards akan menyusut tuntas siapa saja yang terlibat , dan akan mengangkat hingga akarnya, jangan sampai terulang lagi hal ini, sudah cukup Edwards kehilangan , Edwards tidak ingin hal ini terjadi lagi , suatu tragedi di hari penuh cinta dalam kehidupan mereka. Namun masih belum terpecahkan siapa pelaku utama di balik setiap kejadian seperti ini, dan sudah pasti Edwards akan menyelesaikan ini, itulah janji Edwards di dalam benaknya sembari menenangkan isteri tercintanya.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
πΊπΊ