Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 47


__ADS_3

Setelah selesai makan , mereka pun keluar dari rumah makan tersebut , lalu masuk ke mobil


" Yuk pi kita cari mall untuk belanja " kata mami Varel setelah masuk ke dalam mobil


Ya mi , Varel kamu saja yang nyetir ,papi tidak tau daerah sini " ucap papi Varel sambil membuka pintu job belakang



"Baik Pi " jawab Varel lagi sambil pindah ke bangku stir


Mobil pun meninggalkan rumah makan tersebut menuju sebuah mall yg cukup besar di kota itu , setelah sampai di mall , Hanifah dan keluarganya langsung berjalan mencari bagian penjualan pakaian , tas dan sepatu wanita


" Kita belanja di bagian pakaian wanita dulu ya pi , bantuin mami memilih pakaian yang cocok di pakai saat di Maldives nanti , juga kalau ada yang cocok untuk Vera , ambil kan saja " ucap mami Varel mulai memilih milih baju untuknya


" Varel ,,ini bagus ngak untuk Vera , bahannya bagus banget ,dingin dan adem , cocok banget di pakai saat di pantai nanti " ucap Hanifah pada Varel sambil memperlihatkan sebuah gaun pada Varel


" Bagus mi , pasti Vera akan bertambah cantik bila memakainya nanti " jawab Varel


Baiklah , ini ada syal juga untuk mami dan Vera , mami beli tiga untuk Felly sekalian" ucap mami Varel sambil mencoba sebuah syal dan mengalungkannya di leher nya


" Mami , Maldives itu udara nya cukup panas mi , suhunya 27 sampai 28 derajat , ngapain juga mami beli shal ?" tanya Varel pada maminya


" Ngak apa apa Varel , di pantai anginnya pasti kencang ,jadi akan lebih baik kita pake shal , dan kalau kamu foto bertiga itu akan semakin bertambah cantik , dan tampak kompak juga " ucap mami Varel sambil membuka kembali syal di lehernya , lalu memasukan ke troli belanjaannya


" Kalau begitu papi sama Varel dan bara akan pake barang yang sama juga ah kayak mami " ucap Bara tidak mau ketinggalan



" Iya Pi , masa kita mau kalah dengan mami , kita cari juga habis dari sini ya Pi ?" ucap Varel lagi


Hanifah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suami dan anak nya yang tidak mau kalah itu


Setelah puas membeli pakaian , Hanifah juga membeli topi lebar yang sangat cantik , lalu memasangkan di kepalanya di depan cermin

__ADS_1


" Pi , Varel , cantik ngak mami pake topi ini ?" tanya Hanifah pada suami dan anaknya


" Cantik mi , tapi akan lebih cantik bila Vera yang memakai nya " jawab Varel


" Baiklah , mami beli dua atau tiga ya ? " ucap mami Varel sambil bertanya


" Beli 3 aja mi , biar serasi sama shal nya " jawab Varel lagi


Setelah puas belanja di bagian pakaian wanita , Bara dan keluarganya berpindah ke bagian pakaian pria , suami dan anaknya begitu semangat memilih baju untuknya , Varel membeli beberapa baju kaos dan jacket untuk di pake saat malam malam bila lagi berada di tepi pantai



Begitu juga dengan papanya Varel , juga memilih baju sendiri untuknya


" Varel , kita beli topi juga yuk ,sekalian untuk papa nya Vera juga " ucap papi Varel mengajak anaknya untuk membeli topi couple juga


" Ya Pi boleh , apa topi saja untuk kita pake couple nanti ?" tanya Varel lagi


" Pakai baju dan celana pantai aja Pi " ucap Varel mengusulkan


" Baju dan celana pantai ? , bagus juga tuh ,, yuk kita cari baju pantai yang adem , dan celananya yang tiga perempat aja Rel ? ucap papi Varel lagi


" Boleh Pi ,beli tiga pasang ya Pi , ukuran om Fito papi tau kan ? jawab Varel


" Soal ukuran itu gampang Rel, kan tubuh Fito hanya beda tipis dari papi " ucap Bara lagi pada anaknya


Setelah puas berbelanja pakaian ,lalu mereka masuk ke toko sepatu yang sangat luas sekali ,di sana terdapat sepatu pria dan sepatu wanita ,dan sendal pun juga ada di jual di sana


" Wah ,,, model sepatunya bagus bagus Pi ,ada sepatu olah raga , sepatu untuk ke kantor dan sepatu gaya juga ,bahkan sendalnya juga ada Pi , yuk kita lihat kesana" ucap Varel saat baru masuk menginjakkan kakinya di pintu toko sepatu tersebut , mata Varel begitu berbinar binar melihat model model sepatu yang di jual di sana


" Yuk Varel kita lihat dan coba sepatunya dulu " ucap papi Varel sambil berjalan ke arah sepatu gaya atau sepatu yang cocok di pake ke pasar atau kemana aja yang bersifat umum


__ADS_1


Varel dan papinya Bara sibuk mencoba dan memilih sepatu yang dia mau sementara Hanifah mami Varel pergi salah satu bagian sepatu dan sendal wanita , lalu mencoba satu persatu ke kakinya , merasa ada yang cocok di kakinya , Mami Varel pun memasukkan ke troli belanjaannya



" Bagaiman Pi , Varel ? sudah siap milih milihnya ?" tanya maminya Varel


" Udah nih mi , kita tinggal menunggu sebentar dulu , itu nomor sepatu yang kita mau lagi di ambil ke belakang ukuran size nya yang kita mau " jawab Bara suaminya


sepuluh menit kemudian , pelayan toko tersebut datang membawa beberapa kotak sepatu nya , dan menaruhnya di depan Varel dan papinya


" This is the shoes size you ordered sir "


" Ini pesanan size sepatu yang anda mau tuan " ucap pelayan toko sepatu tersebut


" Okay Thanks "


" Baiklah , terimakasih " jawab Varel sambil membuka kotak sepatu tersebut memeriksa size nya


Setelah merasa cocok dengan semua pesanannya , semua sepatu itupun di masukkan ke dalam troli belanjaan mereka


" Papi , Varel , apa mami tidak salah lihat nih , kalian membeli sepatu banyak banyak begitu " tanya mami Varel kaget melihat ke gilaan suami dan anaknya membeli sepatu


" Tidak mi , mami tidak salah lihat , ini sepatu kegunaannya berbeda beda , ada sepatu untuk khusus di pakai ke kantor juga , dan ada sepatu di luar kantor juga , dan ini juga untuk di kasih ke Marshcel juga sebagai oleh oleh dari kita , ada sendal juga untuk Varel dan papi " jawab Varel menjelaskan pada maminya


" Mami kira kalian mau buka toko sepatu di Indonesia setelah sampai nanti " ucap mami Varel lagi sambil tersenyum


" Wah boleh juga tuh usulan mami , kita buka toko sepatu branded di Indonesia , gimana pi ?" ucap Varel meluruskan ucapan maminya


"Boleh ngak apa apa kok , pasti sangat di cari banget yang bau bau branded begini" jawab Bara menyetujui ucapan Varel


" Udah ah Pi ,, ngomong ngelantur begitu ,yang akan di fikirkan itu adalah bagaimana pesta pernikahan anak kita nanti , yuk kita bayar semua ini dulu , habis itu kita langsung pergi ke bagian makanan nya " ucap Hanifah kemudian


Varel dengan di dampingi kedua orang tua nya mendorong troli belanjaan mereka menuju ke meja kasir

__ADS_1


__ADS_2