
Sampai di depan , di dekat kasir , ternyata Varel harus menunggu antrian dulu , sambil menunggu antrian Varel mengingat ingat lagi apa sekiranya yang akan dia beli .
" Varel ,, jangan melamun , maju nak giliran untuk kita bayar di kasir " ucap Bara mengingatkan Varel
" Iya Pi " jawab Varel lalu maju ke depan meja di hadapan kasir wanita , kasir tersebut lalu mengeluarkan semua belanjaan Varel ,mami dan papinya , kasir itupun mengetik harga dan mengkalkulasikan nya , setelah di total kan , Varel pun memberikan kartu card nya ,setelah melakukan pembayaran , merekapun meninggalkan ruang pakaian tersebut
" Bagian makanan dimana ya Pi ? " tanya mami Varel pada suaminya
" Papi ngak tau juga mi , kita kelilingi saja mall ini , pasti Nemu " ucap papi Varel yang benar benar ngak tau tempat yang di maksud suaminya
Mereka bertiga pun mengelilingi mall tersebut , dan akhirnya mereka menemukan juga tempat penjualan makanan ,alat dapur dan Snack juga
" Ayo Pi kita masuk ke dalam , Varel mau ikut ?" ucap Hanifah bertanya pada Varel
" Iya donk mi , ini barang belanjaan kita tadi , Varel titip aja ya mi di tempat penitipan barang , biar kita leluasa belanjanya " ucap Varel lagi
" Boleh juga , cepat balik ke sini lagi ya " jawab mami Varel lagi sambil masuk ke dalam ruangan tersebut sambil mengambil troli
" Baik mi , nanti Varel akan cari mami di ruangan ini setelah kembali " ucap Varel sambil berjalan mencari tempat penitipan barang di mall tersebut
Hanifah dan Suaminya Bara mulai menelisik satu persatu barang yang dia butuhkan
" Pi , bagaimana kalau kita beli ikan dan ayam kalengan ini , untuk di bawa pulang ke Indonesia juga dan bisa juga untuk kita makan di Maldives nanti " ucap mami Varel mengusulkan
" Boleh juga mi, ambil saja , tapi jangan terlalu banyak ,takut nya nanti kadaluarsa dan tidak termakan " ucap suaminya
" Baiklah Pi " jawab mami Varel sambil memasukan beberapa kaleng ke troli belanjaannya
__ADS_1
Varel pun sampai di tempat di mana maminya lagi belanja
" Mami baru beli apa aja " ucap Varel memeriksa barang belanjaan mami nya
" Lihat aja di troli ini , Varel juga boleh bantu mami memilih barangnya biar cepat " ucap maminya
" Okay mi " jawab Varel sambil mengacung kan hari jempol nya ke arah maminya
" Mi , untuk roti tawar dan selai nya jangan lupa ya , terus susu juga , itu sangat penting untuk perjalanan panjang kita ini , bisa penganti nasi juga " ucap Varel menjelaskan pada maminya
" Iya sayang , ayo kita cari roti tawar nya ke arah sana " jawab Hanifah pada putranya sambil menunjuk ke arah rak bagian roti roti yang tidak jauh dari posisi mereka
Varel ,mami dan papinya berjalan ke arah rak rak roti tersebut , di sana banyak sekali roti , tampak beraneka ragam roti dan kue kue ada di sana , dari roti kering sampai roti basah , Varel dan maminya , juga di bantu oleh Bara papinya memilih roti yang mereka sukai dan memasukkan ke troli , tidak ketinggalan juga dengan selai dan susu juga , dan saat Varel melihat ada kue brownies di sana , dia girang sekali
" Ya sayang boleh , mami juga suka sama kue brownies, ambil aja " ucap mami nya sambil tersenyum bahagia karena melihat anaknya sudah kembali tersenyum bahagia lagi
Varel pun memasukan kue brownies ke sukaan Vera tersebut ke dalam troli belanjaannya ,lalu berkeliling lagi di mall tersebut
Sementara di tempat lain di rumah Vera , mereka sudah selesai makan siang bersama mama dan papanya
" Pa , tadi mama lupa bilang untuk pemesanan pesawatnya , lebih baik kita satu pesawat saja sama keluarga Varel , mumpung kita belum pesan tiket , bagaimana kalau papa telpon mas bara saja , untuk membicarakan hal ini " ucap mama Vera pada suaminya
" Baiklah , papa akan telpon Bara sekarang juga, untung aja waktu di rumah sakit dulu Bara mengasihkan no handphone nya " ucap papa Vera sambil mengeluarkan handphone di saku celananya dan mengetik nama Bara
" Assalamu'alaikum Bara " ucap Fito papa Vera mengucap kan salam
__ADS_1
" Wa'alaikum salam Fit , ada apa ?" tanya Bara di sebrang sana
" Begini Bara , kamu sudah ambil tiket pesawat ke Maldives ?" tanya Fito pada Bara
" Sudah Fit , habis dari rumah mu tadi , di perjalanan saya langsung pesan tiket " ucap Bara di sebrang sana
" Ooh , saya kirain tadi belum , ternyata kamu bergerak capat juga ya Bar , coba kamu kirim ke chat saya , berangkat jam berapa dan dengan pesawat apa , biar kita bisa satu pesawat dan duduk berdekatan , lusanya,, soalnya saya mau beli tiket juga nih " ucap Fito menjelaskan
" Oh masalah itu , nga usah Fit , saya sudah pesankan tiket kamu ,Felly dan Vera juga " ucap Bara di sebrang sana
" Oh ya , benarkah Bar " tanya Fito lagi
" Benar Fito , Varel menyuruh saya untuk ambilkan tiket untuk kalian sekalian " ucap Bara lagi di sebrang sana
" Ok , kalau begitu terimakasih ya Bara , sudah membantu saya mengambil kan tiketnya , dan untuk pembayarannya tolong kirim kan nomor rekening nya ya , biar saya transfer " ucap Fito pada Bara , tidak merasa enak hati di bayar kan tiket satu keluarga oleh calon besannya
" Kalau masalah itu kamu tidak usah memikirkannya Fit , itu urusannya Varel , kamu berurusan saja dengan nya " ucap Bara lagi di sebrang sana
" Baiklah kalau begitu Bara , saya tutup telponnya dulu , Assalamu' alaikum " ucap Fito pada sahabatnya tersebut dan menutup telpon setelah Bara membalas salamnya .
" Bagaimana pa " tanya Vera pada papanya
" Tiket pesawat Bara dan keluarganya juga tiket kita semua sudah di pesan tadi sebalik dari sini oleh Bara " jadi kita tinggal berangkat aja lagi lusa " ucap papa Vera menjelaskan
" Terus soal pembayarannya bagaimana pa , tiga tiket pesawat ke Maldives tidak sedikit loh " ucap Felly istrinya
" Kata Bara sih , papa di suruh berurusan sama Varel aja " jawab papa Vera lagi
" Kok sama Varel sih pa " tanya Vera ikut nimbrung
" Ngak tau juga sih sayang , Bara bilang begitu sama papa tadi di telpon " jawab papa Vera lagi
" Begini aja pa , nanti papa tanya sama Varel berapa totalnya harga tiket untuk kita bertiga , andaikan Varel ngak mau di ganti duitnya , untuk pulang ke Indonesia , kita aja yang beliin tiket mereka , bagaimana menurut papa ?" ucap Felly mengusulkan pada suaminya
" Bagus juga ide mana tersebut , baiklah kita yang akan belikan tiket mereka nanti secara diam diam saat di Maldives nanti " jawab Fito lagi ,menyetujui usulan istrinya
" Iya pa , saat ini Varel masih calon mantu dan belum menjadi mantu kita , jadi tidak etis juga kalau dia yang beliin kita tiket untuk sekeluarga , kalau untuk Vera sendiri ,itu ngak masalah juga kan pa ?"
" Iya ,apa yang mama bilang itu semua benar adanya " jawab papa Vera lagi
__ADS_1