Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
keputusan Edwards


__ADS_3

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


Thomas seperti tiada kapok untuk bertingkah usil kepada isterinya, yang semakin lama semakin cantik di mata Thomas, semakin lama usia pernikahan, semakin Thomas memahami arti sakinah mawadah warohmah bagi umat beragama Islam, yang sama juga diartikan yang pernah diikrarkan oleh Valerie dan Thomas di depan altar. Namun dengan meyakini keyakinan Edwards, Valerie dan Thomas mengucapkan ijab kabul setelah mereka melafazkan kalimat syahadat sesuai syariat memeluk agama.


Valerie dan Thomas berusaha menjadi lebih baik dalam setiap perjalanan religi yang baru mereka jalani beberapa tahun belakang, bukannya lebih mudah seperti yang Thomas dan Valerie bayangkan, sebuah perubahan , dua kata yang membuat kehidupan mereka seperti berada di roller coaster,


sebuah perubahan akan memperoleh beberapa kebaikan dan beberapa hal yang tidak baik, jumlah laba perusahaan, banyak mengalami turbulensi, para anggota keluarga inti lainnya tidak bisa menerima kehadiran mereka saat ada acara bertemakan family, karena sesuatu dan lain hal. Dan yah masih banyak lagi, namun Thomas dan Valerie semakin sama-sama menguatkan satu sama lain, karena dalam perjalanan religi ini ada hikmah yang sangat besar di dapat oleh mereka berdua, mereka merasa jauh lebih tenang, setelah bertaubat, memperbaiki nilai-nilai ibadah, maka ketika Alice kehilangan ingatannya, Valerie mengajak Alice mempelajari ilmu agama bersama seorang ustadzah, untuk mereka berdua, dan ustadz untuk Thomas, Edwards, dan Darren. Yang lebih membahagiakan lagi bagi Edwards ketika Darren semakin bersemangat untuk memperbaiki nilai-nilai ibadah nya,


" berjanjilah "


" Alice "


" berjanjilah kepada kami , untuk selalu mempercayai kasih sayang yang kami berikan kepada kamu tulus "


" berjanjilah untuk tidak akan pernah meninggalkan Edwards, Darren, dan anak-anak kalian kelak "


" bagaimana, nak ? " ucap Valerie dengan wajah sendu, membuat Alice duduk bersimpuh di lantai di hadapan Valerie


" Alice berjanji "


" tidak akan mengecewakan mommy dan Daddy "


" Alice akan selalu bersama mas Edwards, dan anak anak- kami "


" mempercayai, dan mencintai kalian semua segenap jiwa Alice " ucap Alice menatap manik mata Valerie dengan penuh cinta dan kasih. Valerie meraih tubuh Alice , mendekapnya dengan penuh haru, membuat semua orang ikut merasa terharu akan tingkah Valerie dan Alice


Setelah Thomas mengatakan apa yang dilihatnya adalah sebuah drama antara calon mertua dan calon menantu membuat Thomas harus menahan rasa sakit akibat capitan kepiting dari Valerie. Alice duduk diantara Valerie dan Thomas


" Alice "


" apakah kamu menyayangi mommy dan Daddy ? " ucap Valerie dengan hati-hati


" tentu saja, Mom "


" aku sangat menyayangi kalian " ucap Alice menyenderkan kepalanya di pundak Valerie


" apakah kamu baik-baik saja jika mommy menyampaikan sesuatu ? " ucap Valerie lagi dengan hati-hati


" apa itu, Mom ? " ucap Alice dengan penasaran


" jika kamu menyayangi mommy dan daddy, "


" akankah kamu menyayangi kedua orang tua kamu ? " ucap Valerie dengan hati-hati, sedangkan Alice yang mendapatkan pertanyaan seperti itu membuatnya baru berfikir di dalam otaknya yang seperti anak kecil polos dan bersih


" kedua orang tua aku " ucap Alice di dalam batinnya


" apakah aku masih memiliki keluarga ? "


" orang tua ? "


" seperti mommy dan daddy nya mas Edwards ? " ucap Alice dengan penasaran, dan pertanyaan Alice membuat Valerie menganggukkan kepalanya


" benar kah ? "


" mereka ada dimana ? "


" dan kenapa Alice tidak diberitahukan hal itu, ? " ucap Alice menatap manik mata Valerie, membuat Thomas mengelus-elus punggung Alice sedangkan Valerie menggenggam tangan Alice dengan hangat


" Alice "


" saat itu, kami selalu mencoba untuk memberitahukan kepada kamu "

__ADS_1


" hanya saja dokter menyarankan untuk tidak memberikan kamu lonjakan perasaan yang akan berdampak pada pikiran kamu "


" akan mempengaruhi syaraf - syaraf penting di otak kamu, karena seperti yang kamu ketahui bahwa kamu mengalami amnesia akibat benturan keras di kepala."


" oleh karena itu, kami tidak mau mengambil resiko itu " ucap Valerie dengan lembut


" kenapa mommy, daddy, Edwards, saat ini mencoba untuk memberitahukan kepada kamu ? "


" itu karena kami sudah merasa yakin, bahwa kamu pasti sudah lebih mampu mencerna keadaan tidak seperti satu tahun yang lalu "


" lagipula untuk menikahkan kalian, kita membutuhkan ayah kandung kamu sebagai wali nikah yang sah secara agama dan hukum " ucap Valerie dengan penuh kasih sayang. Alice mencerna kembali setiap kalimat yang lolos dari bibir Valerie


" Mom "


" Dad "


" bolehkah Alice menemui mereka ? " ucap Alice dengan hati-hati


" tentu saja "


" apakah kamu sudah siap untuk bertemu dengan mereka ,nak ? " ucap Valerie dengan tersenyum sumringah, dan Alice membalasnya dengan menganggukan kepala nya, mereka kembali berpelukan. Setelah bercengkerama dengan segala topik di ruangan keluarga, Alice yang masih harus mengkonsumsi obat, pasti mengantuk karena efek dari obat yang harus di minum Alice secara rutin


" bawa, calon isteri kamu istirahat, Ed "


" dan temui kami di ruangan kerja Daddy " ucap Thomas dengan serius, dan Edwards langsung mengendong tubuh Alice ala bridal ke dalam kamar, dan menyusul Thomas ke dalam ruangan kerja Thomas, yang sudah ada Darren, Valerie dan Thomas.


Thomas terlihat tidak baik-baik saja, karena apa yang akan dia sampaikan mungkin akan menyakiti anak dan cucu tersayang nya,


" maafkan aku "


" jika apa yang akan aku sampaikan kepada kalian akan menyakiti hati kalian "


" akan tetapi itu adalah fakta yang harus kalian ,aku ,dan Valerie terima jika Alice mengetahui kenyataan tentang kehidupannya " ucap Thomas dengan nada rendah, sambil menghelakan nafasnya dengan berat, Valerie menggenggam telapak tangan suaminya, memberikan spirit, saling menguatkan satu sama lainnya, karena mereka berduaan juga turut merasakan kesedihan jika sampai Alice meninggalkan mereka, dan memilih kembali ke kehidupan di masa lalu Alice


" Darren ? " ucap Thomas dengan lirih. sedangkan para penghuni ruangan terdiam, tanpa ada yang menyahuti ucapan Thomas, karena ini begitu berat untuk bilang iya, dan tidak mau mengatakan tidak.


" jika kamu menikah "


" Alice akan selalu mengikuti kemanapun kamu pergi "


" ke acara- acara penting , acara kenegaraan, dan acara lainnya "


" apakah kamu sudah mempersiapkan itu ? " ucap Thomas


" iya, Dad "


" aku sudah mengantisipasi itu semua, agar identitas Alice tida akan di ketahui oleh masyarakat luas, bahkan para sahabat aku sekali pun, aku akan menutupi wajah cantik isteri aku " ucap Edwards


" dan kamu, Darren "


" harus selalu mengingat itu "


" jangan sampai terulang kembali saat kalian pergi ke tempat terbuka tanpa memberikan mommy masker, dan topeng " ucap Edwards dengan serius, bahkan Valerie dan Thomas menganggukkan kepala mereka, mengiyakan kalau perbuatan Darren yang mengikuti kemauan dari Alice dapat membuat mereka kehilangan Alice untuk selama-lamanya.


Darren menundukkan wajahnya dengan lemah, dia melakukan kecerobohan hanya karena Alice membujuk Darren dengan kepiawaian dalam memanipulasi perasaan Darren, sehingga Darren sampai lupa identitas Alice yang harus di tutupi dari publik, dan karena hal itu membuat Darren harus menelan kemarahan Edwards saat itu, bahkan Alice baru kali itu melihat kemarahan Edwards, yang membuat Alice tiba-tiba pingsan saat melihat Edwards membentak dan memarahi Darren, butuh waktu selama seminggu Alice memulihkan diri, karena menurut dokter Alice tidak boleh mendapatkan beban pikiran dan beban perasaannya Alice yang sudah pasti akan mempengaruhi kesehatan Alice.


" terus "


" bagaimana cara kamu mempertemukan Alice dengan kedua orang tuanya ? "


" apakah Alice akan baik-baik saja ? " ucap Thomas dengan penasaran

__ADS_1


" aku akan mempertemukan mereka, di saat aku akan melakukan lamaran kepada Alice "


" aku tidak tahu, Dad "


" aku sudah merencanakan untuk mempersiapkan semua kemungkinan terburuk seperti yang sudah-sudah "


" aku akan mempersiapkan tim medis , jika terjadi sesuatu kepada Alice " ucap Edwards dengan yakin, sedangkan Valerie hanya menyimak percakapan yang terjadi antara Thomas dan Edwards, begitu pula dengan Darren


" lamaran romantis "


" aku jadi penasaran, seperti apa lamaran yang telah kamu persiapkan untuk Alice " ucap Thomas menggoda Edwards


" iya "


" yang pasti lebih spektakuler dari lamaran Daddy lah " ucap Edwards dengan jumawa


" seperti lamaran kamu untuk Riana " ucap Thomas dengan hati-hati,


" mungkin "


" kalau Daddy masih mempertanyakan perasaan aku kepada almarhumah isteri aku "


" aku masih menyimpan perasaan cinta kepadanya, dia tetap isteri soleha bagi aku "


" dan bagaimana perasaan aku kepada Alice ? "


" tentu saja aku mencintai Alice "


" mereka berdua memiliki tempat di relung hati aku yang paling dalam "


" jangan di tanya lagi seberapa besar perasaan aku kepada almarhumah isteri aku ataupun kepada Alice "


" tentu saja aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu "


" mereka berdua, wanita yang hadir di dalam kehidupan aku, yang sangat aku cintai " ucap Edwards dengan serius membuat Thomas dan Valerie yakin, jika Edwards memang telah membuka pintu hatinya untuk cinta yang baru, bukan karena Darren yang menyukai Alice saja. Hal yang Thomas dan Valerie takutkan harus Thomas pertanyakan terlebih dahulu, bagaimana pun, kebahagiaan cucunya harus sama dengan kebahagiaan anaknya menurut Thomas dan Valerie, apalagi Alice seperti nya perempuan baik-baik, mereka menyukai sosok Alice . Mereka berdua tidak ingin kebahagiaan hanya terjadi satu arah, karena akan bisa menggoyang biduk rumah tangga Edwards, akan tetapi ucapan Edwards yang baru saja mereka dengar, cukup membuat mereka berdua merasa lega, sangat lega, dan sangat puas. Akhirnya mereka akan menikmati masa tua yang damai, Thomas dan Valerie saling berpelukan , terharu akan ucapan anak mereka sendiri


" sekarang apa keputusan kamu ? "


" apakah kamu sudah memantapkan pilihan kamu "


" untuk menikahi Alice ? " ucap Valerie menatap manik mata Edwards


" iya, Mom "


" iya, Dad "


" aku akan menikahi Alice " ucap Edwards dengan tegas dan sopan, membuat mereka semua mengucapkan kalimat syukur.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2