Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
tekan ego kamu


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah mendengarkan percakapan yang terjadi di ruangan Lolita, apalagi melihat perubahan mood Lolita yang memuat Lolita bernafas dengan buruk, hingga terdengar tersengal-sengal, seperti seorang pasien penderita asma, membuat James harus bertindak cepat, mengusir secara halus para pengunjung Lolita, agar tidak ada satu orang pun yang tersinggung, prioritas utama saat ini Lolita, itu yang ada di dalam pikiran James.


James segera menekan tombol bell emergency yang ada di dalam ruangan rawat inap Lolita, kemudian James segera memasangkan nasal canule di lubang hidung Lolita, dan segera menyetel asupan oksigen yang diperlukan oleh tubuh Lolita, seorang perawat datang dengan terburu-buru..


" iya, ada apa, Doktor ? " ucap perawat dengan polosnya


" mana sfigmomanometer, dan stetoskop " ucap James dengan tegas, bukannya menyerahkan apa yang diminta oleh James, perawat itu malah keluar lagi dari ruangan , dengan cepat ke arah nurse station, membuat


Doktor James menepuk jidatnya, kenapa perawat yang seperti ini di tempatkan di ruang super VVIP, bisa ada keluhan dari keluarga pasien bagaimana.


alamak, alamat akan di pindahkan ke ruang lain deh aku , ucap perawat dalam batinnya sembari dia berlari kencang menuju nurse station


" Doktor, ini sfigmomanometer nya "


" Hanya ada yang digital saja " ucap perawat sambil sedikit terengah-engah, sedangkan Doktor James melirik tidak suka kepada perawat jaga itu, bukan tidak suka dengan perawat nya, tapi tidak suka dengan cara kerja nya. Perawat itu hanya menundukkan kepalanya dengan takut, takut akan di berhentikan, padahal perawat tadi bukannya lupa tanpa sebab, tapi dia tadi baru saja mendapat kabar jika adiknya masuk rumah sakit di daerahnya karena wabah demam berdarah. Namun James tidak peduli dengan alasan apapun, baginya perawat jaga harus memberikan servis terbaik untuk para pasiennya, karena mereka di upah melebihi upah minimum di negara ini, hak pasien harus di utamakan, apalagi pasien di sini mayoritas kalangan highclass , akan merusak reputasi rumah sakit, jika para pegawainya kurang kompeten.


Lolita yang langsung mendapatkan tindakan medis dari Doktor James, membuat mereka semua begitu cemas ,terlihat dari raut wajah mereka yang begitu khawatir. Doktor James melirik kepada penghuni kamar rawat inap yang lain..


" maaf "


" untuk sementara pasiennya di tinggal terlebih dahulu "


" untuk memberi ruang kepada pasien "


" dan pasien bisa beristirahat "


" saya dan suster akan memantau kondisi pasien "


" maaf " ucap Doktor James dengan sopan karena sejak tadi para pengunjung tidak bergerak dari posisi mereka masing-masing padahal James sudah meminta mereka keluar secara halus


Semua orang keluar dari kamar rawat inap Lolita, kecuali doktor James dan seorang perawat masih tetap berada di dalam ruangan rawat inap Lolita untuk memantau kondisi pasien di dalam ruangan. James kembali mengobservasi kondisi Lolita hingga Lolita pulih, tanpa bantuan oksigen


" bagaimana, dik "


" apakah sudah mendingan dari kondisi sebelumnya ? " ucap James dengan intens, menatap raut wajah cantik Lolita


" iya, bang "


" terimakasih " ucap Lolita dengan lembut


" kamu istirahat lah "


" abang akan menunggu kamu disini sampai kamu terlelap " ucap James menenangkan hati Lolita


" bang " ucap Lolita dengan hati-hati, Lolita masih memikirkan Bobby dan Evan


" lebih baik kamu menenangkan diri kamu "


" mereka pasti baik-baik saja "


" ada Daddy kamu, dan keluarganya Evan "


" mereka tidak mungkin melakukan itu di hadapan keluarga mereka sendiri "


" yakinlah dengan ucapan abang " ucap James lagi, menenangkan hati Lolita,


James seakan-akan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Lolita


" mereka berdua tidak salah, bang " ucap Lolita masih berusaha mengungkapkan kecemasan nya, karena takut James akan bertindak, apalagi sampai ayahnya James atau pun ayahnya Theo mengetahui kondisi Lolita saat ini


,,,...... Shuuuuuuuttttt............


jari telunjuk James berada di tengah bibir imut Lolita


" kamu tidak perlu berpikiran yang macam-macam "


" bobok, yach ,dik "


" tenang saja mereka berdua tidak akan tahu, baik abang maupun Theo tidak memberikan mereka kabar berita tentang kamu " ucap James menenangkan perasaan Lolita dengan lembut, sangat lembut,yang dijawab Lolita hanya sebuah anggukan kepalanya


^


^


Astaga,...jiwa Jones aku merana, ucap perawat B di dalam benaknya tanpa berani mengungkapkan nya, yang saat ini berada di dalam satu ruangan dengan Lolita dan James, posisi nya tepat berada di belakang Doktor James.Perawat B sempat merasa galau memikirkan adiknya di rawat di rumah sakit daerah asalnya , eh harus melihat adegan uwu- uwu di hadapannya, dosa apa yak aku kemarin, ucap perawat B lagi di dalam batinnya. Akan tetapi dia harus mendampingi Doktor James dalam mengobservasi pasien, mau tak mau dia harus menyaksikan adegan romantis dari sang dokter, bahkan tanpa ragu, Doktor James memegang telapak tangan Lolita dengan lembut, bahkan tatapan matanya James menyiratkan bahwa dia sangat menyayangi pasien yang berada di hadapannya.


Setelah Lolita tertidur, Doktor James mengajak perawat jaga segera keluar dari kamar rawat inap Lolita melalui kode matanya, perawat B mengerti maksud dari sang Doktor, menganggukan kepalanya satu kali, dan mengikuti langkah sang Doktor, langkah kaki Doktor James dan perawat B di muara pintu, membuat pintu kamar rawat inap Lolita terbuka, dan semua pengunjung Lolita segera menghujami James dengan pertanyaan


" bagaimana, dokter ? " ucap Harun dengan khawatir


" Lolly baru saja istirahat "


" saya meninggalkan Lolly karena tidak ingin menganggu kenyamanan nya " ucap James


" saya mohon maaf "


" akan tetapi saya meminta tolong jangan membicarakan atau melakukan konflik kepada pasien "


" Lolly masih sangat lemah baik tubuh dan pikiran nya "


" please "


" berikan dia kenyamanan , bisa kan ? " pinta James menatap Bobby dan Evan secara bergantian, karena saat James keluar dari kamar rawat inap Lolita melihat mereka berdua, sehingga memaksa James melakukan inhale exhale secara teratur agar mampu menguasai dirinya


Pernyataan James membuat Evan terdiam, begitupun juga dengan Bobby, karena ego mereka, membuat Lolita terluka, kali ini karena ego mereka lagi Lolita seperti tadi. mereka berdua harus menyingkirkan ego mereka saat ini demi Lolita, jika masih ingin menjaga kekasih hatinya.


" baik, saya permisi " ucap James berlalu, sambil menepuk bahu Boy, dan menatap masing-masing pengunjung Lolita. James juga memberikan Boy kode untuk menjaga sang Mommy, yang berbuah anggukan kepala dari Boy, Boy mengerti maksud dari James. James bukan tidak ingin bergabung dengan anggota keluarga Lolita, akan tetapi ada perawat jaga yang mengekori nya sedari tadi, dia tidak ingin permasalahan Lolita menjadi trending topik hangat dikalangan rumah sakit. Apalagi dokter Liliane, yang masih punya hubungan keluarga dengan James, meskipun suara jauh tentu mendengar kasak-kusuk tentang James melalui beberapa pertemuan keluarga, beberapa tahun silam, ketika Lolita bertandang di negara J bersama Asha. Lolita dan Asha cukup mendapatkan perhatian para lelaki di negara itu, terutama para sepupu Theodore, alasan keyakinan, yang membuat mereka mundur teratur untuk mendekatkan diri secara intensif dengan Lolita

__ADS_1


" Dad "


" bolehkah Evan meminta waktu Daddy dan mami "


" Evan mau bicara dengan Daddy dan mami " ucap Evan hati-hati, membuat Asha berfikir cepat. Jika pembahasan ini serius dan menegangkan , tentu saja akan menganggu Lolita yang saat ini butuh ketenangan, apalagi karakteristik Evan yang terkenal amazing keras kepalanya.


Oh iya ruangan Boy, ucap Asha bermonolog dengan dirinya sendiri, Asha seakan-akan mendapat ide brilian


" Boy "


" kamu saja yang menjaga Mommy kamu "


" yah nak "


" ini pembicaraan orang dewasa "


" lebih baik kamu mengurus Lolita saja, boleh kan Boy " ucap Asha kepada Boy


" baik, aunty " ucap Boy langsung masuk ke dalam ruangan rawat Lolita, setelah Boy masuk kedalam kamar rawat inap Lolita, Asha segera meminta para orang dewasa mencari tempat bicara yang lebih nyaman, apalagi ini menyangkut hal yang pribadi


" sebaiknya kita membicarakan hal ini di dalam ruangan Boy saja "


" Daddy , mami "


" abang Bobby, abang Evan "


" Buya dan Umma " ucap Asha dengan sopan dan santun, akhirnya mereka semua menuruti saran dari Asha, dan mengikuti langkah kaki Asha menuju ruangan Boy yang hanya berjarak beberapa meter saja dari ruangan Lolita.


βœ“


βœ“


Disini lah mereka berada, di dalam ruangan Boy. Suasana hening dan awkward semakin ketara


" Ehem "


" Ehem "


" silahkan kamu katakan apa yang ingin kamu sampaikan, nak "


" Daddy akan mendengarkan nya dengan baik "


" akan tetapi apakah tidak apa-apa "


" karena di sini bukan hanya kita " ucap Harun memastikan bahwa pembicaraan ini tidak mengapa jika didengarkan oleh orang lain,


" tidak apa-apa, Dad "


" biar Asha dan Dia juga mendengarkan percakapan ini " ucap Evan melirik Asha dan Bobby secara bergantian


" baik "


" Dad "


" kemarin, pada saat berkunjung di kamar rawat inap Lolita, Evan mengajak Rio "


" dan Rio mengatakan kepada kami berdua "


" untuk Evan dan Lolly agar kami kembali bersatu "


" dan itu bukan hanya karena permintaan Rio saja yang menjadi pertimbangan Evan meminta Lolly untuk menjadi isteri Evan "


" Evan masih sangat mencintai Lolly, Dad "


" hanya Lolly "


" hanya Lolly di hati Evan "


" Evan memohon kepada Daddy dan mami untuk menerima Evan lagi " ucap Evan dengan sangat tulus, bahkan suara Evan bergetar, apalagi saat Evan mengingat-ingat wajah Lolita, Evan sampai menitikkan air matanya.


Harun melihat kesungguhan Evan, memang banyak perubahan dari Evan pasca perceraian, bahkan Evan tidak sungkan-sungkan datang ke rumah Harun hanya sekedar berkunjung, terkadang menginap di kamar Lolita di rumah Harun. Harun terpaksa menuruti kehendak dari Evan, lagi pula Lolita tidak pernah kembali ke kota S lagi setelah pasca perceraian mereka, hanya Rio yang pulang ke kota S . Jika berkunjung di rumah Harun, Rio dan Evan pasti tidur di kamar yang mereka huni dulu saat mereka masih menjadi suami isteri.


Bobby melihat kesungguhan dari saingan cintanya, Bobby bahkan merasa terharu, Evan masih begitu dalam mencintai Lolita, kekasih hatinya,


apakah aku harus mundur ?


akan tetapi hati dan perasaan aku sudah terpaut pada Lolly,


Tidak,


tidak, aku tidak akan pernah mundur, kini Bobby berperang dalam dirinya sendiri, bermonolog dengan dirinya sendiri, sambil terus mendengarkan pembicaraan di kamar ini dengan serius.


Sedangkan Harun menekan pelipis dahi dengan tangannya, ini akan menjadi percakapan alot seperti yang sudah-sudah, dengan karakteristik Evan yang sangat luar biasa keras kepala.


" Van "


" kamu dan Lolly telah resmi bercerai "


" bukan kah kamu dan Lolly, harus sama-sama menikah kembali dengan orang lain baru bisa kembali rujuk "


" itupun jika kalian berdua sama-sama bercerai lagi "


" karena Lolly tidak akan pernah mau di poligami, mau jadi isteri pertama , kedua, atau ke berapa kamu, Van " ucap Harun dengan sopan agar mantan menantu nya tidak tersinggung, karena sebelumnya Evan berfikir untuk berpoligami dan itulah salah satu alasan Lolita memilih untuk bercerai


" iya, Dad secara legalitas memang kami berdua bercerai "


" akan tetapi secara agama, Evan baru mengucapkan kalimat talak yang benar hanya satu kali "


" artinya, Lolly hanya menerima talak satu dari Evan " ucap Evan dengan yakin

__ADS_1


" tapi kalian sudah cerai secara pemerintah ,nak ? "


" dan secara legalitas kalian resmi bercerai " ucap Harun lagi dengan nada suara yang sama dengan sebelumnya


" yang penting secara islam nya belum, Dad " sahut Evan lagi


" tapi bagaimana bisa ? " ucap Harun, dan para penghuni yang lainnya mendengarkan secara seksama


" bisa, Dad " ucap Evan dengan yakin


" tapi sudah tiga tahun lebih kalian bercerai ? " ucap Harun


" tidak masalah, Dad "


" asal Lolly ridho " ucap Evan


" masalahnya yang melakukan gugatan cerai, kan Lolly, nak "


" arti nya kalian sudah bercerai baik secara agama maupun pemerintah "


" itu sudah sangat jelas dalam sighat taklik juga jelas " ucap Harun


" nanti Evan tanya sama Lolly ,Dad "


" apakah dia ikhlas menerima Evan lagi " ucap Evan dengan memaksa, membuat Harun melakukan inhale exhale secara teratur, dan sang isteri mengelus- elus punggung suami nya, gambaran berdebat dengan Evan sudah di prediksi Harun tidak akan mudah, dan pasti berjalan alot, sesuai keinginan Evan


" kamu mendengarkan ucapan James tadi kan, Van "


" Lolly tidak boleh merasa tertekan "


".kamu Jangan menekan perasaannya "


" dia masih dalam perawatan rumah sakit "


" tolong tekan ego kamu, Van "


" ini yang Daddy tidak suka dari kamu "


" kamu selalu saja memaksakan kehendak kamu kepada orang lain " ucap Harun setengah ketus, karena Harun sudah kehabisan kata-kata,


Sebagai seorang ayah, kewajibannya melindungi putri kesayangannya, Harun tidak ingin putri tercinta mengalami kembali kisah di masa lalu, menghadapi Evan dengan sifatnya yang seperti ini, yang membuat jiwa Lolita tertekan selama bertahun-tahun, sedangkan saat ini Harun melihat, putri tercinta nya sudah lumayan membaik keadaannya pasca perceraian, jika Harun mengizinkan Evan kembali bersatu dengan Puteri kesayangannya, dan akan membuat putri nya kembali merasakan hidup bagaikan terpenjara, lebih baik Harun menolak secara tegas permintaan Evan saat ini.


" maaf "


" maaf pak Harun, saya boleh ikut dalam percakapan kalian " ucap Buya Yahya


" silahkan, pak Yahya " ucap Harun dengan sopan


" maaf sebelumnya, saya merasa bersalah pada anakku Evan "


" saat proses perceraian mereka, saya tidak mendampingi nya "


" karena saat itu, kondisi kesehatan saya sedang tidak baik-baik saja "


" saya juga sedang menjalani operasi pemasangan ring pada jantung saya "


" sehingga tidak terlalu mengikuti perjalanan proses itu "


" begini Van, pak Harun "


" ucapan talak yang benar menurut agama kita diucapkan oleh Evan hanya satu kali itu benar "


" artinya Lolly dan Evan boleh menikah kembali atau rujuk "


" tanpa menikah dengan orang lain "


" meskipun sudah bertahun-tahun lamanya mereka berpisah "


" berdasarkan beberapa pendapat para "


" akan tetapi, jika Lolly ridho "


" Menurut isi sighat taklik, dalam pernikahan kamu sudah tidak menafkahi lahir batin isteri kamu,Van " ucap Buya Yahya


" aku masih menafkahi Lolly, Buya "


" aku masih mentransfer uang untuk Rio dan Lolly, silahkan tanya dengan Lolly " ucap Evan dengan serius, membuat Bobby terkejut, karena Lolita tidak pernah mengatakan apapun itu kepada Bobby, Lolita tidak salah juga, karena Evan mengirimkan uang untuk Rio dengan alasan untuk Rio, jika Lolita mempertanyakan uang kiriman Evan melebihi dari seharusnya, dan dengan polosnya Lolita mengira itu untuk Rio


" kamu tidak boleh memaksakan sesuatu pada Lolly "


" jika Lolly ridho dan ikhlas akan masa lalu kalian "


" kamu dan Lolly bisa menikah kembali saat ini juga hanya dengan melakukan ijab kabul lagi akan tetapi tanpa paksaan "


" bagaimana pun keputusan Lolita lah sebagai penentu " ucap Buya Yahya dengan bijak


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


πŸ’πŸ’


__ADS_2