
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Lolita cukup kelelahan,seperti nya dia telah berjalan cukup jauh dari villa,...
kini dia duduk dengan menselonjorkan kakinya yang sudah terasa pegal-pegal, dia menatap hamparan kebun di hadapannya yang tanpa batas,...
entah apa yang ditanam warga setempat,atau hutan,entahlah,dia kurang mengerti, dia hanya melihat berbagai pohon,tumbuhan hijau,dan terlihat aliran sungai dengan air yang meliuk- liuk disana....
indah sekali ciptaan tuhan,masyaallah...puji Lolita dalam hatinya akan kebesaran sang khalik
mungkin nyaman,bahkan terlalu nyaman dalam posisi seperti ini, kini bukan hanya kaki yang dia istirahat kan, bahkan Lolita merebahkan tubuhnya diatas batu yang ukurannya cukup besar dari ukuran tubuhnya....
tanpa Lolita sadari mungkin dia sempat tertidur
suara pria berdehem, menyadarkan Lolita yang sempat tertidur sebentar...
dia juga mencoba mencari asal suara,
Aaaah....teriak Lolita dengan kaget, karena asisten Abang Theo, sudah berada tepat di samping tubuh Lolita
" ayo..."
" Theo dan Asha memintaku mencari kamu,..."
kita akan segera ke lokasi family gathering......" ucap asisten Abang Theo kepada Lolita
" baik...." ucap Lolita dengan singkat sambil berusaha berdiri
dia menyodorkan tangannya untuk Lolita raih agar aku bisa bangkit lebih mudah dan Lolita menerima uluran tangannya,
saat ini Lolita masih belum membuka diri pada pria manapun, karena masih trauma dengan suatu ikatan dan sebuah perasaan terhadap lawan jenis, kedua hal ini masih begitu menyesakan bagi nya, Lolita masih ingin menikmati kehidupan nya sendiri, menikmati kesendirian nya, dan menikmati status nya saat ini, dan lebih fokus mengurus putra tunggalnya dari masa lalunya
mereka segera bergegas menuju villa dengan langkah biasa saja tidak terlalu tergesa-gesa, namun jika mereka kembali lagi ke villa, hal pertama yang akan Lolita lakukan adalah mandi, karena tubuhnya terasa lengket dan sangat lengket setelah berjalan santai pagi hari ini mengelilingi seputaran villa tempat mereka menginap,
saat memasuki villa, Lolita dan Bobby langsung masuk ke arah dapur untuk menyapa Theo dan Asha, dan pasangan yang selalu mesra tanpa mengenal tempat itu memang sudah berada di meja makan, untuk menikmati sarapan pagi mereka
" beibs, "
" kamu kemana ? "
" sudah sarapan pagi ? " tanya Asha tanpa putus
" sudah "
" aku balik ke kamar yah "
" mau mandi yaach "
" Oh iya, kamu siapkan sarapan untuk suami kamu saja, dan yang lainnya "
" aku tidak sarapan lagi, masih kenyang " ucap Lolita dengan seutas senyuman manis di wajah cantiknya, kemudian Lolita berjalan kearah kamarnya dengan langkah pasti
" siap boss "
" aku tahu kok "
" gue tinggal menyajikan masakan nya doang "
" dan makan "
" terimakasih, beibs " ucap Asha sambil teriak dan tertawa kecil
" Ok "
" biasa saja, keles "
" aku capcus mandi yak " ucap Lolita tanpa menghentikan langkahnya, dan segera menutup pintu kamar, tanpa menoleh ke arah belakang
entah berapa lama Lolita selesai mandi, dan berpakaian, saat Lolita keluar dari kamar nya, Asha dan suaminya sudah siap dengan pakaian yang lebih casual saja,begitu pun juga dengan sang asisten abang Theo, dan Lolita menyesuaikan dengan tema hari ini, family gathering, yang artinya pakaian yang di kenakan bukan lah tipe pakaian formal
Lolita memang belum menutup kepalanya dengan hijab, namun Lolita sudah membiasakan dirinya mengunakan pakaian yang lebih tertutup ,
seperti hari ini Lolita mengenakan dress dengan motif polkadot,dengan kerut di bagian batas lengan bagian bawah, berbahan campuran sifon,dan tak lupa Lolita memakai legging ,agar menutup bagian betisnya jika sedikit terangkat karena angin atau tanpa sengaja terangkat akan terlihat area betis putih nya
.
..
..
..
...
kini mereka sudah berada di tempat acara family gathering yang diadakan oleh anak perusahaan Theo, yang berfungsi untuk menjalin kedekatan antara setiap karyawan, menjalin komunikasi lebih baik lagi antara setiap karyawan, dan lebih tepatnya menjalin hubungan silaturahmi yang baik antara atasan dan bawahan,
acara ini di hadiri oleh seluruh para karyawan tanpa terkecuali, beserta keluarga dari para karyawan perusahaan abang Theo, bahkan abang Theo telah menyewa satu kawasan villa yang cukup besar dan terkenal di daerah ini, yang mampu menampung seluruh karyawan abang Theo
acara family gathering di buka dengan kata sambutan si empunya perusahaan,dan di dampingi sang isteri nya yang sangat cantik hari ini, meskipun dengan mengenakan pakaian casual saja, abang Theo dan Asha menjadi pusat perhatian
sedangkan Lolita sengaja agak menjauh dari posisi si owner perusahaan, agar tidak menjadi pusat perhatian , bahkan Lolita mempersiapkan diri nya mengenakan kacamata hitam,
mungkin untuk menutupi identitas dirinya ,agar tidak ada yang mengenalinya di acara ini, dan tidak menjadi pusat perhatian orang, namun ternyata dengan penampilan casual saja aura kecantikan Lolita tetap terpancar
bahkan sedari tadi sejak acara di mulai para pria mulai kasak kusuk menanyakan siapa perempuan yang berada di sudut itu, bahkan asisten pribadi Theo harus menggeser sedikit tubuhnya agar menutupi wajah cantik Lolita,
entah apa yang membuat asisten pribadi Theo tiba-tiba tidak suka dengan tatapan pria yang di tujukan kepada Lolita, bahkan asisten pribadi Theo sudah merencanakan untuk membawa Lolita menjauh dari acara yang diadakan oleh perusahaan Theo
.
..
..
...
...
...
" kamu ingin mengikuti kegiatan permainan di sini?..." tanya Bobby, asistennya abang Theo kepada Lolita
Lolita sempat melirik melalui ekor matanya saja, Lolita tidak tahu sejak kapan pria tampan itu berada di dekatnya, bahkan berada di hadapannya, menutupi sebagian tubuh Lolita, tapi Lolita tidak terlalu ambil pusing, toh
memang Lolita saat ini sedang tidak ingin peduli pada sekitarnya ,dia hanya asyik dengan dirinya sendiri, akan tetapi Lolita bukan pula tipe arogan,dengan sombongnya tidak menyapa orang yang mengajaknya berbicara,atau hanya sekedar menyapa
namun jika ada yang menyapanya dia pasti menangapi obrolan lawan bicaranya
saat ini Lolita hanya sedang butuh waktu untuk dirinya sendiri
" tidak "
" aku ingin paralayang,ingin mencoba nya "
__ADS_1
" mungkin menyenangkan melakukan hal itu " sahut Lolita dengan seutas senyuman di wajah cantiknya
" dengan pakaian ini ? " tanya pria tampan itu lagi dengan kening yang berkerut
" yah "
" itu tidak akan mungkin terjadi "
" aku disini menemani Asha ,"
" tidak mungkin hal itu akan terwujud " ucap Lolita dengan santainya
setelah itu, pria yang menjadi asisten pribadi abang Theo meninggalkan Lolita, pergi begitu saja seperti jelangkung, datang tidak dijemput, pulang tidak diantar, pergi dan datang tanpa sebab,...
walaupun Lolita sempat menatap kepergian pria tampan itu, Lolita kembali menatap kearah pandangan nya semula, Lolita tidak terlalu memikirkannya hal lain selain dirinya sendiri
tiba - tiba pria itu datang kembali dan memberikan Lolita sebuah paperbag,
" kenakan ini,jangan lama " pinta pria itu dengan penuh paksaan
" Haaah ! " ucap Lolita dengan wajah yang terkejut
" cepat, "
" aku tunggu sampai 7 menit, "
" terhitung dari sekarang " ucap pria tampan itu dengan tegas tanpa basa basi,sambil melihat ke arah jam yang sedang dia kenakan
entah lah, kenapa Lolita berjalan cepat kearah toilet, menganti pakaian nya dengan cepat,lalu kembali ke tempatnya berdiri tadi,dengan nafas engos - enggosan Lolita kembali..
Lolita bagaikan terhipnotis harus melakukan hal itu, dia tersadar saat sudah berada di dekat pria tampan itu, Lolita hendak melayangkan protes, namun belum sempat dia bertanya,dan melayangkan protes nya, pria tampan itu langsung menarik tangan Lolita untuk mengikuti langkah kaki Bobby
Lolita tidak melihat dan tidak juga memperdulikan banyak nya tatapan para gadis melihat pria tampan itu menggenggam tangan Lolita,
keadaan begitu cepat , namun Lolita segera tersadar dari tingkah laku nya yang baru saja dia lakukan , Lolita mencoba menarik tangannya, melepaskan genggaman pria tampan itu, namun sang pria itu semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada Lolita agar Lolita mengikuti langkah kakinya,
semakin Lolita mencoba melepaskan semakin erat pria itu menggenggam telapak tangannya Lolita, Lolita hanya bisa pasrah mengikuti maunya pria tampan itu
" bang " ucap Lolita , namun pria itu seperti menulikan indera pendengaran nya
.
..
..
flashback,
" Theo ,"
" aku sudah hubungi Rey "
" untuk handle semua kebutuhan kamu dan Asha "
" semua urusan kamu sudah aku serahkan kepada Reynolds, "
" dia dalam perjalanan kesini "
" dan jangan ganggu aku dan Lolita " ucap Bobby dengan seutas senyuman
" hah...!! "
" Hei, mau kemana kamu ? " ucap Theo dengan penasaran
" mau kemana "
" acara ini juga sudah ada yang handle "
" aku bebas kan "
" Oh iya "
" katakan kepada Asha, jangan ganggu aku yang lagi proses pendekatan dengan Lolly " ucap Bobby lagi tanpa menunggu jawaban Theo
" kamu jaga dia "
" jangan macam-macam "
" aku tidak akan mentolerir satu kesalahan saja " ucap Theo dengan serius, Bobby memberikan jempol di hadapan Theo
Theo hendak membuka mulut kembali ,untuk bertanya lebih detail lagi , namun menguap begitu saja karena Bobby telah menghilang meninggalkan dirinya yang masih terpaku di posisi yang sama,
" anj* "
" asem, elo , Bobby "
" aku di kacang'in boleh tuuh bocah, "
" kalau kamu bukan anak sahabat bokap "
" sudah lama gue depak ke papua " ucap Theo dengan kesal,
namun sesaat kemudian senyuman menghiasi wajah tampannya Theo
" semoga berhasil masa pendekatan kamu, By "
" tapi gerak cepat juga kamu masbro, " ucap Theo lagi dengan tertawa ringan
" Bee, "
" mau kemana abang Bobby ? " tanya Asha sedikit merengek kepada suaminya
" mau pedekate, "
" memang nya kamu mau menganggu Obby yang lagi pendekatan dengan Lolita ? " tanya Theo pada isterinya
" mereka..? " tanya Asha dengan terkejut
" iya "
" Obby sedang melakukan pendekatan dengan Lolita, semoga saja sukses menaklukkan hati sang singa betina " ucap Theo dengan senyuman smirk di wajahnya
" semangat bang Obby "
" fighting "
" ganbatte kudasai " ucap Asha dengan mengepalkan kedua tangannya, seperti seorang suporter
waaaah, breakingnews niih, semangat Asha,mengebu- gebu setelah mengetahui sahabat suaminya mulai ada hati pada sahabatnya...
tingkah polos isterinya membuat Theo mengembangkan senyuman di wajah tampannya,,tanpa aba - aba, Theo mel**** bibir sexy isterinya, tanpa mereka sadari area villa yang luas ini dengan di lengkapi fasilitas penunjang lainnya, tentu saja banyak karyawan/ i melihat tingkah laku mereka , yang tanpa aba-aba
beberapa isteri karyawan perusahaan menutupi mata anak - anak mereka dari tingkah laku absurd pemilik perusahaan,
__ADS_1
toyib...toyib...kenapa tak pulang - pulang,kasihan Lela si janda kembang kantor yang jadi guyonan para rekannya,setelah menyaksikan layar tancep plus minus tadi, dan Lela harus melihat tingkah unfaedah itu menepuk jidat nya, dan mendapatkan tawa dari para rekan kerja nya
suasana kekeluargaan yang tercipta kian kental ,setelah pulang dari acara family gathering ,pastinya para karyawan semakin semangat bekerja menghasilkan pundi- pundi bagi perusahaan,...
keinginan bos terlaksana,keinginan karyawan terpenuhi...simbiosis mutualisme....
.
..
..
dengan langkah tergesa - gesa,kedua insan sampai di mobil P*** bewarna putih ,
Bobby membuka pintu mobil di sisi sebelah sopir,menarik tubuh kecil Lolita kedalamnya dengan sedikit mendekap bahu Lolita, hingga Bobby bisa menghirup aroma parfum yang Lolita gunakan
Lolita risih dengan posisi sedikit intims seperti ini,tapi dia pun tidak bisa menolak kehendak pria disampingnya,
Bobby bergegas berjalan setengah berlari ke arah pengemudi, lalu dia menghidupkan mesin mobil , dan segera meluncur ke lokasi yang diinginkan wanita yang saat ini menarik perhatian nya
" kemana kita, bang ? " tanya Lolita sedikit cemas
" sesuai apa yang kamu bilang tadi " sahut Bobby tanpa melihat ke arah Lolita,dan hanya melirik sekilas lalu saja
" Hm "
" tapi, kita belum memberitahu Asha,abang Theo,bang..? "
" bagaimana niih " ucap Lolita lagi , masih dengan nada cemas,
jelas Lolita cemas , karena mereka saat ini hanya berdua dengan pria yang pastinya bukan muhrim baginya....
Lolita takut dengan citra nya sebagai single parent, dan dia juga takut hal buruk terjadi pada nya,walaupun statusnya seorang single parent, Lolita tidak ingin menciderai harga diri nya sebagai seorang ibu,...
akan sangat memalukan bila dia melakukan hal - hal tidak terpuji setelah perceraiannya, Lolita semakin *******- ***** jemarinya, dan dengan peluh di pelipis dahinya
" abang sudah minta izin pada Theo "
" kamu tidak perlu khawatirkan itu "
" abang akan menjaga martabat kamu "
" abang pria yang bertanggung jawab,inshaa allah "
" abang hanya mewujudkan keinginanmu "
" jangan takut berlebihan, "
" abang tertarik pada kamu, "
" wajar kan jika abang lakukan pendekatan sama kamu , " ucap pria tampan itu dengan serius
..dreet....t...dret..dreet... jantung Lolita bagaikan tertembak ribuan peluru dari gatling gun
sejenak Lolita menetralkan deru detak jantungnya yang berdetak tak menentu...
" maaf " ucap Lolita dengan singkat
" maaf ? "
" untuk apa ? "
" kalau itu ditujukan untuk ungkapan perasaan abang tadi, "
" nanti saja kamu menjawabnya, "
" tidak perlu terburu - buru, "
" abang juga tidak menuntut jawaban nya saat ini juga, "
" kita jalani saja dulu hubungan ini ,bagaimana " ucap Bobby dengan santai sambil fokus dengan kemudinya
" aduh,
niih cowok menyebalkan,
terserah lah dia, apapun itu,aku masih belum bisa membuka hatiku,
yah hatiku dan pikiranku saat ini saja masih fokus pada Rio,aku tak ingin melangkah lebih jauh kepada laki - laki mana pun " ucap Lolita bermonolog dengan dirinya sendiri dalam hati
" maaf, "
" aku tidak bisa memastikan apapun, itu "
" saat ini, nanti,dan seterusnya "
" aku hanya fokus pada Rio,anakku, "
" masih terlalu jauh bagi aku, membuka hatiku hanya sebuah cinta dari seorang pria "
" kamu salah menambatkan hati kamu "
ucap Lolita dengan membuang wajahnya ke kaca pintu mobil yang berada di samping sebelah kirinya....
sepanjang perjalanan hanya suara music yang berputar,setelah jawaban Lolita terakhir,
mereka sibuk dalam pemikiran masing - masing
..
...
...
...
paragliding bukit Gantole,puncak
*
*
*
*
*
*
*
🍒🍒
__ADS_1