
" Oh itu, saya mengajak pak Varel bicara , karena ada hal yang kurang saya mengerti tadi " jawab Indah berbohong pada Wakilnya tersebut
" Ouh begitu ya ,saya kira ada yang serius " jawab Ronal lagi
" Sudah sore ,,yuk kita pulang" ajak Indah Ronal dan sekretarisnya
Indah dan stafnya pun pergi meninggalkan kantor Varel tersebut
Sementara Varel dari ruang rapat langsung ke ruang kerja Vera istrinya
" Sudah selesai meetingnya mas ?" tanya Vera saat melihat suaminya masuk ke ruangannya
" Sudah sayang , dari ruang meeting mas langsung ke sini menemui istri mas yang cantik ini , mas kangen sama kamu sayang " jawab Varel sambil memeluk istrinya dari belakang dan mengecup leher belakang kuping istrinya tersebut
" Mas ,, jangan, ini masih di kantor loh , nanti ada yang lihat " ucap Vera sambil berdiri melepaskan diri dari pelukan suaminya
" Nga bakal ada yang lihat kok sayang , pintunya tadi sudah mas kunci dari dalam" jawab Varel sambil merangkul Vera lagi sambil mengecup sang istri tanpa memberi kesempatan untuk menolak
Tidak ada yang bisa di lakukan Vera untuk menolak suaminya yang sudah seperti orang kehausan seperti habis mengembara di Padang pasir tersebut
Karena Vera sudah pasrah begitu Varel lalu membopong tubuh Vera masuk ke dalam kamar peristirahatan Vera yang ada di ruang kerja tersebut, lalu membaringkan tubuh Vera di atas tempat tidur berukuran 150 x 2 meter itu, dan memulai melakukan pergulatan sengit di sana
Ke esokan harinya di ruang kerja ,Varel lagi asyik bekerja memeriksa laporan dari bulanan dari kariawannya
Drrrt drrrt drrt ponsel Varel bergetar
" Ya hello ,," ucap Varel tanpa melihat peneleponnya terlebih dahulu
" Ya hello juga pak Varel, saya Indah pak, saya hanya mau mengonfirmasikan tentang tawaran saya kemaren untuk makan bareng dengan bapak " ucap Indah di sebrang telpon sana
" Oh itu ,, maaf kan saya bu Indah, mungkin hari ini belum bisa , kerjaan saya lagi numpuk soalnya , maklum sekarang kan akhir bulan" jawab Varel beralasan
" Oh begitu ya pak, bagai mana kalau saya datang kekantor bapak membawa makan siang untuk kita berdua, boleh ya pak ? Kali ini aja, Please! " ucap Indah lagi penuh harap
" Baiklah kalau begitu " ucap varel mengalah karena merasa tidak enak menolak terus niat Indah
" Sayang, mas minta maaf, hari ini kita tidak bisa makan siang bareng seperti biasa, karena mas ada pertemuan dengan klien baru kita di jam makan siang, dan sambil makan siang juga sekalian, ngak apa-apa kan sayang?" ucap Varel pada Vera di telpon
__ADS_1
" Kalau begitu gimana lagi mas , terpaksa Vera izinkan, tapi lain kali mas tidak boleh menjadwalkan pertemuan dengan klien di jam makan siang ok?" ucap Vera tanpa curiga, melainkan sedikit kecewa aja pada suaminya itu
" Oke sayang, mas janji hanya kali ini aja kok" jawab Varel lagi
Tepat jarum jam ke angka dua belas siang, Indah sudah sampai di depan pintu ruangan Varel
" Maaf ,,, ini bu Indah kan? ada keperluan apa ya datang kesini lagi ? " tanya Stella merasa aneh karena perusahaannya tidak ada janji dengan Indah hari ini
" Oh itu bu Stella,,,, saya ada janji dengan pak varel hari ini untuk makan siang di sini " jawab Indah sambil memperlihatkan paper bag nya yang berisi kotak nasi makan siang pada Stella
" Baiklah silahkan masuk" ucap Stella mempersilahkan masuk
' Aneh deh, masa pak Varel mau menerima ajakan bu Indah untuk makan siang , ketahuan sama Ibu Vera baru tau rasa , pasti terjadi perang dunia ke dua ' ucap Stella bicara di dalam hatinya
Tok tok tok pintu ruangan Varel diketuk dari luar
" Masuk " jawab Varel dari dalam
Pintu pun di dorong dari luar , varel masih saja tetap sibuk bekerja dan tidak melihat pada siapa yang datang
" Mas Varel kerjaannya udahan dulu ya, ayo kita makan siang, takut keburu dingin nanti nasinya " ucap Indah sambil memegang punggung tangan Varel yang lagi mengetik tersebut
Varel kaget lantas melihat pada orang yang memegang tangannya
" Oh kamu bu Indah , silahkan duduk , sebentar, tunggu lima menit lagi, saya menyelesaikan kerja saya ini dulu, soalnya tanggung untuk di tinggalkan " ucap Varel sambil melepaskan genggaman tangan indah padaa tangannya
" Baiklah mas, kalau begitu, saya akan siapkan dan hidangkan dulu makan siang kita " ucap Indah lalu pergi dari Varel menuju ke meja sofa di ruangan itu
Varel menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dengan kasar
Lima menit kemudian , Varel telah selesai mengerjakan tugasnya, lalu duduk di sofa untuk melakukan makan siang dengan Indah
" Ini mas, ayo di makan " ucap Indah ambil menyodorkan nasi di kotak pada Varel lalu menyiapkan minuman nya juga
" Bagaimana nasi dan lauknya mas? Enak bukan?" tanya Indah sambil memandangi wajah Varel yang tampan itu
" Lumayan juga " jawab Varel sambil mengunyah nasinya
__ADS_1
" Sekarang coba ini nih mas " ucap Indah sambil menyodorkan makanan lain ke mulut Varel mencoba untuk menyuapi Varel
" Ngak usah deh Bu Indah , ini aja sudah cukup kok" ucap Varel menolak dengan halus
" Cobalah sedikit aja mas, pasti mas suka " ucap indah gigih
Karena merasa terpaksa, Varel membuka mulutnya , dan dengan bersemangat dan senang hati Indah menyuapi Varel makanan yang dia sodorkan tadi
" Bagaimana mas? enak kan ? " ucap Indah senang dengan cahaya mata yang berbinar-binar
" Hmm,, lumayan " jawab Varel sambil melanjutkan makannya lagi
" Hmm,, coba yang ini lagi mas, ini lebih enak lagi loh" ucap Indah sambil menyodorkan lagi makanan ke mulut nya Varel
" Ngak usah bu Indah, makasih , saya sudah kenyang kok " jawab varel sambil menyingkirkan bekas makannya yang sengaja dia habiskan dengan cepat dan terburu-buru karena tidak nyaman dengan posisinya saat ini
" Wah,, cepat banget mas Varel makannya " ucap Indah saat melihat nasi Varel sudah habis saja
" Ya ,, saya makan cepat karena saya mau menyelesaikan pekerjaan saya secepatnya " jawab Varel lalu menyasap air minum mineral yang tersedia di depannya
" Oh begitu ya mas? Apa perlu saya bantu? "ucap Indah menawarkan jasa
" Tidak,, terima kasih bu, dan terimakasih juga dengan makan siangnya " ucap Varel pada Indah lalu langsung berdiri dan berjalan menuju ke meja kerja nya lagi
" Dan maafkan saya juga tidak bisa melayani Ibu indah sebagai mana mestinya karena kesibukan saya " ucap Varel lagi menambahkan
Varel bersikap seperti itu biar Indah klien barunya itu cepat pergi dari ruangannya, tapi apa yang terjadi? Indah malah betah menunggui Varel bekerja dengan duduk di depan meja kerja Varel sambil memandangi bos muda dan tampan itu
Drrrt drrrt drrrt ponsel Varel bergetar Varel melihat nama kontak papinya di sana
" Assalamu'alaikum pi, papi apa kabar?" ucap Varel menapa papinya
" Wa'alaikum salam nak, kabar kami Alhamdulillah baik, papi hanya mau bertanya, apa kiriman kami sudah sampai?" ucap Bara pada sang anak
" Kiriman apa pi? Varel belum terima apa-apa kok dari papi " jawab Varel
" Oh belum ya, kalau begitu kamu tunggu aja kiriman dari kami " jawab Bara lagi
__ADS_1