Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
calon menantu


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Wajah cantik Valerie di usia nya yang tidak muda lagi selalu mengukir senyuman ketika melihat interaksi antara Alice dan puteranya, bahkan cucunya hadir hanya untuk menganggu Edwards yang sedang ingin bermanja-manja dengan Alice. Mereka nampak seperti keluarga kecil yang harmonis, penuh tawa, dan suka cita, begitu pula dengan Thomas, mereka berdua saling mendekap melihat keharmonisan yang akan tercipta dari pernikahan Alice dan Edwards.


Alice begitu telaten menyiapkan makanan untuk diberikan kepada Edwards dan Darren. Alice langsung memilih lauk pauk yang disukai oleh Edwards dan Darren. Tingkah laku Alice yang begitu perhatian terhadap Edwards dan Darren membuat Valerie dan Thomas terharu, menahan haru di dalam benak masing-masing


" Mom "


" Dad "


" Ada apa ? "


" Apa ada yang salah pada Alice " ucap Alice menatap keseluruhan penampilan nya


" Nih "


" Ada nasi di sini " ucap Edwards menipu Alice yang duduk di samping Alice


" Mana , sayang ? " Ucap Alice sambil mengalihkan duduk ke arah Edwards


Cup...... Edwards memberikan kecupan dengan mengembangkan senyuman, karena berhasil menipu Alice


Plakk.... Alice menepuk paha Edwards, membuat Edwards terkekeh


" Ish "


" Kamu ini ,mas "


" Kamu lihat tuh, malu dong "


" Di depan mommy dan daddy "


" Ada Darren pula " ucap Alice dengan mengerucutkan bibirnya, menahan malu di hadapan keluarga inti Edwards


" Iya "


" Jangan begitu dong, Ed "


" Kamu membuat kami malu, tahu tidak " ucap Thomas


" Segitu saja kalian malu "


" Bagaimana aku yang sejak balita melihat kalian ..... " Ucap Edwards menggantung saat Thomas dan Valerie mendelikkan kedua bola matanya menatap tajam kearah Edwards agar tidak meneruskan kalimatnya


" Sudah "


" Ayo mulai makan "


" Aku sudah lapar " ucap Darren dengan antusias


" Ya sudah , abang mulai memimpin doa " ucap Edwards


" Loh kok abang ? " Ucap Valerie dengan penasaran , begitu pula dengan Thomas


" Iya "

__ADS_1


" Nanti Darren pasti akan memiliki beberapa adik "


" Daddy meminta Darren belajar untuk menjadi seorang abang , dimulai dari sapaan Darren "


" Granny "


" Granpa " ucap Darren dengan tersenyum, jika semua orang tersenyum, Alice menundukkan wajahnya menahan malu, bahkan rona merah di wajah Alice terlihat sangat jelas membuat semua orang menertawakan tingkah Alice


" Sudah "


" Sudah "


" Kalian membuat menantu aku malu "


" Kita mulai saja makan siangnya "


" Ayo dimulai ,bang " ucap Thomas yang sudah menganti sapaan nya terhadap Darren


Mereka menyelesaikan makan siang dengan lahap, makanan di dalam piring Edwards dan Darren tandas tidak bersisa, bukan karena Alice yang memasak masakan itu, akan tetapi kehadiran Alice di kehidupan mereka , menghangatkan suasana di mansion Thomas, dan di Mansion Edwards. Sikap Edwards yang sudah membuka diri kepada kedua orang tuanya , begitu pula sikap kedua orang tuanya Edwards yang tidak lagi mengungkit masa lalu Edwards, mereka semua semakin membaik dalam hubungan silaturahmi. Begitu pula dengan dua keluarga besar yang sudah bertahun-tahun bersitegang karena ada beberapa konflik keluarga yang tidak terselesaikan oleh karena kurangnya komunikasi, hal yang Luar biasa bagi keluarga besar Winston dan Richard, dimana kehadiran Alice dapat menyatukan silaturahmi yang sempat terputus. Hal ini tentu saja kesempatan emas bagi Thomas dan Valerie untuk tidak akan menyia-nyiakan mendapatkan Alice yang terlihat begitu menyayangi Darren dan mencintai Edwards.


Acara makan siang bersama hari ini sangat membahagiakan bagi seluruh keluarga, termasuk penghuni di mansion Thomas lainnya dari kepala pelayan, para pelayan, para bodyguard, dan sopir, bahkan asisten pribadi Thomas ikut merasakan bahagia melihat canda tawa anggota keluarga Thomas yang tidak pernah dia lihat selama bertahun-tahun, Michael melihat kearah tuannya yang terus mengembangkan senyuman, memgulas sebuah senyuman tipis


" Kebetulan kamu datang, Mike "


" Ayo bergabung " ucap Thomas dengan binar bahagia, saat tanpa sengaja melihat kearah Michael, mendengarkan kalimat ajakan makan siang, Michael merasa sungkan, namun para penghuni rumah memaksa dirinya untuk ikut bergabung tentu saja kepuasan tersendiri bagi Michael, merasa menjadi bagian keluarga Winston.


Mereka makan siang dengan menerapkan table manner, namun sesekali Alice masih sering melupakan tatacara table manner , dan harus diperingatkan oleh Edwards. Edwards cukup keras mendidik Alice dalam beberapa tatacara hidup sebagai kaum elit, atau highclass, karena suatu saat Alice menjadi isteri Edwards, dan menjadi bagian keluarga Winston dan Richard, tentu saja hal wajib bagi Alice untuk mendampingi Edwards di acara-acara penting, dan bergengsi, walaupun kelak Alice harus menutupi wajahnya dengan masker atau topeng dengan alasan untuk melindungi Alice, padahal ada maksud tersembunyi lainnya.


Alice tidak mempermasalahkan cara Edwards memberikan Alice ilmu pengetahuan yang baru, sejak Alice mengalami amnesia, Alice harus mulai belajar dari awal seperti seorang balita yang tidak tahu apa-apa, mulai dari berbicara , karena sejak Alice bangun dari koma, Alice tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh orang, sehingga Alice hanya memberikan kode melalui gerakan saja, meskipun mulutnya berbicara, akan tetapi orang lain tidak mengerti maksud dari apa yang dia ucapkan, namun bagi Alice dia mengerti apa yang dia ucapkan, dan ternyata dari situ dokter memberitahukan kepada pihak keluarga jika Alice membutuhkan treatment dari sanagt awal. Alice bagaikan kertas putih, dan harus di bimbing, oleh karena itu Edwards dan Darren memberikan semua kisah baru bagi Alice, memberikan Alice berbagai ilmu, karena Alice tidak ingat apapun itu, dan jika dipaksakan sangat tidak baik bagi Alice, dan dokter tidak tahu apa dampaknya, tergantung dari kondisi pasien, apakah mampu dirinya menerima hal yang membuat dirinya terguncang atau tidak. Oleh karena itu Edwards dan Darren tidak ingin itu terjadi pada Alice , terutama Darren yang sejak awal meminta Edwards untuk segera menikahi Alice, karena Alice lah wanita yang diinginkannya oleh Darren untuk mendampingi hidup Edwards.


Setelah selesai menikmati makan siang, mereka segera pindah menuju ke ruang keluarga, di sanalah mereka di sidang oleh Thomas dan Valerie, suasana hangat, tiba-tiba berubah menjadi mencekam, terlihat dari tatapan mata Thomas yang serius menatap wajah cantik Alice, menatap wajah tampan Darren dan Edwards, di saksikan oleh Michael. Acara bertajuk formal, karena saat ini proses dimana Alice dan Edwards meminta restu kepada kedua orang tua Edwards


" Mom "


" Saat ini "


" Edwards, Alice, dan Darren sengaja berkunjung ke mansion kalian "


" Untuk meminta restu kepada kalian berdua "


" Ed mohon dengan sangat, kepada mommy dan daddy untuk merestui hubungan kami "


" Kami berdua berencana untuk menikah beberapa hari lagi " ucap Edwards dengan sopan


Beberapa hari lagi ?


Bukankah mas Edwards bilang, akan menikah beberapa bulan lagi, ucap Alice dalam hatinya, yang tanpa di sadari oleh Alice jika perubahan raut wajah membuat semua orang bertanya-tanya


" Kamu kenapa , Alice ? "


" Apakah kamu mendadak tidak mau menikah dengan Edwards " ucap Valerie dengan penasaran


" Bu - bu - bukan itu, Mom "


" Mas Edwards bilang "

__ADS_1


" Kami akan menikah beberapa bulan lagi "


" Dan baru Saja mas Edwards mengatakan beberapa hari lagi " ucap Alice dengan gugup. Dan menjelaskan dari Alice membuat semua orang tertawa terbahak-bahak


" Edwards ingin segera unboxing kamu, Alice "


" Dia sudah lama tidak unboxing, karena itu dia tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk hanya sekedar menunggu Khotib naik mimbar " ucap thomas menggoda putera nya, tentu saja membuat Valerie menahan tawanya, begitu pula dengan Michael, bahkan Darren yang di usia dua puluhan tersenyum - senyum sendiri menahan tawa karena sudah mengerti maksud dari Thomas.


" sudah "


" jangan di goda lagi dong, calon menantu kita, sayang " ucap Valerie menyikapi aksi jahil sang suami


" yah baiklah "


" Daddy dan Mommy merestui pernikahan kalian "


" baik-baik, tetap selalu menjaga cinta di hati kalian "


" intinya saling melengkapi, tanpa mencela, saling memberi dan menerima apapun itu baik suka maupun duka, "


" itu saja pesan Daddy "


" semoga ini pernikahan kalian selamanya sampai menua bersama " ucap Thomas, membuat Alice dan Edwards menganggukkan kepalanya


" berjanjilah "


" Alice "


" berjanjilah kepada kami , untuk selalu mempercayai kasih sayang yang kami berikan kepada kamu tulus "


" berjanjilah untuk tidak akan pernah meninggalkan Edwards, Darren, dan anak-anak kalian kelak " ucap Valerie dengan wajah sendu, membuat Alice duduk bersimpuh di lantai di hadapan Valerie


" Alice berjanji "


" tidak akan mengecewakan mommy dan Daddy "


" Alice akan selalu bersama mas Edwards, dan anak anak- kami "


" mempercayai, dan mencintai kalian semua segenap jiwa Alice " ucap Alice menatap manik mata Valerie dengan penuh cinta dan kasih. Valerie meraih tubuh Alice , mendekapnya dengan penuh haru, membuat semua orang ikut merasa terharu akan tingkah Valerie dan Alice


" sudah dramanya ? " ucap Thomas, menginterupsi kelakuan Alice dan Valerie, tentu saja membuat Valerie mendaratkan capitan kepiting di bagian tubuh Thomas, suara kesakitan lolos di bibir Thomas membuat semua orang menahan tawanya, sedangkan Thomas menahan malu atas perlakuan Valerie di hadapan anak dan cucunya, bahkan calon menantunya.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


🌺🌺


__ADS_2