
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Percakapan antara Lolita dan Asha lumayan serius, membahas kedatangan Evan, bagaimana mereka mengatur cerita jika Evan mempertanyakan kronologis kejadian yang terjadi di ruko, walaupun sebisanya Lolita mengalihkan pembicaraan jika memang itu terjadi. Suara ketukan di pintu serta handle pintu yang mengayun tentu membuat Lolita dan Asha memperhatikan siapakah orang yang membuka pintu kamar rawat inap Lolita
" Mommy " teriak Rio dengan suka cita,sambil berlari kearah ranjang pasien
" Assalamualaikum " kalimat salam dari Evan saat masuk kedalam ruangan. Lolita sedikit terkesima dengan penampilan sang mantan suami, yang saat ini baru saja Lolita jumpai setelah sekian tahun tidak bertemu. Penampilan Evan jauh lebih baik dari hari-hari di akhir perceraian mereka. Lolita harus bersikap baik dan menerima kehadiran Evan, karena bagaimana pun Evan, adalah pria yang pernah dicintainya,yang mengisi hari - hari nya selama kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, dan juga ayah dari anak yang sangat dia sayangi.
Jika ditanya bagaimana perasaan Lolita saat ini, tentu saja tidak akan sama, tidak akan pernah sama seperti di masa lalu. Apakah itu sebuah perasaan cinta ? jawabannya tentu iya, namun cinta kasih sebagai sesama manusia dimana Evan adalah sosok seorang yang pernah hadir di dalam hidupnya, menghargai dan menghormati Evan sebagai ayah kandung dari anaknya Rio, itu points penting yang masih dijaga oleh Lolita. Meskipun masih ada goresan luka hati, itu tetap Lolita simpan di dalam relung hati nya yang paling dalam, karena semakin dipupuk perasaan benci hanya akan menyakiti hati dan perasaan Lolita saja. Oleh karena itu Lolita mencoba berdamai dengan dirinya sendiri , apapun langkah yang diambil oleh Lolita itu adalah resiko dari pilihan yang dia ambil, pahit, manis, asam , asinnya harus Lolita telan sendiri, termasuk kejadian kemarin.
Hal yang sama terjadi dalam kehidupan Evan pasca perceraian nya dengan Lolita, waktu mengajarkan Evan banyak hal, Evan semakin memperbaiki dirinya, dalam segala sisi hal, baik cara bersikap dan berfikir, semakin membuat Evan menjadi sosok pria yang didambakan oleh setiap wanita, tampan, mapan, dewasa , dan baik. Wanita mana yang akan menolak pesona Evan, jawabannya tentu saja Lolita, dan itu yang membuat Evan semakin berusaha mendapatkan kembali cinta dan kasih sayang Lolita.
Wajah tampan Evan yang tersenyum menatap wajah cantik Lolita, membuat mereka saling menyelami perasaan masing-masing, Jika tatapan manik mata Evan mengandung makna kerinduan yang mendalam, maka Lolita takjub dengan penampilan Evan yang semakin tampan, dan Lolita memikirkan apa yang akan dia katakan jika Evan bertanya kepada dirinya
Rio yang berlari berhamburan ke arah sang Mommy, mencoba naik ke atas kasur pasien, dan segera memeluk Mommy nya yang sangat dia rindukan. namun dijawab dengan Lolita sedikit meringis. Luka di sekujur tubuh Lolita tidak main-main, wajah dipenuhi lebam , bahu yang harus mengenakan shoulder support, karena ada dislokasi pada area itu. Lolita berusaha untuk tersenyum meskipun menahan sakit, sedangkan Rio memandang sendu menatap keadaan Lolita begitu pun juga dengan Evan, bahkan Evan harus menahan diri untuk tidak memperlihatkan sisi lain Evan yang tidak nyaman jika orang yang disayanginya disakiti oleh orang lain
Lolita fokus menatap manik mata Rio penuh cinta, Lolita terus menghujami kecupan di wajah tampan Rio,dan memeluknya dengan penuh cinta dan kasih, Lolita takut kejadian kemarin menyisakan trauma bagi anaknya. Sedangkan Evan menatap wajah cantik Lolita penuh dengan kerinduan, penuh cinta dan kasih sayang begitu besar, ada rasa haru dan rindu yang begitu mendalam, dan ada juga rasa sedih, dan marah melihat kondisi Lolita yang begitu buruk menurut pengamatannya.
Evan sangat tidak sabar untuk segera menanyakan siapakah pelaku yang melakukan kekerasan kepada Lolita, dan sudah dipastikan Evan akan segera menghukum pelaku kekerasan terhadap Lolita dengan hukuman seberat-beratnya
" Lolly " ucap Evan
" iya, mas " ucap Lolita lembut
Rio mengedipkan kedua bola mata nya, memandang wajah Evan kemudian memandang wajah Lolita secara bergantian. Kenapa Mommy dan Daddy bersikap seperti ini, tidak seperti biasanya, ucap Rio dalam batinnya
" Daddy "
" kenapa Daddy berdiri di sana ? "
" ayo sini , Dad " ucap Rio , menarik lengan Evan untuk duduk di ranjang pasien. Evan hanya berdiri di bibir ranjang pasien, dan sikap Evan pun begitu nampak kaku dan canggung di mata Rio
" Dad "
" Daddy tadi bilang kangen sama Rio "
" terus kangen juga sama Mommy "
" kenapa Daddy tidak seperti biasanya ? "
" memangnya Daddy dan Mommy sedang bertengkar makanya Daddy tidak pernah main ke ruko "
" Apa karena Daddy tidak lagi sayang Mommy lagi ? " ucap Rio dengan penasaran
Deg..
Deg... Lolita dan Evan saling menatap, ucapan Rio sungguh menohok pasangan yang telah memilih mengakhiri pernikahan mereka, baik Lolita maupun Evan, ucapan yang berisi pertanyaan Rio tentu seperti sebuah menghujami hati mereka. Begitu sakit dan perih meskipun tidak teriris,
Evan menatap wajah dan manik mata Lolita meminta persetujuan akan tindakan yang akan dia lakukan, dengan terpaksa Lolita mengangguk-anggukan kepalanya dengan lemah.
Mereka berdua bukanlah lagi pasangan suami-isteri,tentu saja hal itu sudah pasti akan membuat Lolita tidak nyaman, apalagi ada hati yang harus dia jaga. Bagaimana jika Bobby tidak sengaja melihat kemesraan mereka, atau tiba-tiba Bobby dengan sengaja ingin melihat sejauh mana keseriusan Lolita dalam status hubungan yang baru saja mereka ikrar kan,
Lolita pernah mengalami terluka dan sakit hati , melihat Evan bersama perempuan lain , tentu saja hal itu membuat Lolita begitu terluka, ini yang Lolita khawatirkan, Lolita takut jika Bobby terluka karena hal yang sama seperti yang Lolita rasakan dahulu, akan tetapi bagaimana caranya, Lolita bisa menolak permintaan anak kesayangannya,buah hatinya,..
perasaan siapa yang hendak Lolita jaga, perasaan kekasih hatinya,atau perasaan buah hatinya.
Sedangkan Evan memanfaatkan kesempatan yang Rio berikan kepadanya dengan sebaik mungkin, tidak menunggu lama Evan langsung memberikan Lolita kecupan, dan memeluk tubuh Lolita. Evan begitu bahagia, senyuman terbit di wajah tampannya Evan . Padahal Lolita berharap jika Evan hanya melakukan permintaan Rio hanya sekedar basa-basi di depan buah hati mereka,
" Mom "
" kenapa Mommy tidak membalas pelukan Daddy seperti biasanya " ucap Rio menatap wajah Lolita dengan penasaran kenapa Lolita tidak melakukan hal seperti biasanya
" apa karena Mommy malu sama Rio ? "
" tidak apa-apa Mom "
" peluk saja Daddy "
" biar Rio bisa peluk Mommy dan Daddy sekalian berdua " ucap Rio
" Rio kangen kalian berdua berbaikan, seperti Mommy dan Daddy waktu kita di kota S "
" kenapa Daddy tidak pernah datang menemui Mommy dan Rio ? "
" kenapa Rio dan mommy harus tinggal disini ? , memangnya ada apa ? "
__ADS_1
" Rio mau pulang ke kota S** ,..."
" Rio, tidak mau seperti ini "
" Rio tidak suka, Mom "
" Daddy "
" Rio mau kita selalu bersama " ucap Rio yang sudah mulai menangis. Tangisan Rio pecah kala melihat Mommy dan Daddy nya yang baru saja bertemu,setelah sekian tahun tidak pernah bertemu, jika tidak bersama sang Daddy,Rio selalu bersama sang Mommy,begitu pun sebaliknya, dan hari ini,di saat mereka bertemu,sikap kedua orang tua nya seperti itu.
Anak kecil seperti Rio menganggap jika kedua orang tuanya sekedar bertengkar,seperti Rio dengan temannya,atau Rio dengan sepupu nya,
Rio sama sekali tidak tahu apa itu perceraian, hal yang wajar, jika dia berkata seperti tadi di hadapan kedua orang tua nya,Rio hanya ingin setelah dia menyampaikan keluhannya kedua orang tua nya segera berbaikan kembali seperti selama ini.
Suara tangisan pilu Rio pecah kala itu di dalam ruangan rawat inap Super VVIP . Tidak hanya Rio, bahkan Asha yang terdiam mematung di dalam ruangan memilih untuk keluar dari ruangan, memberikan ruang bagi mereka menyelesaikan permasalahannya. Asha hanya orang luar,dalam rumah tangga sahabatnya saja merasa sangat terluka dengan pernyataan Rio,apalagi kedua orang tua nya, ucapan anak kecil itu begitu menohok menghujam batin mereka sebagai orang dewasa. Asha memilih untuk meninggalkan mereka ,agar mereka bisa mengatasi sendiri kemelut yang terjadi di antara mereka
Boy membuka pintu kamar rawat inap Lolita, pada saat Asha hendak keluar dari kamar rawat inap Lolita
" aunty, kenapa ? " ucap Boy
" ada apa, aunty ? " ucap Boy dengan nada khawatir, melihat Asha menghapus jejak airmata
" tidak apa-apa "
" lebih baik kita ke tempat lain saja dulu " ucap Asha
" tapi mommy ? " ucap Boy , karena dia ingin memenuhi permintaan Bobby
" ada Daddy nya Rio sedang berkunjung "
" itu urusan orang dewasa "
" kamu ikut saja dengan aunty "
" soal Daddy kamu "
" biar aunty yang memberikan penjelasan kepada Bobby "
" ayo " ucap Asha dengan Boy sedikit memaksa, terbukti lengan Boy sudah di apit oleh lengan kecil Asha, tubuh Boy menjulang tinggi,membuat Asha sudah sedikit menengadah untuk sekedar menatap manik mata anak remaja itu
" nasi ,aunty "
" susu juga "
" Hm "
" makanan manusia laah, aunty "
" masa rumput " ucap Boy dengan asal
" kirain kamu di beri makan bambu "
" masih SMA, sudah menjulang tinggi " ucap Asha masih dengan celoteh abssurd sepanjang koridor rumah sakit. Boy sempat menggaruk kepala nya yang tidak gatal
" sudah selesai kali, aunty "
" tinggal menunggu ijasah doang ? "
" bambu ? "
" bagaimana makannya,aunty ? "
" kalau bambu "
" bambu mah suka di pake Mommy buat bikin nasi lemang,atau nasi bakar "
" kue putu juga deh "
" Hm "
" apalagi yah, masih banyak lagi deh , aunty "
" Mommy suka buat masakan dari bambu yang dibakar dari berbagai macam daerah "
" dan itu Uh, enak pake banget, aunty " ucap Boy sambil membayangkan Lolita memasak semua masakan itu
__ADS_1
" kamu menggoda aunty yaach Boy ? " ucap Asha ,sambil mencubit pinggang Boy, membuat Boy meringis kesakitan
" ampun "
" ampun, aunty " ucap Boy memohon kepada Asha jangan mencubit lagi
" kesalahan Boy dimana nya , aunty ? " ucap Boy dengan memelas
"kesalahan kamu ? "
" kamu sudah membuat aunty merasa lapar "
" dan kamu harus bertanggung jawab " ucap Asha tanpa menghentikan langkahnya
" bagaimana dengan mommy ?, aunty "
" Boy tidak mau meninggalkan Mommy "
" apalagi ada amanah Daddy meminta Boy berada tidak jauh dari Mommy " ucap Boy dengan serius
" satu lagi, aunty "
" Boy ini pasien loh "
" ini nih, " ucap Boy memperlihatkan pakaian yang dia pakai , karena Boy enggan meninggalkan Lolita. Asha menghentikan langkahnya, menatap Bocah remaja di sampingnya
" Boy "
" aunty tahu maksud kamu "
" kita hanya memberi mereka waktu kumpul bersama "
" lagian ada bodyguard yang akan melindungi Mommy kamu "
"Daddy nya Rio orang yang baik "
" ayah yang baik "
" hal yang tidak mungkin Daddy nya Rio lakukan adalah mencelakakan Mommy nya kamu "
" karena Daddy Rio masih sangat mencintai Mommy kamu ,"
" percaya lah pada aunty " ucap Asha dengan serius
" soal Bobby "
" biar aunty dan uncle yang akan mengurus nya "
" kamu ikuti saja mau nya aunty "
" dan saat ini aunty sudah sangat lapar "
" karena perbuatan kamu "
" dan kamu harus bertanggung jawab untuk menemani aunty makan siang "
" kita ke restoran yang menyajikan kuliner khas Indonesia "
" lets go " ucap Asha mengajak Boy melenggang ke tujuan yang diinginkan Asha
*
*
*
*
*
*
*
🍒🍒
__ADS_1
.......