Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
terimakasih, Olivia


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Kemarahan Rio membuat semua orang menghentikan aktivitas mereka, bermula candaan Mona berakhir dengan kemarahan Rio , sungguh diluar dugaan,kalau boleh memilih, Mona mungkin akan menganti lelucon yang terlontar dari mulutnya yang tidak difilter


"Mommy...." ucap Mona dengan suara pelan , namun masih masih terdengar orang, jangan di tanya raut wajah Mona yang sudah nampak mulai pias dari sebelumnya


." jangan panggil Mommy, Rio..!!!..." ucap Rio dengan wajah memerah karena tubuh anak kecil ini diliputi emosi yang kian membuncah


Mona melirik semua orang, namun tidak ada yang mampu meredam emosi anak kecil ini...


Bahkan Lolita sudah sangat gencar membujuk Rio agar tidak bersikap seperti itu,namun Rio tidak menggubris perkataan dari sang Mommy


Hanan tiba-tiba datang memeluk pinggang Mona yang berdiri dengan suhu tubuh yang kian dingin karena ketakutan,


....Cup..... pipi Mona dikecup Hanan, Mona terkejut, sangat terkejut, pria ini telah berani memberinya kecupan, bahkan memeluk tubuh nya di hadapan semua orang


" maafkan, calon isteri , paman..."


" yah..."


" Rio..."


" tante Mona hanya bercanda,tadi..." ucap Hanan sambil membawa tubuh Mona mendekat kearah Rio yang sudah di peluk sang Mommy


Hanan bahkan menuntun tangan kanan Mona untuk berada dihadapan Rio begitupun Lolita ikut melakukan hal yang sama seperti Hanan


" maafkan Tante Mona, yah nak...."


" dengar tuh, apa kata paman Hanan, kalau tante Mona hanya bercanda..." ucap Lolita lembut penuh kelembutan


dengan pasrah Rio mengambil telapak tangan Mona


" maafkan , Rio ..."


" tante .." ucap Rio pelan


" tante yang salah.."


" maafkan tante, Rio...."


" tante janji, tidak bakal ulangi lagi..."


" Daddy Rio tidak mungkin sama tante, tante hanya bercanda,.."


" lagian juga Daddy Rio, Dud...." ucap Mona


hem...ehem....kata " duda" terputus, karena suara deheman Hanan, jangan sampai Mona mengulangi kesalahan lagi, mengatakan yang tidak perlu dia ucapkan


setelah adegan maaf-maafan, Maria menggoda pasangan baru saja memproklamirkan diri sebagai pasangan baru


" cie...cie..."


" ada yang bakal kasih kita undangan,nih..."


"mommy..." ucap Maria menggoda Hanan dan Mona


" cocok yah, sayang..." ucap Bobby dengan kalimat mengoda Mona dan Hanan, tapi mata nya menatap Lolita


" yah, tidak ada yang bakal menggoda Daddy lagi nih.."


" karena akan ada yang kirim Daddy undangan..."ucap Evan dengan senyum penuh arti


" siapa mau kirim undangan..."


" tidak lah ,Dad..."


" dan tidak mau menggoda Daddy lagi..."


" enggak pake banget,...."


" satpam nya Daddy seram pake banget..."


" ngeri Mona..." ucap Mona membalas satu- persatu ucapan Evan yang sedang menggoda dirinya


" untuk undangan nya..."


" doa kan saja ..." ucap Hanan, yang mampu membuat Mona menoleh ke arah Hanan


" emoh..." sahut Mona yang memicingkan mata menatap Hanan, sambil mencibir


" emohu banget tuh...."


" begitu maksud nya.... ".ucap Maria, yang mendapatkan gelak tawa dari semua orang,

__ADS_1


kalau Hanan menyunggingkan senyuman di wajah tampannya, sedangkan Mona kian memerah wajahnya menahan malu, biasanya dia yang selalu melontarkan kalimat candaan, kali ini dia yang harus menerima kalimat candaan itu


pertengkaran Hanan dan Mona selama ini, telah mengukir benih-benih cinta di hati Hanan, tidak ada yang berani menegur Hanan sekeras Mona, ini lah anu lah, salah Hanan dijabarkan bak struk belanjaan yang harus dilihat satu persatu agar tahu detail harga pembelian biar tidak dirugikan, menurut Hanan itu suatu bentuk perhatian dari Mona , meskipun bawel, wajah Mona cantik menurut Hanan,


" baiklah..."


" kapan nih peresmian hubungan kalian..." ucap Maria kembali menggoda Mona dan Hanan


" Maria Marcedes......" teriak Mona yang tidak mampu lagi menahan dirinya menjadi korban bullying,


" tunggu Mommy gunting arm sling, yah Mom...." ucap Siska yang ikut- ikutan melontar lelucon, padahal Siska termasuk tipe yang pendiam


" Kya....."


" kalian ...." ucap Mona


" luar biasa...." sambung Maria dan Siska


para peserta acara makan-makan ikut tertawa, suasana kembali ramai, penuh suka cita,


mereka mengabadikan momen kebersamaan yang penuh tawa, bahkan foto Lolita di apit dua pria tampan pun turut hadir di lensa kamera digital single lens reflex yang bertengger cantik di tripod,..


berbagai pose mereka lakukan,hingga hari kian larut, mereka tertidur bagaikan jemuran ikan, di ruang lantai dua,


tidak ada atasan, tidak ada bawahan, mereka membaur menjadi satu keluarga besar


.


.


.


.


empat bulan Kemudian,


acara gunting arm sling, di laksanakan yang dihadiri para karyawan , sahabat, kekasih ,dan mantan suaminya, tentu saja beserta dua jagoan tercintanya yang semakin tampan , Lolita yang kondisi nya sudah mulai membaik, tidak lagi ada alat bantu pada lengan dan kaki nya,


Lolita juga mulai melakukan rutinitas harian seperti biasa, walaupun James masih sering mengingatkan bahwa Lolita tetap berhati-hati, untuk sementara waktu,sampai benar-benar pulih


tidak ada sesuatu yang serius terjadi, baik didalam dunia percintaan maupun dunia karier nya, berjalan mulus , ada saja sih kerikil - kerikil kecil,yang menghiasi perjalanan hidup, nikmati saja, dan ambil hikmahnya


nyonya Melani masih kepo dengan urusan putera nya, yang masih tidak menuruti kehendaknya,untuk menikahi gadis pilihan Melani...


awal Melani memutuskan untuk melakukan penjodohan Bobby dengan perempuan pilihannya, karena mendengar laporan dari utusannya , jika putera kesayangan nya tengah dekat dengan janda beranak satu, ungkapan kasar yang selalu Melani lontarkan kepada Lolita jika dia datang melabrak Lolita,


apalagi saat ini, Evan sering mampir dan menginap di ruko, bersama anaknya, membuat Melani semakin men justice Lolita perempuan tidak baik, dan Melani semakin memupuk rasa tidak suka nya, Melani diam selama empat sampai lima bulan ini, bukan tanpa alasan, dia sibuk mengatur strategi agar Lolita ditinggalkan oleh sang kekasih,


dan lebih parahnya, Melani merencanakan mempermalukan Lolita di hadapan khalayak ramai, hingga Lolita di benci semua orang, bahkan di benci anaknya sendiri


Melani sibuk mengumpulkan bukti, dan merekayasa bukti agar sesuai dengan keinginannya, menghancurkan Lolita hingga tak tersisa,


Melani memandang semua persiapan nya dengan wajah bahagia,


ma**?pus kamu yah jan**da ga***tal, gumamnya yang masih terdengar oleh utusannya


" pergi lah...."


" simpan semua ini, ditempat yang aman..."


" kelak akan kita gunakan dengan baik..." ucap Melani, yang mendapatkan anggukan dari utusannya


" sore, Mommy...." ucap Olivia, masuk ke dalam mansion Ubaidillah Affandy


" Oh..."


" calon menantu kesayangan, Mommy...."


" bagaimana , kondisi kamu..."


" capek, yah..." ucap Melani , yang segera menghampiri Olivia,


Olivia mencium pipi kanan dan kiri Melani dengan anggun,


" Bobby, ada, Mom..." tanya Olivia, dengan tatapan memindai isi mansion


" anak itu...."


" tidak pernah pulang lagi ke mansion.."


" sejak perempuan bus**ukg itu cidera..."


" Bobby memilih tinggal di apartemen nya..." ucap Melani dengan nada kesal

__ADS_1


Olivia menyunggingkan senyuman di wajah cantiknya, Olivia perempuan cantik yang terlihat hendon dari gaya, dan pakaian yang dia kenakan, bedanya Olivia terlalu culas, dia menghalalkan segala sesuatu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan


Olivia semakin yakin akan mendapatkan yang dia inginkan, restu sang Mommy calon mertuanya, cukup sebagai modal, untuk dia menguasai Bobby,


" Mom..."


" ini..."


" oleh - oleh buat Mommy..."


" best seller, product baru, Mom..." ucap Olivia sambil menyerahkan tas merk salah satu brand terkenal, dengan hati - hati


" Wah..."


" kamu tahu saja, Olivia..."


" kalau Mommy menginginkan ini...." ucap Melani dengan berbinar menatap tas yang ada di genggaman nya


" sekedar oleh - oleh, Mom..."


" semoga saja, Mommy suka..." ucap Olivia yang sok manja- manja


" sudah pasti suka..."


" suka banget..."


"' terimakasih, Olivia..."


" ini sangat indah...." ucap Melani tanpa memalingkan tatapan matanya kearah tas yang ada dalam pangkuannya,


Melani tidak henti, sedikit memberikan sentuhan pada tas yang menjadi buah tangan dari calon menantu idamannya


" apa kabar orang tua kamu,nak..." tanya Melani


" Oh..."


" mami dan papi sibuk ngurusin cabang Hongkong..."


" mereka baru satu bulan disana..." sahut Olivia, padahal kedua orangtuanya tidak lagi bersama, dan tidak lagi kaya seperti dulu


mereka sibuk mengobrol dengan berbagai topik pembicaraan, yang sebenarnya tidak di sukai Olivia, Olivia hanya sekedar basa-basi, agar sang calon mertua welcome dengan kehadiran nya, apalagi Olivia menilai jika sang Mommy pria yang menjadi incaran nya ini matre, dan norak, tapi sok kaya, gumam Olivia di dalam benaknya


walaupun ekspresi wajah yang dia tampilkan berbeda dengan isi kepala, dan otaknya, Olivia sangat pandai menyembunyikan watak dan karakter asli nya


cukup,!!... bawel sekali wanita tua ini, malas gue berhubungan dengan elo, kalau bukan karena demi mendapatkan Bobby gumam Olivia dalam benaknya, namun dengan senyuman indah di wajahnya


" Mom..."


" Olivia pulang dulu, yah..."


" nanti , kapan- kapan Oliv mampir lagi, kalau ada waktu...." ucap Olivia menyunggingkan senyum di wajahnya dengan kepura-puraan


" kamu temui Bobby di apartemen nya saja..."


" Mommy mengizinkan kamu menemuinya..."


" bila perlu kamu ikat dia, sampai kalian menikah..." ucap Melani dengan semangat


" Oh..."


" baik sekali mertuaku sayang...." ucap Olivia dengan manja


" aku akan kesana..."


" menemui calon suamiku..." ucap Olivia, pura-pura tersipu malu


" hati - hati, yah , nak...." ucap Melani dengan menyunggingkan senyuman di wajah nya


*


*


*


*


*


*


*


🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2