
"Makasih ma , tadi kami juga sudah makan siang di kantor " jawab Varel pada mama calon mertuanya
" Ouh ,, syukurlah , kalau boleh tau kapan Varel mulai bekerja lagi ?" tanya mama Vera
" Insyaallah besok ma , dan Vera juga mau masuk kerja lagi besok , boleh kan ma ?" tanya Varel , selama ini Varel belum membahas masalah pekerjaan Vera ini dengan kedua orang tua calon istrinya ini
" Vera mau kembali bekerja di kantor Varel ? benarkah Vera ?" tanya Felly pada kedua sejoli itu
" Iya ma , Vera bekerja hanya untuk mengisi waktu aja kok , di rumah Vera kan tidak ada kegiatan juga " jawab Vera menunduk takut mamanya tidak mengizinkan
" Tapi masalahnya kalian ini akan segera meresmikan pertunangannya , ngak enak juga donk bila orang orang di kantor Varel tau kalau kamu itu tunangan atasannya " jawab mama Vera lagi
" Masalah itu sudah Vera bahas sama mas Varel , kalau orang kantor tidak ada yang boleh tau kalau kami ini sudah bertunangan , dan kami kami bekerja dengan profesional" jawab Vera menjelaskan lagi
" Ok , tapi apa Hanifah dan mas Bara sudah tau masalah ini ?" tanya mama nya Vera lagi
" Masalah ini Varel belum sempat ngomong juga ma , soalnya ini gagasan munculnya saat di perjalanan dari Maldives ke indonesia , biar lah nanti malam Varel akan membicarakan masalah pekerjaan ini pada mami dan papi , dan setelah itu Varel akan langsung kabari ke sini lagi secepatnya " jawab Varel lagi
" Baiklah Varel , oh ya bilang sama Hanifah dan Mas Bara untuk datang kesini besok atau lusa untuk membicarakan hal lamaran kalian secara adat , karena lamaran yang di London kemaren itu adalah lamaran secara simbolis saja " ucap mama Vera berpesan pada Varel
" Baik ma , nanti Varel akan sampaikan ke pada mami dan papi " jawab Varel lagi
" Varel silahkan duduk dulu ya , mama mau ke belakang dulu " ucap mamanya Vera lalu pergi ke belakang meninggalkan Vera dan Varel di ruang tamu
__ADS_1
" Mas , kalau orang tua kita tidak mengizinkan Vera bekerja lagi di kantor gimana ?" tanya Vera khawatir pada Varel
" Vera tenang dulu , biar mas yang mengurus hal tersebut ya , pasti mereka mengizinkan Vera kerja kok " jawab Varel menghilangkan ke khawatiran hati Vera
" Ya mas baiklah , mudah mudahan mereka mengizinkan Vera bekerja untuk sementara waktu ini " ucap Vera penuh harap
Belum lama ke belakang , mama Vera sudah kembali lagi ke ruang tamu sambil membawa nampan dan makanan kecil
" Silah kan di minum ya teh nya , dan ini juga ada sedikit makanan yang mama beli tadi di pasar " ucap mamanya Vera sambil menaruh tiga cangkir teh dan sepiring makanan di atas meja sofa di hadapan Varel dan Vera
" Iya ma , terimakasih , mama duduk di sini saja dan ngak usah repot repot begitu, kalau mama bilang tadi , Vera bisa melakukannya kok " ucap Vera pada mamanya
" Ngak repot juga kok sayang , santai aja " jawab Felly sambil menyelipkan rambut putri semata wayangnya itu ke belakang kupingnya
" Hmmm apa ya yang bagus cocok untuk Monica " ucap Vera sambil memikirkan pekerjaan yang pantas untuk Monica sahabat nya
" Bagaimana kalau Monika di angkat jadi manajer pelaksana aja ? Monica juga mempunyai beberapa staf juga disini untuk membantu pekerjaannya , bagaimana ?" ucap Varel memberikan usulannya
" Bagus juga usulannya mas Varel , berarti Monica punya ruangan tersendiri donk bersama stafnya ?" ucap Vera lagi
" Iya donk sayang , kan Monica sudah jadi manajer " jawab Varel lagi
" Berarti Vera dan Monica beda ruangan donk " ucap Vera berwajah sendu
__ADS_1
" Beda ruangan kan tidak masalah sayang , khusus untuk Vera , mas akan kasih kebebasan untuk bertandang ke ruangan Monica kapan pun Vera mau" ucap Varel lagi
" Wah tidak bisa begitu juga donk mas Varel , itu namanya Vera bekerja tidak profesional jadinya " ucap Vera lagi
" Terus gimana donk sayang ? masa mas satukan ruangan kerja Vera dengan ruangan kerja Monica ? itu berarti Vera bawahan Monica donk , mas ngak mau itu terjadi ,karena Vera jauh lebih pinter dari di Monica itu " ucap Varel lagi pada kekasih nya
" Benar apa yang di bilang sama Varel sayang , biarkan Monica jadi manajer pelaksana , kedudukan Vera kan juga bagus di kantor nya Varel , masalahnya kan Vera tidak satu ruangan aja sama Monica " ucap mamanya Vera
" Tapi mas , dengan begitu Monica , Vera dan Rehan tidak bisa bersama lagi donk masalah hal pekerjaan , kami tidak bisa ngerumpi lagi donk kalau begitu , GK asyik ah bila Vera ngerumpinya sana Rehan aja " ucap Vera sewot
" Aduh sayang , Vera ini mau bekerja atau mau ngerumpi sih ke kantor " tanya mama Vera geleng geleng kepala melihat tingkah anak perannya itu
" Iya sayang benar kata mama , di kantor itu tempatnya bekerja , bukan tempat ngerumpi " ucap Varel menambah lagi
" Aduh mas Varel , mama juga , Vera tau kok di kantor itu tempatnya bekerja , tapi kalau bekerja terus tanpa ada ngerumpi dan bercanda , tidak asyik juga loh ma , mas , bisa bisa rambut Vera yang bagus ini rontok semuanya memikirkan pekerjaan nya , apa mama dan mas Varel mau melihat kepala Vera ini botak ? " ucap Vera ngotot pada mama dan kekasihnya itu sambil memasang wajah sewotnya
Mama nya Vera dan Varel tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya , saat mendengar jawaban Vera yang konyol itu
" Mama ,,, mas Varel ,,, kalian jahat deh tertawain Vera seperti itu , emang apanya yang lucu sih ?" ucap Vera kesal sambil menghentak hentakan kakinya ke lantai seperti anak kecil minta mainan
Melihat Vera yang menghentak hentakan kakinya seperti itu , bukannya bikin mamanya dan Varel berhenti tertawa , malah semakin menertawakannya sampai sampai kedua mata mereka basah dengan air mata , melihat hal itu Vera jadi diam sambil memperhatikan kedua orang yang dia sayangi itu menertawakannya
" Ya,, terus aja tertawa , tertawa terus , sampai gigi kalian itu rontok semuanya , atau sampai air mata kalian itu kering " ucap Vera kesal sambil geleng - geleng kepala
__ADS_1