
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Pertemuan pertama yang syarat mengemban misi penting menurut Edwards, yang pernah merasakan bagaimana rasanya melamar seorang anak gadis, dan itu sulit baginya, karena penolakan dari orang tua gadis, belum lagi penolakan dari kedua orang tua kandungnya, karena memilih menikah dengan dua keyakinan yang berbeda, belum lagi menghadapi mantan pacar masing-masing yang sangat menyebalkan, bahkan menyebabkan kematian mantan isteri nya dan Edwards harus menelan kepedihan saat anak sulungnya menghilang entah kemana, karena tragedi di masa lalu.
Bagi Edwards menjaga Darren adalah skala prioritas utama bagi dirinya, oleh karena itu dia tidak ingin membagi perasaannya lagi untuk hal lain, akan tetapi permintaan Darren di beberapa tahun lalu membuat Edwards sangat frustasi, namun Edwards pintar mencari seribu alasan agar Darren melupakan permintaan nya, namun siapa sangka kecelakaan yang terjadi pada wanita itu membuat Edwards bertemu secara langsung dengan wanita yang diminta Darren untuk menjadikan wanita itu menjadi sosok ibu bagi anaknya,
Apa kelebihan dari wanita ini, yang membuat putranya begitu sangat menyukainya, berjalannya waktu, dengan sendirinya Edwards menyadari inner beauty yang dimiliki oleh wanita yang secara perlahan - lahan menyentuh relung hati nya yang paling dalam, menyembuhkan luka hatinya kehilangan sosok isteri yang pernah dia sayangi di masa lalu
boleh kami menyaksikan nya " ucap Amelia dengan hati- hati
hening......
"boleh saya mencari solusi yang tepat, Mom " ucap Edwards, membuat Harun dan Amelia menganggukkan kepalanya pertanda menyetujui permintaan Edwards
tidak berselang lama kedua asisten pribadi Edwards masuk kedalam kamar, Edwards menjelaskan kembali hal yang membuatnya binggung memutuskan keputusan yang tepat
" bagaimana jika acaranya di undur saja, tuan " ucap Criss, dan Ben hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan saran dari rekannya
" what ! " ucap Edwards terkejut dengan penuturan dari asisten pribadi, sambil memicingkan matanya menatap Criss
" jangan mengintimidasi dong ,Boss "
" saran dari Criss, cukup masuk akal "
" kita ubah saja alurnya "
" malam ini atau besok pagi silahkan anda melakukan lamaran terlebih dahulu kepada tuan Harun dan nyonya Amelia, membawa serta tuan besar Thomas dan nyonya Valerie, "
" kita juga harus melihat schedule tian Thomas hari ini atau pun besok "
" setelah itu lakukan aqiqah, dan lanjutkan lamaran pribadi anda "
" dan tidak ada salahnya jika acara lamaran anda disaksikan oleh para orang tua, pasti akan membuat tuan muda semakin bahagia " ucap Ben dengan wajah datar, seperti biasanya
sikap Ben sangat berbeda dari Cristian yang lebih ekspresif melihat segala sesuatu
" baik "
" bagaimana, Dad "
" Mom " ucap Edwards dengan sopan
" kami ikuti saja yang mana baiknya " ucap Amelia , mewakili sang suami
" baik "
" kalau begitu, saya izin untuk pulang "
__ADS_1
" sekali lagi, terima kasih karena telah menerima saya sebagai calon suami Alice " ucap Edwards dengan sopan
" asal Lolly bahagia, maka itu akan menjadi kebahagiaan bagi aku dan ibunya " ucap Harun dengan sopan
Setelah keluar dari apartemen calon mertua nya, wajah Edwards nampak begitu bercahaya dan begitu bahagia, terlihat jelas, bahkan senyuman masih terus terukir indah di wajah tampannya yang memperlihatkan dimples pada kedua sisi pipinya,
" wah "
" calon manten nya bahagia betul nih, Ben " ucap Cristian menggoda sang Boss, yang hanya mendapatkan senyuman tipis dari Benedict
" bocah nakal "
" beraninya kamu menggoda aku " ucap Edwards memukul kepala Cristian , membuat Cristian sedikit meringis kesakitan, sedangkan Benedict hanya menertawakan kelakuan mereka berdua
mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kantor tuan besar Thomas untuk menyampaikan maksud baik kepada ayah Edwards. Perjalanan yang di tempuh tidak cukup lama, karena masih berada di pusat kota. Semua karyawan menundukkan kepala mereka saat Edwards melintasi mereka satu persatu,
Sekretaris tuan Thomas mengetuk pintu, dan memberitahukan kepada tuannya, jika beliau mendapatkan kunjungan dari puteranya, dan tuan Thomas memberikan kode kepada sekretaris pribadi nya untuk mempersilahkan Edwards masuk ke dalam ruangan kerja tuan Thomas
Edwards masuk seorang diri , tanpa kedua asisten pribadi, karena Edwards memerintahkan mereka untuk segera melakukan tugas yang dia berikan. Tuan Thomas segera menghentikan aktivitas nya setelah melihat siluet tubuh Edwards
" hal penting apa yang ingin kamu sampaikan ? " ucap Thomas to the point
" Daddy " ucap Edwards menatap wajah Thomas
" ayo lah "
" katakan saja apa maksud kedatangan kamu, Ed ? " ucap Thomas dengan santainya
" aku akan menikah '
" mohon beri aku restu " ucap Edwards dengan serius. Thomas menghelakan nafasnya
" kita bicarakan saja hal ini di mansion "
" Valerie harus mendengarkan hal ini juga " ucap Thomas
" iya "
" maka dari itu, aku mengajak Daddy pulang ke mansion "
" sekarang juga " ucap Edwards yang tidak kalah santainya seperti sang ayah
" what's ! " ucap Thomas
" aku masih banyak pekerjaan " ucap Thomas, namun dering pada smartphone miliknya berdering dengan dering khusus, yang dia ketahui jika dering itu milik dari sang isteri.
Thomas segera mengangkat telepon, tanpa beranjak dari posisi sebelumnya, sesaat kemudian kedua bola mata thomas menatap tajam ke arah Edwards, sedangkan Edwards sudah menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan sangat santai, terlukis senyuman smirk di wajah tampannya,
__ADS_1
Thomas masih mendengarkan setiap kalimat yang Valerie sampaikan, sambil Thomas komat kamit sendiri tanpa suara, sampai Valerie mematikan sambungan telepon seluler nya, Thomas merasa lega ketika sambungan telepon seluler nya terputus.
Sesaat kemudian Thomas melemparkan bantal sofa ke arah Edwards , sedangkan Edwards hanya menjawab perbuatan Thomas dengan tertawa geli, saat sang ayah tidak dapat berkutik di hadapan seorang Valerie , dimana ucapan Valerie adalah titah baginya, yang harus segera dilaksanakan
Ternyata tanpa diketahui oleh Thomas jika cucu satu-satunya saat ini sudah berada di dalam mansionnya Valerie, dan Darren menyampaikan kepada Valerie bagaimana dia menyukai, dan meminta Valerie merestui pernikahan antara Edwards dengan Alice, seorang wanita yang sangat dia inginkan menjadi mommy, dan Darren sangat menginginkan Alice , hanya Alice saja yang diinginkan Darren, sehingga Valerie menelfon suaminya untuk Thomas segera pulang ke mansion mereka, dan membahas hal penting ini sekarang juga , tanpa bantahan .
padahal Thomas sudah menyampaikan kepada isterinya juka saat ini dia sangat sibuk, dan sebentar lagi akan melakukan pertemuan dengan salah satu kliennya, membahas kontrak kerjasama yang akan mereka jalin mengenai mega proyek dalam manufacturing beberapa product yang akan segera thomas rilis dalam waktu dekat. Akan tetapi Valerie seakan-akan buta dan tuli, tidak mau mendengarkan kalimat bantahan dari sang suami, sehingga mau tidak mau Thomas harus mengiyakan keinginan isterinya, apalagi sang isteri memberikan alasan demi kepentingan cucu mereka satu-satunya,
Kehilangan cucu sulung mereka , membuat baik Thomas dan Valerie mengutamakan kepentingan Darren diatas kepentingan mereka berdua, hanya sebuah pertemuan dengan salah satu kliennya, tidak membuat Thomas mengalami defisiensi di perusahaan nya, namun Thomas hanya malas untuk mengatur ulang jadwal yang sudah diatur oleh sekretaris nya saja
" Michael "
" cepat masuk " ucap Thomas
tanpa menunggu lama, Michael segera masuk kedalam ruangan tuan Thomas
" iya, tuan " ucap Michael dengan sopan
" perintahkan Albert mengantikan aku menemui tuan Rashad "
" sampaikan permintaan maaf dari aku, yang tidak bisa menghadiri janji hari ini "
" dan kamu gantikan pekerjaan aku hari ini "
" minta Louisa mengubah schedule aku mulai besok "
" akan banyak perubahan "
" nanti akan aku kabarkan lagi kepada kamu " ucap Thomas, sambil berkemas untuk segera pulang meninggalkan segudang pekerjaan yang menumpuk,
" baik, tuan " ucap Michael dengan sopan, tanpa diketahui oleh Thomas jika Michael menggerutu di dalam batinnya, sedangkan Edwards bahagia sang ayah segera bergegas meninggalkan pekerjaan nya demi cucu dan calon isterinya atas permintaan Valerie , karena sejak dahulu Thomas tidak terlalu dekat dengan putera nya sejak menikah dengan ibu nya Darren, yang membuat jarak diantara ayah dan anak,
Baru beberapa tahun belakangan ini mereka mulai mengikis jarak diantara mereka, itupun karena peran Darren , namun kehadiran Alice satu tahun belakangan ini membuat hubungan ayah dan anak itu semakin membaik
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
🍒🍒