Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
sudah mau di mulai


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sudah hampir empat puluh menit, Lolita, Siska Maria ,dan Mona belum menghampiri mereka yang sudah menunggu di gedung bioskop


Bobby sedari tadi sibuk menelepon Lolita, namun belum juga dapat balasan dari Lolita, Bobby tidak hilang akal, dia segera menghubungi Maria belum juga dapat balasan, hanya di jawab oleh sang operator sama seperti handphone kekasihnya,


puncak kecemasannya, ponsel Siska pun bernada sama...


Bobby menutupi kekalutan pada batinnya, dia izin untuk ke toilet, padahal dia segera mencari kekasih hatinya nya...


Bobby berpacu pada waktu, memerintahkan para bodyguard nya segera mencari keberadaan Lolita di setiap sudut Mall***


ternyata begitu pula Evan, perasaan tidak nyamannya, dan Lolita yang tak kunjung datang menghampiri mereka, membuat Evan segera mencari cela untuk mencari Lolita, Evan juga memerintahkan para bodyguard nya mencari Lolita di seluruh pelosok Mall***


tanpa Bobby dan Evan sadari , mereka sibuk dengan mencari keberadaan Lolita, mereka bertemu secara tidak sengaja


Deg....


Deg....


mereka sama-sama kepergok mencari Lolita, dan mereka sama-sama mencari alasan di kamus pintar masing-masing,...


tetapi mereka memilih untuk tidak saling tegur sapa,


Bobby membelokkan tubuhnya ke toilet, sedangkan Evan melanjutkan langkah ya menuju salah satu butik yang menjual pakaian khusus wanita


tanpa di sangka, Bobby bertemu dengan Lolita dan lainnya,


" sayang "


'' kamu tidak kenapa-kenapa " tanya Bobby memindai tubuh Lolita dari atas sampai bawah...


" kenapa lama sekali, Hm...?..." tanya Bobby lagi dengan khawatir


Bobby tipe orang yang perfeksionis, dan sangat detail dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan nya, baju, arm sling, bahkan aroma sabun dan shampoo yang di pakai oleh Lolita saat ini, berbeda dengan aroma sabun dan shampoo sebelumnya


Lolita belum sempat menjawab pertanyaan Bobby,


Bobby sudah lebih dahulu menatap tajam kearah Siska,bahkan dengan gerak cepat Bobby menekan tubuh Siska ke dinding koridor toilet


" katakan ! "


" apa yang terjadi pada isteriku ! " ucap Bobby dengan penuh penekanan, sampai terlihat rona wajahnya yang berubah memerah ,


Siska yang belum pernah diperlakukan oleh Bobby seperti ini,membuat wajah nya berubah pias,


" tu...tu...tuan...." ucap Siska, hanya satu kata itu yang terlontar di mulutnya, dengan nada gemetar


" apa yang terjadi ? "


" jelaskan kepadaku ? ! " ucap Bobby masih dengan nada yang sama


Lolita melihat karyawan nya diperlakukan seperti itu, langsung mendekat kearah Bobby,


jangan ditanya Maria, dan Mona, mereka mematung dengan ekspresi wajah yang sama pias seperti Siska, seakan-akan tidak dialiri darah


" sayang " ucap Lolita sambil mengelus telapak tangan Bobby


" sayang " ucap Lolita lagi


Bobby mengalihkan perhatian nya kearah kekasih hatinya


" ada yang terluka ? " ucap Bobby , sambil memeriksa lagi, bagian tubuh Lolita sampai bagian cukup int**ms


" sayang, hentikan "


" kamu menyakiti Siska , sama saja menyakiti aku " ucap Lolita sambil mengelus rahang Bobby dengan tangan kanannya, dan suara Lolita terdengar bergetar karena ketakutan


" aku takut "


" melihat kamu seperti ini " ucap Lolita lagi dengan nada lembut dan suara yang sudah bergetar karena ketakutan


Bobby yang tidak melihat tempat dan kondisi, segera menghujami Lolita dengan kecupan di seluruh wajah nya tanpa cela, bahkan Bobby memeluk tubuh kecil Lolita dengan posesifnya seakan-akan Lolita hendak pergi meninggalkan nya


" maaf "


" maaf kan abang "


" Abang sangat mengkhawatirkan kamu, sayang " ucap Bobby dengan lembut


Siska sangat tahu, jika tuannya sangat mencintai calon isterinya, maka nya Siska tadi sempat menolak permintaan Lolita untuk meninggalkan nya sendiri di depan koridor toilet, walau hanya beberapa menit saja


Lolita mengelus- elus punggung tubuh kekasihnya, kembali menenangkan kekasihnya


" abang tidak salah sama Lolly "


" abang salah sama Siska " ucap Lolita lembut


mendengar ucapan sang majikan membuat airmata mengalir deras di pipi Siska tanpa ia sadari, padahal sedari tadi Siska berusaha menahan tangisnya, kini terjatuh juga, karena ucapan sang majikan,


Siska berjanji dalam hati nya, dia tidak akan meninggalkan Lolita barang satu menit pun, dan akan menjaga Lolita lebih intensif lagi,

__ADS_1


" minta maaf gih " ucap Lolita sambil mengelus pipi sang kekasih, tak lupa Lolita membubuhi wajahnya dengan seutas senyuman manis yang memperlihatkan dimples di kedua pipi nya


" Ehem..."


" Ehem....."


" maaf, Siska " ucap Bobby singkat


" sayang "


" kamu menakutinya "


" meminta maaflah dengan tulus yah " pinta Lolita masih dengan nada lembut


Bobby menghelakan nafasnya


" Siska "


" aku memohon kepada kamu "


" maaf kan aku, aku tidak sengaja menyakiti kamu "


" aku mohon " ucap Bobby sambil memberikan ekspresi mengiba kata maaf dari Siska


Mona dan Maria, terkejut melihat perubahan mood tuannya, yang tadi nampak seperti sosok singa jantan yang kelaparan, berubah menjadi sosok kucing rumah yang imut,...


Mona dan Maria sampai menutup mulut mereka sangking terkejutnya...


begitupun juga dengan Siska


namun sesaat kemudian Siska mengangguk- anggukan kepala nya


" yang mana yang sakit, dik " tanya Lolita, sambil memeriksa tubuh Siska,


membuat Siska tambah semakin menangis akan sikap Lolita


" yang mana yang sakit, dik ? " tanya Lolita ulang dengan wajah khawatir


Siska mengelengkan- gelengkan kepala nya


* tu..tu..tuan....."


" izin kan saya selalu bersama nyonya "


" saya mohon "


" jangan pecat saya, saya tidak akan mengulanginya lagi "


" saya jamin dengan nyawa saya, sebagai ganti jika terulang lagi " ucap Siska dengan terisak-isak


" jangan di ulangi lagi "


" ini yang terakhir " ucap Bobby dengan wajah datar


" terimakasih ,tuan " ucap Siska


sebagai penonton Mona dan Maria hanya terdiam, dan di dalam hati mereka, mereka merasa bersyukur dipertemukan dengan Lolita yang sangat luar biasa baik,


inner dan outer beauty yang dimiliki Lolita sangat berimbang, sangat langka menemukan orang seperti majikan mereka,


wajar saja jika orang betah bekerja dengan nyonya Lolita pada batinnya Maria, sedangkan Mona pada batinnya , ya tuhan kirimkan gue jodoh seperti pak Bobby KW nya aja enggak apa-apa,...


.


.


Bobby mendorong kursi roda Lolita, dan para gadis sudah di pinta Bobby untuk menyusul ke gedung bioskop


setelah Bobby menghubungi para bodyguard, agar mereka menghentikan pencarian, Bobby juga menghubungi Evan, jika Lolita bersama nya ,dan menuju gedung bioskop


" ayang beibs "


" katakan, kenapa kamu menganti seluruh pakaian kamu "


" sampai ke bagian dalam nya juga " tanya Bobby masih mencurigai jika kekasihnya baru saja mengalami sesuatu


" Oh "


" itu " ucap Lolita mencoba mencari alasan yang tepat


" tadi ada anak-anak, main kejar-kejaran di koridor "


" terus tanpa sengaja menabrak Lolly "


" tumpah deh minumannya di tubuh Lolly "


" yah , harus ganti dong, basah semua sampai ke bagian dalam, begitu, bang " ucap Lolita dengan tipu daya, terpaksa dia lakoni, daripada menceritakan kejadian yang sesungguhnya akan membuat kemerdekaan nya semakin tergadai, belum lagi para pegawainya , Lolita sangat yakin mereka semua pasti di pecat Bobby


Evan menunggu di depan pintu lift yang akan masuk ke dalam gedung bioskop


Evan heran dengan penampilan Lolita yang sudah berbeda dari penampilan sebelumnya...

__ADS_1


seakan-akan tahu, yang akan dipertanyakan oleh sang mantan suami, Lolita kembali harus menceritakan kembali kronologis kejadian rekaan versi drama sinet**, agar sama dengan cerita sebelumnya...


Evan mengangguk-anggukan kepalanya , seolah-olah setuju dengan pernyataan Lolita, padahal di dalam benaknya, dia tidak merasa yakin apa yang diceritakan oleh mantan isterinya seperti itu,


dia sangat hafal, bagaimana pintarnya sang mantan isteri yang bersilat lidah, menutupi kejadian yang sesungguhnya, untuk menghindari konflik lain


Evan pernah mengalami nya, dimana Lolita berbohong, demi menyelamatkan harga diri suami nya pada saat itu, dari fitnah, padahal Evan tahu jika isterinya tahu akan aibnya, namun Lolita memilih berbohong untuk melindungi harga diri Evan


intinya, Evan masih mencurigai sesuatu pasti terjadi pada Lolita,


Evan meyakini intuisi nya, sehingga dia meminta Jhon untuk memberikan pengawasan pada Lolita


.


.


" Mommy " teriak Rio sambil berlarian menuju kearah Lolita saat ini


" koq lari - lari sih ,nak "


" nanti jatuh, bagaimana "


" film nya sudah dimulai ? " tanya Lolita pada anaknya


" belum, Mom "


" tapi sudah mau di mulai " ucap Rio


" ya sudah "


" kamu susul Rava, Ravi, dan abang kamu, nak


? " pinta Lolita


" iya , Mom "


" bye, Mommy " ucap Rio sambil berjalan meninggalkan Lolita


Lolita tersenyum melihat tingkah anak nya,


" mereka kemarin , pilih film apa , Honey ? " tanya Bobby


" Mar* vel ,begitu sih bang "


" kemarin Lolly tidak terlalu memperhatikan nya "


" Lolly , iya- iya' in saja, asal tidak ada adegan +17 ,gitu..." ucap Lolita dengan santainya


" mereka berdua mau nonton Venom "


" Let There be Carnage, Venom yang ke dua "


" tuh " ucap Evan sambil menunjukkan arah dengan jari telunjuknya, ke display movie


melihat wallpaper pada display, bioskop yang baru saja di tunjuk oleh Evan membuat Lolita kesulitan menelan saliva nya


" itu " tunjuk Lolita,


yang dijawab Evan dengan anggukan kepala nya


" seram banget "


" ganti yang lain saja deh " ucap Lolita, membuat Evan dan Bobby menahan tawa nya,


selain permintaan Lolita tidak mungkin terjadi,karena anak- anak sudah berada di dalam studio, Lolita juga lah yang menyetujui permintaan dari Rio dan Boy


ekspresi Lolita yang terlihat lucu bagi Evan dan Bobby membuat mereka ingin memberi kecupan di wajah Lolita ,


.....Cup.... pipi kanan di kecup Evan


.....Cup.....pipi kiri di kecup Bobby


sesaat kemudian manik mata Evan dan Bobby bertemu, dengan refleks mereka segera memundurkan wajah mereka kembali ke posisi semula


para pemirsa hanya menggelengkan kepalanya mereka, tindakan absurd Evan dan Bobby tidak pernah melihat tempat, situasi, dan kondisi ..


fix, mereka sama....


sama- sama menyebalkan bagi Lolita


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🍒🍒


__ADS_2