
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Kegiatan hari ini akan semakin padat bagi Edwards, namun tidak menyurutkan semangat Edwards untuk segera menuntaskan segala rangkaian kegiatan yang harus dia lakukan hari ini, bahkan senyuman mengukir di wajah tampannya.
" ada apa dengan kamu , sayang ? " ucap Alice dengan penasaran sambil menyajikan menu sarapan pagi di atas meja makan,
" Hm " ucap Edwards hanya berdehem saja
" kamu begitu semangat pagi ini "
" apa karena kamu akan bertemu dengan seseorang "
" coba katakan kepada aku " ucap Alice lagi menatap wajah tampan Edwards dengan memicingkan matanya , yang membuat Edwards semakin ingin menggoda calon isteri nya
" Oh "
" iya "
" ada seseorang yang harus aku temui, nanti "
" dan jangan menunggu aku pulang malam ini "
" kamu ikuti saja Darren "
" bukankah hari ini kalian sudah membuat schedule untuk kalian berdua " ucap Edwards dengan santainya sambil menyeruput susu yang disajikan oleh Alice. pernyataan Edwards sudah tentu sesuai dengan prediksi Edwards, wajah cantik Alice nampak murung setelah mendengarkan ucapan Edwards
" morning "
" Daddy "
" mommy " ucap Darren yang baru saja bergabung di meja makan, sambil menciumi pipi Alice, kemudian menggeser kursi yang biasa dia tempati. Darren langsung memilih menu sarapan pagi yang dia inginkan pagi hari ini, dan mulai meminta Edwards memulai sarapan pagi dengan membaca doa sebelum makan. Mereka bertiga makan dengan lahap, kecuali Alice yang sudah melirik terus ke arah Edwards, sedangkan yang mendapatkan lirikan terdiam saja yang terkesan mengacuhkan tingkah Alice .
Darren menatap wajah Edwards dan Alice secara bergantian, yah dengan mudah Darren dapat menebak jika tingkah laku Alice disebabkan oleh perbuatan Edwards yang dengan sengaja akan membuat survice atau kejutan istimewa untuk Alice malam nanti, dan Darren termasuk dalam tim sukses Edwards. Sikap acuh tak acuh Darren menambah rasa kesal di hati Alice, hingga membuat wajah Alice semakin terlihat lucu bagi Edwards dan Darren, tanpa sengaja tatapan mata Alice bertemu dengan Edwards, membuat Alice mendelikkan kedua bola matanya, sedangkan Edwards mengulum senyuman menahan diri untuk tidak tertawa, jika tidak maka akan ketahuan jika Alice sengaja dikerjain oleh calon suaminya sendiri. Sarapan pagi yang begitu menyenangkan bagi Edwards dan Darren, namun begitu menyebalkan bagi Alice, namun Alice bersikap profesional sebagai seorang isteri menurut pemikirannya. Mau tidak mau , meskipun Alice dalam keadaan kesal sekalipun , Alice akan memperlakukan Edwards dengan baik, mengurus keperluan Edwards dengan baik, sampai Edwards pergi dari mansion dalam keadaan rapi, dan kenyang , sehingga Edwards dapat beraktivitas dengan baik selama bekerja.
Alice membantu Edwards memasangkan jas di tubuhnya, menyimpulkan dasi yang akan di kenakan Edwards, dan meneliti kembali penampilan Edwards tanpa ada yang kurang satu apapun, terakhir Alice menyematkan sapu tangan di dalam kantong jas Edwards
" suami mau pergi kerja itu harus diantar dengan senyuman manis "
" masa di cemberutin seperti ini " ucap Edwards menggoda Alice, sambil menoel hidung Alice yang minimalis tidak seperti hidung mancung Edwards yang asli dari negaranya
" jangan towel- towel hidung aku " ucap Alice dengan kesal
" idih "
" hidung minimalis seperti ini di sayang - sayang "
" takut tambah hilang yah " ucap Edwards yang lagi-lagi menggoda Alice
" siapa bilang minimalis "
" ini mancung loh "
" walaupun tidak seperti kamu "
" nih "
" lihat ini, tulang hidung nya ada nih " ucap Alice dengan bangga, memang benar hidung Lolita mancungnya khas asia,yang tidak seberapa mancung khas eropa ataupun bangsa barat,
namun Alice tidak pernah menyadari dan tidak pernah memikirkan jika tubuhnya bukanlah seperti khas penduduk negara ini, dari warna kulit yang tidak seputih warga negara ini, bewarna putih bersih khas Asia tanpa bintik-bintik pigmen , warna manik mata, warna rambut, dan lainnya, yang pernah Alice alami hanyalah kesulitan berkomunikasi karena dia sama sekali tidak mengerti apa yang orang ucapkan kepada dirinya, seperti seorang anak kecil yang baru belajar mengenal bahasa, oleh karena itu Edwards mendatangkan guru bahasa untuk Alice belajar berbicara, menulis dan membaca. Edwards juga sesekali mengajarkan bahasa negara ayahnya, takut suatu saat bertemu dengan ayahnya Alice tidak mengerti, maka dari itu Edwards mengajari Alice, setidaknya Alice sudah mampu mengenal dan mengerti tiga bahasa yang wajib dia ketahui.
" Daddy "
" uncle Criss sudah menunggu Daddy sejak tadi " ucap Darren yang sudah berdiri di ambang pintu kamar utama,, membuat Edwards dan Alice menghentikan percakapan diantara mereka, mereka berjalan menuruni anak tangga, sambil menautkan jemari mereka
Alice menatap wajah tampan Edwards dengan penuh cinta, membuat Edwards semakin merasa dicintai, rasa takut Edwards semakin besar bagaimana jika tatapan mata Alice suatu saat nanti tidak akan sama seperti saat ini, tanpa sadar Edwards memberikan kecupan di bibir Alice, membuat Alice merasa bahagia, rasa cemburunya, rasa kesalnya menguap begitu saja
__ADS_1
" hati- hati sayang "
" i love you " kalimat yang selalu sama diucapkan oleh Alice ketika mengantarkan Edwards pergi bekerja. Edwards memeluk tubuh Alice dengan penuh kasih, membuat Darren sangat kesal, karena sebelumnya Darren lah yang selalu memberikan dekapan hangat penuh cinta kasih, dan sekarang ....
sejak Edwards membuka hatinya, perhatian Alice sudah mulai terbagi dua, membuat Darren merasa dirugikan
" sudah-sudah "
" uncle Criss sudah mual melihat kalian berdua "
" mau sampai hari berganti pagi lagi baru kalian berdua selesai berpelukan nya " ucap Darren dengan kesal, membuat Alice dan Edwards mengurai pelukannya, sedangkan Cristian menahan tawanya agar tidak terdengar oleh Edwards yang sejak tadi menatap Cristian dengan tajam setajam silet
" nanti kamu beri aku kabar yah "
" kalau sudah meninggalkan mansion " ucap Edwards dengan manis menatap wajah Alice, membuat Alice tersipu malu
" tidak usah lebay deh, Daddy "
" uncle Alex pasti memberikan informasi kepada Daddy melalui nanak buah Daddy jika kami sudah keluar dari mansion " ucap Darren dengan santainya, karena merasa cemburu dengan kedekatan Alice dan Edwards. Ucapan Darren membuat Edwards kesal, mengapa pula Darren harus selalu menimpali setiap kalimat yang dia tujukan kepada Alice, Edwards hendak menuju arah Darren, minimal menjitak kepala Darren cukup membuat perasaan Edwards membaik, namun Alice menghentikan langkah kaki Edwards
" sudah-sudah "
" kasihan Criss, sayang "
" dia sudah lama menunggu kamu "
" hati-hati di jalan yah sayang, " ucap Alice menatap wajah Edwards dengan penuh cinta, mau tidak mau Edwards menurut sesuai keinginan Alice
wah kekuatan cinta membuat seekor singa berubah jadi kucing persia ,... ucap Criss dalam batinnya
Setelah Edwards pergi bekerja, Alice langsung berada di punggung putranya, Alice merasa Darren lah putranya , putra yang telah dilahirkan olehnya,
" Mom "
" kenapa bobot tubuh mommy semakin ringan ? " ucap Darren dengan penasaran
" iya "
" entahlah "
" Darren boleh mommy menceritakan sesuatu " ucap Alice, membuat Darren menghentikan langkah kakinya, memalingkan wajahnya menatap Alice
" kita duduk saja di situ " ucap Alice menunjuk ke arah kursi taman, Darren langsung menuju ke arah yang diminta oleh Alice
" katakan saja, Mom " ucap Darren dengan serius saat sudah mendaratkan tubuh Alice di kursi taman
" iya "
" entahlah "
" mommy merasakan perasaan yang entah apa itu, disini " ucap Alice menunjuk ke arah dada nya
" kalau ditanya kenapa "
" mommy juga tidak tahu, nak " ucap Alice dengan frustasi
" ya sudah seperti ustadz dan ustadzah bilang "
" mommy harus selalu ucapkan istighfar jika dalam kondisi seperti itu "
" sedikit mengurangi rasa tidak nyaman " ucap Darren sok bijak, padahal dirinya sendiri tidak terlalu taat menjalankan ibadah
" iya "
" kalau itu mommy sudah tahu "
__ADS_1
" begini loh ,nak "
" mommy itu seperti merasakan sedih "
" sangat sedih "
" akan tetapi mommy tidak tahu apa yang membuat mommy sedih, walaupun mommy menangis "
" terus "
" mommy merasakan rindu "
" akan tetapi mommy tidak tahu siapa yang mommy rindukan "
" itu " ucap Alice dengan binggung dengan perasaannya sendiri
deg
deg
deg
Perasaan Darren langsung tidak nyaman, Darren mulai merasakan ketakutan, dan itu tergambar di raut wajah tampan Darren, Alice yang melihat perubahan itu langsung merasa khawatir
" kamu sakit, sayang ? " ucap Alice dengan cepat, namun Darren mengelengkan kepalanya tanpa berkata-kata apapun, membuat Alice meletakkan telapak tangan nya di dahi Darren, kemudian Darren memeluk tubuh Alice dengan posesif
" katakan kepada aku, Mom "
" mommy tidak akan pernah meninggalkan aku " ucap Darren dengan terbata-bata, terus terang saja ucapan Darren begitu membingungkan bagi Alice mengapa anak nya mengucapkan kalimat itu terus menerus seakan-akan suatu saat Alice meninggalkan mereka, bahkan saat Alice tidak menanggapi ucapan Darren, tubuh Alice semakin dihimpit oleh tubuh kekar Darren,
" sayang "
" kamu menyakiti mommy " ucap Alice yang sudah mulai kesulitan bernafas
" maaf " ucap Darren mengendorkan pelukannya, Alice menatap wajah Darren dengan lekat, ketika raut wajah tampan Darren sudah mulai sendu
" jangan pernah kamu katakan hal yang sama seperti itu lagi '
" mommy tidak pernah menyukainya "
" mommy pasti selalu bersama kalian "
" kamu, Daddy, dan mommy "
" kita tidak akan pernah terpisahkan, dan mommy tidak bakal pernah meninggalkan kalian selama-lamanya, kecuali sudah tiba waktu mommy bertemu sang khalik "
" mommy berulang kali mengucapkan kalimat janji tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi " ucap Alice sambil menghapus jejak airmata yang tidak sengaja mengalir di pelupuk mata Darren
" jangan menangis "
" mommy tidak suka melihat wajah tampan kamu menangis, sayang "
" maafkan mommy jika masa lalu membuat kamu trauma " ucap Alice merasa bersalah sambil terus mengelus wajah Darren. mereka butuh waktu untuk tengelam dalam pemikiran masing-masing, jika Darren merasa ketakutan, maka Alice merasa bersalah
" baiklah "
" kita harus menyelesaikan schedule yang telah kita buat hari ini "
" bukankah hari ini kamu tidak ada mata kuliah "
" jangan kita habiskan waktu sia-sia hanya menangisi hal yang tidak penting dan tidak akan pernah terjadi "
" Ok " ucap Alice menatap manik mata Darren, dengan cepat Darren menganggukkan kepalanya
" ayo, kuda mommy "
__ADS_1
" ihha " ucap Alice yang sudah berada di punggung Darren, Darren mengikuti keinginan Alice dengan berlari kencang masuk ke dalam mansionnya Edwards, sambil tertawa lepas mereka berdua merasa sangat terhibur satu sama lain. Mereka langsung menuju tempat-tempat yang sudah mereka jadwalkan hari ini, tempat dimana Alice dan Darren dimanjakan, Mall, dan salon, bahkan tempat refleksi tubuh, yang sudah pasti diketahui oleh Edwards, karena itu juga sudah termasuk dalam rencana Edwards untuk membuat Alice tampil memukau di acara lamaran nya malam ini
Sedangkan Edwards harus berkutat dengan pekerjaan kantor sampai suang hari, karena setelah jam makan siang dia harus mengikuti arahan dari Ben untuk menyukseskan program lamaran yang akan dikemas secara tertutup , yang hanya dihadiri oleh pihak keluarga inti saja , dan sudah tentu tanpa sepengetahuan Alice, sebagai salah satu misi yang akan dia kemas hari ini, bahkan semua tim sudah mempersiapkan segala hal dengan apik dan terencana