
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Lolita menatap sang mantan suami, yang masih mengiba cinta padanya, Lolita memejamkan kedua matanya, melakukan inhale dan exhale, agar dia bisa mencari kalimat yang tepat tidak melukai lawan bicara nya,
" mas..."
" maaf..." ucap Lolita menatap dalam manik mata mantan suami nya,
" kamu pria baik,..."
" Lolly akan selalu mendoakan mas, mendapatkan wanita soleha yang lebih baik lagi, daripada Lolly..."
" hubungan suami-istri..?..."
" hubungan itu telah berakhir hampir empat tahun yang lalu, mas..."
" dan tahun ini akan genap menjadi tahun empat setelah perceraian kita,..."
" karena Lolly tidak ridho akan perbuatan mas pada Lolly di masa lalu...."
" untuk sekarang...."
" prioritas kita, adalah Rio..."
" mas..."
" kenapa Lolly mau baik sama mas,..."
" Lolly tidak mau, jika Rio kenapa- kenapa,..."
" apalagi Rio sampai saat ini belum mengetahui status kita..." ucap Lolita dengan nada suara yang lembut dan dengan hati-hati
" kenapa Lolly, belum mengatakan nya..."
" karena Lolly tahu, Rio sangat sulit menerima nya, ..."
" belum waktunya dia mengetahui jika kita sudah tidak terikat hubungan suami-istri..."
" Lolly memerlukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu dengan Rio, mas..."
" Lolly harap mas Evan tahu batasan yang jelas antara mas dan Lolly,.." ucap Lolita lagi dengan nada yang lembut, agar Evan mencerna setiap kata nya dengan baik
" apa karena Bobby...."
" apa karena dia,..."
" kamu tidak mau membuka hati kamu kepada aku lagi, sayang...," ucap Evan yang tanpa malu menyematkan kata sayang diujung kalimat yang baru saja dia lontarkan, membuat Hamid, Harun, Amelia, bahkan Zubaidah mengurut dahi mereka yang tiba-tiba berdenyut
" bukan dia mas..."
" bahkan tanpa dia sekali pun, Lolly tetap akan pendirian Lolly,..." ucap Lolita dengan tenang
" kenapa..."
" apa kamu tidak melihat usaha mas, sayang...."
" mas sudah memperbaiki diri..."
"bahkan aku perlahan-lahan sudah melakukan konseling untuk mengatasi sikap mas yang terlalu posesif kepada kamu...." ucap Evan dengan frustasi
" atau kamu membenci aku, sayang..." ucap Evan menelisik perubahan raut wajah Lolita
" tidak ,mas..."
" Lolly tidak membenci mas,..."
" rasa itu telah menguap bersama masa lalu..."
" Lolly hanya ingin menjalani kehidupan Lolly yang baru,..."
" tidak bisa di pungkiri ada hal yang membekas, dan itu bukan kebencian..."
" maaf.." ucap Lolita dengan lembut dan dengan hati- hati
Evan sudah menyenderkan tubuhnya ke dalam sofa mengatur ritme deru jantung nya yang tidak beraturan karena rasa sesak yang menghimpit relung hati nya
sedangkan kedua orang tua dari pihak yang sejak tahu berargumen hanya diam termangu melihat interaksi antara kedua kubu yang mengutarakan isi hati mereka masing- masing
" kabar nya kamu sedang dekat dengan seorang pria..." tanya Zubaidah santai, sambil mengambil cangkir minuman yang tepat berada di hadapannya, kemudian Zubaidah menyeruput nya dengan nikmat
" iya, mommy..."
" namanya Bobby..."
" dia sahabat suaminya Asha...." ucap Lolita dengan sopan
__ADS_1
" apakah dia baik..." tanya Zubaidah
" inshaallah..." ucap Lolita menanggapi pertanyaan Zubaidah
" yah, Mommy akan mendoakan kalian segera menikah dan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah..." ucap Zubaidah sambil meletakkan kembali cangkir minuman hangatnya
" dan Mommy mohon doanya juga,..."
" buat Evan..."
" agar mendapatkan isteri Solehah..."
" dan segera menikah..." ucap Zubaidah berupaya bersikap baik pada mantan menantu nya
" Aamiin..." ucap Lolita yang juga diikuti oleh Harun dan Amelia
" jangan lupa undangan nya,sis..." ucap Amelia dengan binar bahagia
" kapan kamu menikah dengan Bobby..." tanya Evan, kembali duduk dengan benar
" belum tahu mas...." ucap Lolita
" segera lah menikah..." ucap Evan dengan mantap,
" Hm..."
" terimakasih,doa nya, mas..." ucap Lolita dengan raut wajah yang penuh arti
" setelah kalian menikah,..."
" mas akan menikahi kamu...." ucap Evan dengan wajah serius dan mantap
" Hah!!!!!!!...." ucap Lolita,dengan raut wajah super duper terkejut
Zubaidah bahkan langsung mengucapkan kalimat istighfar berpuluh-puluh kali, Hamid sebelumnya sudah mengetahui niat sang anak, nampak diam saja, bukan karena tidak bereaksi dengan ucapan yang baru saja di lontarkan sang anak, namun Hamid ingin menyelesaikan masalah ini lah,oleh karena itu kenapa Hamid dan Harun merencanakan acara rekreasi yang melibatkan kedua keluarga
sedangkan Buya Yahya dan isterinya masih setia menjadi pendengar yang baik
" mas..." ucap Lolita dengan masih memberi mimik wajah terkejut
" apa , sayang, .."
" Hm...." ucap Evan masih dalam mode on halu
" mas, jangan aneh-aneh deh..." ucap Lolita sambil menghembuskan nafas nya dengan perlahan
" mas serius dengan ucapan mas yang baru saja mas ucapkan..." ucap Evan dengan mimik wajah yang serius seperti apa yang dia ucapkan
Lolita benar- benar di buat mati kutu akan ucapan Evan, Evan pasti sudah gy* la dipikir Lolita, sampai- sampai harus berfikir diluar nalar dan norma seperti itu
" apa kata orang, mas..."
" +62 mayoritas muslim..."
" apalagi lingkungan Daddy nya mas, lingkungan Daddy nya Lolly..."
" inilah ,mas..yang Lolly tidak suka dari mas..."
" jangan suka aneh- aneh deh, mas..." ucap Lolita sambil terus mengurut dada nya agar nyaman
" biarkan, orang mau ngomong apa.."
" yang penting mas tidak mau kehilangan kamu lagi, sayang .."
" demi Rio..."
" demi kita .."
" mas sangat cinta sama kamu, Love..." ucap Evan dengan pandangan mengiba, dan lembut agar Lolita luluh dengan sikap dan nada bicara Evan yang lebih baik dari sebelumnya
Lolita memundurkan tubuhnya ke arah belakang sofa, menyadarkan tubuhnya pada punggung sofa, sejajar dengan tubuh sang ayah dan ibu..
nampak Amelia mengelus- elus telapak tangan Lolita, dan tuan Harun mengelus-elus puncak kepala Lolita
" pikirkan dengan matang..."
" semua keputusan ada pada kamu..."
" mau kamu sama Evan, ataupun kamu mau sama Bobby, pikirkan dengan baik- baik..."
" kamu harus memilih..."
" hanya satu, tidak kedua- duanya..."
" dosa nak..." ucap Harun dengan lembut pada anak perempuan nya
__ADS_1
" benar..."
" itu dosa nak..." ucap Hamid dengan lembut agar dapat diserap oleh sang anak yang keras hati dan keras kepalanya ini
" jika Lolita masih tidak memilih kamu, harus kamu ikhlaskan..."
" dalam masyarakat poliandri tidak diterima walaupun itu dibeberapa negara banyak penganut paham itu, tapi tidak di negara kita..."
" apa kata orang, Van ..."
" kita semua berimbas akan keputusan kamu, Van..." ucap Hamid masih dengan nada yang sama menatap manik mata sang anak dengan lekat
" parahnya lagi..."
" islam..tidak menganjurkan itu..."
" haram hukumnya, untuk poliandri..."
" Dalil Al-Qur`an, adalah firman Allah SWT :
“ wal muhshanaat min al-nisaa` illa maa malakat aymaanukum”
“dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki.” (QS An-Nisaa` [4] : 24)
" dalam surah ini jelas menunjukkan bahwa salah satu kategori wanita yang haram dinikahi oleh laki-laki, adalah wanita yang sudah bersuami, yang dalam ayat di atas disebut al-muhshanaat...." ucap Hamid dengan tegas, dan dengan nada bicara yang lembut , tentu saja dengan hati-hati
Buya Yahya beserta isterinya mengangguk-anggukan kepala mereka, begitupun dengan tuan Harun dan isterinya
" bahkan Imam Syafi’i menafsirkan ayat di atas lebih jauh dengan mengatakan :
" bi-anna dzawaat al-azwaaj min al-ahraar wa al-imaa` muharramaatun ‘ala ghairi azwaajihinna hatta yufaariquhunna azwajuhunna bi-mautin aw furqati thalaaqin, aw faskhi nikahin illa as-sabaayaa…) (Imam Syafi’i, Ahkamul Qur`an, Beirut : Darul Kutub al-‘Ilmiyah, 1985, Juz I/184).
“ Wanita-wanita yang bersuami –baik wanita merdeka atau budak— diharamkan atas selain suami-suami mereka, hingga suami-suami mereka berpisah dengan mereka karena kematian, cerai, atau fasakh nikah, kecuali as-sabaayaa (yaitu budak-budak perempuan yang dimiliki karena perang, yang suaminya tidak ikut tertawan bersamanya)…
" dengan ini sangat jelas garis yang menjelaskan bahwa wanita yang bersuami, haram dinikahi oleh laki-laki lain. ..." ucap Buya Yahya ikut menyuarakan hak bicaranya
" Ehem.. "
" Ehem.. "
" ada juga dalil As-Sunnah,..."
" yang memperkuatnya, Van...."
"Nabi SAW telah bersabda :
ayyumaa `mra`atin zawwajahaa waliyaani fa-hiya lil al-awwali minhumaa) (HR Ahmad, dan dinilai hasan oleh Tirmidzi) (Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, hadits no. 2185; Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, Juz III/123)...."
“Siapa saja wanita yang dinikahkan oleh dua orang wali, maka [pernikahan yang sah] wanita itu adalah bagi [wali] yang pertama dari keduanya.”
" Hadits di atas secara manthuq (tersurat) menunjukkan bahwa jika dua orang wali menikahkan seorang wanita dengan dua orang laki-laki secara berurutan, maka yang dianggap sah adalah akad nikah yang dilakukan oleh wali yang pertama (Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, Juz III/123)..."
" cukup jelas, nak...."
" niat kamu tidak bisa kami terima...."
" baik secara agama maupun masyarakat..."
" ini tidak dibenarkan..." ucap Harun memperjelas peryataan tuan Hamid, dan Buya Yahya agar Evan menyadari kesalahan pemikiran nya yang ingin memaksakan kehendaknya pada Lolita...
dunia seakan-akan runtuh seketika setelah mendengarkan setiap ucapan dari para tetua, baik dari sang Daddy, sang mantan mertua, dan sang paman sulung dari Daddy nya
Evan tersungkur di lantai, dia bersimpuh di hadapan semua orang, menundukkan wajahnya,tubuhnya bergetar hebat, menandakan bahwa saat ini dia sedang tidak baik- baik saja, bahkan suara Isak tangis yang tertahan kian terdengar,
untuk seorang pria, harga diri nya hancur, menukik tajam ke dasar curamnya jurang tak berujung, tapi disini dia, mengutuk dirinya sendiri akan dosa dimasa silam,
tidak mendapatkan Lolita sama saja membuat nya mati, rasa cintanya terlalu dalam, rasa kehilangan sang mantan isteri membuat dirinya kehilangan arah dan tujuan hidup, rasa sakit, sedih, kecewa pada diri sendiri begitu membelenggu dirinya,
Zubaidah tidak dapat menahan diri melihat anak yang dia kasihi,yang dia sayangi, yang dia kandung selama sembilan bulan sepuluh hari, bersimpuh di depan nya mengiba cinta,
hati ibu mana yang tidak terluka, hati ibu mana yang tega, apalagi kondisi dirinya sendiri saat ini sedang tidak baik, akankah dia akan melihat lagi senyuman di wajah sang anak, yang sampai saat ini tidak pernah merasa bahagia selama di tinggal pergi Lolita,
Oh, tuhan, ingin rasanya tukar saja kebahagiaan anakku dengan nyawaku saja, agar dia menikmati indahnya hidup di dunia ini, gumam Zubaidah dalam hatinya, yang membuat dia pun menitikkan airmata yang tidak dapat dia bendung lagi
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
🍒🍒