
Hari ini ada lah hari yang di tunggu-tunggu, yaitu hari penerimaan rapor semester pertama se kelas satu sampai kelas enam. Kali ini ini lapor di berikan langsung kepada murid yang bersangkutan
Seperti yang biasa, kali ini yang meraih juara satu adalah Varel dan Vera pemegang juara dua, mereka bersorak gembira dan berpelukan karena sakik senangnya bisa mempertahankan juara mereka, guru wali kelas yang menyaksikan kebahagiaan Varel dan Vera merasa terharu dan juga bersedih, karena hari ini adalah akhir dari Varel bersekolah di kelasnya, tanpa ada satupun murid yang tau kalau hari ini adalah hari terakhir mereka melihat wajah temannya Varel, tak terkecuali Vera.
Waktu giliran Varel mengambil buku rapornya ke depan, Bu guru berpesan
" Varel, ingat pesan ibu guru kali ini ya, walaupun nilai mu bagus dan selalu juara kelas, tapi ingat jangan pernah malas belajar dalam keadaan apa pun juga, karena belajar itu penting dan harus di dalam hidup ini, selalulah bahagia, dan bersabar dalam hal apa pun itu , andaikan Varel ada dalam masalah apa pun itu,bawalah berfikir dengan tenang, jangan gegabah melakukan tindakan. Ngerti kan Varel dengan maksud pesan Bu guru " kata guru wali kelas menasehati Varel
" Iya Bu guru,Varel mengerti " jawab Varel
Saat giliran Vera untuk kedepan, Bu guru pun memberikan nasehat yang sama tentang kesabaran pada Vera
Setelah selesai terima rapor, Vera dan Varel pulang ke rumah, di jalan mereka begitu merasa bahagia dan selalu tertawa
Tak lama mereka pun sampai di rumah masing-masing, Vera dan Varel masing-masing menyerahkan dengan rasa Bangka rapornya kepada orang tuanya, orang tua mereka membuka dan melihat rapor itu sambil tersenyum bahagia, dan memberikan pujian-pujian untuk anaknya, tapi di dalam hati, mereka merasa bersedih karena akan ada perpisahan.
Kepindahan keluarga bara hari ke 3 setelah terima rapor, dan Dua hari yang berlalu di gunakan Varel dan Vera bermain bersama ,
pisahnya hanya mau tidur malam saja.
Dimalam terakhirnya mereka sama-sama memanggil anak mereka, mereka menceritakan skenario yang telah mereka buat bersama di dua keluarga itu
DI KELUARGA BARA
Malam ini setelah makan malam, Bara dan istrinya menemui Varel anak mereka di kamar
" Varel lagi ngapain " tanya Hanifah pada Varel
" Tidak lagi ngapain mi, lagi senang saja karena sekarang lagi libur, bisa main sepuasnya sama Vera " jawab Varel
Bara kemudian menarik nafas dalam-dalam lewat hidung lalu membuang keluar lagi lewat mulut
__ADS_1
" Varel, papi mau bicara sama Varel, ini serius banget, sekarang kan masih liburan, tadi papi terima telpon dari kakeknya Varel di Surabaya, kita di suruh datang berlibur besok ke sana, dan kakek juga bilang pada papi kalau usaha kakek sekarang berada dalam masalah besar, dan kakek meminta papi untuk membantu menyelesaikan masalahnya ini.
Jadi papi mengharapkan sekali, besok Varel bisa ikut sama papi dan mami ke Surabaya " kata Bara bicara hati-hati sekali pada Varel
" Dek Vera ikut juga kan Pi, sekarang kan lagi libur, jadi Varel akan ajak dek Vera juga ke sana " kata Varel pada papinya
" Untuk kali ini Vera menunggu Varel di Jakarta saja ya nak, takutnya masalah kakek papi tidak tau berapa lama selesainya, tidak enak juga kan kita sama papa mamanya Vera kalau ajak Vera lama, siapa tau Vera juga mau liburan ke Tasik ke tempat kakek neneknya " jawab papi Varel hati-hati
Setelah mendengar ucapan papinya , Varel terdiam lama sekali, dalam hati kecilnya tidak mau pisah sama Vera, tapi di sisi lain kakek nya membutuhkan bantuan papinya untuk selesaikan masalah kakeknya.
" Tapi janji ya Pi, kita di Surabaya hanya sebentar, karena Varel tidak mau pisah sama dek Vera lama-lama, siapa nanti yang akan belain dan menjaga dek Vera kalau tidak Varel " kata Varel lagi
" Iya Varel, kita tidak akan lama di Surabaya " kata papi nya Varel membujuk anak nya
" Tapi besok sebelum kita berangkat kita semua datang ke rumah dek Vera dulu ya Pi, Varel mau pamit dan mau foto berdua dulu dengan Vera " kata Varel lagi
" Iya sayang, boleh kok " kali ini mami Varel yang menjawab
" Iya sayang kami janji " jawab mami papi Varel bersamaan
Setelah itu Hanifah menyuruh Varel untuk tidur, karena besok akan melakukan perjalanan pesawat jam 10:39 siang
Di KELUARGA FITO
Setelah selesai makan malam juga, Vera lagi duduk di ruang nonton tv , Fito dan Felly mendekati Vera sambil ambil nafas dan membuangnya secara perlahan
" Vera lagi nonton tv, tonton acara apa itu sayang" tanya Felly yang di dampingi suaminya
" Iya nih ma, lagi nonton sinetron anak sekolahan"
Kata Vera
__ADS_1
" Vera mama mau ngomong bentar bisa" kata Felly lagi
" Ngomong aja mah" kata Vera lagi
" Hmm biar papa yang ngomong ma" bisik Fito ke istrinya
" Baiklah pa, tapi hati-hati" jawab Felly, dan Fito pun menganggukkan kepalanya tanda setuju
" Vera ,sayang, Vera sudah tau kalau besok Varel dan keluarganya besok mau pergi ke Surabaya ke rumah kakeknya " tanya Fito hati-hati
" Belum pa, Varel belum cerita apa- apa sama Vera tadi siang " kata Vera
" Begini ya Vera , papinya Varel cerita sama papa kemaren kalau mereka akan pergi ke Surabaya, karena perusahaan kakeknya Varel tertimpa masalah , dan kakeknya Varel minta tolong kepada papinya untuk menyelesaikan masalahnya itu, karena hanya papinya Varel satu-satunya yang bisa menolong menyelesaikan masalah kakeknya itu, jadi Vera tidak apa-apakan Varel pergi sebentar" kata Fito mencoba menjelaskan dengan kata-kata yang mudah di mengerti oleh Vera.
" Jadi Varel mau pergi pa, kenapa kita tidak ikut juga ke sana , sekarang Vera kan lagi libur sekolah" kata Vera
" Tidak bisa ikut sayang, Surabaya Jakarta itu kan jauh, tidak kayak ke Bandung, dan papa lagi banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggal saat ini , jadi Vera bisa mengerti kan " kata Fito lagi
" Papa, Vera tidak mau pisah sama kak Varel, Vera takut nanti kak Varel pulangnya lama " kata Vera lagi merasa sedih dan khawatir
" Varel dan keluarganya tidak akan lama sayang, dia pasti balik ke sini lagi nanti" bujuk Felly mamanya
" Ya,, baiklah pa ,ma, Pi Vera pengen ketemu dulu dengan kak Varel besok" kata Vera lagi
" Boleh sayang, pagi-pagi kita akan datang ke rumahnya ya untuk melepas dia pergi " kata papanya Vera
" Iya pa " jawab Vera lesu dan sedih
"Sekarang Vera bobok dulu ya, sudah malam, besok pagi-pagi setelah sarapan kan mau ke rumah Varel " kata mamanya Felly
" Iya ma" kata Vera sambil berjalan menuju kamarnya, lalu masuk dan menutup pintu kamar tersebut
__ADS_1
Felly dan Fito menarik nafas panjang dan merasa lega,karena berhasil membujuk putrinya