Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
Rio kangen daddy


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


weekend yang sudah di janjikan,yang sudah pula diketahui Asha,dan Asha terpaksa menyetujui nya, meskipun Lolita tidak berjanji di weekend kali ini untuk datang ke mansionnya Buya, namun ucapan umma saat itu, dan permintaan dari mantan mertua nya membuat Lolita harus berkunjung ke mansionnya buya


lagian weekend minggu depan mereka yang akan datang, ikut Theo dan Asha mengajak mereka kami untuk berlibur di puncak bersama Asha dan keluarga,mengikuti acara family gathering ,salah satu anak perusahaan milik suaminya, oleh karena itu juga lah Asha menyetujui Lolita menginap di mansion keluarga mantan mertua nya


Lolita sudah menyiapkan beberapa perlengkapan yang untuk dirinya dan Rio butuhkan , segala keperluan menginap di rumah buya selama beberapa hari,


Lolita pun segera pamit pada Asha,dan suami nya Theo,sedangkan Rio segera pamit pada dua sahabatnya, Rava dan Ravi


mereka sangat berat untuk berpisah,seperti Sikap sang mommy nya kepada sahabatnya, membuat Lolita menahan senyuman di wajah cantiknya, yang juga di saksikan oleh asisten pribadi Theo, yang mencuri pandang kepada Lolita,..


" apa yang elo tertawa kan, beibs, " ucap Asha dengan mengucapkan kalimat tanya, dan wajah yang cemberut, namun nampak mengemaskan bagi Theo


" aku "'


" yah ,aku menertawakan sikap kamu "


" membandingkan sikap kamu yang sama seperti sikap twin, "


" tuuh lihat, " ucap Lolita sambil menunjuk kearah twins R


" sama kan "


" wajah ketidak keikhlasan , dan terlihat jelas, " ucap Lolita dengan menahan tawanya agar sang sahabat tidak semakin kesal


Theo pun ikut membandingkannya, sikap isteri dan anaknya...


Theo mengikuti Lolita yang sudah sedari tadi menahan tawa mereka


" yaach "


" gue kan nyokap nya,wajar laah " ucap Asha dengan jutek


" sudah lah, Honey "


" kasihan Lolly kalau kamu bersikap seperti ini "


" kan Lolita tidak akan lama " ucap suami Asha, menenangkan hati isterinya


" iish daah "


" Bee "


" abang tuuh, tidak tahu ! "


" keluarga abang Evan tuuh pintar banget "


" ntar mereka pasti lama disana "


" ada ada saja alasan buat menahan Lolly dan Rio tinggal " ucap Asha, lagi- lagi dengan wajah yang sudah terlihat kesal


Lolita dan Theo mengeleng- gelengkan kepala mereka


" sudah, "


" tidak usah sewot "


" weekend depan, aku kan sudah janji "


" kalau pun tertahan oleh Buya dan Umma, "


" tanpa Rio pun, aku akan memenuhi janji ku kepada kamu, Sha, " ucap Lolita dengan lembut


" sudah tidak mungkin bagiku "


" berlama - lama di rumah keluarga mas Evan,sudah canggung,beibs " ucap Lolita lagi


" baiklah "


" penuhi janji kamu,beibs, "


" atau elo akan gue pecat dari dunia persahabatan " ucap Asha dengan wajah kesalnya


Theo bahkan ikut tertawa,dengan tingkah kocak isterinya...


kami pun segera pamit kepada Theo sekeluarga, dengan diantar oleh sopir pribadinya Asha


.


..


..


..


..


..


salam sapa selalu menghiasi perjumpaan,saat Lolita dan Rio bertamu di rumah orang lain, atau berjumpa dengan orang yang mereka kenal


apalagi saat ini mereka berdua sudah sampai di kediaman keluarga mantan mertua nya, lebih tepatnya kediaman Buya dan umma


" tidak usah repot- repot, Lolly " ucap umma pada saat Lolita menyerahkan buah tangan kepada maid yang bekerja di rumah umma


" tidak repot umma " sahut Lolita dengan sopan, dan menyematkan senyuman di wajah cantiknya


Rio bahagia, sangat bahagia , dia bertemu teman sepermainan,yang seumuran dengannya,yang juga para saudara sepupu nya,


ternyata bukan hanya Azizah yang datang berkunjung ke kediaman buya dan umma ,tapi saudari kandung nya juga yang bernama Qoriah ikut datang,karena tahu kami akan menginap....

__ADS_1


mereka sangat welcome kepada Lolita dan Rio, meskipun status Lolita bukan lagi menjadi bagian keluarga mereka , bagaimana pun rasa canggung pasti mendera Lolita saat ini, akan tetapi bagaimana lagi, dengan seperti ini,apakah Lolita harus bersikap tertutup kepada orang yang Lolita kenal dengan cukup baik,..


tidak ada salahnya membina hubungan silaturahmi dengan baik kepada siapa saja


Lolita hanya mengikuti alur kehidupan saja,dengan sikap biasa seperti Lolita selama ini bersikap kepada mereka,..


dugaan Asha, sepertinya benar,


Lolita dan Rio di paksa menginap lebih lama dari waktu yang ditawarkan dengan alasan opa dan oma Rio sedang dalam perjalanan ke kota J***, sehingga mau tak mau Lolita dan Rio harus kembali menginap di rumah buya dan umma lebih lama dari waktu yang diminta awalnya


sedangkan Azizah dan Qoriah akan pulang ke rumah mereka masing - masing, karena aktivitas pekerjaan mereka akan dimulai di hari kerja


Lolita pun mengatakan kepada buya dan umma,bila dia sudah berjanji kepada Asha dan suaminya,untuk menemani Asha mengikuti acara yang diadakan oleh salah satu anak perusahaan milik suami Asha di weekend depan, yang artinya Lolita hanya sampai hari Jumat berada di kediaman Buya dan umma


buya dan umma mengerti,


janji adalah janji,yang harus di tepati,namun beliau juga menyarankan kepada Lolita untuk pulang ke rumah Asha setelah kedatangan mantan mertuanya,karena selain tidak etis,lebih baik Lolita menyampaikan secara langsung kepada mantan mertuanya,alasan kenapa dia tidak menginap lagi di kediaman buya, dan agar kedua orang tuanya Evan tidak merasa tersinggung dengan Lolita


.


..


..


..


...


...


.....


tepat setelah selesai ba'da sholat zhuhur di hari Jum'at ini,kedua orang tua mantan suami Lolita datang ke rumah buya dan umma


Lolita pun ikut menyambut kedatangan mereka,dan membantu mereka membawa barang bawaan mereka,


sedangkan daddy Hamid sudah mengendong tubuh Rio,dan tak henti menyematkan kecupan di wajah Rio...


terlihat betul,daddy Hamid sangat merindukan cucu terkecil nya,tanpa Lolita sadari seutas senyum terbit di wajahnya ,dan mommy Ida mendekap Lolita dengan kasih...


ada haru dan sedih menyatu,dalam relung hati Lolita,


entahlah begitu sakit , bahagia namun sedih....


perasaan yang sangat membuat diri Lolita tidak nyaman dengan dirinya sendiri


dalam perasaan abu - abu seperti ini,lebih sulit,kalau baik yaach baik,kalau buruk yaah buruk,akan lebih jelas bagaimana cara kita bersikap...


laah ini,bagaimana?....ingin tetap baik tapi menyakitkan,...


tapi hidup terus berjalan,semoga,hati bisa mencerna nya dengan baik,apakah ini hanya bawaan baper,karena terbilang baru saja aku alami,jika sudah lama mungkin aku sudah tahu kemana arah hatiku menyikapinya, Lolita bermonolog dengan dirinya sendiri


*


*


,menunggu waktu yang tepat menyampaikan maksudnya tanpa menyinggung kedua orang tuanya Evan,


selepas makan malam,dalam suasana kekeluargaan,


suasana hati daddy dan mommy nya Evan nampaknya cukup baik,


dengan hati - hati , Lolita mulai mempersiapkan kata - kata yang tepat...


dan Fix...


Lolita berhasil, meminta restu dari kedua orang tuanya Evan


kedua mantan mertua Lolita menyetujui permintaannya ,dengan syarat Rio tetap berada bersama mereka,


ada ketakutan melanda perasaannya


,jika Lolita tinggalkan Rio bersama mereka, Lolita takut mereka akan membawa Rio pulang ke kota S***


namun,ketakutan Lolita tergantikan,saat daddy Hamid mengatakan mereka tidak akan memisahkan Lolita dan Rio,


mereka meminta Lolita untuk kembali menginap di rumah buya setelah acara di kantor suami Asha selesai,karena mereka pun akan lama menginap di kediaman buya dan umma,..


mereka berdua sudah sangat merindukan cucu terkecil mereka


.


..


..


..


sejenak Lolita meninggalkan ruang keluarga buya dan umma ,untuk ke kamar mandi,dan segera kembali ke ruang keluarga lagi,


rencananya setelah sedikit berbincang, Lolita segera mengajak Rio untuk tidur dengannya ,karena hari sudah cukup malam,takutnya Rio nanti merengek tidak mau sholat subuh dengan alasan masih mengantuk


dari jarak yang cukup jauh, Lolita melihat


Rio mulai bermanja - manja kepada opa dan oma nya,terdengar juga gelak tawa anaknya Rio....


" Opa, "


" Rio kangen opa " ucap Rio dengan tatapan berkaca - kaca


sang opa pun tak kalah sendu,

__ADS_1


daddy Hamid menghujami wajah sang cucu dengan kecupan,dan pelukan


" Opa "


" Rio lebih kangen lagi daddy " ucap Rio sudah dengan suara semakin serak dengan airmata yang kian mengalir


" Rio ingin ketemu daddy " ucap Rio,


membuat mommy dan daddy nya Evan memeluk Rio dengan erat,dan entahlah apa yang mommy dan daddy bisikan kepada Rio, yang membuat Rio mengangguk - anggukan kepalanya


Deg..


Degg...


Degg...


sekali lagi,hati Lolita bagaikan teriris sembilu,


Lolita mengigit bibirnya sendiri untuk menahan tangis agar tidak pecah,dan Lolita pun segera membalikkan tubuhnya ke arah berlawanan ,menuju kamar yang akan dia tempati selama menginap di kediaman buya...


Lolita sudah meninggalkan ruang keluarga buya, dia tidak tahu lagi ,apa saja isi percakapan setelah kepergiannya menuju kamarnya


di dalam kamar, Lolita menangis dengan sekeras- kerasnya,di dalam bantal,agar tangisannya tidak terdengar orang lain...


subhanallah,ya allah,ya rahman, berkali - kali dia ucapkan kalimat istighfar,untuk membungkam hatinya yang terluka,


.


..


..


Tok...Tok...Tok..


suara ketukan di pintu kamar,


" Lolly " panggil mommy Ida


" iya ,Mom " sahut Lolita sambil membuka pintu


" Lolly ,"


" Rio mau tidur sama opa nya,boleh nak? " pinta mommy Ida, Lolita menjawabnya dengan anggukan kepala saja, tanpa menatap mommy mantan suaminya


mommy Ida tidak banyak tanya,dia langsung berlalu meninggalkan Lolita ,dan Lolita kembali merebahkan tubuhnya di kasur,...


aku lelah,ingin tidur,tapi tetap tidak bisa tidur,aku pejamkan kedua mata,namun pikiranku melalang buana,entah kemana arah perginya, lagi- lagi Lolita bermonolog dengan dirinya sendiri


entah karena kelelahan,entah karena terlalu malam, Lolita tidak menyadari kapan dia tertidur,hingga suara azan di ponsel berbunyi, membangunkannya, untuk segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim


setelah selesai, Lolita segera turun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi,


disana sudah ada mommy Ida ,dan umma,beserta maid yang sudah siap membantu mempersiapkan sarapan...


Lolita menyapa kedua wanita yang masih saja cantik di usia nya yang sudah tidak muda lagi...


tak sengaja Lolita melihat , lingkaran hitam,dengan lingkaran bola mata yang sudah lumayan bengkak,di wajah mommy Ida...


mungkin mommy,juga merasakan kesedihan sama seperti ku,... ucap Lolita dalam hatinya


Lolita tidak pernah bermaksud bertanya,dan tak pula ada yang membuka obrolan di antara mereka ,bahkan umma seakan tahu perang batin yang terjadi pada kami berdua,beliau seakan- akan bertingkah seperti tidak tahu-menahu,


kami sibuk dengan pekerjaan masing - masing tanpa saling sapa...


terus terang saja,suara Lolita sudah parau,akan tidak enak di dengar bila dia berbicara,dan mungkin itu juga yang sedang terjadi pada mommy Ida


umma diam saja,mungkin karena merasa mungkin itu lebih baik,daripada membuka obrolan ,yang akan menyakiti kami...


setelah menyelesaikan pekerjaan masing - masing,kami berpisah kembali ke kamar masing - masing


Lolita kembali ke kamar,dan dia segera mengambil ponselnya yang berada di atas nakas,


kemudian Lolita mulai mengirimkan pesan chat kepada Asha,jam berapa Asha akan menjemput nya hari ini..


Lolita malas untuk menelpon sahabat nya, karena dia sedang tidak mood untuk banyak bicara,


belum ada balasan dari Asha, Lolita segera meletakan lagi ponsel ke atas nakas,dan menyiapkan baju Rio,


Lolita yakin kalau mommy Ida sudah pasti meminta Rio untuk mandi, Lolita mengantarkan baju yang akan dikenakan Rio setelah mandi pagi ini,


Lolita mengetuk pintu kamar mommy,dan daddy , dan yang membuka pintu kamar Daddy, tanpa menunggu lama, Lolita menyerahkan pakaian Rio kepada daddy,


pukul 06.30 ,kami memulai sarapan di rumah buya,dengan penuh rasa kekeluargaan,perbincangan ringan sebelum memulai sarapan...


Lolita memulai percakapan dengan mommy Ida dan umma, setelah yakin suaranya aman , tidak terdengar parau lagi, melepaskan barang sebentar risalah hati kami,...dan kami berbincang dengan santai


" Rio......"


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


🍒🍒


__ADS_2