Ketika Nafsu Birahi Lebih Besar Daripada Nafsu Menafkahi

Ketika Nafsu Birahi Lebih Besar Daripada Nafsu Menafkahi
Perasaan Siti


__ADS_3

Acara traktiran Siti berjalan dengan penuh canda tawa ceria, Meski belum terlalu kenal dengan seluruh anggota keluarga Siti . Angga dan sosok gadis misterius yang ternyata bernama Aisha itu, kini tampak akrab dan mampu berbaur, Suasana hangat ini berlangsung bahkan setelah pelayan menyajikan pesanan mereka. meski tahu namanya Siti tak tahu apa sebenarnya hubungan Fian dan gadis itu, sesekali dia melirik ke arah Aisha entah untuk tujuan apa ? Yang jelas kini tampak dimatanya jika Fian dan gadis itu sangat akrab dan juga kompak dalam mengasuh Vanny.


" Eh .. Sa !! Kalian sudah sangat cocok kayaknya kalau momong anak !! kapan diresmikan? entar keburu ditikung orang loh Ngga..!" Bude Dewi bersuara, sedari tadi dia memperhatikan interaksi antara Salsa dan Angga, Meski waktu telah belasan tahun berlalu, tapi bude masih sangat hafal dengan wajah Angga yang sempat memacari sang keponakan , Siti !!


" Insya Allah secepatnya bude!! doakan saja, agar Salsa mau menerima saya menjadi imamnya !!" Angga tersenyum lembut, menatap Salsa yang memangku Bara dengan tatapan penuh cinta. Sementara Salsa malah menampakkan wajah tak enak .


Salsa menunduk !! Angga memang telah beberapa kali mengutarakan niatnya untuk mempersunting dirinya. Tapi , permasalahan yang ditimbulkan Abangnya, Dadang. Membuat dia menahan diri, takut jika ucapannya akan menambah pikiran orang tuanya.


Terlebih, sekarang Bapak terlihat sangat-sangat terbebani, akan apa yang kini menimpa rumah tangga abangnya itu. meski dia akan menyampaikan hal positif dan baik, dia tetap saja, tak bisa bicara jika sudah berhadapan langsung dengan Emak dan Bapak .


kadang ,Salsa merasa jika hanya Dadang lah yang selalu jadi prioritas emak dan bapaknya.


" Ada sesuatu yang belum Salsa selesaikan bude , lagian kalau jodoh kan nggak akan kemana hehehe"


Pembicaraan, Angga dan bude Dewi rupanya tak mengalihkan fokus Siti pada sosok Aisha, Dia selalu memandang perempuan itu dengan lekat, terlebih kedekatannya dengan Fian yang seolah tak ada jarak.


" Siti ?" Bude Dewi menyentuh tangan Siti yang menggenggam erat meja didepannya. seolah ada amarah dihatinya.


"Kamu kenapa ?"


Bude menatap kearah dimana mata Siti tertuju, kini dia tahu apa yang menjadi sebab diamnya Siti , rupanya Siti tengah tak nyaman akan kedekatan Fian dengan perempuan lain. Apakah ini artinya Siti tengah cemburu ? Jika ia, sanggupkah Siti patah hati pada akhirnya nanti ?


" Kapan kalian menikah, Yan?" Bude bertanya dengan pelan, sembari meneguk segelas air putih hingga tandas, " Bude tahu kabar tentang kalian, atau malah sekarang kalian sudah sah jadi suami istri ?"


Pyarr...

__ADS_1


pertanyaan Bude Dewi pada Fian membuat lelaki itu tak sengaja menyentuh gelas yang berada di samping tangannya.


Fian menatap Bude Dewi dengan pandangan tak mengerti ?


Pun dengan Siti yang tak menyangkan budenya akan menanyakan hal itu..


" Maksud bude ? Aku menikah ? Dengan Siapa ? bude ada-ada saja dan apa emangnya yang dikatakan mama pada bude ?!! " Fian tertawa canggung dan melirik Aisha dengan tak enak. Siti yang sedari penasaran dengan jawaban Fian kini melihat dengan jelas lirikan Fian pada Aisha yang entah berarti apa ?


" Loh , ibu kamu sendiri kok yang kasih tahu bude , kalau kamu bakalan nikah dengan Aisha. Kalian cocok kok !! Apalagi Vanny sepertinya nyaman sama bundanya !!"


Bude mengambil Vanny dari pangkuan Aisha, mencium gemas balita cantik itu, Dia melirik Siti ingin melihat reaksi sang keponakan yang sedari tadi diam saja.


Tak lama terdengar suara Bara memekik, dan meronta di pangkuan Salsa, memaksa beberapa pasang mata itu kini malah tertuju pada sosok Bara.


jangan ambil nenek Bara !" Rupanya Bocah itu cemburu akan tingkah manis bude Dewi sang Nenek pada sosok Vanny, sehingga Bude segera memberikan Vanny pada Aisha dan segera menghampiri Bara yang hendak tantrum dipangkuan sang Tante.


" Iya, sayang !! ini nenek Bara.. Cupcup sudah ya, nenek tetap sayang Bara kok !!" Bude membujuk Bara dengan menggendongnya . Sementara yang lain kini tersenyum, merasa lucu karena tingkah Bara yang tiba-tiba.


para pengunjung Restoran pun ikut heran, meski sebagian juga ikut tersenyum.


Siti melihat itu juga dengan senyuman damai, dia sangat beruntung punya orang tua pengganti seperti bude Dewi. Saat dia memalingkan wajah matanya tak sengaja bersitatap dengan mata Fian, membuat Siti cepat-cepat membuang muka kearah lain.


Fian yang memasang wajah ramah dan senyum kearah Siti pun merasa heran dengan tingkah Siti yang menurutnya tak seperti biasanya..


***

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu. Fian mulai sering datang ke rumah bude Dewi, membahas masalah sawit, dan bernegosiasi harga seperti biasa. Namun tak sedikitpun Siti menampakkan diri didepan lelaki itu sekarang, seolah sengaja menghindari dirinya. Meski heran, Namun Fian tak enak jika harus bertanya pada bude Dewi, terlebih Bude Dewi sekarang juga tampak berbeda ketika menyambutnya saat bertamu, seolah sekarang bude membentang jarak yang tak tampak namun mampu dirasakan oleh Fian.


" Bude !! Kenapa aku merasa jika Siti menghindar dariku ?" Fian tak tahan lagi, akhirnya pertanyaan ini meluncur lancar dari bibirnya, dia sudah terpisah selama dua bulan dengan Siti tapi sekarang pujaan hatinya itu malah menghindarinya .


Bude Dewi menatap Fian dengan aneh, " enggak ada yang aneh kan dari sikapnya sekarang ? Status kalian sudah sangat berbeda ,takut terjadi Fitnah nantinya ..!?"


" Soal status kan, selama ini Siti tak terlalu terganggu bude , Apalagi kita hanya mengobrol di teras rumah ! Ada apa sebenarnya dengan Siti bude ?"


Fian tak tahan lagi, dia sangat penasaran akan alasan perubahan sikap Siti.


" Siti nggak kenapa-napa kok Yan, Dia hanya nggak mau dijuluki pelakor nantinya, karena tak menjaga jarak dengan kamu yang sekarang berstatus suami orang !!" Bude bicara dengan sedih, dia tahu jika Siti telah membuka hatinya untuk Fian. Meski keponakannya itu tak pernah mengatakan padanya langsung..


Fian tertawa, " Jadi. ? ini masalah pembicaraan kita di restoran kemarin bude ?"


Fian memperbaiki posisi duduknya, bersiap menjelaskan.


" Aku dan Aisha memang dijodohkan, karena Vanny memang sangat dekat dengan sepupu dari ALMH Istriku itu. Tapi, kami berdua sudah punya pilihan kami masing-masing ! Dan bude sudah pasti tahukan siapa yang selama ini aku inginkan untuk menjadikannya pendampingku.."


Fian tersenyum senang, dia akhirnya tahu jika perubahan sikap Siti dan bude Dewi karena prasangka mereka akan hubungannya dengan Aisha.


" Aku masih menunggu Siti, Bude !! Sampai dia Siap dan menerimaku sebagai Ayah sambung dari anak-anaknya..


Aku senang jika benar Siti cemburu pada Aisha..Itu artinya dia sudah mulai membuka hatinya untukku !!"


Dibalik pintu kamar anak-anaknya, Siti mendengar semua penjelasan Fian. Dia meraba Dadanya yang kini berdebar kencang tak karuan. Perlahan senyum manis terbit dari bibirnya, dia menatap pintu dengan mendamba. Semoga saja, hubungannya dengan Fian semakin membaik .

__ADS_1


__ADS_2