Ketika Nafsu Birahi Lebih Besar Daripada Nafsu Menafkahi

Ketika Nafsu Birahi Lebih Besar Daripada Nafsu Menafkahi
Pasangan pas


__ADS_3

Elis dan Agung kini pamit, bersama ketiga keponakannya. Setelah menerima amplop dari Dadang tadi. Kini giliran Salsa juga mendekat kearah Rama, dan adik-adiknya dan menyelipkan uang pada tangan ponakannya yang paling besar , Rama !


" Bagi sama adek ya Bang !! Kalau Abang puasa full, nanti Ante kasih hadiah ya .. !!" Salsa mencium kening Rama, namun segera diusap oleh anak 10 tahun itu dengan menggerutu, seolah menegaskan jika dia bukan anak kecil lagi, membuat semua orang yang kini menatap kearah mereka malah merasa gemas akan kelakuan Rama.


" Kakek juga bakalan kasih hadiah ke Rama, kalau bisa fuul puasanya. Dan ini !!" Lagi, Rama diberi amplop oleh kakeknya


" Kasih ke Ibu ya..!! Rama sama adek, jajannya pakai uang yang dikasih Ante dulu, yang dari Ayah dan Kakek, ditabung sama ibu Ya !!"


"Dari tadi kok bang Rama terus yang dikasih, Dio kan juga mau. Apalagi hadiah !!" Dio cemberut, ia menampakkan wajah cemburu khas bocah. Membuat Elis menghampirinya dan memeluknya.


" Nanti Dio, biar bunda saja yang belikan banyak jajanan . Snack yang banyak di IndoApril ya !!"


Elis yang gemas segera menuntun Dio untuk masuk ke mobil. Sedangkan Bara yang kini berada di gendongan Dadang. Juga diminta sang Ayah untuk segera naik.


" Jangan ngebut-ngebut ya Gung !! hati-hati ...!!" Pesan Bapak ketika mereka semua sudah berada didalam mobil, setelah membiarkan Dadang membisiki Dio entah apa. Kini mobil mulai melaju, Dio dan Bara tampak semangat melambaikan tangannya kearah kakek, nenek, Ayah dan Tantenya .


Tapi wajah itu segera berpaling ketika menemukan sosok wanita yang mengendong bayi, dan menarik tangan sang Ayah agak kuat..


Elis yang menyadari akan perubahan Dio, segera menoleh kebelakang, dimana rumah emak terlihat semakin menjauh.


Dia memandang Kaca spion yang tepat mengarah ke arah Agung. Seolah memberikan pertanyaan pada suaminya, akan sosok yang telah dilihatnya.


" Itu istrinya Bun !! Dan memang sudah melahirkan.."


Elis menatap tak percaya akan ucapan Agung. Meski diliputi rasa penasaran yang tinggi dia tetap memilih diam untuk sekarang. Karena ada anak-anak yang harus dia jaga perasaannya. Terlebih Rama yang kini melirik keduanya seolah mengerti akan arah pembicaraan Agung dan Elis .


Sementara Dadang menatap mobil itu dengan mata berkaca-kaca. Apalagi Bara dan Dio melambaikan tangan mereka padanya. Membuat perasaannya menjadi campur aduk. Seseorang tiba-tiba menarik tangannya dengan kuat. Membuat pandangannya kini teralihkan. Salsa sang Istri kini berdiri didepannya dengan pandangan marah.


seolah tak perduli dengan tangisan bayi Kania yang nampak sesegukkan.


" Loh kania kenapa San ? Nangisnya kok gitu ! " Lastri segera mengambil Kania dari gendongan Sandra, penasaran juga kenapa bayi ini menangis.


" Bang!! kamu apa-apaan hah. Kok nggak bilang aku dulu kalau mau pinjam uang ke pak haji ?"


Sandra tak menjawab pertanyaan mertuanya, dan malah memberondong suaminya dengan rasa kesal yang kentara.


" mana uangnya ? Aku mau beli diapers sama susu formula, Asiku seret dan nggak bikin Kania kenyang. Dia nangis dari tadi..!"


Dia menadahkan tangannya pada Dadang membuat Dadang menatapnya murka..


" Loh San, bukannya kemarin-kemarin Asi kamu banyak bahkan sampai banjir ? Kok sekarang malah mau diberi susu formula kanianya..!"

__ADS_1


Lastri kembali bersuara, sementara Nurdin dan Salsa kini malah memilih masuk kedalam rumah. Setelah memastikan jika mobil Agung telah benar-benar tak terlihat.


" Aku stress Mak !! Karena bang Dadang nggak mau gantiin aku, buat begadang temani Kania..!!"


Kini Sandra malah menangis, sementara Dadang semakin menampakkan wajah mencemooh..


"Sudah Mak nggak usah dihiraukan. Sepertinya dia sedang kumat.." Dadang bicara Santai dan malah meninggalkan Sandra, yang semakin menangis karena ucapannya.


" Bang !! Bang !! Jawab dulu pertanyaanku tadi..!! BANG.... !!!"


Sandra ingin mengejar Dadang namun lengannya dicekal Emak


" Jadi anakmu ini sejak kapan menangis ? Buruan beli susunya didepan .. Ini uangnya !!"


" Tapi Mak.."


" Anakmu lebih penting daripada rasa penasaran kamu itu San.. !!" Titah emak tak dapat dibantah dan kemudian dia membawa Kania kedalam meninggalkan Sandra yang menatap benci sekaligus kesal..


***


Dadang kini tengah berada di warung mbak Fatma. perutnya sedari tadi keroncongan, Dia memang ikut makan sahur tadi. Tapi dia tetap saja tak bisa menahan perih yang kini dirasakan perutnya yang keroncongan minta diisi. Dengan tak malu, dia meminta sang Tante dari istrinya itu untuk memberinya nasi. jam memang sudah menunjukan pukul empat sore, jadi Fatma sudah menyiapkan aneka lauk masak, karena memang dia berjualan berbagai menu lauk untuk berbuka.


" Di rumah Emak Mbak !! ngadu !"


Dadang menjawab cepat, dengan mulut penuh akan nasi.


" Maksudnya ?"


Dadang menelan dengan cepat, dan segera meminum segelas air hingga tandas..


" Dia marah mbak karena aku pinjam uang sama pak haji. Padahal itu kan juga aku yang bakalan bayar nantinya..! Aku sudah lama melalaikan nafkah untuk anak-anakku mbak. Dan kebetulan mereka kesini. Jadi tak salah kan jika aku memberi sedikit jajan pada mereka..!"


Dadang menjelaskan, kini dia lebih santai saat mengunyah makanan dimulutnya.


" Kamu udah ngomong sama Sandra sebelum pinjam Dang ?!"


" Sudah Mbak. Dia seneng karena katanya bisa beli susu formula buat Kania, dan beli stok buat diapers nya.. Padahal ASI-nya melimpah, entahlah aku nggak habis pikir ada ibu seperti Sandra di dunia ini..!!"


Dadang menyelesaikan makannya, membuat Fatma meneguk ludah. Karena kecepatan Dadang saat makan.


" Memang aku belum bilang kalau aku mau pinjam buat kasih anak-anak jajan.!!"

__ADS_1


Fatma kini diam. Tak tahu harus berkomentar apa..


Sementara di rumah Emak. Sandra belum juga menampakkan diri lagi, sedang tangis Kania kini malah semakin terdengar pelan,membuat emak diliputi rasa khawatir.


" Kamu telpon abangmu Sa. Ada nggak mbak Sandra di sana sama dia ? Kok tega sih, ninggalin anak lama kayak begini.." Emak mendekati Salsa yang sedari tadi sibuk mengetik didepan laptop miliknya .


" Sepertinya Dadang mendapat pasangan yang pas sekarang !!"


Salsa yang sedari tadi memang mendengar suara tangisan Kania dan tak terlalu fokus akan apa yang ingin ditulisnya, kini malah tersenyum kecil. Dan segera menelpon nomor Dadang.


Tapi ternyata hapenya malah tertinggal di rumah Emak, karena suara dering hapenya terdengar dari ruang tamu.


" Ya Allah.. Abangmu Sa !! Mungkin dia lupa ngantri saat pembagian otak ..hhhh"


Sandra tiba-tiba sudah berada dibelakang Salsa membuat gadis itu sedikit kaget. Ditangan Sandra kini sudah ada kresek dengan logo indoapril. Membuat Emak mengernyit keheranan.


" Kamu beli apa aja, sampai harus ke sana ?"


Emak bertanya, karena memang jarak minimarket terdekat adalah setengah jam jika menggunakan ojek.


" Beli diapers, Susu Formula, dot , dan tisu basah Mak..!!" Sandra berucap santai,


" Buatkan sekarang San Susunya, Kasihan anakmu..!!" Baru juga hendak duduk Sandra mendengar lagi perintah dari emak mertuanya.


Meski agak kesal tapi dia tetap saja berdiri dan melaksanakan apa yang diminta Emak.


" Loh ini kok kreseknya nggak dibawa Sandra..,!!" Emak berteriak karena Sandra berlalu dengan cepat kearah dapur, tanpa membawa susu yang harus dibuatnya.


" Lupa mak..!!" Sandra berujar lesu, ketika kembali lagi ke depan. " Oh Ya, Mak !! masih ada lauk sisa sahur semalam nggak ? Aku laper nih!!"


"Lihat ke dapur sana Mbak, masak aja, Sekalian masakin buat kita buka nanti.orang yang menyiapkan hidangan berbuka untuk orang yang berpuasa, pahalanya sama besar loh dengan orang yang berpuasa..!!" Salsa berucap penuh penghayatan dan memperlihatkan senyum manis pada Sandra,


Sandra tak menjawab, dia tahu jika adik iparnya kini sedang berusaha memancing emosinya. Dia memilih berlalu, setelah mengambil kresek belanjaannya tadi.


" Emangnya tadi emak kasih uang berapa sama Mbak Sandra ?"


" Seratus , Sa !! "


Emak malah terkekeh sekarang, meski kesal dia merasa takjub juga akan tingkah tak tahu malu menantunya yang satu itu.. Entah kenapa Dadang bisa berjodoh dengan makhluk sejenis Sandra ini ...!!


Melihat Emak tertawa, Salsa juga ikut tertawa, bahkan lebih nyaring membuat bayi Kania kini malah terdiam dan menatap lekat pada Emak..

__ADS_1


__ADS_2