
πππππππππππππππ
Setelah beberapa waktu terlewati dengan berhasilnya tim khusus yang di kirim oleh tuan Thomas Winston membawa pulang Edwards dan Alice pulang ke kediaman utama dengan selamat. Bahkan Thomas telah mempersiapkan segala hal dalam penyambutan kedatangan putra kesayangannya, dan tim dokter yang telah di persiapkan untuk Alice, apapun keadaannya Alice tetap menjadi prioritas , karena hal itu sangat penting bagi Edwards, Thomas sangat menyadari hal itu, oleh karena itu Thomas tidak ingin Edwards merasakan lagi rasa kehilangan, yang pasti sudah dapat di perkirakan Thomas bagaimana sikap yang akan Edwards ambil jika kehilangan Alice. Beruntung nya kali ini Alice nampak lebih kuat dari sebelumnya, entah kenapa Alice bersikap biasa saja bahkan ketika tim medis memeriksa kondisi fisik dan mental Alice, namun tersirat kegelisahan bagi tim medis untuk mengatakan sesuatu hal yang mungkin akan memiliki dampak yang cukup besar.
" katakan " ucap Thomas dengan tatapan mata tajam tentu saja dengan damage khas penguasa yang kian ketara, membuat semua orang yang saat ini berada tepat di hadapannya merasa terpaku tanpa berani berucap bahkan menatap seorang Thomas.
" katakan " ulang Thomas kembali, sembari meletakkan gelas setelah berhasil membasahi kerongkongan nya dengan teh chamomile yang baru saja dia seruput.
" tu, tuan ' ucap salah satu dokter dengan tergagap, satu dokter lainnya yang lebih senior menekan pelipisnya
" tugas kalian selesai "
" biar aku yang akan menjelaskan nya "
" pergi lah " ucap dokter Carlos yang tertera di bordir jas putih yang sedang dia kenakan
" jangan menakuti aku, Carl ' ucap Thomas sambil mengernyitkan dahinya sebagai tanda bahwa dia merasa cemas, sedangkan dokter Carlos hanya mengembuskan napasnya berat sambil menyenderkan punggungnya ke dalam sofa lebih dalam meletakkan kepalanya sebagai pertanda jika berat mengatakan sesuatu yang mungkin dapat membuat sahabat nya sedikit terguncang
Thomas menekan pelipisnya, dan merubah duduk nya yang lebih mencondongkan tubuhnya ke arah depan
" Carl " ucap Thomas serius menatap wajah dokter Carlos, dan dokter Carlos mendesah berat seakan - akan berita buruk yang akan dia sampaikan
" kita lakukan inseminasi secepatnya "
" dengan hadirnya anak, pasti akan mengikat kedua nya "
" dan pihak manapun tidak akan bisa lagi merebut Alice " ucap Carlos.
Thomas yang mendengarkan penuturan sahabat nya sedikit terkejut, dia tahu hal ini akan dilakukan, hanya sedikit terkejut kenapa harus secepat ini, sedangkan Edwards dan Alice baru menikmati masa-masa indah pernikahan, ini sangat cepat dari rencana yang mereka susun.
" why ? " ucap Thomas dengan serius
" kita tidak bisa menekan ingatan Alice lebih lama lagi, itu akan berdampak buruk bagi hidupnya"
" suatu saat nanti, jika ingatan nya kembali, aku harus mempersiapkan obat untuk mengendalikan itu, agar Alice terselamatkan "
" dan itu akan buruk bagi janin, jika dia mengalami hal itu dalam keadaan hamil "
lebih cepat lebih baik "
" ini satu - satu saran terbaik dari aku " ucap Carlos tidak kalah serius
pernyataan Carlos perlahan di terima oleh Thomas, namun berat untuk mengiyakan nya. Carlos tahu ini sulit, yang pasti akan menimbulkan pertanyaan dari Alice yang beberapa saat lalu sebelum menikah, Alice sempat mengatakan jika memang dia tidak diberikan kesempatan memiliki anak lagi, Darren saja sudah cukup bagi Alice, karena Alice hanya ingin hidup bersama suaminya saja, menikmati hidup menua bersama.
" akan aku coba "
" lakukan saja persiapan untuk itu "
" malam ini akan aku coba mengatakan pada Edwards "
" terimakasih atas sarannya " ucap Thomas sedikit lirih, karena Thomas tidak yakin saran yang diajukan oleh sahabatnya akan langsung di terima oleh Edward dan Alice, sedangkan situasi saat ini belum kondusif untuk melakukan hal itu, apalagi pihak musuh yang saat ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pergerakan, bukankah kehamilan Alice akan menambah daftar panjang yang harus diperhitungkan dengan matang, belum lagi kondisi Alice.
Thomas merasakan kepalanya kian berdenyut, memikirkan langkah apa yang harus dilakukan, bidak mana yang akan bertahan dan menyerang, harus begitu diperhitungkan agar semua menguntungkan bagi Thomas beserta keluarga
" argh " teriak Thomas dengan kesal, membuat Carlos tertawa
" ajak serta Darren untuk membantu rencana kalian "
" dan libatkan dia dalam rencana dan keputusan kalian " ucap Carlos lagi
" Darren ? " ucap Thomas dengan tertawa terbahak-bahak
" bocah itu "
__ADS_1
" dia berjiwa bebas , dia tidak akan mau berurusan dengan segala sesuatu, Carl " ucap Thomas
" mungkin saat ini pergerakan nya hanya akan menjadi bidak "
" tapi dia lah yang akan menjadi kuda bagi sang ratu "
" mereka berdua saling melengkapi , Thom " ucap Carlos, membuat Thomas mendengarkan ucapan Carlos dengan serius
" terimakasih atas sarannya, Carl " ucap Thomas setelah mendapatkan saran yang mungkin berguna akan rencana nya nanti, Carlos hanya memberikan tanda setelah dia memilih meninggalkan Thomas yang masih duduk di kursi singgasana di dalam ruangan kerjanya
β’
β’
β’
Suara ketukan terdengar di pintu kerja Thomas, dan tak berselang lama masuk satu persatu anggota keluarga Winston, termasuk isteri Thomas
Valeria melihat raut wajah sang suami yang sejak awal kedatangan nya di ruangan kerja sang suami yang sudah nampak penuh beban. Ketika sampai, Valeria memeluk tubuh suami tercintanya
" everything ok ? " tanya Valeria
" i'm not think so " ucap Thomas dengan lirih
" we just need to arrange the steps "
" believe that everything will end well for all of us " ucap Valeria
" off course, Dad " ucap Edwards dengan yakin, ucapan Valeria dan Edwards membuat semangat Thomas kembali pulih,
hanya dengan kode mata Thomas mempersilahkan isteri, anak, dan cucu nya untuk duduk di sofa yang berada di ruang kerja Thomas. Mereka semua menanti Thomas membuka suara, apa yang menjadi hal penting yang harus disampaikan langsung oleh Thomas di ruangan tertutup, bahkan kedap suara.
Semua orang yang berada di dalam ruangan yang sama, hanya terdiam menunggu sang kepala keluarga menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Jika Edwards dan Valeria menanti dengan sabar, itu tidak berlaku pada Darren.
" apa ? " ucap Darren tanpa sopan santun
" sorry " ucap Darren dengan menundukkan kepalanya , merasa bersalah berlaku kurang baik
" Ed "
" sudah kamu dapatkan pelaku penyerangan di pulau ? " ucap Thomas
" belum, dad "
" akan tetapi sudah ada titik terang dari kode tatto yang ada pada mayat dari pihak musuh " ucap Edwards
" bagaimana kondisi Alice ,hari ini ? " Thomas menatap wajah Edwards dengan serius
" Alhamdulillah "
" aku juga berfikir terjadi hal buruk setelah kejadian itu, namun Alice tidak memberikan reaksi berlebihan "
" hanya saja, wanita pilihan Daddy yang membuat Alice selalu menanyakan kehadirannya "
" Alice merasa mengenal wanita itu " ucap Edwards khawatir
" wanita itu sudah mendapatkan tugas lain "
" dia tidak akan menunjukkan wajahnya lagi, kecuali dalam kondisi urgent, seperti waktu itu " ucap Thomas , berusaha menenangkan hati Edwards
" iya, akan tetapi mengapa dia yang Daddy kirim ? " Edwards agak merasa kesal atas pilihan sang ayah, karena akibat pertemuan itu, membuat Alice terkadang berusaha mengingat - ingat kembali wanita itu
" hanya dia yang aku percaya untuk menjaga Alice " ucap Thomas singkat
__ADS_1
" iya "
" tetapi resikonya besar " ucap Edwards tidak terima keputusan Thomas yang membawa wanita itu masuk ke dalam tim khusus
" nyawa Alice di atas nyawanya sendiri "
" jika pun ada orang lain, aku hanya mempercayai wanita itu "
" itu semua terbukti dari selama dia disini " ucap Thomas tidak ingin terbantahkan, dan hal itu membuat Edwards langsung bungkam, karena apa yang di katakan oleh sang ayah, tidaklah salah. Wanita itu terlalu menyayangi Alice melebihi dirinya sendiri,
Darren yang biasanya ceplas-ceplos, dan tidak tahu aturan mendadak bisu, setelah mendengarkan perdebatan antara sang ayah dan sang kakek. Begitu pula dengan Valeria, mereka berdua terlalu keras kepala dengan keputusan masing-masing
" segera kalian lakukan inseminasi secepatnya " ucap Thomas dengan tegas, membuat semua orang di dalam ruangan menatap manik mata Thomas dengan cepat dan tajam
" ini demi kalian "
" lakukan saja segera "
" menunggu kita menghabiskan para musuh sampai ke akar-akarnya, tidak akan pernah habis, dan tidak pernah tahu sampai kapan "
" kesehatan Alice, dan keselamatannya sama saja , jika mau nanti ataupun sekarang "
" lebih cepat lebih baik, Ed " ucap Thomas menatap manik mata anaknya dengan serius, sedangkan Edwards hanya melihat keseriusan dari ucapan sang ayah.
Edwards menyenderkan punggungnya ke bantalan sofa, pertanda dia memikirkan ucapan dari apa yang baru saja Thomas sampaikan.
" itu sulit, Daddy"
" menjaga Alice dan mengurus perusahaan Daddy, dan milikku " ucap Edwards sambil menekan pelipisnya
" untuk itu, saat ini apakah kamu akan mengambil peran kamu, Darren ? " ucap Thomas dengan tegas menatap manik mata cucu nya
deg,
deg
entah kenapa detak jantung Darren memacu lebih cepat, atau karena nyali nya tertantang untuk menerima challenge dari sang kakek,
" bantu Daddy kamu menghadapi ini, Vier "
" ini sudah waktunya " ucap Thomas lagi dengan mantap. Dunia seakan-akan berporos kepadanya, apalagi jika sang kakek sudah menyapa dirinya dengan sapaan kesayangan tentu saja hal ini bukan main-main,dan hati Darren tergerak sendiri untuk menyanggupi permintaan dari sang kakek, oleh karena itu Darren menerima permintaan sang kakek dengan menganggukkan kepalanya dengan yakin
" semua sudah berdiri di tempatnya "
" apa keputusan kamu, Ed ? " ucap Thomas duduk dengan posisi yang pasti seperti seorang raja menunggu kesanggupan dari sang panglima menerima perintah. Mau tidak mau pilihan Edwards hanya yes or no, dan semua orang masih menanti jawaban Edwards saat ini, yang akan menentukan alur permainan takdir yang akan di mulai. Suasana kian menegangkan, karena Edwards masih belum mengatakan apapun dari bibirnya
" persiapkan semua dengan baik, besok aku dan Alice akan melakukan nya " ucap Edwards dengan tegas.
jika Valeria merasa bahagia karena akan segera memiliki cucu-cucu yang lucu, maka Darren dengan perasaan yang cemas takut tidak mampu mengemban amanah, sedangkan Thomas harus mampu bermain dengan baik sebagai tetua dalam pengambilan keputusan, dan untuk Edwards harus mampu menjalankan semua dengan baik, melindungi perusahaan dan melindungi keluarganya.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
πΊπΊ