
" Oke ,,mami dan papi pegang janjinya " ucap mami Varel lagi sambil menepuk-menepuk bahu anak semata wayangnya
" Iya mi , jadi mami dan papi merestui Varel kan mi , tidak lagi menjodohkan Varel dengan gadis lain kan?" tanya Varel meyakinkan hatinya sambil menatap mami dan papinya dengan wajah penuh harap
" Iya sayang " jawab maminya lagi sambil tersenyum
" Yes ,,, yes ,,termakasih mami, makasih pi sudah restui hubungan Varel sama Vera " ucap Varel dengan sinar mata yang berbinar-binar sambil melompat kegirangan dan langsung memeluk mami dan papinya bergantian
" Makasih ya mi , makasih ya Pi " ucap Varel senang dengan wajah yang sembringah
Melihat penampakan kebahagiaan Varel saat ini , mami dan papinya jadi tertegun , karena mereka baru kali ini melihat Varel memperlihatkan raut wajah dan senyum bahagianya semenjak 14 tahun yang lalu , selama ini yang mereka lihat adalah sikap dingin anaknya yang tidak pernah tersenyum pada mereka , dan kalau lagi berada di rumah, Varel lebih memilih berdiam diri di kamar ,dan keluar kamarnya hanya untuk makan saja, mami dan papi Varel berfikir juga seolah-olah Varel membencinya karena dipisahkan paksa dari Vera , dan itu pula lah sebabnya mereka mengizinkan Varel kuliah di Belanda , biar Varel bisa bergaul dengan teman-temannya seperti anak-anak lain seumur dengannya , bisa tersenyum dan bahagia juga
Saking senangnya Varel tidak menyadari kedua orang tuanya yang diam terpaku memandangnya
" Mami ,papinanti jam 10 kita kerumah sakit ya ?" ucap Varel menoleh pada papi dan maminya
Kedua orang tuanya tidak langsung menjawab, tapi tetap diam terpaku memandangi Varel
" Mi ,Pi , kalian kenapa " tanya Varel sambil membuyarkan lamunan kedua orang tuanya
" A apa ? Varel kenapa " jawab papinya tersadar dari lamunannya begitu juga dengan mami Hanifah
" Loh,, mami dan papi kenapa melamun seperti itu ? apa ada masalah ? " tanya Varel pada kedua orang tuanya yang mendadak terdiam tersebut
" Oh itu , kami tidak ada masalah sama sekali sayang , kami hanya tertegun melihat senyum dan kebahagiaan anak kami ini yang sudah lama tidak kamu lihat , maafin kami ya nak yang tidak bisa memberi kebahagiaan yang utuh selama ini pada kamu " ucap si mami sambil memeluk anak semata wayangnya dengan air mata yang mengenang di pelupuk matanya
__ADS_1
" Ya mi ,,tidak apa-apa, Varel bahagia dan bangga kok jadi anak mami dan papi selama ini " jawab Varel terharu sambil menepuk-nepuk punggung mami nya yang masih memeluknya sambil menangis
Setelah Hanifah melepaskan pelukannya pada anaknya Varel , Bara suaminya pun langsung memeluk Varel dengan rasa terharu juga.
" Maafin papi juga ya nak , mulai sekarang sampai kapanpun , tetaplah tersenyum dan berbahagia seperti hari ini bersama Vera juga , karena kalian adalah sumber kebahagiaan kami " ucap papi Varel sambil menepuk-menepuk punggung putranya
" Iya Pi , makasih ,pesan mami dan papi akan selalu Varel ingat " jawab Varel lalu melepaskan pelukannya
Varel dan papinya pun pindah duduk je sofa di ruang tamu , sementara maminya membersihkan meja makan dan membawa perabot makan yang kotor ke dapur lalu langsung mencucinya setelah selesai , mami Varel pun bergabung dengan anak dan suaminya duduk ngobrol di ruang tamu, mereka ngobrol sambil bercanda , hal pertama bagi mereka setelah 14 tahun berlalu , Hanifah ,Bara dan Varel merasakan Kebahagiaan Baru yang begitu besar yang belum pernah mereka rasakan selama ini
Jam 10 siang , Varel bersama mami dan papinya berangkat ke rumah sakit , tidak lupa Hanifah membawa oleh-oleh yang telah mereka persiapkan untuk Vera dan Felly dari Jakarta kemaren
Setelah mobil meninggalkan rumah yang di tempati Varel dan kedua orang tuanya ,mami Varel ingat sesuatu
" Varel , ingat masalah hubungan mu dengan Vera ,untuk sementara di diamkan dulu ya, jangan bilang-bilang hal ini pada Vera dan keluarganya dulu , tidak enak dengan mereka karena Felly masih sakit dan di rawat , tunggulah dulu sampai Felly sehat ,dan pulang dari rumah sakit , baru kita akan bicarakan prihal hubungan Varel dengan Vera ok? " ucap mami Varel mengingatkan Varel anaknya ,Hanifah takut anaknya ke keceplosan tidak melihat kondisi dan situasi
Tidak sampai 30 menit , mobil mereka telah memasuki halaman rumah sakit The Princess Grace Hospital , setelah memarkirkan mobilnya Varel dan kedua orang tuanya keluar dari mobil tersebut lalu berjalan masuk ke dalam rumah sakit The Princess Grace Hospital menuju ke ruangan rawat inap Felly
Setelah sampai di depan ruangan rawat Felly ,Mami Varel mengetuk pintu
Tok tok tok lalu terdengar suara dari dalam
" Please come in "
(Silahkan masuk )
__ADS_1
Mami Varel pun mendorong knop pintu ruangan Felly tersebut lalu masuk ke dalam
" Assalamu'alaikum " salam mami , papi dan Varel juga hampir bersamaan
" Wa' Alaikum salam , jawab Vera " lalu menghampiri kedua orang tua Varel lalu menyalami nya dengan takzim sambil cium tangan dengan sopan
" Silahkan duduk om, tante, kak Varel " ulas Vera lagi mempersilahkan tamunya duduk setelah menyalami Varel juga
" Iya nak , makasi " ucap papa Varel sambil duduk di sofa ruangan tersebut
Mami Varel langsung melayangkan pandangannya pada Felly sahabatnya dan langsung menghampirinya
" Apa kabar mu hari ini Felly , apa lebih baik dari hari kemaren ? " tanya mami Varel menyalami Felly yang lagi duduk bersandar dengan bantal di tempat tidurnya
" Alhamdulillah baik Hanifah , mendingan dari hari kemaren" jawab Felly sambil tersenyum dan menjabat salam dari Hanifah sahabatnya
" Ok kamu banyak -banyak istirahat ya Fel, biar cepat pulih , saya duduk kesana dulu ya , kamu tidur saja ya " ucap mami Varel sambil menolong menidurkan Felly dan menyelimutinya lalu kembali ke sofa di mana suaminya lagi duduk bersama Varel dan Vera
" Papa Vera kemana ya ,kok om tidak melihatnya " tanya papi Varel yang tidak melihat papa Vera sahabatnya
" Papa lagi pergi om , hari ini ada pertemuan nya dengan sesama pebisnis busana se kita London " jawab Vera apa adanya pada papi Varel
" Wah ,, hebat ya Fito sekarang, sudah punya cabang bisnis di negara ini " ucap Bara papinya Varel dengan kagum
" Alhamdulillah om , papa emang tipe pekerja keras.memulai bisnis butiq kecil-kecilan di sini untuk sambilan menjaga Vera yang lagi kuliah di sini , dan Alhamdulillah sekarang berkembang dengan baik " ucap Vera mencerita kan sedikit pengalaman papanya pada papi Varel
__ADS_1
Mami dan papi Varel sangat mengagumi kerja keras Fito dan caranya melindungi dan menjaga Vera juga