Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 29 Kemesraan


__ADS_3

Merasa ada yang tiba-tiba ada yang memeluk nya dari belakang, Vera pun sangat kaget


" Astagfirullah ya Allah , kak Varel ,bikin Vera kaget nih " kata Vera sambil melepaskan rangkulan Varel


" Hahaha , asyik banget memasaknya , hingga kak Varel dari tadi berdiri di sini, Vera tidak tau " kata Varel sambil  tertawa


" Kak Varel kenapa ke dapur , tunggu aja di luar , bentar lagi siap kok " kata Vera pada Varel


Mendengar ucapan Vera, Varel pun mendekatkan dirinya pada Vera


" Vera,, kak Varel ngak mau menunggu di luar, maunya di sini saja dekat dengan Vera , karena kak Varel masih kangen dengan Vera "  kata Varel menggenggam tangan Vera dan menciumnya


"  Udah kak Varel , Vera mau lanjut masak nih, dan balik ke rumah sakit lagi " kata Vera  sambil melepaskan genggaman tangan Varel


"  Ada yang bisa kak Varel bantu " tanya Varel pada Vera


" Emang kak Varel bisa mengerjakan nya " kata Vera lagi tak yakin


" Bisa donk Vera , kakak waktu kuliah dulu itu juga masak sendiri di kontrakan" kata Varel  lagi sambil mengambil pisau dan mulai mengiris 3 macam bawang yang telah di taroh Vera di atas meja dapur


" Ouh ya , by the way , kak Varel dulu kuliah dimana , kok sampai ngontrak " tanya Vera pengen tau


" Kak Varel dulu kuliah di Belanda  ambil jurusan Manajemen Bisnis " kata Varel


" Wah hebat donk " kata  Vera sambil menumis kan saus untuk spagetinya


Tidak menunggu lama, spagetinya pun telah siap di sajikan


"  Lebih hebat Vera donk lulusan HCL London " kata Varel tidak mau kalah


" Kak Varel , ini spagetinya, makanlah " kata Vera menyodorkan seporsi spageti pada Varel


" Kok spagetinya satu porsi, untuk Vera mana " kata Varel   heran  karena ada satu porsi , pada hal sudah jelas dia lihat tadi Vera bikin 3 atau 4 porsi

__ADS_1


" Itu hanya untuk kak Varel saja , untuk Vera dan papa , dimakan nanti saja di rumah sakit " jawab Vera menjelaskan


" Hmm kalau begitu kak Varel juga makan di rumah sakit juga ah, ngak enak juga makan sendiri apa lagi di tungguin " kata Varel merasa tak enak hati


" Loh kak Varel kan lapar dari tadi belum makan, ayuuk makan kak   " kata Vera memaksa Varel memakan spagetinya


" Baiklah sayang , tapi kak Varel makannya di suapin sama Vera " kata Varel sambil mengedipkan sebelah matanya pada Vera


" Aduh , kak Varel jangan manja deh , kak Varel kan punya tangan, yang bisa makan sendiri " kata Vera lagi


" Pokoknya klo ngak di  suapin, kak Varel ngak mau makan " kata Varel merajuk


"  Hih , dasar anak manja , sini Vera suapin " kata Vera memasang wajah kesalnya


Melihat Vera yang mau siap- siap menyuapinya, Varel tersenyum bahagia


"  Aaa'  buka mulutnya" kata Vera sambil menyuapi Varel


"  Udah gede minta di suapin , nanti pacarnya lihat  baru tau rasa "  Vera menyuapi Varel sambil mengomel


"  What ,,, siapa yang punya pacar ,, seumur-umur kak Varel belum pernah yang namanya pacaran   " kata Varel menjawab Omelan Vera dengan menekan kata  belum pernah


"  Masa sih belum pernah, Vera ngak percaya " kata Vera menegaskan lagi


" Iya Vera , belum pernah,, kakak berani sumpah  apa saja loh, kakak belum pernah pacaran, kak Varel bertekad semenjak perpisahan itu , sebelum bisa  menemukan Vera , kakak tidak akan pernah dekat sama yang namanya wanita atau gadis " kata Varel lagi menjelaskan yang sebenarnya pada Vera


Vera yang mendengar pengakuan Varel , merasa  teriris hatinya ,dan tak menyangka kalau Varel begitu menyayangi Vera semenjak kecil dulu


"  Benar kah apa yang kak Varel bilang, kak Varel tidak bohong kan "  kata Vera  dengan genangan air mata lalu  memeluk Varel sambil menangis, melihat Vera yang terisak memeluknya , Varel pun membalas pelukan  Vera


" Sudah ya sayang , Vera jangan menangis lagi , kita sudah bertemu , kakak sangat menyayangi Vera , selalu merindukan Vera, kakak mencintai Vera ,kak  Varel janji kita tidak akan terpisah kan lagi " kata Varel sambil  menghapus air mata Vera , lalu mencium kening Vera  , kedua pipi Vera dan terakhir Varel mencium bibir Vera dengan begitu lembut , Vera tidak bergerak sama sekali menerima ciuman itu, ciuman pertama di bibirnya dari laki-laki yang selama ini di rindukannya berpuluh tahun lamanya, Vera pengen menolak ciuman Varel  di bibirnya , tapi bau maskulin yang keluar dari tubuh Varel saat memeluknya,  membuat Vera menjadi nyaman dan Vera membuka sedikit mulutnya , memberi Varel ruang untuk memperdalam ciumannya , ada sesuatu yang menjalar di hati dan tubuh Vera saat di cium sama Varel , ciuman itu begitu panjang


" Huhh,, hah ,, sesudah kak,   Vera tidak bisa nafas " kata Vera melepas kan ciuman Varel

__ADS_1


" Maaf sayang kakak ke kebablasan, kakak sudah berani mencium bibir Vera, maafkan kakak " kata Varel merasa bersalah pada Vera sambil menggenggam tangan Vera


"  Kak Varel tidak perlu minta maaf ,  Vera juga salah  karena juga menikmati ciumannya kakak " kata Vera tertunduk malu dan wajahnya mendadak merona merah


" Hmm baiklah sayang , ini sudah mau malam , Ayuk kita ke rumah sakit lagi , kasihan om Fito lama menunggu kita " kata Varel  sambil mencium puncak kepala Vera lalu melepaskan pelukannya pada Vera


" Baiklah kak  Varel , mari" kata Vera  sambil membenahi bawaannya.


Varel dan Vera keluar dari rumah dengan tentengan tas pakaian dan rantang makanan lalu masuk ke mobil menuju ke rumah sakit tempat mamanya di rawat


Anya butuh waktu 30 menit di  perjalanan mereka sudah sampai di rumah sakit , Varel memakirkan mobil Vera , lalu keluar dan membukakan Vera pintu mobil , setelah Vera keluar , Varel pun menutup pintu mobil kembali , Varel membantu membawakan tas kain Vera dan mereka berjalan berdampingan menuju kamar perawatan mama Vera.


Tok tok tok Vera mengetuk pintu kamar rawat mamanya


" Masuk saja , pintunya tidak di kunci " terdengar suara papa Vera dari dalam


Varel pun mendorong knop pintu dan langsung masuk kedalam


" Ouh nak Varel , Vera, kalian telah sampai " kata papa Vera


"Iya pa , tadi Vera masakin spageti dulu di rumah buat kita di disini " kata Vera sambil menaruh rantangan spagetinya di atas lemari kecil di  sudut ruangan , dan juga menaruh tas pakaiannya di lemari kain yang ada disana. Setelah itu Vera mendekati mamanya yang lagi tidur pulas , lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mamanya sampai ke dada


Setelah duduk sebentar dan ngobrol dengan papa Vera


" Om Fito , Vera , sudah malam juga ,Varel pamit pulang dulu, dan besok Varel mau datang kesini lagi untuk menemani om dan Vera " kata Varel pamit untuk pulang


"   Makasih nak Varel , telah mengunjungi kami di sini " kata papa Vera


" Tidak usah terimakasih om , karena kita ini keluarga, Varel senang dan bahagia bisa menemukan om dan keluarga di negara ini , baiklah om ,Vera ,sekali lagi  Varel pamit untuk pulang " kata Varel


"Baiklah, Varel hati-hati di jalan ya " kata papa Vera lagi


" Iya om Fito, terimakasih " kata Varel sambil berjalan menuju pintu , Vera pun melepas Varel ke parkiran mobil rumah sakit tersebut

__ADS_1


__ADS_2