
Akhirnya mobil Varel dan Vera memasuki pintu gerbang halaman kantor nya, dan langsung ke parkiran untuk memarkirkan mobilnya
" Ayo sayang " ucap Varel sambil mengandeng tangan Vera memasuki kantornya
"Selamat pagi pak , Bu " sapa para kariawan sambil meanggukkan kepalanya dengan sopan saat Varel dan Vera melintas di dekat mereka
Varel dan Vera hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum membalas sapaan para kariawan nya tersebut sambil masuk ke dalam lift
" Wah si bos , sekarang sudah tidak kelihatan dingin nya ya pada kita-kita? sudah bisa senyum begitu " ucap salah satu kariawan di lobby tersebut
" Tentu saja dinginnya sudah mulai hilang, akan sudah ada sang nyonya yang akan menghangatkan si bos " jawab salah satu kariawan lainnya
" Sst,,, kamu ngomong apa sih, menghangatkan ? nanti si bos dengar , kamu lalu di PHK tau rasa kamu " ucap temannya mengingatkan
" Waduh,, pasti kamu fikirannya kemana-mana ya dengan kata hangat dari saya tadi?, dengar ya , maksud saya menghangatkan itu adalah si nyonya berhasil membuat hati si bos menghangat , dengan rasa cintanya dan bisa merubah sikap dinginnya si bos pada semua orang " jawab kariawan tersebut menjelaskan
Sementara Varel dan Vera sudah sampai di lantai lima belas
" Selamat pagi pak, selamat pagi Bu Vera , selamat datang lagi di kantor ini " ucap teman teman Vera ,atau bawahan Vera menyapa dan mengucapkan selamat pada atasannya tersebut
" Pagi juga semua nya " jawab Varel dan Vera hampir bersamaan , lalu langsung masuk ke ruangan kerja Vera
" Sayang , nanti kita makan siang di sini aja ya seperti biasa " ucap Varel pada Vera sambil duduk di sofa
" Baik mas " jawab Vera lagi sambil menaruh tas nya di atas meja , lalu memandangi ruangannya yang sudah dua Minggu dia tinggalkan
" Ok lah sayang , mas kerja dulu ya, kalau ada apa-apa telpon mas ya " ucap Varel sambil mendekati istrinya lalu mengecup kening dan bibir Vera dengan lembut , lalu pergi meninggalkan ruangan kerja istrinya tersebut
Varel masuk lift menuju ke lantai atas , ke ruang kerjanya
" Selamat pagi pak , selamat berkerja kembali di kantor ini " ucap stella sambil menganggukkan kepala dengan hormat
" Iya , terimakasih , Stella kamu antar jadwal kerja saya hari ini ke ruangan saya" perintah Varel
__ADS_1
" Baik pak " jawab Stella lagi
Varel lalu masuk ke ruangannya , lalu duduk di kursi empuk kebesarannya
tok tok tok pintu di ketuk dari luar
"Ya masuk " jawab Varel
" Pak ini jadwal kerja bapak hari ini, ada tiga meeting hari ini , yaitu jam 9 sampai jam sepuluh lewat tiga puluh , bapak mitting dengan perusahaan Indo Perwira di kantor ini , kemudian jam sebelas sampai jam dua belas lewat lima belas menit, bapak meeting dengan perusahaan Nusantara COP di resto Kiambang , dan terakhir jam dua lewat tiga tiga puluh sampai selesai bapak meeting lagi dengan perusahaan Indah Perkasa, di adakan di kantor ini juga " ucap sekretaris Stella membacakan jadwal kerja Varel hari ini
" Padat banget waktu saya hari ini " jawab Varel bicara sendiri
" Iya pak , kemaren ada meeting yang di undur juga untuk hari ini, karena pak Marshcel sibuk memeriksa file dan arsip untuk bapak tanda tangani juga hari ini " jawab sekretaris Stella menjelaskan
" Baiklah kalau begitu , silahkan keluar dan siapkan bahan-bahan dan materi rapat hari ini " ucap Varel lagi
" Baik pak " jawab Stella lalu keluar dari ruangan pimpinan perusahaan tersebut
Lima menit kemudian Marshcel masuk ke ruangan Varel , lalu duduk di kursi depan meja kerja Varel
" Wah pengantin baru , wajahnya kok bertambah glowing dan bersinar ya , terus itu kantong matanya matanya kok kelihatan cekung ya , apa bertempur nya sampai pagi gitu? " ucap Marshcel langsung menggoda bos sekalian sepupunya itu
Peletak ,, sebuah pulpen melayang ke kepala Marshcel
" Aduh , si bos main lempar segala , sakit tau ?" ucap Marshcel sambil mengusap keningnya
" Ouh ,,, tapi saya ngak ngerasain apa-apa tuh " jawab Varel lagi
" Bos ,, ada apa panggil saya kesini " tanya Marshcel serius
" Nanti jam sebelas kamu gantikan saya meeting di resto kiambang , karena habis makan siang saya juga mau meeting " ucap Varel lagi
" Baik bos , saya meeting di temani oleh Stella atau Monica bos?" tanya Marshcel lagi
__ADS_1
" Terserah sama kamu, asalkan meeting nya serius " ucap Varel lagi
" Ok , spa takut " ucap Marshcel lagi bisa meeting di dampingi oleh kekasihnya Monica
" Ok , kalau begitu silahkan keluar dari ruangan saya, saya mau melanjutkan pekerjaan saya " ucap Varel mengusir sepupunya tersebut dari ruangannya
" Idih , lagi perlu di panggil , setelah tidak di perlukan, di usir kayak ayam , nasib ,,, nasib " ucap marshcel sambil meninggalkan ruangan Varel
Setelah Marshcel keluar dari ruangan tersebut Varel lalu melanjutkan pekerjaannya sebelum menghadiri rapat sebentar lagi
" Hello sayang , jam sebelas siang ini kamu dampingi aku meeting ya " ucap Marshcel pada Monica di telpon
" Meeting di mana pak ?" jawab Monica di sebrang
" Di resto Kiambang " jawab Marshcel lagi
" Baik pak " jawab Monica lagi
Tepat jam sembilan lewat tiga puluh menit , semua sudah hadir di ruangan meeting diantaranya, Varel Stella, Marshcel, Rehan dan Monica , sementara di pihak perusahaan Indo Perwira ada seorang lelaki setengah baya sebagai CEO , seorang lelaki muda berumur sekitaran 25 atau 27 tahun dan seorang wanita yang berumur sekitar 25 atau 26 tahunan
" Baik ,, sekarang mari kita mulai meeting kita , dan sebelum itu saya perkenalkan dulu Kariawan saya , ini Stella sekretaris saya, ini Marshcel wakil atau asisten pribadi saya , yang itu Rehan ,wakil manajer di bagian workshop arsitek , dan wanita satunya lagi adakah sekretaris dari manajer " ucap Varel memperkenalkan bawahannya
Di meeting ini Varel sengaja tidak mau melibatkan Vera istrinya , Varel lebih suka Vera duduk santai sambil merancang gambar di ruang kerjanya
" Baiklah pak Varel , saya juga akan memperkenal kan diri , Nama saya Wirawan Adi Kusuma , CEO di perusahaan Indo Perwira , di sebelah kanan saya ini adalah Rudi Wirawan wakil sekaligus putra saya , dan wanita ini adalah Indri sekretaris saya " ucap CEO perusahaan Indo Perwira memperkenalkan dirinya
Mendengar nama Indri , Varel jadi ingat Indri temannya yang bertemu di swalayan semalam, Varel kali memperhatikan wanita tersebut, karena tadi Varel tidak pernah memperhatikan wanita tersebut
" Indri, kamu kah itu orang yang bertemu dengan saya semalam di swalayan?" tanya Varel pada wanita tersebut
" I iya pak , maaf tadi saya ragu , apakah ini bapak yang bertemu dengan saya semalam " jawab Indri gugup , karena dari tadi dia ragu saat melihat Varel pertama kali masuk ke ruangan rapat
" Oke , selamat datang di kantor saya , Stella bagikan file materi rapat kita hari ini" ucap Varel lagi ,lalu menyuruh Stella melakukan tugasnya sebelum meeting di mulai
__ADS_1