Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
dimana Rio?


__ADS_3

🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Pemesanan tiket pesawat oleh Diki kemarin sore, sangat bermanfaat dan penting bagi Evan, sehingga bisa membuat Evan bisa menemui Lolita untuk pertama kali. Ada perasaan bahagia yang tidak pernah dia rasakan setelah perceraiannya beberapa tahun lalu. Hari ini Evan sangat bahagia, Evan mengembangkan senyuman manis di wajah tampannya, namun sesaat kemudian Evan kembali murung memikirkan reaksi Lolita dipertemukan pertama mereka pasca perceraian, Evan semakin hanyut dalam lamunannya saat di atas awan, yang tidak terlihat, karena Evan berangkat pada penerbangan pertama menuju ke kota J


Hari ini Evan sudah memantapkan tekadnya , dia harus memastikan kegelisahan yang dia rasakan sejak kemarin bukan lah hal buruk


dan evan berharap baik Rio dan Lolita tidak mengalami apa-apa, dan tidak terjadi apa - apa ,kepada anaknya maupun mantan isteri nya


Rio....


Lolly,....


ucap Evan didalam batinnya.


Ada rasa rindu yang begitu berat, cinta yang masih begitu besar kepada Lolita, semoga saja Lolita tidak menolak kehadiran Evan yang datang secara tiba-tiba, kerinduan dan kesedihan terlukis di dalam manik mata Evan, oleh karena itu Evan mengunakan kacamata untuk menutupi perasaan yang sesungguhnya, agar saat bertemu dengan Lolita, Lolita tidak bisa melihat itu, menurut Evan.


Evan juga berharap Allah memberikan jalan untuk Evan dan Lolita kembali bersama, memberikan Evan satu kesempatan lagi kepadanya untuk memperbaiki pernikahan yang sudah kandas , Evan masih menguatkan hati dan perasaan, berharap suatu saat akan terjadi sesuai dengan harapan Evan. Ini saja yang ada di dalam pikiran Evan selama dalam penerbangan hingga pesawat landing dengan sempurna di bandara kota J


Kedatangan Evan di kota J sudah disambut seorang sopir Evan perusahaan Arion, Corp di kota J, perusahaan baru milik Evan, bukan anak perusahaan Elvano, Corp


" tuan " ucap sang sopir menundukkan kepalanya


" tolong antarkan saya secepatnya ke ruko di jalan K " ucap Evan


" baik, tuan " ucap sopir. Pak sopir segera melaksanakan perintah majikannya,menuju tujuannya,


Evan meremas puncak kepalanya, sesekali mengetuk-ngetuk pahanya dengan jemarinya, seakan-akan tidak sabar menantikan pertemuan dirinya dengan Lolita, dengan Rio, beberapa kesempatan mereka sering berjumpa, apalagi selama di kota S, Rio selalu bersama Evan, baik di rumah Harun, mansionnya Hamid, ataupun apartemen baru Evan.


" tuan "


" kita sudah sampai di jalan K "


" alamat tujuan tuan, dimana ? "ucap sopir dengan sopan


" Oh "


" coba kamu jalan perlahan-lahan "


" ada neon box ARION "


" di depan ruko tiga tingkat " ucap Evan


" baik, pak " ucap sopir dengan singkat


Secara perlahan- lahan , sang sopir melihat ke kanan dan kiri, sesuai dengan perintah map mbah google, dan sesekali melihat search lock dari map mbah google , sampai map mbah google menyatakan anda telah sampai di tujuan , dan neon box merk Arion terpampang di pinggir area parkir ruko


Evan bergegas turun dari mobil yang sudah terparkir sempurna di lahan parkir tiga lantai itu, kemudian Evan mengetuk-ngetuk rolling door,walaupun tidak mendapatkan jawaban dari dalam ruko ,Evan tetap melakukannya. Wireless bell yang menempel di dinding ruko , membuat Evan tertawa geli dengan kebodohannya sendiri, untuk apa diri nya mengetuk rolling door, jika ada bell. Tidak menunggu lama, Evan juga langsung menekan bell, secara berkala, akan tetapi masih tidak ada respon dari dalam ruko,. Evan masih mencoba menghubungi Rio dan Lolita masih seperti sebelumnya, Evan semakin yakin ada sesuatu yang terjadi pada dua orang yang dia sayangi


" tuan "


" alangkah baiknya jika kita sarapan terlebih dahulu ,tuan " ucap pak sopir dengan ragu-ragu,


" baik, pak "


" coba kamu mencari sarapan pagi yang paling terdekat saja "


" kita jalan saja , biarkan saja mobil parkir disini " ucap Evan


pukul 09.00wib,


Evan menunggu di depan ruko, tidak menghiraukan sinar matahari yang menembus kulit putihnya , perasaannya kian bercampur aduk dengan sejuta perasaan, namun Evan mencoba mendengarkan saran Zubaidah untuk terus beristighfar dan sholawat dalam keadaan apapun, walaupun sudah selama dua jam Evan berada di depan ruko yang masih belum terbuka.


sang sopir agak sedikit terkejut dengan sikap Evan yang masih sabar menunggu, padahal untuk sekelas Evan tentu hal ini cukup wow, apalagi jika orang mengenal karakter Evan, tidak pernah terjadi Evan mau menunggu lebih dari sepuluh menit




kletek...tek..kletek....


brrrrrrt.....rr brrtt.......Suara kunci gembok ruko terbuka,dan rolling door ruko di geser ke kanan,dan ke kiri , namun pintu kaca bagian dalam terbuka , belum sempat terbuka


Evan menyapa seorang gadis yang membuka rolling door ruko,


" nona "


" nona "


" kenapa anda yang membuka pintu ruko ? "


" dimana pemilik ruko ? " ucap Evan


Gadis yang cukup cantik mengalihkan pandangannya ke arah Evan ,menatap heran kepada pria di hadapannya, gadis itu terus menelisiknya dari atas ke bawah


" wah "


" Daebak "


" pagi-pagi sudah cuci mata ".


" omo - omo "


" Oppa " ucap gadis itu dalam batinnya di hadapan Evan, sedangkan bagi Evan gadis itu nampak melongo


" nona "


" apa kamu mendengarkan aku ? " ucap Evan ,sambil menggerakkan tangannya,dengan gerakan melambai di wajah gadis di hadapannya. Tentu saja ,gadis itu tersentak kaget ,ternyata dia barusan saja bermonolog dengan dirinya sendiri


" maaf, "


" anda siapa, tuan ? " ucap gadis itu


" saya Daddy nya Rio "


" Evan " ucap Evan


" Mona "


" saya Mona " ucap Mona


" oh emji "


" OMG "


" nyonya Lolita, mantan suami kamu "


" mommy "


" anj****t ganteng sekali "


" Oh Tuhan "

__ADS_1


" di kehidupan lalu ,nyonya Lolita mungkin menyelamatkan bima sakti "


" kenapa pria di sekeliling nya pada ganteng-ganteng pake banget " ucap gadis itu dalam batinnya


" nona "


" anda baik- baik saja ? " ucap Evan,merasa kalau gadis di hadapannya sedikit aneh menurutnya


" baik "


" pak "


" eh, om "


" salah "


" tuan " ucap Mona dengan tergagap, sejurus kemudian Mona tersipu malu


" terserah kamu saja "


" ngomong- ngomong kamu belum menjawab pertanyaan aku "


'' dimana Lolly ? "


" eh, maksud aku Lolita " ucap Evan


" tuan " ucap mona nampak ragu untuk menjawab,bahkan dia mencuri tatapan pada Evan


"Hm "


" nyonya saat ini di rumah sakit menjalani rawat inap , tuan " ucap Mona


" A..Apa ! "


" Astagfirullah Allazim " ucap Evan sambil *******-***** wajah nya, Evan begitu terkejut dengan berita yang baru saja dia dengar


" isteri ku sakit apa, Mona ? " ucap Evan dengan cemas dan terburu-buru


" tidak sakit ,tuan "


" akan tetapi kemarin siang "


" ada ibu- ibu mendatangi ruko dengan banyak bodyguard nya "


" dia marah - marah dengan nyonya sambil merusak semua barang, dan mengobrak - abrik isi ruko sampai semuanya rusak parah "


" dan nyonya.... " ucap Mona menggantung jawabannya


" Lolly kenapa ! " ucap Evan memberi penekanan pada nada bicaranya


" nyonya di siksa ibu itu "


" dan kami tidak bisa membantu , nyonya "


" karena nyonya meminta kami menyelamatkan Rio, dan Boy "


" jadi saya dan rekan - rekan lain membawa Rio ke kamar lantai atas "


" saya tidak tahu lagi yang terjadi "


" karena Rio terus meronta-ronta "


" sehingga kami sedikit kerepotan membawa Rio ke lantai atas "


" eh nyonya, tuan "


" bagi mommy prioritas utama nya Rio dan Boy , maka dari itu kami menurut perintah mommy "


" Tapi Boy terlepas dari pengawasan Malik "


" Hm "


" dan Mona tidak tahu kelanjutan nya lagi "


" karena hanya fokus pada Rio saja ,tuan " ucap Mona menjelaskan sesuai yang dia ketahui, dengan nada gemetar ketakutan melihat ekspresi wajah Evan yang begitu mengerikan


Sedangkan degup jantung Evan semakin memburu, sungguh amarahnya membuncah,mendengar sepenggal cerita dari karyawan Lolita, dengan susah Evan mengendalikan emosi nya,dengan segala posisi dilakukan agar meredam emosi nya. Evan membutuhkan waktu cukup lama untuk calm down


" anakku, Rio ? "


" dimana dia ? " ucap Evan menatap tajam wajah Mona


" Rio berada di mansion nyonya Asha "


" dan nyonya Asha sendiri yang datang kesini untuk membawa Rio "


" saat itu Rio begitu histeris tuan "


" kami sedikit kesusahan menenangkan Rio "


" begitu pun nyonya Asha "


" untungnya ada anak - anak nyonya Asha yang ikut "


" Hm "


" Rio mau mengikuti nyonya Asha untuk menginap di sana , ke mansionnya nyonya Asha karena ada anak-anak nyonya Asha " ucap Mona dengan gemetaran


Evan segera men dial contact Asha untuk pertama kalinya, dengan keadaan dirinya yang tidak baik


drt...drt....


" halo " sapa Asha


" Sha,ini aku ,Evan "


" dimana anakku, Rio " ucap Evan to the point


deg...


deg...


deg....


Ya Tuhan, abang Evan


Apa aku berbohong saja yah ...ucap Asha di dalam batinnya


" R..R..Rio..."


" Rio bersama Lolly, bang " ucap Asha dengan nada terbata- bata

__ADS_1


" dimana ! " ucap Evan tegas


" di..di ruko...." ucap Asha


" Asha ! "


" kamu sudah berani berbohong kepada aku "


" kamu sudah sangat kenal aku , bukan "


" kamu mau apa ? Hm " ucap Evan dengan sarkas


" jujur lah kepada aku "


" atau kamu memang menginginkan terjadi sesuatu antara aku dan suami kamu ? "


" atau kamu memang sangat menginginkan itu terjadi, Hm "


" kamu tahu dan sangat tahu apa yang akan terjadi jika aku melampaui batasan aku " ucap Evan yang sudah memberikan penekanan pada nada bicaranya


" abang "


" datang lah terlebih dahulu ke mansion aku " ucap Asha dengan hati- hati, bahkan Asha menghelakan nafasnya dengan berat,


" yang aku tanya itu, dimana Rio ! "


" aku tidak lagi membutuhkan penjelasan dari kamu "


" dimana anakku dan isteriku ? "


" kirimkan alamat mereka sekarang juga ! "


" aku tunggu " ucap Evan dengan serius


" tidak perlu banyak omong "


" kirimkan sekarang juga " ucap Evan yang langsung mematikan sambungan telepon seluler nya


tanpa ba bi be bo lagi...


Evan masuk ke dalam mobil dengan tergesa-gesa,dan meminta sang sopir menuju sekolah putera kesayangan nya, dan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit tempat dimana Lolita dirawat inap


Sementara di tempat berbeda,


Bobby memilih untuk tidak melakukan aktivitas apapun hari ini, memilih untuk menjaga Lolita di ruang rawat inap super VVIP . Apalagi Bobby sudah tidak bekerja sebagai asisten sang sahabat di perusahan Theo, sebagai pemilik perusahaan nya sendiri, Bobby bisa tidak datang, dan mengerjakan pekerjaan nya di ruangan Lolita saja


" bang "


" abang sudah menemui mommy nya abang ? " ucap Lolita dengan hati-hati


Bobby masih sungkan menjawab pertanyaan dari sang kekasih hatinya


" abang " ucap Lolita lagi dengan lembut


" belum, sayangnya abang " ucap Bobby , sambil mengupas buah jeruk, kemudian Bobby berjalan mendekati bed pasien,


" ada apa ? "


" Hm " ucap Bobby sambil menyuapi Lolita buah yang baru saja di kupas nya. mau tidak mau , Lolita pasrah dengan sikap Bobby


" bang "


" abang pulang lah terlebih dahulu "


".abang harus menemui Mommy abang "


" minta maaflah dengan baik- baik "


" se salah-salah nya orang tua,mereka tetap harus kita hormati "


" dan kita wajib menjaga hati dan perasaannya "


" bicara lah baik- baik, sayang "


" nanti jika Lolly sehat, kita berdua akan menemui orang tua kamu, yah , bang " ucap Lolita, membujuk sang kekasih dengan wajah yang imut-imut. membuat Bobby mendengus,membuang wajahnya ke arah samping, bukan karena marah,namun menahan senyumannya ,yang terpesona dengan aura yang di pancarkan sang kekasih


Kemudian Lolita dan Bobby terlibat percakapan dengan berbagai topik pembicaraan, dari A sampai Z, yang mereka perbincangkan.


sedangkan posisi Boy memang sedang keluar dari ruang rawat Lolita karena ada Bobby yang menjaga Lolita,


Boy memilih untuk berjalan - jalan mengelilingi komplek rumah sakit, lagi pula ada Bobby yang sedang menjaga sang Mommy. Selain bosan, Boy juga sudah sangat jengah dengan tingkah absurd Bobby yang tingkat halu nya terlalu tinggi. biasanya para cewek-cewek yang ngehalu, pada cogan- cogan ( cowok ganteng ). baru kali ini Boy menyaksikan seorang pria yang ngehalu dengan sang Mommy,yang bucin nya sudah high level. Daripada jadi jangkrik, mendingan Boy jalan- jalan di sekitar taman rumah sakit ,dan fasilitas lainnya yang ditawarkan oleh rumah sakit swasta yang super mewah itu .


" bang, kenapa tidak kerja ? " ucap Lolita ketika melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh lewat


" tidak apa-apa "


" abang disini saja, menemani kamu "


" abang sudah meminta Mad mengatur ulang schedule beberapa hari ke depan " ucap Bobby dengan santainya


" bang "


" abang kan sudah tahu jika Lolly tidak suka jika abang bersikap seperti ini, Lolly "


" come on "


" profesional "


" Okay, babang ganteng " ucap Lolita dengan lembut, mencoba merayu sang kekasih hatinya


" i......" baru saja Bobby hendak menjawab.


.


..


.............Braaakkkk..........


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2