Kedua Untukku Dan Untukmu

Kedua Untukku Dan Untukmu
makan siang


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Di mansion tuan Thomas sudah ada Darren dan Alice yang datang untuk berkunjung. Kedatangan Darren dan Alice tentu sangat membahagiakan bagi Valerie, karena Alice begitu sangat menyenangkan bagi Valerie.


Bahkan kedekatan diantara Valerie dan Alice sangat berbeda dengan almarhum isteri Edwards sebelumnya, bukan karena mereka berbeda keyakinan, namun karena almarhum Riana memang tidak mau mendekati keluarga Winston, oleh karena itu pula yang menyebabkan kerenggangan antara orang tua dan anak, puncak nya di saat Edwards dan isterinya mengalami kejadian, yang berakibat kematian Riana, kehilangan cucu pertamanya, namun untungnya masih dapat menyelamatkan Darren yang saat itu harus segera dilahirkan saat itu juga


permintaan maaf dari Riana diakhir hayatnya, sesuatu yang membekas di hati Valerie , dari situ Valerie menyadari bahwa menantunya tidak seburuk seperti yang mereka pikirkan, oleh karena itu Valerie dan Thomas masih menjalin silaturahmi dengan kedua orang tua Riana,


permintaan Riana yang didengarkan oleh semua orang yang saat itu hadir di saat detik-detik kematian nya, meminta mereka masih mempertemukan Darren dengan orang tua Riana, dan tetap mengislamkan putera nya, meminta kepada Edwards segera memiliki isteri satu keyakinan agar bisa membimbing anaknya dalam beribadah, dan meminta mereka mencari keberadaan Darrell, karena Riana sangat yakin bahwa Darrell disembunyikan oleh pihak musuh dari Edwards


Hanya dua point yang saat ini yang belum berhasil mereka penuhi, menemukan Darrell, dan menikahkan Edwards dengan wanita soleha. Kehadiran Alice tentu saja menjadi angin segar bagi mereka berdua baik Valerie maupun Thomas, karena putera mereka satu - satunya semakin baik silaturahmi nya kepada mereka, belum lagi beberapa hal yang tidak mereka sangka, Edwards sudah mulai membuka diri dengan lingkungan sekitar, dan mulai sering tersenyum dan tertawa, terlihat rona kebahagiaan menyelimuti Edwards selama satu tahun belakangan ini.


Maka dari itu, pada saat Darren meminta Valerie merestui pernikahan antara Edwards dan Alice, tentu saja hal itu disambut Valerie dengan begitu antusias saat mendengarkan permintaan sang cucu,


" Alice "


" ayo kita mempersiapkan hidangan makan siang "


" Thomas dan Edwards akan segera tiba " ucap Valerie kepada calon menantunya


" baik Mom " ucap Alice dengan penuh semangat.


mereka berdua seperti ibu dan anak, Valerie begitu bahagia dengan kehadiran Alice yang secara tiba-tiba hadir di kehidupan mereka , yang Valerie tidak tahu Alice dipungut dari mana oleh Edwards dan Darren , yang dia tahu saat Valerie datang berkunjung ke mansionnya Edwards perempuan itu sudah ada di sana, sedang bersenda gurau bersama Darren, Valerie semakin penasaran sehingga membuat dirinya mendekati Darren dan Alice. Saat itu Alice menyambut Valerie dengan senyuman manis di wajah cantiknya, sedangkan Darren dengan raut wajah yang kian pias, seperti kepergok saat melakukan pencurian. Darren meminta kepada kepala pelayan untuk membawa Alice masuk ke dalam kamar, sedangkan Darren menghadapi Valerie seorang diri, bahkan Darren bersimpuh di hadapan Valerie , meminta perempuan yang beberapa saat lalu bercengkerama dengan nya menjadi sosok ibu bagi Darren, Darren tidak mau yang lain. Tentu saja hal itu membuat Valerie sangat terkejut, sehingga meminta Thomas untuk segera pulang ke negara mereka saat ini juga, untuk meluruskan apa yang terjadi , mengapa Edwards dan Darren sampai menyembunyikan seorang perempuan di dalam mansionnya Edwards.


Mau tidak mau, Edwards dan Darren harus mengalami sidang secara tertutup oleh kedua orangtua bagi Edwards dan granpa ,granma bagi Darren, mempertanyakan asal usul perempuan itu, dan lain sebagainya, terus terang saja pada saat itu Thomas dan Valerie sangat terkejut, dan Valerie hampir pingsan dengan pernyataan yang tidak masuk akal bagi Valerie, Thomas bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi , tentang apa yang dilakukan oleh anak dan cucunya. Lambat laun bergulir nya waktu, Valerie baru menyadari mengapa Darren begitu membutuhkan Alice, dan mengapa Edwards masih mempertahankan Alice. Namun mereka hanyalah dua insan manusia yang berlainan jenis, dan tidak terikat dalam sebuah pernikahan sebelumnya, tentu hal ini membuat Valerie dan Thomas memaksa Edwards segera menikah, namun keadaan Alice lah yang menjadi pertimbangan mereka menunda menikahkan Alice dan Edwards.


Hari ini, saat Darren menjelaskan kepada Valerie, bahwa Alice lah yang dengan sendiri meminta Edwards segera menikahi kembali dirinya,. karena Alice berfikir diantara dirinya dan Edwards pernah menikah dan Darren sebagai bukti cinta mereka, Alice tidak ingin Darren menderita dan bersedih oleh karena itu saat pagi tadi Alice meminta Edwards menikahi dirinya lagi, dan merajut cinta kasih mereka yang sempat terputus.


Valerie memandangi wajah cantik Alice dengan tertegun,


" Mom "


" mommy " ucap Alice sambil melambaikan tangan ke arah depan Valerie


" Oh " ucap Valerie hanya ber Oh ria, ternyata sejak tadi Valerie bermonolog dengan dirinya sendiri, membayangkan beberapa waktu lalu, dimana pertama kali nya Valerie bertemu dengan Alice


" apa yang mommy pikirkan, Mom ? " ucap Alice dengan penasaran


" Oh tidak "


" hanya saja, mommy takut kamu akan meninggalkan mommy dan keluarga ini, suatu hari nanti " ucap Valerie dengan lirih. Tentu saja hal itu membuat Alice terkejut dan bersedih mendengarnya


" mommy " ucap Alice memeluk tubuh Valerie


" mohon maafkan , Alice "


" jika dulu Alice meninggalkan Mommy, Daddy, Darren, dan Edwards " ucap Alice dengan lirih, cairan bening menumpuk di pelupuk mata Alice


" Alice janji "

__ADS_1


" Alice tidak akan pernah meninggalkan keluarga ini, sampai kapanpun "


" i'm promise " ucap Alice dengan bersungguh-sungguh,


" dan jangan membenci aku, Mom "


" aku mencintai kalian "


" sungguh, "


" aku tidak akan bisa hidup tanpa kalian " ucap Alice dengan berlinangan airmata, membuat Valerie tidak bisa berkata apa-apa, hal yang baru saja dikatakan Alice begitu menyakitkan, di satu sisi Valerie sangat bahagia, di satu sisi Valerie merasa takut kehilangan jika Alice mengetahui yang sesungguhnya, akankah janji Alice benar-benar akan dipenuhi oleh Alice


" mommy ,"


" jangan menangis "


" aku yang salah " ucap Alice dengan suara parau, Valerie menganggukkan kepalanya, sungguh saat ini Valerie diliputi berbagai macam rasa dihatinya


" Hai "


" apa yang kalian lakukan "


" begini kah cara kalian menyambut kedatangan kami " ucap Thomas melihat Valerie dan Alice berpelukan di area dapur. Valerie dan Alice menghapus jejak airmata di pelupuk mata masing-masing


" maafkan kami, Daddy " ucap Alice dengan lirih


Valerie dan Alice mendatangi Thomas dan Edwards, jika Valerie memeluk tubuh kekar sang suami, Thomas,


" sayang "


" i love you " ucap Alice dengan berjinjit menciumi pipi Edwards, sedangkan Edwards membungkukkan tubuhnya, karena tinggi tubuh mereka terlampau jauh


" love you too " ucap Edwards mencium puncak kepala Alice


" jangan mesra-mesra'an "


" belum muhrim " ucap Darren menginterupsi perbuatan Alice dan Edwards


" mommy kamu yang duluan " ucap Edwards, dengan gerak cepat Alice mencubit perut sixpack Edwards, terdengar suara rintihan dari bibir Edwards, sedangkan yang lainnya mendengar suara rintihan Edwards tertawa lepas


" sudah Ah "


" ayo, kita makan siang terlebih dahulu " ucap Valerie sambil menggandeng lengan suaminya


" sayang "


" aku bantu kamu melepaskan jas dan dasi kamu yah " ucap Alice membelai bagian perut Edwards


" sayang "

__ADS_1


" kamu jangan begitu "


" aku susah menahannya "


" sabar yah, sebentar lagi kita halal "


" Hm " ucap Edwards


" aku mau mengelus-elus bagian dada kamu "


" tapi kamu terlalu tinggi " ucap Alice mengerucutkan bibirnya, dan hal itu membuat Edwards tertawa


" aku yang terlalu tinggi "


" atau kamu yang tidak terlalu tinggi " ucap Edwards menggoda Alice, tentu saja membuat Alice kesal, Alice hendak meninggalkan Edwards, namun dengan secepat kilat Edwards menggendong tubuh mungil Alice di dalam pelukannya, Alice melingkarkan tangannya di ceruk leher Edwards, Alice memberi kecupan di dahi Edwards,


" sudah Ah "


" kita di tunggu mommy, daddy, dan Darren " ucap Alice menatap manik mata Edwards dengan penuh cinta


" iya " ucap Edwards dengan singkat, sambil menurunkan tubuh Alice, Edwards membuka jas yang dia kenakan, sehingga terlihat vest atau rompi jas yang tertutup setelan jas kerja Edwards.


Suara gelak tawa Alice dan Edwards terdengar sampai ruangan makan, membuat Thomas dan Valerie mengelengkan kepalanya,


" dunia memang milik mereka berdua " ucap Valerie


" kita juga bisa, sayang " ucap Thomas yang menggerayangi tubuh Valerie, tentu saja Valerie menepuk telapak tangan Thomas


" nih "


" cucu kamu, mau diapakan " ucap Valerie dengan sebal, sambil menunjuk kearah Darren


" wah "


" itu sih derita elo " ucap Thomas dengan santainya, membuat Valerie menghadiahkan Thomas capitan kepiting, yang sangat sakit dirasakan oleh Thomas. sedangkan Darren tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan granma dan granpa nya.


Raut wajah Darren yang tertawa membuat Thomas dan Valerie saling memberikan tatapan, mereka berdua bagaikan bisa membaca arti dari manik mata mereka, baik Thomas begitu pun juga dengan Valerie, mereka berdua sangat bahagia, keluarga mereka dipenuhi hangatnya cinta dan kasih, semoga akan indah seperti ini, harapan Thomas dan Valerie di dalam relung hati mereka yang paling dalam.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


πŸ’πŸ’


__ADS_2