Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
idiih,mau nya


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ada begitu banyak yang dipikirkan oleh Lolita, dari bagaimana cara berbicara dengan Bobby, apakah Bobby akan menerima penjelasan dari Lolita, respon apa yang akan Bobby berikan jika Lolita menceritakan kronologis kejadian sejak Bobby meninggalkan dirinya, sedangkan Bobby sejak masuk ke dalam kamar rawat inap Lolita menantikan momen kejujuran Lolita, akankah Lolita akan jujur kepadanya, atau memilih menyimpan permasalahannya sendiri, dan apa yang dipikirkan oleh Lolita. Oleh karena itu pada saat mereka menikmati makan malamnya dengan saling menatap pasangannya , siapa yang akan memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Bahkan setelah mereka berdua selesai makan, baik Bobby maupun Lolita sama-sama menunggu pasangannya membuka obrolan yang tentu saja akan membahas hal yang serius yang akan mempengaruhi hubungan mereka berdua. Dengan memantapkan tekadnya , Lolita berusaha mendahului langkah Bobby untuk menceritakan apa yang terjadi pada saat Bobby meninggalkan dirinya di kamar rawat inap.


" bang " ucap Lolita menatap Bobby yang merebahkan diri ke kasur yang berada di samping kasur pasien


" Hm " ucap Bobby singkat, Bobby masih setia memejamkan mata nya


" bang " ucap Lolita lagi


" Hm "


" ada apa sayang " ucap Bobby yang kali ini menghadap ke arah Lolita, membuat mereka saling berhadapan, menyelami perasaan pasangannya


" bang, bolehkah Lolly bercerita "


" sesaat abang meninggalkan Lolly untuk pergi kerja "


" mas Evan datang ke sini bersama Rio " ucap Lolita dengan hati-hati, Lolita berusaha menjelaskan kepada Bobby secara jujur,agar tidak ada salah paham antara mereka berdua


" Hm "


" terus " ucap Bobby dengan santainya. padahal di dalam batin Bobby tidak sesantai itu, Bobby hanya berusaha mendengarkan dengan baik, segala sesuatu dari Lolita, apakah kekasih nya ini akan jujur atau berbohong,atau jujur tapi menutupi bagian penting, istilahnya setengah jujur


Lolita kembali menjelaskan segala sesuatu segala gamblang dari A sampai Z ,tanpa satu pun di tutup-tutupi nya. Sampai bagaimana dia dan Evan berakhir tertidur dalam satu ranjang,dan Lolita juga menjelaskan kepada Bobby tentang permintaan Rio. Lolita juga mengungkapkan isi hatinya saat ini, kegundahannya, kesedihannya, dari sini Bobby semakin yakin bahwa Lolita adalah wanita yang patut Bobby perjuangkan, dan tidak perlu diragukan lagi tentang arti kesetiaan jika Lolita sudah memutuskan untuk berkomitmen. Status Lolita yang single parent ,tidak perlu di pandang sebelah mata,tapi bagi beberapa orang termasuk sang Mommy nya Bobby masih terus mempermasalahkannya hingga saat ini.


Hubungan mereka berdua masih terbentur restu dari Rio ,dan Melani , mungkin Tuhan mencoba menguji perasaan mereka berdua , akan kah mereka memilih untuk mengakhiri atau melanjutkan hubungan mereka berdua. Dalam keadaan saling menatap satu dengan lainnya, kini mereka terdiam dalam kebisuan ,terlena dan tenggelam dalam pemikiran masing - masing, hanya bertemu tatapan melalui manik mata mereka, mencari ketulusan dari masing- masing individu. Akan kah pasangannya mempertahankan perasaan mereka yang baru seumur jagung. Jika Lolita berfikir bagaimana berjuang mendapatkan restu dari buah hati nya maka Bobby terhanyut dalam lamunannya, bagaimana cara dia meyakinkan sang Mommy ,jika wanita ini, wanita yang di hadapannya saat ini adalah wanita yang diinginkannya untuk menjadi pelengkap hidupnya hingga maut memisahkan mereka, bukankah saat itu Bobby berakhir dihukum oleh Ubaidillah Affandy , masih bisa memaklumi Bobby.


Di dalam benak Bobby saat itu sang Daddy karena kenakalannya, sehingga membuat Ubaidillah Affandy menghempaskan secara paksa seluruh fasilitas yang Bobby miliki, termasuk aset- aset penting Bobby dibekukan oleh ayahnya. Bahkan setelah bersama Theo, Bobby masih sibuk dengan kenakalan nya,


" biasalah nakalnya bujang, toh gue juga tidak mungkin bunt***ng...",...kalimat oncak andalan Bobby kala itu


sebuah kenakalan, yang sudah pasti buruk a.k.a perbuatan yang tidak baik, loh ini, untuk kebaikan dirinya malah kedua orang tuanya seakan-akan Bobby dan Lolita melakukan perbuatan yang tidak terpuji, padahal jelas-jelas sebuah pernikahan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang sudah matang di usianya


Entah sejak kapan rasa itu tumbuh subur di hati Bobby terhadap sosok Lolita,


jika karena kecantikan, sudah dipastikan banyak yang lebih cantik dari Lolita, jika karena seksi , itupun sudah dipastikan banyak wanita yang lebih seksi dari Lolita, tapi kenapa hati dan perasaannya Bobby berlabuh kepada wanita single parent dengan berjuta permasalahan dalam kehidupannya , Bobby juga tidak paham


Akan tetapi kenapa hati nya tertambat dengan janda anak satu, padahal anak gadis perawan banyak, ujar sang Mommy ketika menghina Lolita


bagaimana lagi,itu benar, sangat benar,...


tapi hati orang siapa tahu ,rasa sayang itu tumbuh subur dengan sendiri nya. Tanpa bisa di duga dan tanpa di sadari nya, sampai Bobby menyampaikan perasaan nya saat di family gathering saat itu.


" Beibs "


" sayang kuh " ucap Bobby dengan mesra ,masih dengan setia menatap wajah cantik kekasihnya


" Hm "


" Whoam " ucap Lolita yang sudah mulai mengantuk, menutup mulutnya yang sudah mulai menguap dengan kedua telapak tangannya


" Beibs "


" sayang kuh " ucap Bobby mengulangi lagi ucapannya dengan mesra


" Hm "


" apaan sih ,bang "


" sudah, Ah "


" Lolly sudah mengantuk "


" bobok yuk " ucap Lolita yang sudah menutup kedua matanya


" abang juga sudah mau bobok "


" tapi abang maunya di peluk " ucap Bobby


" idih, maunya "


" Ogah Ah "


" tidak usah aneh-aneh deh ,bang "


" nanti abang nafsu, abang sendiri yang susah, Lolly tidak mau bertanggung jawab untuk hal yang sudah Lolly peringatkan "


" Lolly tidak mau, di grebek perawat ,karena berbuat me.s.um "


ucap Lolita masih dengan memejamkan kedua matanya


" yah sudah, yuk kita me.um "


" sengaja di grebek perawat sekalian di grebek yang punya rumah sakit, biar langsung dinikahi "


" tidak apa-apa sih "


" malam ini berbuat, besok nya kita langsung kota S temui bapak Harun Saleh "


" ijab kabul, tanda tangan di buku nikah, selesai deh urusannya " ucap Bobby dengan santainya


" Eh, belum selesai "


" harus kita lanjutkan ke acara honeymoon dong sayang " ucap Bobby dengan penuh semangat, membuat Lolita mendelik kan mata nya, tidak jadi tertidur


Hah.....Ish.....ucap Lolita dengan mendesis, dengan raut wajah dibuat jelek


" itu sih enak di diri, tidak enak di orang "


" enak di abang, tidak enak buat Lolly "


" emoh ,Ah " ucap Lolita dengan kesal


sambil membalikkan tubuhnya, memunggungi Bobby

__ADS_1


" Beibs "


" sayang kuh " ucap Bobby kembali menggoda


Lolita


" apa sih "


" sudah deh "


" kalau abang masih banyak mau nya , pulang sana gih ke rumah abang "


" minta peluk tuh sama emaknya abang, nyonya Melani "


" minta kelonin sana, puas - puasin kusel- kusel di bawah ketek emak Melani " ucap Lolita membalas godaan Bobby


"Apa ! " ucap Bobby berpura-pura marah, sambil beranjak menuju kasur Lolita tanpa di ketahui Lolita, Bobby yang sudah terduduk di bibir kasur Lolita


" ih, Syuh......Syuh...."


" pergi sana "


" mau apa sih " ucap Lolita sambil mengusir Bobby ala mengusir seekor itik


" bilang apa tadi barusan "


" Hm "


" kusel - kusel di ketek emak abang, Melani "


" niih terima hukumannya "


" aku mau kusel - kusel di ketek emaknya Rio "


" emaknya Boy saja " ucap Bobby, sambil Bobby menggelitik tubuh Lolita,sampai Lolita tertawa di selingi permintaan ampun,agar Bobby menghentikan hukuman nya


" ampun "


" ampun ,bang " ucap Lolita


" ampun apa dulu ? " ucap Bobby


" ampun bang jago " ucap Lolita yang masih saja bercanda


" sudah - sudah, sudah bang "


" Lolly mau pipis nih, geli banget tahu " ucap Lolita dengan permohonan


" maka nya yah "


" jangan lagi bilang emak kamu "


" emak abang , mertua kamu "


" awas yah kalau kamu berani - berani bilang seperti itu lagi " ucap Bobby masih mode jahil


" siapa yang menghina atau yang menggodanya abang "


" tidak ada kan , dan memang benar kan " ucap Lolita yang masih merasa benar. Bobby menghentikan aksi jahilnya yang menggelitik tubuh Lolita, dan Bobby segera memeluk tubuh kekasihnya, meletakan kepala nya di ceruk leher Lolita. Sejenak Lolita terdiam, namun rasa cemas melanda hati nya, ini tidak boleh...di dalam batinnya Lolita


" bang " ucap Lolita


" Hm " ucap Bobby


" sudah dulu yach "


" Lolly, sudah mengantuk nih " ucap Lolita yang sudah lemas karena memang tubuhnya meminta diistirahatkan


" biarkan kita tidur seperti ini "


" boleh yah "


" abang janji, abang tidak akan macam - macam sama kamu, sebelum ucapan SAH "


" sampai kamu halal buat abang,..."


" please " ucap Bobby dengan nada suara yang perlahan-lahan kian melemah. Lolita tidak mampu menyahuti ucapan Bobby, karena dirinya pun sudah sangat mengantuk. Akhir nya kedua insan manusia itu terlelap, dengan Bobby memeluk tubuh Lolita, dengan satu harapan agar Tuhan mengabulkan keinginan mereka berdua untuk menjadi pasangan yang di ridhoi Tuhan dan semua orang.


.


..


..


Selama di dalam perjalanan pulang, Evan tidak berhenti mengembangkan senyuman di wajah tampannya, mengingat bagaimana dia memperlakukan mantan isterinya, dan bagaimana respon balik Lolita, padahal Lolita hanya bersikap baik demi Rio saja, Evan terlalu tinggi menaruh harapan terhadap perhatian Lolita


" Dad, kemana kita akan pergi ? " ucap Rio


" ke hotel X "


" Daddy menginap di hotel itu ,nak " ucap Evan


" Hm " ucap Rio hanya berdehem saja, dan beberapa menit kemudian , Rio kembali bertanya


" Dad "


" Daddy sudah bertemu opa Yahya ? " ucap Rio dengan penasaran


" belum, nak "


" Daddy belum bisa main ke mansion Buya , belum ada waktunya "


" kenapa ? " ucap Evan bertanya balik


" kenapa kita tidak menginap di mansion opa ? "


" supaya Rio ada teman ,besok juga kan weekend, Dad "

__ADS_1


" lagi pula, Mommy tadi berkata kepada Rio untuk tidak usah lagi besuk mommy, cukup Rio tunggu di ruko saja "


" sebenarnya Rio kangen sih sama Daddy "


" akan tetapi Rio kangen juga main bersama bintang sama kejora juga "


" bolehkah kita menginap di rumah opa Yahya saja " ucap Rio dengan berharap Evan memenuhi permintaannya. Evan nampak mempertimbangkan permintaan buah hatinya, dan pada akhirnya, Evan menyetujui permintaan dari Rio. Kemudian meminta pak sopir berubah haluan ke arah mansion buya Yahya.


Sesampainya mereka di kediaman buya Yahya, mereka di sambut oleh umma. Umma begitu antusias menyambut anak dan cucu dari adik ipar nya, tak lupa Evan mengucapkan salam khas seorang muslim, dan mencium dengan takzim punggung telapak tangan umma...


begitu pun Rio, mencontoh perilaku sang Daddy


" kenapa tidak menghubungi umma atau buya, sebelumnya, Van ? " umma


" Evan terburu - buru umma, karena .."


ucap Evan, namun keburu di potong buya Yahya


" tamu jangan mengobrol di depan pintu, Umma "


" ajak Evan dan Rio masuk ke dalam rumah kita, Umma " ucap Buya Yahya


" Buya " ucap Bobby, langsung melakukan hal yang sama seperti Evan memperlakukan Umma, dan Rio mengikuti apa yang dilakukan oleh Evan


Buya, Evan dan para saudaranya menyematkan sapaan Buya sebagai bentuk menghormati abang sulung dari ayah kandung Evan, sehingga sampai saat ini Evan masih selalu menyapa Yahya dengan sapaan akrab itu, Buya Yahya sudah begitu kangen dengan Rio, membuat Buya Yahya tidak berhenti menghujami Rio dengan kecupan di wajah tampan Rio.


" opa "


" hentikan , please "


" Rio sudah gede loh " ucap Rio dengan memelas


" O Ho "


" karena kamu merasa sudah besar ,kamu tidak mau di cium - cium opa lagi, begitu " ucap Buya Yahya dengan kecewa. Melihat kekecewaan di wajah opa Yahya, Rio yang mengecup pipi Yahya


" aefwan "


" 'ana asf , Buya " ucap Rio dengan puppie eyes


" aietidhar Maqbul " ucap Yahya


Umma mengajak tamunya untuk duduk di ruang keluarga kediaman Yahya, dikarenakan tamunya saat ini keluarga terdekat mereka


" di minum ,nak " ucap Umma dengan lembut


" terima kasih, Umma " ucap Evan dengan sopan


" Alhamdulillah, ternyata Rio baik - baik saja "


" bagaimana, dengan Lolita ? "


" kamu sudah menemui Lolita kan " ucap Umma dengan penasaran


" Alhamdulillah, Rio baik-baik saja "


" akan tetapi Lolly tidak baik-baik saja, Umma "


" Buya "


" Lolly harus di rawat inap di rumah sakit, Umma "


" Buya " ucap Evan dengan lirih


" Innalillahi " Umma dan Buya secara bersamaan


" Lolly menderita sakit apa ,Van ? " ucap Umma dengan khawatir


" bukan sakit, Umma "


" Akan tetapi Lolly di cederai oleh seseorang "


" Lolly bilang ,dia tidak mengetahui siapa orang itu, yang datang ke ruko secara tiba-tiba, kemudian langsung mengamuk , mengobrak abrik isi ruko ,dan menyakiti Lolly " ucap Evan dengan wajah kemerahan, menahan emosinya agar tidak meledak


" istighfar, nak " ucap Umma , menenangkan Evan yang terlihat sudah menahan emosinya


" iya, Umma " ucap Evan dengan patuh


" bukan kah ada ada para pegawainya Lolly ,Van ? "


" masa mereka tidak membantu majikannya yang diperlakukan seperti itu ? " ucap Umma dengan penasaran, membuat Evan mendesah, menghelakan nafasnya dengan berat


" Lolly meminta mereka menyelamatkan Rio dan Boy , tanpa memperdulikan dirinya sendiri yang sudah diperlakukan buruk oleh orang itu "


" Lolly menghadapi mereka seorang diri "


" Boy sempat membantu, namun menurut penuturan salah satu karyawan Lolly, bukan perempuan itu saja yang menyakiti Lolly, ada para bodyguard perempuan itu yang ikut menyakiti Lolly "


" untuk melindungi Lolly, Boy mengalami cidera berat , Oleh karena itu Boy harus di rawat inap juga " ucap Evan masih dengan mode on yang sama


" apakah kamu sudah mengenal Boy ? " ucap Umma dengan hati-hati


*


*


*


*


*


*


*


🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2