Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
anggota penyidik beraksi


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


" Looooolllllyyyy "


" Lolly.........." suara cempreng ,khas itu......


Gleek,....


oh my god.....


teman nyentrik aku, ucap Lolita ,


sedangkan orang itu segera menghampiri, Lolita....


" apa kabar jenk " ucap teman Lolita langsung memeluk,dan cipika cipiki....


cium pipi kanan,cium pipi kiri...


" baik ,sofian " ucap Lolita dengan hati-hati


karena penampilannya...


" Eits "


" jangan panggil aku sofian donk "


" sovie, "


" sapa eike dengan itu "


" atau vivie "


" kalau terlalu panjang sapa aja "


" Vie "


" ingat nama eike Vie, "


" yaah jenk " ucap nya panjang setengah berbisik, agar Lolita mendengarnya dan melakukan permintaannya


karena Lolita takut melukai perasaannya, sehingga Lolita menganggukan- anggukan kepalanya , seakan-akan Lolita paham dan mengerti permintaannya


" Jenk "


" jadi kamu kesini sama babang ganteng ? " ucap Sofian, sembari mengajak Lolita duduk disalah satu kursi yang disediakan didalam ruko khusus jual ice cream


" aku "


" aku, "


" aku dan mas Evan sudah bercerai, Vie " ucap Lolita dengan lirih


" oh my god " ucap sofian,sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya,dengan wajah kaget tentunya....


" oh Darling "


" aku turut bersedih mendengarnya "


" padahal "


" eike iri sekali akan keromantisan kalian, " ucapan dan wajah sofian terlihat memang tulus pada Lolita


" atau ini ulah mak lampir,yang memisahkan kalian, Darling " tanya Sofian dengan menggebu- gebu


" aku tidak memikirkannya lagi , Vie "


" aku hanya melihat dan memergoki suamiku bersama wanita di dalam kamar hotel,dan " Lolita tidak mampu meneruskannya lagi


" hah, "


" eike terluka , Darling "


" mendengarnya saja membuat eike terluka "


" apalagi melihatnya secara langsung " ucap sofian dengan lirih


" Vie,"


" ada anakku di mobil,maafkan aku,mungkin lain kali kita berbincang lebih lama " ucap Lolita baru teringat akan tujuannya datang ke sini


" add,contact aku, Darling " ucap sofian


kami pun bertukar nomor telefon,karena sempat lama kami tidak berhubungan


sudah lama sekali mungkin beberapa tahun lalu,sejak ia memutuskan untuk hidup di J**,karena penolakan pihak keluarga nya


wajar saja,orang tua mana,yang mau,dan menerima anaknya mengubah genre nya...


apalagi orang tua nya termasuk keluarga yang lumayan taat dalam agama,


aku hanya lah seorang teman,yang mampu bagiku lakukan adalah memberinya support,dan sedikit nasehat,tapi bila itu pilihannya,apa boleh buat,hanya mendoakannya saja,agar ia kembali ke fitrahnya lagi.,


Lolita segera pamit pada sofian,karena anaknya Rio sudah lama menunggu di dalam mobil,sedangkan dia tetap di sana,karena sedang menunggu temannya, sekaligus kliennya...


Lolita melambaikan tangannya kepada Sofian,dan Sofian memberikan Lolita kode kiss dari jauh,dan tanda cinta dari kedua tangannya....


sofian...


sofian,terlihat bahagia,kamu disini, semoga selalu bahagia untukmu ucap Lolita dalam batinnya


pak sopir kembali melajukan kendaraan roda empat yang mereka tumpangi,melaju membelah jalan sore itu, nama nya kota besar,macet adalah makanan sehari- hari...


yaach, Lolita pun ikut tertidur bersama Rio


.


.


..


..


..


" Mom "


" mommy " ucap Rio menepuk- tepuk pipi Lolita....


" Hm "


" ada apa ,nak " ucap Lolita dengan suara serak khas bangun tidur

__ADS_1


" mommy "


" sudah sampe di rumah aunty Asha " ucap Rio, masih membangunkan tidur Lolita


" Astaghfirullah Allazim " ucap Lolita , segera memperbaiki duduknya,dan membawa turun barang yang berada di dekatnya, membuka pintu,dan mengajak Rio segera turun,...


pak sopir sudah menurunkan barang - barang mereka yang berada di bagasi mobil.....


masuk di dalam kediaman Asha,


Lolita dan Rio mengucapkan salam,ternyata Asha sudah berjalan menuju ke arah mereka, tentu nya dengan twin R....Rafa dan Ravi...


Rio sudah berlarian mendekat kearah Rafa dan Ravi, tentunya mereka sangat bahagia dengan kedatangan Rio....


Rio seperti saudara mereka,meski berbeda beberapa bulan,mereka lahir di tahun yang sama, walaupun begitu, Lolita tetap mengajarkan anaknya memanggil twin R ,dengan sapaan abang, begitu pun twin R,mereka menyapa Rio dengan sapaan adik


Asha,memelukku dengan erat.....


" awwwss " teriak Lolita


" apa ada yang sakit, " teriak Asha khawatir


" empat gunung kembar kita berhimpitan, "


" aku takut pecah " ucap Lolita dengan lelucon garing


Asha memukul lengan Lolita ,dan mereka berdua tertawa bersama


" yaah "


" gunungnya berhimpitan,dan saling bertabrakan " ucap Asha lagi


"niih " Lolita menyodorkan bucket ice cream.....


" Yeay " teriak Asha,


" akan aku simpan di freezer,."


" untuk kita nikmati besok, dan kita kreasi seperti biasa " ucap Asha menaik turunkan alisnya,dengan wajah berbinar


Lolita mengeleng- gelengkan kepala,dan diselingi senyum di wajahnya


.


.


..


..


..


makan malam,


para maid mempersiapkan makan malam, Lolita hendak membantu setelah menyusun barang bawaannya ke lemari yang tersedia di kamar tamu yang Lolita akan huni,ternyata sang nyonya sudah berada di dapur....


" hey, "


" beibs " ucap Asha melirik kearah Lolita sebentar


" abang pulang larut, "


" tadi abang telepon aku "


" Oh " ucap Lolita hanya ber - Oh ria


" tidak perlu repot ,Sha "


" nanti aku tidak betah kalau kamu sampai repot-repot begini " ucap Lolita dengan serius


" iiih "


" sensitive banget siih "


" hati elo makin kecil ,beibs " ucap Asha menggoda sahabatnya, membuat Lolita tertawa mendengarnya....


" terserah, kamu, Sha " ucap Lolita , memperpendek pertikaian,karena Lolita masih lelah akibat persiapan perjalanannya ke J***,dan penerbangan


.


..


..


..


..


Beginilah,makan di rumah orang kaya, table manner, pasti di terapkan dan perhatikan dengan baik dan benar, Lolita sebenarnya sudah terbiasa,dan Rio pun sudah terbiasa,...


Karena alm.ibu Lolita, orang biasa sebelum menikah dengan Daddy nya Lolita ,sering kali jika daddy tidak di rumah, mereka makan ala mommy nya Lolita...


yang makan duduk di lantai,lipat satu kaki...


colek sana sini sambel yang masih di lumpang yang dikasih ikan goreng di geprek pake anak batu nya, masakan khas daerah mommy Lolita dengan sayur- mayur rebusan dan banyak lalapan, terkadang bila kangen dengan alm.ibunya , Lolita melakukannya sendiri,...


..


..


..


..


..


Setelah selesai makan malam,anak- anak sudah langsung membersihkan diri , jika mereka tertidur,mereka sudah bersih....


begitu pun Lolita dan Asha,...


menunggu suami Asha,kami berada di ruang keluarga,...


Anak- anak sudah bermain kesana kemari,entah apa yang mereka kerjakan,mereka asyik di dunia mereka....


Lolita dan Asha,duduk di sofa,...dan menonton acara televisi, mereka memilih film komedi, ,kenapa Asha memilih film jenis ini, mungkin bermaksud menghibur sahabatnya mungkin , walaupun tidak ada pengaruh nya


Asha mulai melirik Lolita,


yaach, Lolita paham betul maksud dari lirikan maut sahabatnya ini


anggota penyidik beraksi,

__ADS_1


dan Lolita memutar bola matanya ,dengan jengah.....


Asha mulai pada tahap satu...melirik


tahap dua * senyum- senyum


tahap tiga * mulai deh


" beibs "


" ceritakan, dong " bujuk rayuan pulau kelapa Asha


" Hm " ucap Lolita hanya berdehem ria


" ayolah, "


" beibs " bujuk rayuan pulau kelapa Asha lagi


dan akhirnya Lolita terpaksa mulai menceritakan detail


flashback on,


Lolita menunggu mommy dan daddy mantan suaminya,semakin larut, Lolita tidak mampu menunggu nya,bahkan tidak ada ketukan di pintu kamar,hingga Lolita pun terlelap ,hingga azan subuh di handphone membangunkannya,


selesai melaksanakan ibadahnya , Lolita mempersiapkan perlengkapan sekolah Rio,...


karena di rumah mommy Ida ,masih lengkap pakaian Rio,seragam sekolah Rio,karena memang ada double untuk pakaian Rio,terkadang karena sering menginap di rumah mommy,kami malas untuk membawa pakaian,hingga kami membeli lebih untuk pakaian sekolah Rio...


Lolita menuruni anak tangga, untuk menyiapkan sarapan seperti biasa, bila Lolita sedang berkunjung di rumah mommy,dengan di bantu maid,aku mempersiapkan sarapan untuk warga rumah mommy Ida...


" Lolita "


" nanti biar pak Min, yang mengantarkan Rio sekolah " ucap mommy Ida kepada mantan menantu nya


Lolita mengerti maksud mommy Ida ,mommy Ida masih ingin meneruskan percakapan semalam yang tertunda...tanpa harus menjelaskan secara rinci , Lolita paham maksud dan tujuannya


" iya, Mom " ucap Lolita sambil menganggukan kepalanya,dan kembali melanjutkan pekerjaannya ..


pukul.06..00 wit, Lolita membangunkan Rio,dan melakukan rutinitasnya sebagai seorang ibu seperti biasa,memandikan,mendandani anak gantengnya,dan mempersiapkan bekal sekolahnya...


Setelah melambaikan tangan pada anaknya,yang saat ini pak Min mengantarkan Rio berangkat ke sekolah, pak Min melajukan mobil milik mertuanya dengan kecepatan sedang dan hati- hati...


Lolita,segera ikut membantu maid membereskan meja makan....


dan menyelesaikan hal- hal lain,seperti biasa,bila Lolita berada di rumah mantan mertuanya. Setelah itu, Lolita bergegas membersihkan tubuhnya yang terasa lengket,dan menemui kedua orang tua mantan suaminya..


Begitu mendekati ruangan keluarga , perasaan Lolita semakin tidak beraturan,


deg..


degg...


degg...


semakin cemas, Lolita semakin sering *******-***** kedua tangannya,meremas setiap jemari nya,dan sudah pasti wajahnya terlihat pucat sangking gugupnya...


apakah mantan mertuanya mengabulkan permintaan dari Lolita...


"duduk lah,nak " ucap daddy Hamid, ayah mantan suami Lolita


Lolita segera duduk, di kursi kosong yang ada di ruangan itu


dan mommy mantan suami Lolita,kini duduk tepat di samping sebelah kiri Lolita...


perasaan Lolita semakin bertalu-talu....


"Lolita "


" kamu tahu sendiri bagaimana Evan "


" dia tetap tidak menyetujui keinginan kamu untuk pindah kesana "


" daddy tahu ini sulit juga bagi kamu, "


" tapi ini juga sulit bagi keluarga daddy "


" bagaimanapun juga kepindahan kamu dan Rio, "


" membuat kami terpisah jarak yang jauh dengan cucu kami,kami merasa sangat tidak rela " ucap Daddy Hamid dengan lembut, dalam bermakna dalam


rasa nya seluruh tubuh Lolita luruh ke bumi,seakan- akan tubuhnya tidak mampu menopang bobot tubuh nya sendiri, kaki nya seakan-akan tidak berpijak di bumi lagi


" apalagi hak asuh jatuh kepada kamu, "


" jika kamu menikah kembali "


daddy menghentikan kalimatnya sejenak,beliau memijat kedua mata nya , Lolita dapat melihat, di sekitar pelupuk mata Daddy Hamid ada airmata yang menggenang di sana


" jika kamu menikah kembali "


" daddy mohon pilihlah suami yang tidak hanya sayang kepada kamu "


" pilihlah suami yang menerima Rio juga "


" Daddy takut,jika dia memperlakukan Rio dengan buruk, "


" daddy takut dengan jiwa Rio terguncang "


" ,hanya itu nak "


" itulah kekhawatiran daddy dan mommy "


" untuk itu, "


" bolehkah daddy meminta kepada kamu " ucap Daddy Hamid dengan lembut


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


πŸ’πŸ’


__ADS_2