Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 87 Insiden di dalam mobil


__ADS_3

" Ya Allah ternyata Monica masih di mobil dan tertidur pulas , sebegitu capeknya kah dia berkeliling tadi hingga tertidur begini, benar kata Varel ,kalau Monica ini cantik , bibir nya , hidungnya ,kulitnya , bodynya , cantik dan cukup menarik ' ucap Marshcel di dalam hati sambil memandangi Monica yang lagi tertidur


" Bagaimana nih , apa saya bangunkan Monica aja ya , tapi saya tidak tega bangun kan tidurnya " ucap Marshcel ngomong sendirian lalu masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobilnya kembali


" Nica , bangun , Nika bangun " ucap Varel menepuk pelan bahu Monica membangunkannya


" Hmmm , mama , lima menit lagi , Nica masih ngantuk nih " ucap Monica sambil memperbaiki tidurnya sambil memegangi tangan Marshcel , Marshcel yang di pegang tangannya langsung grogi , jantungnya berdetak keras


' Aduh , apa yang harus saya lakukan ini , malah tangan saya di pegang lagi ' ucap Marshcel sambil memperbaiki duduknya biar lebih nyaman sambil memandangi wajah Monica


Karena jarum jam sudah lewat di angka lima , Marshcel lalu membungkukkan badannya ke arah Monica ,untuk membangunkan Monica pelan pelan karena sebelah tangannya masih di pegangin oleh Monica


" Monica , ayo bangun sudah sore nih , sebentar lagi malam , ayo bangun Nika , bangun " ucap Marshcel lagi sambil menepuk pipi Monika dengan sebelah tangannya yang lain


Iya , iya , Nika bangun ko ucap Monika dengan mata yang terpejam malah memegangi kedua tangan Marshcel , otomatis tubuh Marshcel hampir memeluk tubuh Monica , jantung Marshcel makin berdetak kencang


" Nika bangun donk , katanya kamu haus , ayo bangun" ucap Marshcel lagi


Monica lalu membuka matanya perlahan dan memperhatikan ke sekelilingnya


" Bapak ? ada apa " ucap Monica sambil mengumpul kan separuh jiwanya yang melayang

__ADS_1


Marshcel hanya diam tak berkutik memandangi wajah Monica yang sangat dekat di depannya ,karena kedua tangannya masih di pegangin oleh Monica


Monica yang sadar posisinya, kaget dan langsung melepaskan kedua tangan Marshcel reflek tanpa bisa di tahan Marshcel jatuh menimpa tubuh Monica , dan wajah Marshcel pas mendarat di leher samping Monica , keduanya pun terkejut dan saling diam beberapa saat di posisi tersebut , Marshcel merasakan tubuh empuk bagian depan Monica dan bau harum rambut dan tubuh Monica , Monica pun merasa kan perasaan aneh saat tertindih oleh tubuh Marshcel apa lagi membau aroma maskulin tubuh Marshcel , dan ******* nafas Marshcel di leher samping pas di bawah kuping nya


Monica tidak berani menolak kasar tubuh Bosnya tersebut di samping rasa malunya juga


" Maaf kan saya Nica , saya tidak sengaja , dari tadi sudah bangunkan kamu , tapi kamu tidak mau bangun, malah kamu memegangi kedua tangan saya ,dan akhirnya seperti ini saat kamu kaget " ucap Marshcel bangkit dari posisinya ,lalu duduk kembali di depan stir


" Iya ,, pak , Nica yang salah , Nica jadi kebiasaan setiap mama bangunkan Nica tidur , Nica selalu memegangi tangan mama dan tidur lagi , sekali maaf kan Nica pak , Nica jadi malu dengan bapak atas kejadian ini , Nica takut di cap sebagai gadis penggoda " ucap Monica dengan wajah yang merona merah sambil menundukan wajahnya


" Monica , kamu tidak usah malu pada saya , itu kan bukan di sengaja , tidak ada yang cap kamu sebagai gadis penggoda , di sini kan hanya ada kita berdua , di dalam mobil tertutup lagi , tidak ada satupun orang yang melihat kejadian itu " jawab Marshcel menenangkan hati Monica


" Tapi Monica takut dan malu pak " ucap Monica tiba tiba sudah sesegukan menangis dalam diam


" Hei Monica , lihat saya , lihat wajah saya , percaya sama saya tidak ada yang perlu kamu takutkan , tidak usah malu juga pada saya , biarlah ini menjadi rahasia kita berdua , kamu tenang ya ?" ucap Marshcel menenangkan Monica lagi , lalu mengusap kepala Monica dan mencium kening gadis tersebut kemudian meraih tubuh gadis tersebut ke dalam pelukannya untuk memberikan kenyamanan


Monica hanya diam saat di peluk oleh Marshcel , dia menemukan ke percayaan merasa kenyamanan dengan sikap lembut lelaki yang biasa dia lihat dingin kesemua Kariawan di kantor


" Nica udah tenang kan ? katanya tadi haus " ucap Marshcel pelan sambil melonggarkan pelukannya sambil menatap wajah Monica yang bersandar di dadanya


" Sudah pak ayo " jawab Monica sambil mengangkat wajahnya dan ups,, tiba-tiba wajah dan bibir mereka beradu tanpa sengaja , mereka berdua pun kaget bukan main sampai di antara mereka tidak ada yang bergerak ,Marshcel sebagai lelaki jiwa nya tertantang dengan suguhan di depannya , dengan bibir diam yang masih menempel , dengan pelan Marshcel membuka bibirnya dan mengecup bibir kariawannya itu dengan lembut , Monica yang merasa di cium oleh Marshcel satu sisi hatinya ingin menolak , tapi di sisi hatinya yang lain menerima ciuman tersebut , itu adalah ciuman pertamanya , dengan kenyamanan masih di dalam pelukan Marshcel , Monica membuka sedikit bibirnya , seolah memberi kesempatan untuk marshcel , tau ada kesempatan begitu , Marshcel memperdalam ciumannya pada Monica

__ADS_1


" hmmm aah , sudah pak " ucap Monica menghentikan ciuman tersebut sambil mengambil nafas


" Mm maafkan saya Monica , saya telah berani mencium bibir kamu , saya tertantang saat wajah kita beradu tadi , maafkan saya ya ?" ucap Marshcel sambil melap bibir Monica yang basah bekas ciumannya barusan


" Iya pak tidak apa-apa , Nica juga salah ,membiarkan bapak mencium saya , ini ciuman pertama saya pak " ucap Monica menundukan wajahnya lagi dengan posisi masih di rangkulan Marshcel


" Ya Monica , ini juga ciuman pertama saya , kalau begitu bagaimana kalau kita pacaran saja mulai hari ini ? " ucap Marshcel tiba tiba


" Bapak serius ? bukankah kita baru saja dekat ? belum ada rasa di antara kita ?" ucap Monica merasa aneh dan tiba tiba


" Serius Monica , tidak ada salahnya kita coba bukan ? walaupun kita baru dekat dan belum ada rasa , dengan seringnya kita bertemu , pasti rasa itu akan hadir di hati kita , apa lagi kita sudah sempat berciuman seperti barusan , mau ya ? " ucap Marshcel lagi penuh harap sambil menyelipkan rambut Monica ke samping kupingnya


" Baiklah pak , tapi ada syarat nya " jawab Monica lagi


" Cepat katakan apa syaratnya ," ucap Marshcel penasaran


" Walau kita pacaran masih coba coba , Nica mau bapak setia pada Nica seperti pasangan lainnya , bila dalam tiga bulan di hati kita belum tumbuh rasa , Nica mohon di bicarakan dengan jujur " ucap Monica memberi syarat


" Baiklah Nika , saya setuju , deal kan kita mulai pacaran hari ini ?" ucap Marshcel lagi menatap Monica serius


" Deal pak " jawab Monica malu malu

__ADS_1


" Makasih ya sayang , mulai hari ini mas akan memanggil kamu sayang bila di luar kantor , dan di kantor kita tetap profesional, dan Monica harus panggil mas pada saya ok ?" ucap Marshcel mengajukan jari kelingkingnya pada Monica sebagai tanda setuju , dan Monica menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Marshcel


" Ok mas deal " ucap Monica malu malu


__ADS_2